Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 2 hari yang lalu
Dalam sekejap mata, seekor gurita dapat mengubah warna dan tekstur kulitnya dari krem polos menjadi oranye terang, lalu kembali menyatu dengan karang di sekitarnya. Kecepatannya bahkan mengalahkan kamera yang merekamnya. Lalu bagaimana tepatnya mekanisme ini bekerja? Di dalam kulit gurita terdapat jutaan sel khusus bernama chromatophore, yang masing-masing seperti layar piksel kecil yang dapat dikembangkan dan dirapatkan dalam hitungan milidetik. Ditambah lapisan iridophore dan leucophore di bawahnya, kulit gurita menjadi semacam kanvas hidup yang mampu menciptakan warna, pantulan cahaya, hingga tekstur sekaligus. Video ini akan membongkar sistem visual yang hampir sempurna itu, lalu membawa kita pada satu temuan mengejutkan: kemampuan mengubah warna ternyata bukan soal kamuflase semata. Ada alasan lain yang jauh lebih dalam, dan kita akan bahas bersama. Selamat menonton dan nikmati perjalanan ke dasar samudra ini.
Transkrip
00:000,6 detik, hanya itu waktu yang dibutuhkan seekor gurita untuk mengubah seluruh warna kulitnya
00:06dari krem polos menjadi oranye terang yang menyala.
00:10Para penyelam yang merekamnya dilepas pantai Pulau Lembeh, Sulawesi Utara,
00:15sempat mengira rekaman itu cacat karena objeknya tiba-tiba lenyap dari pandangan.
00:20Bahkan kamera tercepat sekalipun nyaris tidak sempat menangkap perpindahan warna itu secara utuh.
00:26Dan gurita melakukan hal ini setiap kali mereka berpindah dari satu karang ke karang lainnya.
00:32Jadi bagaimana sebuah hewan tanpa tulang, tanpa pigment di dalam darah bisa menyalakan dan memadamkan warna secepat itu?
00:41Kalau kamu memperbesar permukaan kulit gurita dengan mikroskop yang muncul bukan satu lapisan datar,
00:46melainkan jutaan kantong pigment kecil yang disebut kromatofor.
00:51Masing-masing kantong ini terhubung ke otot-otot halus yang bisa mengembang dan merapat dalam hitungan milidetik,
00:57persis seperti layar piksel raksasa yang ditarik dan dilepaskan berkali-kali.
01:03Dan ada satu temuan dari Laboratorium Biologi Laut yang membuktikan bahwa kemampuan ini tidak hanya untuk bersembunyi,
01:10dan temuan itu akan kita bahas menjelang akhir video.
01:14Lapisan di bawahnya bahkan lebih rumit karena di situ ada iridofor yang memantulkan cahaya seperti cermin,
01:21dan leucofor yang menyebarkan warna putih seperti kanvas.
01:25Bayangkan jika kamu punya ratusan ribu layar piksel kecil yang bisa kamu kendalikan satu persatu di permukaan tubuhmu.
01:33Lalu bagaimana otak gurita yang tidak lebih besar dari bola tenis mengatur semua itu?
01:38Selama ini kita mengira gurita mengubah warna hanya untuk bersembunyi.
01:43Tapi ternyata, adakalanya gurita justru tampil lebih mencolok dari lingkungan sekitarnya,
01:49persis saat mereka bertemu gurita lain atau hendak mengusir kepiting dari sarangnya.
01:55Para ahli di Monterey Bay Aquarium Research Institute mencatat bahwa pola warna tertentu muncul berulang kali
02:01pada momen-momen sosial yang spesifik ada pola untuk ancaman, ada pola untuk menenangkan diri,
02:07bahkan ada pola yang mirip dengan sinyal peringatan.
02:11Ini artinya kulit gurita bukan sekadar kamuflase,
02:15melainkan semacam layar komunikasi yang berbicara tanpa suara.
02:19Dan kalau kamu perhatikan lebih jauh, warna itu juga berubah mengikuti tekstur permukaan batu yang disentuhnya,
02:25seperti tangan yang merabah lalu menirukan bentuknya.
02:28Ada sistem koordinasi yang bekerja dengan kecepatan,
02:32yang hampir tidak masuk akal, dan ini baru permulaan ceritanya.
02:36Oke, sekarang mari kita lihat mekanismenya dengan lebih detil.
02:41Setiap kromatofor itu sebenarnya seperti kantung balon kecil
02:44yang berisi pigment berwarna merah, kuning, atau coklat,
02:48dan di sekelilingnya ada cincin otot yang berfungsi sebagai pengendali.
02:53Saat otot itu menarik, kantung pigment mengembang lebar
02:56dan warnanya langsung menyebar di permukaan kulit.
02:59Saat otot itu melepas, kantung merapat kembali dan warnanya seketika memudar.
03:05Ini terjadi pada setiap kantong secara terkoordinasi,
03:08bukan satu persatu dan itulah sebabnya perubahan warnanya bisa terlihat begitu halus dan men-menyatu.
03:14Tapi bagaimana caranya otot di seluruh tubuh bisa bekerja serempak dengan presisi sekecil itu?
03:21Disinilah sistem saraf gurita yang tersebar luas berperan besar
03:25karena lengan gurita punya ribuan reseptor yang mendeteksi warna dan tekstur lingkungan secara langsung.
