Skip to playerSkip to main content
PBNU Chairman Yahya Cholil Staquf has clarified the nature of membership contributions to the Board of Peace (BoP), an initiative launched by US President Donald Trump. According to Staquf, the fees are necessary to finance large-scale reconstruction in Gaza, which has been devastated by Israeli aggression. He made the remarks following a meeting with President Prabowo Subianto and leaders of Islamic mass organizations at the Presidential Palace in Jakarta on Tuesday (3/2/2026).

Staquf emphasized that the situation in Gaza demands substantial funding mobilization to rebuild the region’s infrastructure.

"The contributions are necessary because what lies ahead is an agenda requiring massive financing for Gaza," Staquf told reporters at the palace.

"Therefore, a kind of financing mobilization is needed, and participants of the board are asked to contribute. These are contributions for Gaza, for the development of Palestine," he added.

During the meeting, 16 Islamic organizations—including the Indonesian Ulema Council (MUI) and the Executive Board of Nahdlatul Ulama (PBNU)—along with several prominent Islamic boarding school (pesantren) leaders from East Java, West Java, and other regions, endorsed Indonesia’s membership in the Board of Peace for Gaza.

The endorsement came after President Prabowo Subianto briefed the group on the rationale behind Indonesia’s decision to join the organization established by US President Donald Trump.

#TirtoRecap
#TirtoDaily

Category

🗞
News
Transcript
00:22Terima kasih.
00:30Sudah berpenjelasan tadi, kita nanti akan berpartisipasi dengan mengirimkan pasukan perdamaian yang tugas absolutnya adalah melindungi rakyat Palestina.
00:44Kenapa?
00:49Ya, iuran itu memang dibutuhkan karena yang akan dilakukan adalah satu agenda dengan pembiayaan besar-besaran.
01:06Sehingga memang dibutuhkan semacam mobilisasi pembiayaan untuk itu, sehingga para partisipan yang ikut di dalam Dewan itu juga diminta untuk
01:24beriuran.
01:24Itu sebagai iuran untuk Gaza, untuk pembangunan Palestina.
01:38Ya, setelah mendapatkan penjelasan mengenai pertimbangan pada level kebijakan mengenai hal ini,
01:45karena untuk membuat pilihan kebijakan itu tentu kan ada realitas yang harus diperhatikan, ada yang harus dikalkulasi dan lain sebagainya.
01:55Dan tadi Presiden menjelaskan secara ekstensif sekali hal-hal yang perlu dipertimbangkan itu.
02:00Dan saya kira semua yang hadir memahami, memahami dan bisa menerima dan bahkan mempercayakan perjuangan untuk menolong Palestina melalui upaya
02:15-upaya strategis ini kepada Presiden.
02:19Tentu ada penguatan-penguatan dari Ormas-Ormas tentang muatan peran beliau untuk bagaimana benar-benar kepentingan Palestina ini bukan saja
02:36damai, tapi benar-benar merdeka.
02:38Ini tadi disampaikan dengan jelas dan Alhamdulillah sangat cair dan Bapak Presiden menerima baik, beliau jawab bahwa terima kasih masukan
02:47-masukannya yang pada akhirnya tentu ini semua insya Allah untuk Pak Palestina dan juga untuk kita di Indonesia.
02:54Terima kasih.
02:54Oke, cukup ya.
02:55Terima kasih.

Recommended