Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 9 jam yang lalu
Saat angin kencang menerjang, banyak pohon tetap tegak sementara bangunan runtuh. Bagaimana caranya? Video ini mengungkap mekanisme luar biasa yang dimiliki pohon untuk melawan gaya angin — dari sistem akar yang lebih luas dari daunnya, batang yang bisa melengkung tanpa patah, hingga dahan yang sengaja menggugurkan daun agar tidak tertarik angin. Kita juga akan membahas data dari penelitian biomekanika yang menunjukkan bahwa pohon memang menggeser massa ke bawah dan menyimpan energi seperti pegas. Simak sampai akhir untuk memahami mengapa teknik yang digunakan pohon kini jadi inspirasi para insinyur sipil dan perancang gedung tahan gempa. Cocok untuk kamu yang penasaran dengan cara kerja dunia di sekitar kita. Jangan lupa like dan subscribe untuk konten edukasi seru lainnya. Selamat menonton!

Kategori

🗞
Berita
Transkrip
00:00Angin berkecepatan 200 km per jam merobohkan gedung dan merobek atap.
00:05Tapi pohon yang berdiri di depannya hanya melengkung lalu tegak lagi setelah badai lewat.
00:10Ini bukan simulasi atau cerita dongeng ini yang benar-benar terjadi di setiap musim badai di berbagai belahan dunia.
00:18Bagaimana mungkin sebatang kayu yang tampak rapuh bisa mengalahkan kekuatan yang meremukan beton?
00:24Mari kita beda satu persatu dari ujung akar sampai pucuk daunnya.
00:29Kalau kamu pikir ketahanan pohon itu soal batang yang besar dan kuat, tebakan itu belum lengkap.
00:35Sebagian besar sistem bertahan pohon justru ada di bawah tanah dan di dalam lapisan kayu yang tak terlihat mata telanjang.
00:43Selama bertahun-tahun, para peneliti biomekanika di berbagai universitas mengukur diameter batang dan tinggi pohon untuk memprediksi mana yang akan
00:52tumbang.
00:53Tapi hasilnya justru membingungkan, pohon dengan batang paling ramping seringkali lebih tahan angin daripada yang batangnya tebal.
01:02Ada satu pengukuran dari akar yang dalam selama puluhan tahun dianggap tidak relevan untuk ketahanan angin dan kita akan sampai
01:09ke angka itu menjelang akhir video.
01:12Angin punya cara yang licik untuk menjatuhkan pohon.
01:16Ia tidak mendorong sekali lalu pergi, ia menekan berulang kali seperti orang yang terus-menerus menggoyang pagar sampai pagar itu
01:23lepas.
01:24Dalam ilmu biomekanika, tekanan angin pada pohon disebut drag force, gaya hambat, dan besarnya berbanding lurus dengan luas permukaan daun.
01:33Makin lebat daun pohon, makin besar gaya yang harus ditahan oleh batang dan akar.
01:38Dan kalau angin bertiup terus-menerus selama berjam-jam, pohon harus menyerap energi itu tanpa putus atau patah.
01:45Dunia konstruksi menghabiskan miliaran dolar untuk masalah yang sama, tapi pohon menyelesaikannya dengan bahan yang terlihat sederhana.
01:54Sekarang kita turun ke tempat yang jarang dilihat orang, di dalam tanah.
01:58Jaringan akar pohon dewasa sering kali menyebar 2-3 kali lebih lebar dari tutupan daunnya di atas.
02:06Bayangkan seperti mejamakan yang punya kaki lebih panjang dari permukaan mejanya, itu analogi kasarnya.
02:13Akar-akar ini saling mengunci dengan partikel tanah dan batuan kecil, membentuk jaringan yang bekerja mirip jangkar kapal raksasa.
02:22Penelitian dari Laboratorium Biomekanika Hutan menunjukkan bahwa akar lateral yang berada 20 sampai
02:2840 cm di bawah permukaan justru lebih menentukan ketahanan angin daripada akar tunggang yang menusuk ke bawah.
02:37Dengan kata lain, lebar akar lebih penting daripada kedalaman akar.
02:41Bagian kedua yang tidak kalah penting adalah batangnya.
02:45Di dalam batang pohon ada lapisan-lapisan serat kayu yang tersusun mirip kabel baja yang dililitkan berlapis-lapis.
