00:00Stasiun luar angkasa internasional bergerak dengan kecepatan 27.000 km per jam.
00:06Itu lebih cepat dari peluru.
00:08Setiap hari, ISS menempuh jarak yang sama dengan perjalanan dari Jakarta ke London dan kembali lagi.
00:14Sekitar 16 kali.
00:16Tapi setelah 20 tahun beroperasi, ia tidak pernah jatuh.
00:21Padahal gravitasi bumi di ketinggian itu masih 90% dari permukaan tanah.
00:26Lalu bagaimana mungkin?
00:28Ini bukan sulap.
00:30Dan ini bukan soal satelit kebal gravitasi.
00:33Isaac Newton sudah menjelaskan dasarnya lebih dari 300 tahun lalu.
00:37Bayangkan kamu menembakkan meriam dari puncak gunung yang sangat tinggi.
00:41Peluru terbang lurus lalu jatuh ke tanah karena gravitasi.
00:46Tapi kalau kecepatan peluru cukup tinggi, sesuatu yang aneh terjadi, peluru itu jatuh.
00:51Tapi permukaan bumi juga melengkung menjauh di bawahnya.
00:54Jadi peluru terus jatuh tapi tidak pernah menyentuh tanah.
00:58Konsep ini yang disebut Newton sebagai orbital motion, gerak orbital.
01:04Dan inilah prinsip dasar yang membuat satelit tetap mengitari bumi.
01:08Jadi satelit sebenarnya sedang jatuh.
01:11Terus menerus setiap detik.
01:13Tapi karena kecepatannya yang sangat tinggi dan kelengkungan permukaan bumi,
01:18ia terus meleset dari tanah.
01:19Itulah yang disebut frival orbit jatuh bebas dalam orbit.
01:23Ketinggian menentukan kecepatan yang dibutuhkan.
01:27Di orbit rendah, sekitar 400 km di atas permukaan seperti ISS,
01:32kecepatan yang dibutuhkan adalah 7,7 km per detik.
01:36Itu sekitar 28.000 km per jam.
01:40Kalau lebih lambat dari itu,
01:42satelit akan kehilangan ketinggian dan akhirnya masuk kembali ke atmosfer.
01:47Kalau terlalu cepat,
01:48ia akan terlempar keluar dari orbit.
01:50Jadi ada jendela kecepatan yang sangat spesifik untuk setiap ketinggian.
01:55Para insinyur menyebutnya kecepatan orbital.
01:59Tapi ada satu hal lagi yang sering dilupakan orang.
02:02Orbit satelit bukan lingkaran sempurna.
02:05Kebanyakan orbit berbentuk elips seperti telur yang sedikit gepeng.
02:08Di satu sisi satelit lebih dekat ke bumi,
02:11dan di sisi lain ia lebih jauh.
02:15Hukum Kepler II menjelaskan bahwa satelit bergerak lebih cepat saat mendekati bumi
02:19dan melambat saat menjauh.
02:21Ini seperti anak-anak yang bermain komedi putar.
02:24Kalau mereka menarik tangan ke dalam,
02:26mereka berputar lebih cepat.
02:28Kalau melepas tangan keluar, putaran melambat.
02:32Bagi satelit, perbedaan kecepatan ini
02:34bisa mencapai ratusan kilometer per jam antara titik terdekat dan terjauh.
02:39Tapi keseimbangannya tetap terjaga selama tidak ada gangguan luar.
02:44Dan gangguan itu memang ada.
02:46Di orbit rendah, ada sisa-sisa atmosfer bumi yang sangat tipis.
02:50Bahkan di ketinggian 400 kilometer,
02:53masih ada partikel udara yang menabrak satelit dan memperlembatnya sedikit demi sedikit.
02:58Efeknya kecil, tapi konsisten.
03:00Setiap hari, ISS-S kehilangan sekitar 2 kilometer
03:04ketinggian akibat hambatan atmosfer ini.
03:07Itulah mengapa ISS harus sesekali menyalakan mesinnya
03:10untuk mendorong dirinya kembali ke orbit yang lebih tinggi.
03:13Ini disebut orbit maintenance, pemeliharaan orbit.
03:17Tanpa koreksi berkala ini,
03:19ISS akan secara perlahan turun dan akhirnya terbakar di atmosfer.
03:24Ada juga pengaruh gravitasi bulan dan matahari
03:27yang menarik satelit dari jalurnya
03:29serta tekanan radiasi matahari
03:31yang memberikan dorongan halus pada panel surya.
03:34Semua faktor ini harus dihitung dan dikompensasi oleh tim kontrol misi.
03:40Jadi setiap satelit yang mengorbit bumi sebenarnya
03:43sedang dalam-dalam keadaan jatuh yang terkendali.
03:46Tidak ada yang istimewa dari gravitasi di luar angkasa.
03:49Yang istimewa adalah keseimbangan antara kecepatan
03:52dan tarikan gravitasi yang dihitung dengan presisi tinggi.
03:56Dan perhitungan ini bukan perkara mudah.
03:59Untuk meluncurkan satu satelit ke orbit yang tepat,
04:02para insinyur harus mempertimbangkan rotasi bumi,
04:05kondisi atmosfer saat peluncuran,
04:08masa satelit, bentuk orbit yang diinginkan,
04:10dan puluhan variabel lainnya.
04:13Satu kesalahan kecil dalam perhitungan
04:15bisa berarti satelit berakhir di orbit yang salah
04:17atau lebih buruk jatuh kembali ke bumi.
04:20Inilah mengapa setiap peluncuran satelit adalah momen
04:24yang penuh ketegangan bagi tim di ruang kontrol.
04:28Sekarang kamu tahu bahwa melayang di luar angkasa
04:30bukan tentang tidak adanya gravitasi.
04:33Ini tentang jatuh dengan cara yang begitu sempurna
04:36sehingga kamu tidak pernah menyentuh tanah.
04:38Tantangan untukmu.
04:40Malam ini coba lihat ke langit
04:41dan cari titik cahaya yang bergerak perlahan.
04:45Itu bisa jadi satelit
04:46dan sekarang kamu tahu persis bagaimana ia tetap di sana.
04:50Tulis di komentar apakah kamu berhasil menemukan satelit
04:53dan apa yang kamu rasakan mengetahui
04:55bahwa benda itu sebenarnya-sebenarnya sedang jatuh.
04:58Terima kasih sudah menonton sampai akhir.
05:01Kalau video ini bermanfaat,
05:03share ke teman yang suka penasaran tentang luar angkasa.
05:07Tekan subscribe supaya kita bisa terus menjelajah sains bersama.
05:10Sampai ketemu di video berikutnya.