00:00Perangkap Venus Flytrap menutup hanya dalam sekitar 100 milidetik.
00:04Cepatnya setara dengan satu kedipan mata dan ini dilakukan oleh makhluk yang tidak punya otot, tidak punya tulang, bahkan tidak
00:12punya sistem saraf.
00:14Aku tantang kamu, coba jelaskan bagaimana sebuah tanaman bisa bergerak dengan kecepatan seperti itu.
00:21Karena kalau kamu bisa, kamu sudah setara dengan para ahli botani yang menghabiskan puluhan tahun meneliti pertanyaan ini.
00:30Mari kita beda bareng-bareng apa yang sebenarnya terjadi di balik daun yang menutup itu.
00:36Tanaman tidak punya otot yang bisa berkontraksi, tidak ada jaringan saraf yang mengirim perintah.
00:41Bahkan tidak ada otak untuk memutuskan kapan harus bergerak.
00:46Jadi seharusnya menutup dengan kecepatan 100 milidetik itu tidak masuk akal.
00:51Tapi Venus Flytrap melakukan hal itu setiap kali ada serangga yang menyentuh rambut pemicunya.
00:56Dan para peneliti bahkan menemukan bahwa tanaman ini menghitung jumlah sentuhan sebelum memutuskan menutup perangkap.
01:04Satu sentuhan tidak cukup, harus dua.
01:07Seolah-olah tanaman ini, tau kapan harus bereaksi?
01:10Ada satu pengukuran waktu yang selama bertahun-tahun dianggap mustahil untuk dilakukan tanaman tanpa otak.
01:16Dan kita akan sampai ke angka itu menjelang akhir video.
01:21Di bagian dalam daun perangkap Venus Flytrap, ada enam rambut halus yang disebut trichomes.
01:26Ini adalah sensor utama tanaman.
01:28Setiap rambut ini harus disentuh agar tanaman bereaksi.
01:32Kalau hanya satu rambut yang terkena, tanaman diam saja tidak menutup.
01:37Tapi kalau dua rambut tersentuh dalam waktu sekitar 30 detik, perangkap langsung menutup.
01:44Ini sistem penghitung yang sangat sederhana namun efektif.
01:47Seolah-olah tanaman ini punya aturan,
01:50Kalau serangganya menyentuh sekali mungkin kebetulan,
01:53Kalau dua kali berarti itu mangsa sungguhan.
01:57Kuncinya ada pada tekanan turgor.
02:00Tekanan turgor adalah tekanan air di dalam sel yang membuat sel tetap kaku dan tegang.
02:05Ketika ada sentuhan yang cukup kuat,
02:07sel-sel di permukaan dalam daun Venus Flytrap mengeluarkan ion secara cepat.
02:12Ini menyebabkan air keluar dari sel-sel tersebut,
02:15dan sel-sel itu pun menyusut dengan sangat cepat.
02:18Di sisi lain, sel-sel di permukaan luar daur daun tetap tegang.
02:23Hasilnya, daun melengkung ke dalam seperti lipatan kertas yang tiba-tiba terjepit.
02:27Semua ini terjadi dalam sekitar 100 milidetik.
02:31Bayangkan kamu sedang memegang balon yang sedikit dikempiskan.
02:35Kalau kamu tiba-tiba mengempiskan,
02:37salah satu sisinya balon itu akan melengkung ke arah yang kempes itu.
02:42Itulah prinsip yang sama dengan yang terjadi di daun Venus Flytrap.
02:46Perbedaannya, balon butuh waktu beberapa detik,
02:49sedangkan Venus Flytrap melakukannya dalam sepersepuluh detik.
02:53Proses pelepasan ion ini, disebut action potensial,
02:56mirip dengan sinyal listrik yang dikirim oleh sistem saraf manusia.
03:01Bedanya, pada tanaman ini sinyalnya berjalan melalui sel-sel tumbuhan, bukan neuron.
03:07Setelah perangkap menutup, tanaman belum langsung mencerna.
03:10Ada tahap kedua.
03:11Kalau serangga yang tertangkap masih bergerak dan menyentuh rambut-rambut pemicu lagi,
03:16tanaman akan menutup lebih rapat.
03:18Ini disebut fase pengetatan.
03:21Kalau serangganya sudah tidak bergerak lagi,
03:23perangkap akan menutup rapat sekali,
03:25membentuk ruang kedap seperti perut kecil.
03:28Di ruang itulah enzim pencerna mulai bekerja.
03:31Proses ini bisa memakan waktu beberapa hari,
03:34dan selama itu tanaman tetap menunggu dengan sabar.
03:38Venus flytrap hanya tumbuh di area kecil di Carolina Utara dan Carolina Selatan, Amerika Serikat.
03:45Populasinya semakin terbatas, dan tanaman ini termasuk yang dilindungi.
03:49Tapi, yang paling menarik adalah mekanisme penghitungannya.
03:53Peneliti dari Universitas Würzburg di Jerman menemukan bahwa tanaman ini memiliki sistem memori sederhana.
03:59Satu sentuhan saja tidak cukup untuk memicu respons, harus dua sentuhan dalam waktu 30 detik.
04:07Ini adalah cara tanaman membedakan sentuhan kebetulan dari serangga yang benar-benar masuk perangkap.
04:13Jadi kenapa semua ini penting?
04:16Karena Venus flytrap membuktikan bahwa sistem pengambilan keputusan tidak selalu membutuhkan otak.
04:21Tanaman ini menghitung, memutuskan, dan bergerak,
04:25semuanya melalui mekanisme seluler yang sederhana namun sangat efektif.
04:29Para peneliti robotika bahkan terinspirasi dari cara kerja perangkap ini
04:33untuk merancang sensor dan aktuator yang lebih efisien.
04:38Bayangkan, teknologi canggih masa kini belajar dari tanaman yang tumbuh di rawa-rawa kecil di Amerika.
04:44Dan angka yang tadi kita janjikan, 100 mili detik,
04:48adalah waktu yang dibutuhkan Venus flytrap untuk menutup perangkapnya
04:52lebih cepat dari respons refleks manusia yang rata-rata sekitar 200 mili detik.
04:58Satu tanaman kecil di rawa-rawa Carolina dengan daun yang bisa menutup dalam sekejap
05:03menyimpan cara kerja yang begitu elegan hingga para insinyur pun terinspirasi darinya.
05:09Rasanya menyenangkan mengetahui bahwa di sekitar kita masih ada banyak keajaiban
05:13kecil yang menunggu untuk ditemukan.
05:16Kalau kamu punya tanaman unik di rumah atau pernah melihat Venus flytrap secara langsung,
05:22ceritakan pengalamanmu di kolom komentar, aku penasaran.
05:26Jangan lupa subscribe supaya tidak ketinggalan video sains berikutnya,
05:30dan tekan like kalau cerita ini menambah wawasanmu.
05:34Terima kasih sudah menonton, dan sampai jumpa lagi.
05:37Terima kasih sudah menonton, dan sampai jumpa lagi.