Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 2 hari yang lalu
Pernahkah kamu bertanya-tanya bagaimana benda sebesar Stasiun Luar Angkasa Internasional bisa melayang di atas kepala kita selama bertahun-tahun tanpa jatuh? Jawabannya terletak pada keseimbangan antara kecepatan dan gravitasi yang telah dipahami sejak era Isaac Newton. Dalam video ini, kita akan mengungkap ilmu di balik orbit satelit, mulai dari konsep jatuh terus-menerus hingga mengapa setiap satelit memiliki jalur dan kecepatan spesifiknya sendiri. Kita juga akan membahas mengapa satelit di orbit rendah memerlukan koreksi kecil secara berkala dan apa yang terjadi ketika mereka akhirnya memasuki kembali atmosfer. Saksikan hingga akhir untuk memahami mengapa keseimbangan yang tampak sederhana ini sebenarnya merupakan prestasi matematika dan rekayasa yang luar biasa. Jika kamu suka video sains seperti ini, jangan lupa untuk subscribe dan aktifkan lonceng notifikasinya!
Transkrip
00:00Stasiun luar angkasa internasional bergerak dengan kecepatan 27.000 km per jam.
00:06Itu lebih cepat dari peluru.
00:08Setiap hari, ISS menempuh jarak yang sama dengan perjalanan dari Jakarta ke London dan kembali lagi.
00:14Sekitar 16 kali.
00:16Tapi setelah 20 tahun beroperasi, ia tidak pernah jatuh.
00:21Padahal gravitasi bumi di ketinggian itu masih 90% dari permukaan tanah.
00:26Lalu bagaimana mungkin?
00:28Ini bukan sulap.
00:30Dan ini bukan soal satelit kebal gravitasi.
00:33Isaac Newton sudah menjelaskan dasarnya lebih dari 300 tahun lalu.
00:37Bayangkan kamu menembakkan meriam dari puncak gunung yang sangat tinggi.
00:41Peluru terbang lurus lalu jatuh ke tanah karena gravitasi.
00:46Tapi kalau kecepatan peluru cukup tinggi, sesuatu yang aneh terjadi, peluru itu jatuh.
00:51Tapi permukaan bumi juga melengkung menjauh di bawahnya.
00:54Jadi peluru terus jatuh tapi tidak pernah menyentuh tanah.
00:58Konsep ini yang disebut Newton sebagai orbital motion, gerak orbital.
01:04Dan inilah prinsip dasar yang membuat satelit tetap mengitari bumi.
01:08Jadi satelit sebenarnya sedang jatuh.
01:11Terus menerus setiap detik.
01:13Tapi karena kecepatannya yang sangat tinggi dan kelengkungan permukaan bumi,
01:18ia terus meleset dari tanah.
01:19Itulah yang disebut frival orbit jatuh bebas dalam orbit.
01:23Ketinggian menentukan kecepatan yang dibutuhkan.
01:27Di orbit rendah, sekitar 400 km di atas permukaan seperti ISS,
01:32kecepatan yang dibutuhkan adalah 7,7 km per detik.
01:36Itu sekitar 28.000 km per jam.
01:40Kalau lebih lambat dari itu,
01:42satelit akan kehilangan ketinggian dan akhirnya masuk kembali ke atmosfer.
01:47Kalau terlalu cepat,
01:48ia akan terlempar keluar dari orbit.
01:50Jadi ada jendela kecepatan yang sangat spesifik untuk setiap ketinggian.
01:55Para insinyur menyebutnya kecepatan orbital.
01:59Tapi ada satu hal lagi yang sering dilupakan orang.
02:02Orbit satelit bukan lingkaran sempurna.
02:05Kebanyakan orbit berbentuk elips seperti telur yang sedikit gepeng.
02:08Di satu sisi satelit lebih dekat ke bumi,
02:11dan di sisi lain ia lebih jauh.
