00:00Sekor benglun berubah warna rana 15 kali lebih cepat daripada kamu bisa membalik halaman buku.
00:06Tapi ini bukan tentang bersembunyi.
00:08Selama puluhan tahun, hampir semua orang percaya benglun mengubah warna untuk menyamarkan diri.
00:15Padahal, kalau kamu perhatikan lebih dekat, sebagian besar perubahan warnanya justru terjadi saat tidak ada predator di sekitar.
00:22Lalu sebenarnya, apa yang sedang benglun lakukan dengan kulitnya?
00:27Kalau tujuannya cuma bersembunyi, kenapa benglun justru berubah warna paling mencolok saat musim kawin tiba?
00:34Dan kenapa warnanya tidak selalu cocok dengan daun atau ranting yang ada di sekelilingnya?
00:40Bahkan dalam beberapa pengamatan lapangan, warna benglun lebih sering menyesuaikan suhu dan suasana hatinya, bukan warna lingkungan sekitar.
00:48Ada sesuatu yang lebih rumit di balik kulit benglun daripada sekadar kamuflase.
00:53Dan ilmuwan baru mulai memahami apa sebenarnya yang terjadi di bawah permukaan kulitnya.
01:00Coba kita masuk ke dalam kulit benglun sejenak.
01:03Di sana ada beberapa lapisan sel yang bekerja seperti layar digital,
01:08lapisan terdalam berisi pigment kuning yang disebut santofor,
01:11dan di atasnya ada lapisan sel reflektif yang mengandung kristal kecil dari guanin.
01:17Kristal-kristal ini memantulkan cahaya dengan cara yang sangat spesifik,
01:21seperti layar LCD yang kamu pegang setiap hari,
01:25dan yang membuat para ilmuwan kagum jarak antar kristal itu bisa diatur oleh benglun itu sendiri.
01:32Saat kristal-kristal itu berdekatan, warna yang dipantulkan adalah biru,
01:36saat merenggang, warnanya bergeser ke kuning atau merah.
01:40Pada tahun 2015, sekelompok peneliti dari Universitas Genewa melakukan pengamatan mikroskopis terhadap kulit benglun
01:48dan menemukan bahwa perubahan jarak antar kristal guanin inilah yang menjadi kunci utama.
01:54Artinya, benglun tidak perlu menciptakan pigment baru setiap kali berubah warna.
01:59Yang ia lakukan hanyalah menyesuaikan tata letak kristal di bawah kulitnya.
02:03Ini seperti kamu menggeser kursi di ruangan yang sama untuk menciptakan tampilan yang berbeda,
02:09tanpa perlu mengganti satupun perabotan.
02:13Dan mekanisme ini bekerja jauh lebih cepat daripada yang selama ini dibayangkan.
02:18Tapi ada satu hal yang mengejutkan dari penelitian itu,
02:21dan ini mengubah cara kita memahami benglun sepenuhnya.
02:25Perubahan warna benglun ternyata lebih sering dipicu oleh suhu, cahaya, dan kondisi sosial daripada warna lingkungan.
02:33Sekor benglun yang merasa terancam akan menampilkan warna yang lebih gelap dan kontras,
02:38sementara benglun yang sedang mendekati pasangannya akan memunculkan warna yang lebih cerah dan hidup.
02:44Artinya, kulit benglun bekerja lebih seperti layar komunikasi daripada jubah penyamaran.
02:50Dan itu membuat benglun jauh lebih komplek dari sekadar hewan yang jago bersembunyi.
02:56Benglun sebenarnya sedang berbicara dengan dunia melalui warnanya.
03:00Jadi selama ini kita salah memahami benglun.
03:03Ia bukan sedang bersembunyi dari dunia, ia justru sedang menunjukkan sesuatu kepada dunia.
03:08Perubahan warna yang kita lihat adalah bentuk komunikasi yang rumit dipengaruhi oleh emosi, suhu, dan interaksi sosial.
03:17Dan penemuan ini mengubah cara para ilmuwan mempelajari tidak hanya benglun,
03:22tapi juga bagaimana hewan lain berkomunikasi melalui warna.
03:25Ternyata, dunia hewan punya bahasa yang jauh lebih kaya daripada yang kita sangka.
03:32Jadi lain kali kamu melihat benglun berubah warna, ingat bahwa ia mungkin bukan sedang bersembunyi, tapi sedang berbicara.
03:39Kalau cerita ini menambah wawasanmu, tekan like dan tulis di komentar
03:43hewan mana yang menurutmu punya cara komunikasi paling menarik.
03:48Jangan lupa subscribe supaya video berikutnya langsung muncul di berandamu.
03:52Sampai jumpa lagi.