Skip to playerSkip to main content
Wafatnya aktivis antikorupsi Ermanto Usman dan istrinya, Pasmilawati, menyisakan tanda tanya. Sejumlah kunci rumah korban dilaporkan hilang dan diduga dibawa pelaku.
Peristiwa itu pertama kali diketahui putri bungsu korban sekitar pukul 04.15 WIB, Senin (2/3/2026). Ia terbangun untuk sahur dan merasa heran karena tidak dibangunkan seperti biasanya. Saat memeriksa kondisi orang tuanya, ia mendapati keduanya dalam keadaan terluka.
"Ya, akhirnya meminta bantuan satpam dan segala macam, akhirnya ambulans juga langsung datang ke rumah. Terus langsung dibawa dan dievakuasi. Cuma kebetulan, pelakunya ini, kunci rumah sama kunci kamar itu dibawa," kata Sinta Samuel, tetangga Ermanto Usman yang ikut membantu proses evakuasi dalam wawancara kepada Tirto pada Rabu (4/3/2026).
Karena kunci tidak ditemukan, warga bersama petugas keamanan terpaksa memecahkan kaca jendela untuk masuk ke rumah. Korban kemudian dievakuasi menggunakan ambulans ke Rumah Sakit Primaya Bekasi sekitar pukul 05.00 WIB.
Menurut saksi, saat dibawa ke rumah sakit Ermanto masih dalam kondisi sadar. Namun sekitar pukul 06.00 WIB, ia dinyatakan meninggal dunia. Sementara itu, Pasmilawati lebih dulu ditemukan dalam kondisi tidak tertolong.
"Dipecahin (kaca jendela), setelah itu baru dibawa memakai ambulans ke Rumah Sakit Primaya Bekasi. Lalu sekitar jam 6-an, Bapak Ermanto-nya meninggal," jelas sang tetangga.
Selain kunci rumah dan kamar, kunci mobil korban juga dilaporkan hilang. Meski demikian, mobil milik Ermanto tetap terparkir di rumah. Sejumlah rekaman kamera CCTV di sekitar lokasi pun telah diamankan untuk kepentingan penyelidikan.
Polda Metro Jaya sebelumnya telah mengerahkan tim Unit Jatanras untuk mengusut kasus penyerangan tersebut. Hingga kini, polisi masih menyelidiki identitas pelaku dan motif kejadian.
Penulis/Video Editor: Rahma Nayali
Produser: Dena Novita
#TirtoRecap
Sumber: Irfan Amin/Tirto.id
Transcript
00:00Berikut suasana depan rumah Hermanta Usman yang ada beberapa karangan bunga.
00:05Ini adalah kaca rumah Hermanta Usman yang dicopot untuk evakuasi Hermanta Usman dan istri.
00:12Satu korban yang diduga korban pembunuhan akibat kerampokan yang terjadi pada Senin Dinihari pada tanggal 1 Maret 2026.
00:22Nah disini sudah ada di kemudian TKP, sudah terpasang tenda yang menurut keterangan dari tetangga korban
00:31biasanya akan ada pengajian atau tahlilan yang akan diadakan pada malam hari ini.
00:36Kita lihat sudah ada tenda yang terpasang atau langsung terpasang.
00:39Dan juga kita lihat kondisi TKP atau rumah dari korban sendiri sudah bersih dari garis polisi.
00:47Maksudnya peningkatan dari polisi yang tepat ada di kamar korban Hermanta Usman dan istrinya.
00:54Kita lihat disini ada mobil dan ada garis polisi yang masih tersisa dan juga ada kaca yang terpecah
01:00yang kabarnya digunakan oleh pelaku pembunuhan atau kerampokan untuk masuk ke dalam kamar korban Hermanta Usman.
01:11Ya jadi sunan itu kami cuma tahu paginya itu pas kejadian,
01:15anaknya kaya-kaya minum anak nangis.
01:19Iya saya keluar karena kedengeran di dapur, karena pasang dimasak,
01:24jadi saya keluar disitu anaknya sudah nangis-nangis.
01:27Saya kasih tahu kalau papa mamanya mau dibunuh.
01:30Dan memang korban masih ada di dalam kamar, belum bisa dievakuasi,
01:35karena kendala pintu belum bisa dibuka.