02:52Serat ini memberi kelenturan yang sangat besar, batang pohon, ek bisa melengkung hingga puluhan derajat sebelum akhirnya patah.
03:01Ini setara dengan sebatang pipa besi yang dibiarkan melengkung selama berjam-jam-jam tanpa retak.
03:06Selain itu, di dalam batang terdapat jaringan kambium lapisan tumbuh tipis yang memungkinkan batang menyesuaikan bentuknya secara perlahan seiring waktu.
03:17Dalam kondisi angin rutin dari satu arah, batang akan tumbuh sedikit lebih tebal di sisi yang tertekan seperti tulang yang
03:24memadat karena sering dipakai menahan beban.
03:27Dan sekarang, kita masuk ke strategi yang paling cerdas.
03:31Pohon mengurangi bebannya sendiri saat badai datang.
03:34Daun yang lebat berfungsi seperti layar kapal.
03:37Kalau angin besar, layar itu justru jadi masalah.
03:41Beberapa jenis pohon merontokkan sebagian daunnya saat angin kencang mulai menerjang, mengurangi drag force hingga nyaris separuhnya.
03:50Pada saat yang sama, dahan-dahan kecil yang tidak kuat juga terlepas lebih dulu, berfungsi seperti sekering listrik yang putus
03:57demi menyelamatkan keseluruhan sistem.
04:00Dan jangan lupa, pucuk pohon yang lentur bergerak mengikuti arah angin seperti cambuk, membiarkan energi angin lewat tanpa harus ditahan
04:08sepenuhnya.
04:10Tantangan terberat pohon sebenarnya bukan angin yang kuat sekali, tapi angin yang terus-menerus mengguncang.
04:16Fenomena ini disebut fatigue loading, beban kelelahan, mirip dengan kawat yang dipatah-patahkan pelan-pelan sampai akhirnya putus.
04:25Dalam uji laboratorium, batang pohon yang diguncang berkali-kali mengalami penurunan kekuatan sekitar 20 hingga 30 persen sebelum akhirnya patah.
04:35Tapi pohon punya cara untuk melawan, setiap kali digoyang, jaringan kayu yang rusak akan diperbaiki dan ditambah oleh kambium seolah
04:44-olah ada tukang yang terus menambal bagian yang lemah.
04:48Ini membuat pohon yang sudah tua justru sering lebih kuat dari yang muda karena lapisan tambalannya jauh lebih tebal.
04:55Dan inilah angka yang tadi kita janjikan.
04:59Pengukuran dari Laboratorium Biomekanika Hutan memperlihatkan bahwa akar yang menembus lebih dari 1 meter ke bawah justru tidak menambah ketahanan
05:07angin secara signifikan.
05:08Yang benar-benar menentukan adalah masa akar di lapisan atas, sekitar 20 sampai 60 cm dari permukaan tanah.
05:18Angka ini mengubah cara pandang banyak perencana kota.
05:21Kalau ingin pohon di jalan tahan badai, yang perlu diperhatikan adalah ruang horizontal untuk akar, bukan kedalaman lubang tanam.
05:30Pohon yang ditanam di trotuar sempit dengan akar terbatas justru jauh lebih rentan tumbang dibandingkan yang tumbuh bebas di lapangan
05:38terbuka.
05:39Sistem yang dimiliki pohon, fondasi yang lebar, batang yang lentur, dan kemampuan melepas bagian yang tidak penting,
05:46kini jadi inspirasi bagi insinyur sipil dan perancang gedung tahan gempa.
05:51Beberapa arsitek sudah mulai membangun struktur yang mengikuti prinsip yang sama, fleksibel di atas, kuat dan melebar di bawah.
05:59Rasanya menarik mengetahui bahwa teknologi yang kita kembangkan selama puluhan tahun sudah lebih dulu dipraktikan oleh organisme yang berdiri diam
06:09selama ratusan tahun.
06:11Kalau kamu tahu pohon di sekitar rumahmu yang sudah teruji badai bertahun-tahun, ceritakan di komentar jenis apa dan bagaimana
06:19keadaannya.
06:20Terima kasih sudah menonton sampai habis.
06:23Jangan lupa subscribe supaya video berikutnya langsung muncul di berandamu.
06:27Dan tekan like kalau cerita ini menambah wawasanmu.
06:30Sampai jumpa lagi.
06:32Terima kasih sudah menonton!

Dianjurkan