Skip to playerSkip to main content
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto pastikan pemerintah akan menyetop diskon tarif listrik pada 2026. Sebelumnya diskon tarif listrik sebesar 50 persen sempat memberikan diskon tarif listrik sebesar 50 persen pada Januari-Februari 2025.

“Tahun ini tidak ada diskon listrik,” kata Airlangga dalam konferensi pers di Indonesia Investment Summit, Jakarta, Selasa (3/2).

Kendati demikian, pemerintah masih akan memberikan stimulus lainnya yang nilainya mencapai Rp12,83 triliun selama periode Februari-Maret 2026. Stimulus itu di antaranya Rp200 miliar dialokasikan untuk diskon transportasi, sedangkan sekitar Rp12 triliun untuk bantuan sosial (bansos).

“Kita berikan diskon penerbangan itu mencapai 16 persen, antara lain PPN ditanggung pemerintah untuk tiket, tapi hanya untuk kelas ekonomi dan domestik… Kedua, untuk (kapal) laut maupun kereta api, diskonnya 30 persen. Kemudian juga ada diskon jalan tol sampai dengan 20 persen,” kata Airlangga.

"Bansos berupa beras 10 kilogram untuk dua bulan, ditambah MinyaKita untuk dua bulan," Airlangga menambahkan.


Di kesempatan yang sama, Airlangga juga beberkan beberapa program pemerintah lain. Salah satunya ialah penggunaan dana pensiun untuk saham. Pemerintah menaikkan limit investasi perusahaan asuransi dan dana pensiun di pasar modal Indonesia menjadi 20 persen.

“Tentu ini saham yang fundamental yang kuat, antara lain LQ45,” tutur Airlangga.

Penulis/Editor: Dicky Setyawan
Produser: Dena Novita Rosiana
#TirtoRecap

Category

🗞
News
Transcript
00:00There are 90 juta worth.
00:08In this year, there is no discount district.
00:11No.
00:12The other thing is that we have...
00:15Then there is a date.
00:17It will be given a date.
00:18And because of transportation, it can be sent via online.
00:23Well, there is a website from the plane, the plane, the plane, the plane, and the plane, then it will be announced.
00:34So, the forecast is relative to $200 billion.
00:42The forecast is relative to $12 trillion.
00:56Indonesia has opened an opportunity for pension funds to invest in a good fund,
01:09in a good fund, where it opened from 10% from 2015 to 20% to 20%
01:22for investing in the market, including BPJS, NAKR, and Kesehatan.
01:29It's a fundamente strong, among the other LQ45.

Recommended