00:00Kebanyakan orang berpikir akar tumbuh ke bawah karena berat.
00:03Logikanya sederhana, sesuatu yang berat pasti jatuh ke bawah.
00:07Tapi itu keliru.
00:08Akar pohon tidak sekadar jatuh karena gravitasi seperti batu yang dilempar ke tanah.
00:14Di dalam ujung setiap akar, ada sistem navigasi aktif yang bekerja seperti kompas biologis.
00:20Sistem ini menentukan arah pertumbuhan dengan presisi
00:22yang bahkan teknologi modern kita belum bisa meniru dengan sempurna.
00:27Bayangkan kamu menanam biji di dalam pot,
00:30Kamu taruh pot itu di ruangan gelap total, tanpa jendela, tanpa cahaya sama sekali.
00:35Beberapa hari kemudian, tunasnya muncul tumbuh ke atas dan akarnya menembus tanah ke bawah.
00:40Tapi bagaimana? Akar itu tahu kemana harus pergi?
00:43Tidak ada cahaya yang bisa diikuti.
00:46Tidak ada suara, tidak ada mata.
00:48Para ilmuwan bingung dengan pertanyaan ini selama berabad-abad.
00:53Charles Darwin pada tahun 1880 menghabiskan waktu bertahun-tahun mengamati akar tanaman.
01:00Bersama putranya Francis, ia menerbitkan buku berjudul The Power of Movement in Plants.
01:05Kesimpulannya mengejutkan dunia ilmiah saat itu.
01:09Darwin menyatakan bahwa ujung akar bertindak seperti otak sederhana.
01:13Ia percaya ujung akar merasakan arah sesuatu,
01:16lalu mengirim sinyal ke bagian akar di belakangnya agar tumbuh ke arah yang benar.
01:20Saat itu banyak ilmuwan menertawakan gagasan ini.
01:24Bagaimana mungkin tanaman punya semacam sistem penginderaan,
01:28tapi ternyata Darwin lebih dekat kebenaran dari yang siapapun bayangkan.
01:34Penjelasannya ada di dalam sel-sel ujung akar.
01:36Di sana ada butiran-butiran kecil bernama amiloplas.
01:40Ini adalah organel kecil berisi pati yang lebih berat dari cairan di sekitarnya.
01:45Setiap kali akar berubah posisi, butiran ini jatuh ke sisi terendah sel,
01:50seperti bola biliar yang menggelinding di atas meja miring.
01:53Jadi kalau kamu memutar pot 90 derajat,
01:56amiloplas ini akan menggelinding ke dinding sel yang sekarang menghadap ke bawah.
02:01Dalam hitungan menit, posisi butiran ini memberi tahu sel,
02:05inilah arah gravitasi.
02:06Proses ini disebut gravitropisme
02:08dan merupakan mekanisme dasar bagaimana akar menentukan arah tumbuhnya.
02:13Tapi amiloplas hanya bagian pertama dari cerita ini.
02:17Begitu butiran itu menyentuh dinding sel yang menghadap ke bawah,
02:20ia memicu e-aksi kimia yang sangat rumit.
02:23Protein-protein sensor di dinding sel mendeteksi tekanan dari amiloplas
02:27dan mulai mengalihkan distribusi hormon tumbuhan bernama auksin.
02:32Auksin ini seperti kurir pengantar pesan,
02:35ia dialirkan ke sisi akar yang menghadap ke bawah
02:37dan di sana ia memperlambat pemanjangan sel.
02:39Sementara itu, di sisi atas, sel-sel tetap tumbuh memanjang dengan kecepatan normal.
02:44Hasilnya, akar membungkuk ke bawah.
02:47Ini prinsip yang sama dengan bagaimana kamu bisa mengemudikan mobil roda empat
02:52dengan memutar roda satu sisi lebih cepat dari sisi lain.
02:56Dan yang bikin ilmuwan terus kagum adalah ketepatan sistem ini.
02:59Sebuah studi dari University of Lausanne di Swiss menunjukkan bahwa sel-sel columelela,
03:05yaitu sel-sel di pusat ujung akar yang penuh amiloplas,
03:08bisa mendeteksi perubahan sudut gegravitasi kurang dari satu derajat.
03:13Satu derajat.
03:14Itu setara dengan memiringkan meja sepanjang satu meter hanya satu milimeter.
03:19Bayangkan betapa sensitifnya sistem ini,
03:21dan yang lebih mengejutkan, akar tidak hanya tumbuh ke bawah.
03:25Ia juga bisa menyesuaikan arah pertumbuhan secara horizontal
03:29untuk menghindari batu rongga udara di tanah atau tanah yang terlalu padat.
03:34Jadi akar benar-benar melakukan navigasi tiga dimensi-dimensi di dalam kegelapan tanah
03:38dengan sensor yang bekerja tanpa cahaya sama sekali.
03:42Kalau kita bandingkan dengan teknologi manusia, perbedaannya mencolok.
03:46GPS di ponselmu membutuhkan sinyal dari minimal empat satelit
03:50yang mengorbit ribuan kilometer di atas bumi.
03:52Perangkat ini membutuhkan baterai, chip prosesor, dan algoritma rumit.
03:57Sementara akar pohon melakukan navigasi gravitasi
04:00menggunakan butiran pati sekecil satu mikrometer
04:03dan beberapa protein di membran sel,
04:05tanpa listrik, tanpa pemrograman, tanpa satelit.
04:09Sistem ini sudah bekerja di miliaran tumbuhan di seluruh planet ini
04:13selama ratusan juta tahun dengan tingkat kegagalan yang nyaris nol.
04:17Setiap pohon di halaman rumahmu, setiap rumput di pinggir jalan,
04:21semua menjalankan sistem navigasi yang sama ini
04:24setiap detik tanpa pernah berhenti.
04:27Tapi ada satu hal lagi yang jarang dibahas.
04:30Sistem akar ini bukan hanya soal mencari arah gravitasi.
04:33Akar juga bisa merasakan keberadaan air di sekitarnya.
04:37Sebuah penelitian dari University of Western Australia
04:41pada tahun 2017 menemukan
04:43bahwa akar akan tumbuh ke arah sumber suara air yang mengalir
04:46bahkan jika air itu tersembunyi di balik dinding.
04:50Akar mengombinasikan sensor gravitasi dengan sensor suara dan sensor kimia
04:55untuk membuat putusan pertumbuhan yang komplek.
04:57Ini artinya, setiap sentimeter akar yang menembus tanah
05:00di bawah kakimu sekarang bukan hasil kebetulan.
05:04Itu adalah hasil perhitungan biologis yang presisi
05:07dilakukan tanpa otak, tanpa sistem saraf,
05:10hanya dengan sel-sel yang tahu persis apa yang harus mereka lakukan.
05:14Jadi begitu ceritanya, di bawah tanah yang gelap dan sunyi,
05:18setiap akar pohon sedang menjalankan sistem navigasi
05:21yang lebih efisien dari teknologi apapun yang pernah kita buat.
05:24Kalau cerita ini bikin kamu penasaran,
05:27coba deh perhatikan tanaman di pot rumahmu.
05:30Lihat bagaimana akarnya selalu menemukan jalan,
05:33tulis di komentar tanaman apa yang paling sering kamu rawat
05:36dan pernahkah kamu memindahkannya ke posisi miring.
05:39Apakah akarnya tetap tumbuh ke bawah?
05:42Makasih ya, sudah nonton sampai habis.
05:45Tekan like kalau suka dan subscribe
05:46biar tidak ketinggalan fakta-fakta sains
05:49yang bikin kamu geleng-geleng kepala.
05:51Sampai ketemu lagi.