Skip to playerSkip to main content
Komika Pandji Pragiwaksono mengaku mendapat nasihat dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) terkait karya stand-up comedy-nya yang berjudul Mens Rea dan menuai kontroversi. Ia mengaku diingatkan bahwa sebagai seniman, selalu ada ruang untuk memperbaiki karya.

“Saya diingatkan bahwa sebagai orang yang berkarya, tentu selalu ada ruang untuk jadi lebih baik lagi,” ujar Panji, usai bertemu Ketua MUI Bidang Fatwa Asrorun Niam Sholeh di kantor MUI, Jakarta Pusat, Selasa (3/2/2026).

Ia menegaskan akan terus berkomitmen untuk berkarya dan menghibur publik, dengan mempertimbangkan perasaan banyak orang. Ia juga berharap komika lain di Indonesia dapat melakukan hal serupa dalam setiap karya mereka.

“Saya ingin karya ini menghibur sebanyak-banyaknya orang, sehingga harus mempertimbangkan perasaan sebanyak-banyaknya orang juga,” katanya.
Dalam pertemuan tersebut, Panji juga menjelaskan maksud di balik pertunjukan Mens Rea. Ia mengaku senang berdiskusi dengan pihak yang memiliki pandangan berbeda terhadap karyanya.

“Ketika ada banyak penafsiran, senimannya juga bisa ditanya untuk menjelaskan maksud karya tersebut,” tuturnya.

Penulis/Video Editor: Rahma Nayali
Produser: Indana Zulfa
#TirtoRecap

Category

😹
Fun
Transcript
00:00Dan saya diingatkan bahwa sebagai orang yang berkarya tentu selalu ada ruang untuk jadi lebih baiklah.
00:07Saya di sini, seperti yang tadi Haris katakan, saya berniat untuk bersilap kami, kemudian untuk bersabayu,
00:16mencoba untuk menjelaskan maksud dibalik keputusan saya.
00:20Dan memang saya sama Haris sering sekali mengucapkan ini bahwa saya secara rekam jejak sangat sering menyediakan diri untuk dialog.
00:29Jadi saya tentu akan sangat senang kalau misalnya ketika ada kebingungan atau ketidakjelasan atau produk pertunjukan saya,
00:37maka langkah pertama yang diambil adalah berdialog.
00:40Nah itu adalah sesuatu yang saya lakukan, dan alhamdulillah dialognya juga terjadi.
00:46Tadi pembicaranya berjalan dengan sangat-sangat menyenangkan, penuh dengan tawa juga,
00:51dan saya senang bisa punya kesempatan untuk bertemu dan menjelaskan,
00:56karena itu buat saya yang hal itu. Sebagai seniman, ketika saya bikin karya tentu ada banyak peraksiran,
01:01tapi senimannya sendiri kan juga bisa ditanya untuk kejelasan maksud dari sebuah karya.
01:08Itu penting.
01:09Ya, tambah sedikit dan dinasehatin juga tadi.
01:12Betul, ada nasihat.
01:19Ya, intinya adalah saya tadi berdialog dan kami sempat menonton pertunjukannya bareng-bareng,
01:28terus sempat ada diskusi, dan saya diingatkan bahwa sebagai orang yang berkarya tentu selalu ada ruang untuk jadi lebih baik.
01:37Dan saya punya komitmen, karena saya ingin terus berkarya, dan karyanya didesain ke penyumbur sebanyak-banyaknya orang,
01:44maka karya itu harus didesain dengan mempertimbangkan perasaan sebaik-baiknya juga.
01:48Jadi komitmen untuk perbaikan sudah saya pastikan, ada di atas,
01:54dan moga-moga ini akan membuat siapapun komika di Indonesia untuk semakin mantap berkarya,
02:00karena tahu bahwa karya ini harus dilakukan dengan perbaikan terus-menerusnya.
02:09Kalau pertanyaan, apakah ada mensre lagi? Jawabannya tidak, tapi bukan karena saya tidak bikin pertunjukan lagi.
02:15Saya akan selalu bikin pertunjukan, hanya saja dalam 10 pertunjukan tunggal saya terakhir tidak ada yang judulnya sama.
02:21Jadi judulnya selalu berganti, teman-teman.
02:23Pertanyaannya, apakah ada pertunjukan komedi lagi? Masih ada, tapi judulnya sudah bukan mensre.

Recommended