00:00Angin berkecepatan 200 km per jam merobohkan gedung dan merobek atap.
00:05Tapi pohon yang berdiri di depannya hanya melengkung lalu tegak lagi setelah badai lewat.
00:10Ini bukan simulasi atau cerita dongeng ini yang benar-benar terjadi di setiap musim badai di berbagai belahan dunia.
00:18Bagaimana mungkin sebatang kayu yang tampak rapuh bisa mengalahkan kekuatan yang meremukan beton?
00:24Mari kita beda satu persatu dari ujung akar sampai pucuk daunnya.
00:29Kalau kamu pikir ketahanan pohon itu soal batang yang besar dan kuat, tebakan itu belum lengkap.
00:35Sebagian besar sistem bertahan pohon justru ada di bawah tanah dan di dalam lapisan kayu yang tak terlihat mata telanjang.
00:43Selama bertahun-tahun, para peneliti biomekanika di berbagai universitas mengukur diameter batang dan tinggi pohon untuk memprediksi mana yang akan
00:52tumbang.
00:53Tapi hasilnya justru membingungkan, pohon dengan batang paling ramping seringkali lebih tahan angin daripada yang batangnya tebal.
01:02Ada satu pengukuran dari akar yang dalam selama puluhan tahun dianggap tidak relevan untuk ketahanan angin dan kita akan sampai
01:09ke angka itu menjelang akhir video.
01:12Angin punya cara yang licik untuk menjatuhkan pohon.
01:16Ia tidak mendorong sekali lalu pergi, ia menekan berulang kali seperti orang yang terus-menerus menggoyang pagar sampai pagar itu
01:23lepas.
01:24Dalam ilmu biomekanika, tekanan angin pada pohon disebut drag force, gaya hambat, dan besarnya berbanding lurus dengan luas permukaan daun.
01:33Makin lebat daun pohon, makin besar gaya yang harus ditahan oleh batang dan akar.
01:38Dan kalau angin bertiup terus-menerus selama berjam-jam, pohon harus menyerap energi itu tanpa putus atau patah.
01:45Dunia konstruksi menghabiskan miliaran dolar untuk masalah yang sama, tapi pohon menyelesaikannya dengan bahan yang terlihat sederhana.
01:54Sekarang kita turun ke tempat yang jarang dilihat orang, di dalam tanah.
01:58Jaringan akar pohon dewasa sering kali menyebar 2-3 kali lebih lebar dari tutupan daunnya di atas.
02:06Bayangkan seperti mejamakan yang punya kaki lebih panjang dari permukaan mejanya, itu analogi kasarnya.
02:13Akar-akar ini saling mengunci dengan partikel tanah dan batuan kecil, membentuk jaringan yang bekerja mirip jangkar kapal raksasa.
02:22Penelitian dari Laboratorium Biomekanika Hutan menunjukkan bahwa akar lateral yang berada 20 sampai
02:2840 cm di bawah permukaan justru lebih menentukan ketahanan angin daripada akar tunggang yang menusuk ke bawah.
02:37Dengan kata lain, lebar akar lebih penting daripada kedalaman akar.
02:41Bagian kedua yang tidak kalah penting adalah batangnya.
02:45Di dalam batang pohon ada lapisan-lapisan serat kayu yang tersusun mirip kabel baja yang dililitkan berlapis-lapis.
02:52Serat ini memberi kelenturan yang sangat besar, batang pohon, ek bisa melengkung hingga puluhan derajat sebelum akhirnya patah.
03:01Ini setara dengan sebatang pipa besi yang dibiarkan melengkung selama berjam-jam-jam tanpa retak.
03:06Selain itu, di dalam batang terdapat jaringan kambium lapisan tumbuh tipis yang memungkinkan batang menyesuaikan bentuknya secara perlahan seiring waktu.
03:17Dalam kondisi angin rutin dari satu arah, batang akan tumbuh sedikit lebih tebal di sisi yang tertekan seperti tulang yang
03:24memadat karena sering dipakai menahan beban.
03:27Dan sekarang, kita masuk ke strategi yang paling cerdas.
03:31Pohon mengurangi bebannya sendiri saat badai datang.
03:34Daun yang lebat berfungsi seperti layar kapal.
03:37Kalau angin besar, layar itu justru jadi masalah.
03:41Beberapa jenis pohon merontokkan sebagian daunnya saat angin kencang mulai menerjang, mengurangi drag force hingga nyaris separuhnya.
03:50Pada saat yang sama, dahan-dahan kecil yang tidak kuat juga terlepas lebih dulu, berfungsi seperti sekering listrik yang putus
03:57demi menyelamatkan keseluruhan sistem.
04:00Dan jangan lupa, pucuk pohon yang lentur bergerak mengikuti arah angin seperti cambuk, membiarkan energi angin lewat tanpa harus ditahan
04:08sepenuhnya.
04:10Tantangan terberat pohon sebenarnya bukan angin yang kuat sekali, tapi angin yang terus-menerus mengguncang.
04:16Fenomena ini disebut fatigue loading, beban kelelahan, mirip dengan kawat yang dipatah-patahkan pelan-pelan sampai akhirnya putus.
04:25Dalam uji laboratorium, batang pohon yang diguncang berkali-kali mengalami penurunan kekuatan sekitar 20 hingga 30 persen sebelum akhirnya patah.
04:35Tapi pohon punya cara untuk melawan, setiap kali digoyang, jaringan kayu yang rusak akan diperbaiki dan ditambah oleh kambium seolah
04:44-olah ada tukang yang terus menambal bagian yang lemah.
04:48Ini membuat pohon yang sudah tua justru sering lebih kuat dari yang muda karena lapisan tambalannya jauh lebih tebal.
04:55Dan inilah angka yang tadi kita janjikan.
04:59Pengukuran dari Laboratorium Biomekanika Hutan memperlihatkan bahwa akar yang menembus lebih dari 1 meter ke bawah justru tidak menambah ketahanan
05:07angin secara signifikan.
05:08Yang benar-benar menentukan adalah masa akar di lapisan atas, sekitar 20 sampai 60 cm dari permukaan tanah.
05:18Angka ini mengubah cara pandang banyak perencana kota.
05:21Kalau ingin pohon di jalan tahan badai, yang perlu diperhatikan adalah ruang horizontal untuk akar, bukan kedalaman lubang tanam.
05:30Pohon yang ditanam di trotuar sempit dengan akar terbatas justru jauh lebih rentan tumbang dibandingkan yang tumbuh bebas di lapangan
05:38terbuka.
05:39Sistem yang dimiliki pohon, fondasi yang lebar, batang yang lentur, dan kemampuan melepas bagian yang tidak penting,
05:46kini jadi inspirasi bagi insinyur sipil dan perancang gedung tahan gempa.
05:51Beberapa arsitek sudah mulai membangun struktur yang mengikuti prinsip yang sama, fleksibel di atas, kuat dan melebar di bawah.
05:59Rasanya menarik mengetahui bahwa teknologi yang kita kembangkan selama puluhan tahun sudah lebih dulu dipraktikan oleh organisme yang berdiri diam
06:09selama ratusan tahun.
06:11Kalau kamu tahu pohon di sekitar rumahmu yang sudah teruji badai bertahun-tahun, ceritakan di komentar jenis apa dan bagaimana
06:19keadaannya.
06:20Terima kasih sudah menonton sampai habis.
06:23Jangan lupa subscribe supaya video berikutnya langsung muncul di berandamu.
06:27Dan tekan like kalau cerita ini menambah wawasanmu.
06:30Sampai jumpa lagi.
06:32Terima kasih sudah menonton!