00:00Dua sentuhan, dalam rentang 30 detik, itu adalah jumlah yang dibutuhkan sebuah tanaman untuk memutuskan menutup perangkapnya.
00:08Venus flytrap, tumbuhan asli Carolina Utara di Amerika Serikat, bisa menghitung sentuhan yang menyentuh rambut sensitif di dalam daunnya.
00:17Dan jika jumlahnya tidak cukup, perangkap itu tetap terbuka tanpa membuang energi sedikitpun.
00:23Di video ini kita akan membongkar bagaimana tanaman karnivora bisa memangsa serangga dan kenapa mereka melakukannya.
00:30Sebagian besar tanaman di dunia mendapatkan nutrisi dari akarnya, menyerap air dan mineral dari dalam tanah.
00:37Tapi di rawa-rawa Carolina Utara dan di hutan hujan tropis Asia Tenggara, tanahnya sangat asam dan miskin nutrisi.
00:45Para ahli botani sudah lama menemukan bahwa tanaman karnivora tumbuh persis di lokasi-lokasi seperti ini.
00:52Dan ada satu pertanyaan yang sampai hari ini belum sepenuhnya terjawab para ahli botani,
00:57bagaimana sebuah tanaman tanpa otak bisa menghitung jumlah sentuhan sebelum memutuskan untuk menutup perangkapnya.
01:05Untuk memahami jawabannya, kita harus melihat lebih dekat bagaimana tubuh tanaman ini bekerja.
01:12Di dalam setiap daun Venus Flytrap ada 3-4 rambut sensitif yang berfungsi seperti tombol.
01:18Ketika sekor serangga menyentuh rambut ini, sebuah sinyal listrik kecil dikirim ke sel-sel di sekitarnya.
01:25Ilmuwan di Institut Teknologi Massachusetts, MIT, pernah mengukur sinyal listrik ini dan menemukan bahwa intensitasnya tidak beda jauh dengan sinyal
01:35yang ada di sistem saraf hewan.
01:37Tapi yang paling menarik, perangkap ini tidak langsung menutup pada sentuhan pertama.
01:43Ia menunggu sentuhan kedua dalam waktu singkat, baru kemudian menutup rapat.
01:48Menutup perangkap bukan hal murah bagi tanaman.
01:51Setiap kali Venus Flytrap menutup, ia harus mengeluarkan energi yang cukup besar untuk menggerakkan daunnya.
01:58Jika perangkap menutup tanpa menangkap apapun, energi itu terbuang percuma.
02:03Bayangkan seperti mesin penjual otomatis yang membutuhkan 2 koin sebelum mengeluarkan barangnya.
02:09Sistem ini memastikan bahwa tanaman tidak membuang energi untuk benda mati seperti tetesan air hujan atau angin yang tidak sengaja
02:16menyentuh rambutnya.
02:18Para peneliti di Universitas Würzburg di Jerman mendokumentasikan bahwa perangkap yang gagal menangkap serangga bisa melemah dan akhirnya mati dalam
02:27beberapa siklus.
02:30Venus Flytrap bukan satu-satunya tanaman yang memangsa serangga.
02:34Di Indonesia sendiri, kantong semar memiliki kantung berisi cairan yang berfungsi seperti perangkap licin bagi serangga yang hinggap di bibirnya.
02:42Tanaman tetesan embun memiliki daun kecil berlapis lendir yang menempel pada serangga seperti lem.
02:49Peneliti di Royal Botanic Gardens, Keo di Inggris mencatat ada lebih dari 800 spesies tanaman karnivora yang diketahui di seluruh
02:57dunia.
02:59Masing-masing punya cara berbeda untuk menangkap mangsanya dari yang menggunakan jebakan lengket sampai yang menggunakan kantung berlubang.
03:07Tapi ini yang menarik, penelitian di Universitas Gatingen menunjukkan bahwa tidak semua serangga yang ditangkap dimakan.
03:15Sebagian di antaranya justru membantu penyerbukan tanaman itu sendiri.
03:20Artinya, serangga yang tertangkap bukan hanya sumber nutrisi, tapi juga bagian dari cara tanaman bereproduksi.
03:27Dan bagi tanaman yang tumbuh di tanah miskin mineral seperti nitrogen dan fosfor, serangga menjadi sumber hara tambahan yang krusial.
03:34Tanpa kemampuan ini, sebagian besar tanaman karnivora tidak akan bisa bertahan di habitatnya yang keras.
03:43Kalau kamu punya kesempatan mengunjungi kebun botani yang menampilkan tanaman karnivora,
03:48berdirilah sebentar di depan Venus Flytrap atau kantong semar dan amati bagaimana mereka bereaksi terhadap serangga di sekitarnya.
03:57Ceritakan di kolom komentar apa yang kamu lihat, apakah ada yang menutup perangkap di depan matamu?
04:03Kalau video ini menambah wawasanmu, bagikan ke teman yang penasaran dengan dunia tumbuhan.
04:09Terima kasih sudah menonton sampai akhir.
04:12Jangan lupa subscribe supaya video sains berikutnya langsung muncul di berandamu.
04:17Sampai jumpa!