03:32Yang menarik, gurita bisa mengubah warnanya bahkan ketika matanya tidak melihat langsung ke sumber warna yang ditirunya.
03:40Peneliti di University of Bristol melakukan percobaan menempatkan gurita di atas permukaan bermotif tertentu,
03:46lalu menghalangi pandangan matanya dengan kaca bening,
03:50dan gurita tetap bisa menyesuaikan warna kulitnya dengan pola di bawahnya.
03:55Ini menunjukkan bahwa ada jalur persepsi lain selain penglihatan,
03:59kemungkinan besar melalui reseptor di lengan dan permukaan kulit yang mampu merasakan kontras cahaya secara langsung.
04:06Bayangkan seperti kulit tanganmu yang bisa merasakan perbedaan antara kain wall dan kain sutra tanpa harus melihatnya.
04:13Dan kalau sistem ini bekerja tanpa penglihatan utama,
04:17bagaimana otak gurita menyatukan semua informasi itu menjadi satu keputusan warna?
04:23Pertanyaan inilah yang masih membuat para ahli di laboratorium terus bereksperimen.
04:29Sekarang kita sampai pada bagian yang lebih mengejutkan.
04:32Jika kamu mengamati dua gurita yang berdekatan,
04:35kamu akan melihat perubahan warna yang terjadi secara bergantian
04:39seolah mereka sedang bercakap-cakap dalam diam.
04:43Salah satunya akan menampilkan pola gelap yang tegas,
04:46sementara yang lain merespons dengan pola lebih terang dan lembut,
04:50persis seperti nada suara yang naik dan turun dalam percakapan.
04:55Para ahli di University of Kyoto bahkan merekam interaksi seperti ini selama berjam-jam
05:00dan mencatat bahwa pola warna yang muncul punya susunan yang cukup konsisten antar individu.
05:06Ini mirip dengan cara burung beo mengubah nada kicauannya untuk menyampaikan hal yang berbeda.
05:12Dan yang paling penting, sistem komunikasi ini bekerja tanpa satu pun suara yang dihasilkan
05:18karena semua pesannya dikirimkan melalui cahaya yang dipantulkan kulit.
05:23Tapi dibalik semua kecanggihan itu,
05:26ada satu pertanyaan yang sampai hari ini belum bisa dijawab para ilmuwan dengan pasti.
05:31Bagaimana otak gurita yang tidak lebih besar dari bolas bisa mengendalikan jutaan kantong,
05:37pigment secara bersamaan,
05:39dengan presisi yang bahkan kamera super cepat pun sulit menangkapnya secara utuh.
05:44Sistem saraf gurita memang terkenal komplek dengan 2 per 3 dari seluruh sarafnya berada di lengan,
05:51bukan di otak pusat,
05:52tapi tetap saja koordinasi sekecil itu menuntut kapasitas pemrosesan yang luar biasa tinggi.
05:59Dan ini bukan sekadar teori,
06:01ada data dari eksperimen di laboratorium Monterey Bay
06:04yang menunjukkan bahwa gurita bisa meniru pola warna
06:07yang belum pernah ia lihat sebelumnya hanya dalam waktu kurang dari 1 detik.
06:12Lalu bagaimana sistem saraf yang begitu sederhana bisa menghasilkan respon yang sekompleks itu?
06:19Pertanyaan ini masih menjadi salah satu teka-teki besar dalam biologi laut saat ini.
06:25Di Massachusetts Institute of Technology,
06:28sekelompok peneliti sedang mengembangkan material pintar yang terinspirasi dari kulit gurita
06:33mampu beradaptasi dengan lingkungan tanpa perlu listrik atau sensor elektronik.
06:38Bayangkan pakaian yang otomatis menyesuaikan warna dengan suhu ruangan
06:42atau dinding gedung yang berubah warna mengikuti cuaca di luar.
06:47Teknologi seperti ini bisa mengubah cara kita mendesain segala-segala sesuatu
06:51dari pakaian militer hingga arsitektur kota.
06:53Dan kalau sel kecil di kulit gurita bisa menciptakan sistem sekompleks ini,
06:59bayangkan apa yang bisa kita pelajari dari makhluk-makhluk lain
07:03yang masih menyimpan begitu banyak rahasia di dasar laut.
07:07Perjalanan kita di samudera ini mengingatkan bahwa dunia di bawah ombak
07:11punya lebih banyak kejutan daripada yang bisa kita bayangkan.
07:16Seekor gurita kecil yang bersembunyi di celah karang
07:19dengan tubuh tanpa tulang dan kepala berisi otak sebesar bola tenis
07:23menyimpan sistem komunikasi visual yang lebih rumit
07:26daripada layar paling canggih yang pernah kita buat.
07:30Kalau cerita ini membuatmu penasaran,
07:32tulis di komentar spesies laut apalagi
07:35yang menurutmu menyimpan kemampuan luar biasa seperti ini.
07:38Terima kasih sudah menonton sampai akhir
07:41dan jangan lupa tekan like kalau video ini menambah wawasanmu.
07:45Kalau kamu ingin terus menjelajahi keajaiban dunia di bawah laut,
07:50tekan subscribe supaya video berikutnya langsung muncul di berandamu.
07:54Sampai jumpa lagi di perjalanan berikutnya.

Dianjurkan