Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 13 jam yang lalu
Kenapa ada tanaman yang justru tumbuh lebih baik di dalam air daripada di tanah? Ternyata, jawabannya bukan sekadar soal akar yang bisa bernapas. Ada jaringan khusus bernama aerenchyma, sistem pengangkutan gas yang sangat efisien, dan mekanisme yang membuat air justru jadi habitat ideal bagi sebagian tanaman. Di video ini kita bedah bagaimana tanaman air seperti eceng gondok, teratai, dan ganggang laut bisa bertahan hidup dan berkembang di lingkungan yang penuh air. Kita juga bahas kenapa tanaman darat justru bisa mati kalau terlalu lama terendam. Jika kamu penasaran dengan cara kerja dunia botani yang sering dianggap sepele, tonton sampai selesai! Jangan lupa like, comment, dan subscribe untuk konten sains alam berikutnya.
Transkrip
00:00Ada sekelompok tanaman yang kalau kamu pindahkan ke dalam air, mereka malah tumbuh lebih subur daripada di tanah.
00:07Penelitian dari University of Wisconsin-Madison menunjukkan bahwa eceng gondok yang tumbuh di permukaan danau
00:14bisa menghasilkan biomasa dua kali lebih banyak per minggu dibandingkan varietas yang ditanam di media tanah lembab.
00:21Pernahkah kamu berpikir kenapa bisa ada tanaman yang memilih air sebagai rumahnya?
00:26Padahal sebagian besar dari kita diajarkan bahwa tanaman butuh tanah untuk bertahan hidup,
00:32nanti kita akan bongkar rahasia anatomi dan fisiologi di balik fenomena ini.
00:38Kamu tahu sebagian besar tanaman yang tumbuh di pekarangan rumah akan layu bahkan mati kalau terendam air terlalu lama.
00:45Itu karena tanaman darat bergantung pada udara di dalam pori-pori tanah untuk bernapas melalui akarnya.
00:51Kehadiran air yang berlebihan justru menutup akses udara tersebut dan membuat akar kesulitan menghasilkan energi.
00:59Tapi anehnya, tanaman seperti teratai, eceng gondok, dan lumut air justru bisa tumbuh sehat meskipun seluruh tubuhnya terendam.
01:07Tapi ada satu temuan dari laboratorium botani yang membuktikan bahwa sekelompok kecil tanaman punya jaringan internal
01:14yang menyerupai jaringan lunak spons udara dan temuan itu akan kita bahas menjelang akhir.
01:21Coba bayangkan kamu menyelam di kolam yang jernih dan menahan napas selama 3 menit.
01:26Pasti terasa sang menyiksa?
01:28Bukan.
01:28Nah, itulah kondisi yang seharusnya dialami tanaman air sepanjang hidupnya.
01:34Tapi kenyataannya mereka baik-baik saja.
01:36Ini yang bikin para ahli botani bertahun-tahun mempertanyakan bagaimana sistem penapasan dan metabolisme tanaman akuatik bisa berjalan tanpa hambatan
01:46berarti.
01:48Sebelum kita membahas lebih dalam soal jaringan internal yang membuat mereka bisa bertahan,
01:53ada baiknya kamu tahu dulu bagaimana sebenarnya proses fotosintesis dan respirasi bekerja pada tanaman secara umum.
02:01Nah, sekarang kita sampai di bagian paling menarik.
02:05Ada jaringan khusus bernama Airencima yang kalau diterjemahkan bebas, berarti jaringan berongga yang diisi udara.
02:12Coba bayangkan spons dapur yang basah, lalu kamu peras perlahan dan lihat pori-porinya yang terisi udara.
02:18Itulah gambaran kasarnya.
02:21Di dalam batang dan akar tanaman air, Airencima membentuk rongga-rongga kecil yang saling terhubung
02:27dan membentuk jaringan pipa udara dari daun sampai ujung akar.
02:31Rongga-rongga ini bisa mengisi hingga 60% dari volume batang pada beberapa spesies seperti teratai.
02:39Itu artinya, lebih dari separuh isi batang tanaman itu sebenarnya adalah udara, bukan jaringan padat.
02:45Fungsinya, mengirimkan oksigen dari daun yang melakukan fotosintesis turun ke akar yang sedang bernapas di dasar kolam.
02:53Tanpa jaringan ini, akar akan terjebak dalam kondisi rendah oksigen dan mati perlahan.
03:00Tapi tidak cuma soal udara.
03:02Ada hal lain yang menarik, yaitu bagaimana tanaman air melakukan fotosintesis di dalam air.
03:08Cahaya matahari yang menembus permukaan danau bisa berkurang hingga 90% di kedalaman 2 meter.
03:15Meskipun begitu, tanaman seperti ganggang hijau dan tumbuhan laut yang hidup di perairan dangkal
03:20punya kmen klorofil yang sangat efisien menyerap cahaya merah dan biru yang masih bisa menembus air.
03:27Beberapa spesies bahkan mengembangkan kemampuan menyerap karbon dioksida langsung dari air, bukan dari udara.
03:34Caranya, melarutkan bikarbonat dalam air dan mengubahnya menjadi karbon dioksida yang kemudian diproses dalam kloroplas.
03:41Ini mekanisme yang tidak ditemukan pada tanaman darat.
03:46Dan menariknya lagi, kemampuan menyerap mineral dan nutrisi dari air justru lebih langsung
03:51dan cepat dibandingkan menyerap dari tanah karena nutrisi sudah terlarut dan siap diserap oleh akar.
03:58Sekarang kamu sudah tahu rahasianya.
04:01Jaringan air enzima yang ada di dalam batang dan akar tanaman air itu
04:05sebenarnya jaringan lunak spons udara yang bekerja seperti sistem ventilasi alami.
04:11Dengan rongga-rongga yang mengisi hingga 60% volume tubuh tanaman,
04:15oksigen yang dihasilkan di daun bisa dikirimkan langsung ke akar tanpa harus melalui jaringan padat yang lambat.
04:23Inilah alasan kenapa eceng gondok, teratai, dan ganggang laut bisa hidup sehat
04:28di lingkungan yang bahkan tanaman darat tidak sanggup bertahan di sana.
04:32Kehadiran air justru memberi keuntungan besar bagi mereka, nutrisi yang lebih mudah diserap,
04:38perlindungan dari suhu ekstrim, dan akses ke sumber karbon dioksida yang melimpah.
04:43Ini bukan sekadar adaptasi biasa.
04:46Ini adalah mekanisme yang sangat efisien dan terukur yang membuat tanaman air
04:51menjadi salah satu kelompok tumbuhan paling sukses di perairan seluruh dunia.
04:56Oke, sekarang coba perhatikan deh, lain kali kamu lihat kolam atau danau yang penuh eceng gondok atau teratai,
05:03ingat bahwa di dalam batang mereka ada sistem pipa udara yang bekerja sepanjang hari tanpa henti.
05:09Tulis di kolom komentar kalau kamu bisa memilih tinggal di lingkungan yang penuh air atau penuh tanah,
05:15mana yang akan kamu pilih dan kenapa.
05:18Makasih banget sudah nonton sampai habis.
05:20Rasanya seru banget bisa berbagi hal ini denganmu.
05:24Kalau video ini bermanfaat, tekan like dan bagikan ke temanmu yang suka hal-hal seperti ini.
05:29Dan jangan lupa subscribe supaya kita bisa ketemu lagi di penjelajahan berikutnya.
05:34Sampai jumpa!
05:35Sampai jumpa!
05:36Terima kasih.

Dianjurkan