Skip to playerSkip to main content
The Head of Indonesia's Financial Transaction Reports and Analysis Centre (PPATK), Ivan Yustiavandana, claimed that online gambling transactions in Indonesia decreased in 2025. This statement was delivered during a working meeting with Commission III of the House of Representatives (DPR RI) at the Parliamentary Complex in Senayan, Jakarta, on Tuesday (3/2/2026).

“The year 2025 marks a new milestone and the first time Indonesia has succeeded in suppressing online gambling-related transactions,” said Ivan.

However, the statement drew scrutiny from Wayan Sudirta, a member of Commission III of the DPR RI from the PDI Perjuangan faction. He noted an anomaly between global trends and the domestic data presented by PPATK.

Wayan questioned whether the decline in transactions reflects successful efforts to tackle online gambling or is instead due to changes in transaction methods that are increasingly difficult to track. He also raised the possibility of PPATK’s limited resources in monitoring online gambling activities.

“If online gambling is on the rise globally, but PPATK’s data shows a decline in Indonesia, this requires a transparent explanation. Is there indeed a decline, are there tracking challenges, or are there resource limitations?” he said.

Similarly, Mangihut Sinaga, another member of Commission III, highlighted the 20 percent decline in online gambling transactions. He questioned whether this decrease was a result of account blocking or a shift by perpetrators to other, harder-to-track transaction methods, such as cryptocurrencies.

“Regarding the approximately 20 percent decline in online gambling funds, is this truly due to account blocking, or have the perpetrators shifted to other transaction methods that are difficult to trace, such as crypto?” said Mangihut.

Writer/Video Editor: Rahma Nayali
Producer: Indana Zulfa
#TirtoRecap

Category

🗞
News
Transcript
00:00...menyampaikan rekomendasi dalam berbagai isu,
00:03antara lain percepatan tindak lanjut hasil analisis terkait dengan judi online.
00:07Bapak dan Ibu-Ibu, terima kasih bahwa tahun 2025 adalah sejarah baru
00:11dan baru pertama kalinya Indonesia berhasil menekan transaksi terkait dengan judi online.
00:17Pertasan dan pengkinian data pihak pelapor.
00:21PPATK juga melakukan deteksi dini potensi resiko
00:24dengan melakukan analisis terhadap pola transfer masuk atau incoming
00:27dan transfer keluar outgoing wilayah Indonesia.
00:30Selain itu, PPATK juga mendukung tata kelola pemerintahan yang baik
00:33melalui pit and proper test pada proses seleksi jabatan strategis
00:36dan membangun sistem deteksi dini melalui prioritas presiden
00:39dini program prioritas presiden makan bergis gratis
00:45yang kami sebut dengan istilah detak MPG.
00:48Mengenai judi online, di sini secara cepat saya baca di halaman 10.
00:53Kalau judi online, di tingkat internasional ini kan semakin marah.
01:04Tapi kalau angka-angka yang disajikan PPATK,
01:06sepertinya judi online di Indonesia menurun.
01:10Sepertinya menurun.
01:12Saya meminta penjelasan terbuka itu
01:16agar publik mengetahui
01:18apakah karena memang terjadi penurunan
01:21atau memang terdapat kendala
01:24judi online ini menurun
01:28atau memang ada kendala
01:30atau jangan-jangan di PPATK
01:32ada kekurangan sumber daya
01:37sehingga tidak mampu menjangkau
01:38kegiatan judi online.
01:40Karena ada anomali.
01:42Di forum-forum nasional,
01:44judi online ini semakin marah.
01:47Di Indonesia menurun.
01:49Tapi kalau jawabannya bagus,
01:51berarti ya memang kerja-kerja PPATK
01:54tentang judi online itu
01:55tidak bisa dianggap ente.
01:58Terkait dengan penurunan
02:00daripada perputaran dana judi online,
02:04di mana kita sudah lihat di sini tadi
02:06yang Bapak paparkan kurang lebih 20%.
02:09Pertanyaan kita, Pak.
02:12Apakah penurunan 20% ini
02:14benar-benar hasil dari
02:16pemblokiran rekening?
02:18Ataukah para pelaku
02:20telah beralih
02:22ke metode transaksi
02:23yang lebih sulit dilatak
02:25seperti kripto
02:26atau dengan yang lain?
02:31Dari penurunan angka
02:32perputaran dana tersebut,
02:34berapa banyak benar besar?
02:36Yang benar-benar diproses hukum
02:39secara
02:40dan juga asetnya
02:41terdirampas.
02:43Apakah ini sudah dilakukan
02:45koordinasi juga
02:46dengan APH yang lain?
02:48Misalnya kejaksaan
02:49dengan kepolisian.
02:50Data ini bisa enggak
02:51Bapak juga sampaikan
02:52kepada publik
02:53atau juga kepada kami?
02:55Agar di mana
02:56transparansi daripada
02:59kinerja PPATK ini
03:01rakyat juga bisa
03:02tahu.
03:03Karena kami juga
03:05selama ini dapat
03:06informasi
03:09begitu banyak
03:10data informasi
03:13PPATK yang sudah
03:14Bapak sampaikan
03:15kepada para penegak hukum
03:17untuk ditindaklanjuti.
03:19Tapi banyak juga
03:21yang tidak ditindaklanjuti.
03:24Ini kita buka-bukaan aja, Pak.
03:26Artinya ini
03:26sebenarnya juga
03:28harus ada perlu
03:29dari PPATK
03:30melakukan
03:32koordinasi kembali.
03:34Dari hasil-hasil
03:36yang Bapak sampaikan
03:37perlu apnya bagaimana?
03:40Apa masalahnya?
03:41Apakah kena kekurangan data?
03:44Yang Bapak sampaikan?
03:46Supaya bisa
03:47ke depan ini
03:48bisa ada perbaikan
03:50dalam
03:51menganalisis
03:53segala transaksi
03:55transaksi
03:56kewangan.
03:58Terima kasih.
03:59selamat menikmati.
04:02Terima kasih.
Comments

Recommended