01:37dan memang mobil juga tidak bisa dikeluarkan karena kumicinya hilang.
01:43Jadi itu waktu tetap mengeluarkan,
01:46tapi pada saat di bawah itu memang korban masih bernapas.
01:52Itu yang saya tahu.
01:53Kalau itu juga beri maya,
01:56kesin.
01:56Makanya itu turun dari kamar,
01:58sekitar setengah lima itu tidak teriak-teriaknya lari ke masjid.
02:03Tapi saya baru dengar ke jam lima,
02:06karena mungkin setelah balik dari masjid,
02:07dia ke sini.
02:08Jadi dia tidak membangunkan kami duluan.
02:12Ini merah panik,
02:13jadi dia cari setelah tempatnya di situ.
02:15Karena seperti itu tidak ada,
02:17dia untuk cari dulu ke sana,
02:18dia langsung ke masjid.
02:20Karena dia bilang,
02:22kalau tangan itu saya sudah panik,
02:23jadi saya tak sempat ketateng.
02:26Jadi dia bilang,
02:28jadi tadi kemarin ini siang kami baru saja mau menguasai dalam jala yang bisa kami tak mulai.
02:36Itu saja sih.
02:37Dan kalau kita lihat itu kan kaca jendelanya itu saatnya dilepas, salah satu, Bu.
02:40Iya.
02:41Karena itu ceritanya sepeda, Bu, ya?
02:43Karena evakuasi bapak dan ibunya tak bisa dikeluarkan karena hati itu terkunci,
02:50dan kunci itu hilang.
02:51Itu saja.
02:52Jadi terpaksa dipecahkan oleh keluarga dan juga sepuliti yang kami panggil.
02:59Bukan jendela yang lain.
03:00Jadi posisi kaca itu sudah pecah atau belum, ya?
03:03Belum.
03:03Belum, ya?
03:04Belum.
03:04Jadi dipecahkan.
03:05Tapi kaca itu sudah tercongkel, ya?
03:07Atau sudah terbuka, ya?
03:08Oh, enggak.
03:08Enggak juga?
03:09Enggak juga.
03:10Oh.
03:10Yang kami nggak tahu, tapi setelah kejadian baru kami tahu,
03:13bawa jendela yang sebelah sini itu yang dibuka oleh pelaku.
03:18Oh.
03:19Tapi sebelumnya kalau ke jendela kamar, mah tutup rapat.
03:22Nggak ada perusahaan atau apa carinya.
03:25Jadi ada dugaannya pelakunya itu masuk ke rumah itu lewat jendela satunya, Bu, ya?
03:30Bukan jendela kamar, Bu, ya?
03:31Jendela kamar, ya.
03:34Bukan jendela kamar, ya?
03:37Waktu evakuasi, Ibu melihat kondisi jasad Pak Ermanto dan ini seperti apa, Bu, ya?
03:41Ya, memang sudah.
03:43Terbuka parah, pastinya banyak curang darah.
03:48Ibu, ya?
03:49Dari buki, dari hidung, semuanya.
03:53Kalau seingat, Ibu, lukanya itu luka benda tumpul atau nggak benda tajam, ya?
03:57Ya, saya yakin itu benda tumpul, ya?
03:59Oh.
03:59Luka tumpul, karena tidak ada sayatan atau musuh.
04:02Yang saya lihat, pemerintah masa yang saya lihat, tidak ada.
04:06Baik Ibu atau Bapaknya semua benda tumpul, ya?
04:09Iya, iya.
04:10Iya, nggak ada yang cuman di.
04:12Kan kami lihat itu di wajian wajah yang bukan maaf.
04:15Jadi kemungkinan dia benda tumpul di wajah, bukan maaf.
04:18Nah, saat itu polisi datang ke sini sekitar jam berapa, ya?
04:22Sekitar jam berapa, ya?
04:24Ada kali setengah tujuh atau jam berapa, ya?
04:26Oke, jam enam.
04:27Dan lewat pas enam itulah, ya?
04:28Saya juga lupa.
04:29Tepuk.
04:30Tepuk.
04:31Tepuk.
04:32Tepuk.
04:32Tepuk.
04:33Tepuk.
04:34Tepuk.
04:34Tepuk.
04:34Tepuk.
04:34Tepuk.

Recommended