02:15Hukum Kepler II menjelaskan bahwa satelit bergerak lebih cepat saat mendekati bumi
02:19dan melambat saat menjauh.
02:21Ini seperti anak-anak yang bermain komedi putar.
02:24Kalau mereka menarik tangan ke dalam,
02:26mereka berputar lebih cepat.
02:28Kalau melepas tangan keluar, putaran melambat.
02:32Bagi satelit, perbedaan kecepatan ini
02:34bisa mencapai ratusan kilometer per jam antara titik terdekat dan terjauh.
02:39Tapi keseimbangannya tetap terjaga selama tidak ada gangguan luar.
02:44Dan gangguan itu memang ada.
02:46Di orbit rendah, ada sisa-sisa atmosfer bumi yang sangat tipis.
02:50Bahkan di ketinggian 400 kilometer,
02:53masih ada partikel udara yang menabrak satelit dan memperlembatnya sedikit demi sedikit.
02:58Efeknya kecil, tapi konsisten.
03:00Setiap hari, ISS-S kehilangan sekitar 2 kilometer
03:04ketinggian akibat hambatan atmosfer ini.
03:07Itulah mengapa ISS harus sesekali menyalakan mesinnya
03:10untuk mendorong dirinya kembali ke orbit yang lebih tinggi.
03:13Ini disebut orbit maintenance, pemeliharaan orbit.
03:17Tanpa koreksi berkala ini,
03:19ISS akan secara perlahan turun dan akhirnya terbakar di atmosfer.
03:24Ada juga pengaruh gravitasi bulan dan matahari
03:27yang menarik satelit dari jalurnya
03:29serta tekanan radiasi matahari
03:31yang memberikan dorongan halus pada panel surya.
03:34Semua faktor ini harus dihitung dan dikompensasi oleh tim kontrol misi.
03:40Jadi setiap satelit yang mengorbit bumi sebenarnya
03:43sedang dalam-dalam keadaan jatuh yang terkendali.
03:46Tidak ada yang istimewa dari gravitasi di luar angkasa.
03:49Yang istimewa adalah keseimbangan antara kecepatan
03:52dan tarikan gravitasi yang dihitung dengan presisi tinggi.
03:56Dan perhitungan ini bukan perkara mudah.
03:59Untuk meluncurkan satu satelit ke orbit yang tepat,
04:02para insinyur harus mempertimbangkan rotasi bumi,
04:05kondisi atmosfer saat peluncuran,
04:08masa satelit, bentuk orbit yang diinginkan,
04:10dan puluhan variabel lainnya.
04:13Satu kesalahan kecil dalam perhitungan
04:15bisa berarti satelit berakhir di orbit yang salah
04:17atau lebih buruk jatuh kembali ke bumi.
04:20Inilah mengapa setiap peluncuran satelit adalah momen
04:24yang penuh ketegangan bagi tim di ruang kontrol.
04:28Sekarang kamu tahu bahwa melayang di luar angkasa
04:30bukan tentang tidak adanya gravitasi.
04:33Ini tentang jatuh dengan cara yang begitu sempurna
04:36sehingga kamu tidak pernah menyentuh tanah.
04:38Tantangan untukmu.
04:40Malam ini coba lihat ke langit
04:41dan cari titik cahaya yang bergerak perlahan.
04:45Itu bisa jadi satelit
04:46dan sekarang kamu tahu persis bagaimana ia tetap di sana.
04:50Tulis di komentar apakah kamu berhasil menemukan satelit
04:53dan apa yang kamu rasakan mengetahui
04:55bahwa benda itu sebenarnya-sebenarnya sedang jatuh.
04:58Terima kasih sudah menonton sampai akhir.
05:01Kalau video ini bermanfaat,
05:03share ke teman yang suka penasaran tentang luar angkasa.
05:07Tekan subscribe supaya kita bisa terus menjelajah sains bersama.
05:10Sampai ketemu di video berikutnya.

Dianjurkan