00:04Ya, saya juga sudah berkomunikasi dengan Menteri Luar Negeri Iran kemarin.
00:09Beliau menelpon saya, kemudian menjelaskan posisi Iran.
00:17Tentu saja kami menyampaikan juga sikap Indonesia bahwa kita menyesalkan perundingan yang terjadi kemudian gagal,
00:28yang berakibat pada terjadinya eskalasi, kemudian kita juga menekankan lagi prinsip-prinsip penghormatan kita
00:35terhadap integritas wilayah, terhadap kedaulatan wilayah satu negara.
00:43Kemudian kita juga menekankan kembali, pentingnya untuk kembali ke meja perundingan,
00:50dan juga yang pasti kami menyampaikan lagi keinginan dari Bapak Presiden untuk menjadi mediator
01:00dalam upaya mendinginkan dan menurunkan eskalasi di wilayah tersebut.
01:06Dan ini merupakan pandangan-pandangan yang juga beliau terima.
01:10Saya juga menyampaikan concern dari rekan-rekan kita yang ada di negara-negara Teluk
01:19terhadap serangan yang mereka dapatkan di wilayah-wilayah mereka.
01:24Saya kira itu saja.
01:37Ya, seperti yang disampaikan, bahwa jika kedua belah pihak berkeinginan,
01:43ya Pak Presiden bersedia untuk menjadi mediator,
01:47tetapi kalau misalnya ada pandangan seperti itu, ya kita kembalikan kepada mereka.
01:51Yang pasti Indonesia ingin ada dalam posisi bahwa bagaimana kita bisa menjadi
01:58jembatan dari perbedaan, menawarkan kesiapan kita, menuarkan diri kita.
02:03Pak, rukai Indonesia ingin menjadi mediator.
02:06Kalau misalnya menjadi mediator itu kan harus bisa dipercaya buat pihak yang-perkaya.
02:09Berupakan tadi diperlengasakan dan di-printing, apakah Indonesia mampu bisa jadi mediator?
02:14Kita tidak membicarakan apa Indonesia mampu atau tidak.
02:18Itu kan pemikiran awal.
02:20Dan kata lain, untuk menjadi mediator kan harus juga ada penerimaan dari dua pihak yang bertikai.
02:26Dan kita belum melihat tanda-tanda itu.
02:29Terima kasih telah menonton!
02:30Terima kasih telah menonton!
02:31Terima kasih telah menonton!