Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 2 hari yang lalu
Lumut bisa tumbuh subur di gua gelap, di bawah atap rumah, bahkan di celah batu yang nyaris tanpa cahaya. Tapi kenapa? Padahal tumbuhan lain butuh sinar matahari penuh untuk bertahan hidup.

Di video ini kita bedah bagaimana lumut punya cara khusus memanfaatkan cahaya yang sangat lemah — jauh lebih lemah dari yang bisa ditangkap mata kita. Kita bahas juga kenapa lumut bisa bertahan hidup dengan kelembapan yang minim, dan apa yang sebenarnya terjadi di dalam sel lumut ketika cahaya yang masuk hanya satu persen dari kebutuhan normal.

Simak penjelasannya sampai akhir, karena di bagian penutup ada satu pertanyaan yang sampai hari ini belum terjawab oleh para ahli biologi.

Like, share, dan subscribe untuk lebih banyak cerita sains yang bikin penasaran.

Kategori

🗞
Berita
Transkrip
00:00Di gua bawah tanah tempat sinar matahari hanya menyentuh 1 persen kekuatannya, lumut tumbuh subur.
00:06Sementara di kebun dengan cahaya penuh, tumbuhan lain justru layu dan mati.
00:11Penelitian dari Universitas Tohoku di Jepang tahun 2019 memverifikasi bahwa lumut mampu bertahan hidup di lokasi
00:19dengan intensitas cahaya kurang dari 20 mikromol foton per meter persegi per detik.
00:25Angka itu menurut standar pertanian dianggap tidak layak untuk kehidupan tumbuhan.
00:30Hari ini kita akan membongkar mekanisme apa yang membuat lumut punya kemampuan luar biasa ini.
00:36Padahal lumut tidak punya akar yang dalam untuk mencari nutrisi di tanah yang subur.
00:42Ia tidak punya daun lebar untuk menangkap cahaya sebanyaknya mungkin,
00:46tapi ia justru berkembang di tempat yang secara teori harusnya mematikan bagi tumbuhan.
00:51Dan ada satu pertanyaan yang sampai hari ini belum terjawab para ahli biologi.
00:57Bagaimana lumut bisa mendeteksi dan merespons cahaya yang jumlahnya kurang dari 1% dari yang dibutuhkan tumbuhan pada umumnya?
01:06Kalau kamu perhatikan, lumut sering tumbuh di sisi utara pohon, bagian yang paling jarang kena matahari langsung.
01:13Ia muncul di antara sambungan ubin kamar mandi yang gelap dan lembab.
01:17Bahkan dicela beton di bawah jembatan, di mana cahaya hanya berupa pantulan redup dari permukaan air sungai.
01:24Penelitian yang dilakukan oleh Universitas Cambridge tahun 2021 menunjukkan bahwa lumut memiliki kemampuan menyerap cahaya dari spektrum yang tidak bisa
01:34dilihat mata manusia.
01:37Ini yang membuat para ahli biologi bertahun-tahun kebingungan karena kemampuan ini tidak dimiliki oleh tumbuhan berdaun lerbar manapun.
01:46Sekarang kita masuk ke dalam tubuh lumut.
01:48Di dalam setiap sel lumut ada yang disebut klorofil, pigment hijau yang menangkap cahaya untuk diubah menjadi energi.
01:55Tapi klorofil lumut punya struktur yang sedikit berbeda dari klorofil tanaman lain.
02:01Ia lebih efisien menyerap cahaya redup.
02:03Ibarat kamera, kalau tanaman lain pakai lensa standar yang butuh cahaya terang,
02:09lumut pakai lensa yang dirancang untuk cahaya minim semacam lensa malam.
02:13Dan struktur ini bukan kebetulan semata, ini adalah hasil dari mekanisme sel yang sangat spesifik.
02:19Tanaman lain biasanya memakai jalur fotosintesis C3 atau C4 untuk mengolah karbon dioksida jadi energi.
02:28Jalur C4 lebih efisien di tempat panas dan terang,
02:31sementara jalur C3 lebih sederhana tapi butuh cahaya cukup.
02:36Lumut
02:36Ia memakai jalur yang lebih sederhana lagi yang disebut jalur C2.
02:41Jalur ini butuh energi lebih sedikit untuk menjalankannya.
02:45Artinya, bahkan dengan cahaya yang sangat minim, lumut tetap bisa menjalankan mesin fotosintesisnya.
02:52Kebutuhan energinya lebih rendah dan efisiensi penyerapannya lebih tinggi.
02:57Itulah kenapa di tempat yang gelap dan lembab, lumut tetap bisa menghasilkan makanan sendiri.
03:03Dan yang paling luar biasa dari semua ini adalah kemampuan lumut untuk menyerap air langsung dari udara lembab.
03:10Tanpa akar panjang, tanpa pembulu air yang rumit, lumut menyerap uap air dan embun melalui permukaan tubuhnya.
03:18Ini yang memungkinkannya bertahan di celah batu yang kering, lalu aktif kembali begitu ada embun pagi.
03:24Ibarat spons kecil yang bisa menyimpan air dan melepaskannya perlahan, lumut menjaga kelembapan lingkungan di sekitarnya.
03:31Bahkan penelitian di Universitas Hohenheim Jerman tahun 2020 menemukan bahwa lumut mampu menahan kelembapan tanah hingga 30% lebih lama
03:41dibanding permukaan tanpa lumut.
03:43Menarik sekali bukan melihat sesederhana apapun lumut tampak dari luar,
03:48ternyata di dalamnya tersimpan mesin yang sangat presisi untuk bertahan hidup di kondisi yang mustahil bagi tumbuhan lain.
03:56Ceritakan di kolom komentar di tempat paling gelap yang pernah kamu lihat lumut tumbuh, aku penasaran seberapa ekstrim tempatnya.
04:04Makasih banget sudah menonton sampai akhir.
04:07Kalau cerita ini bermanfaat, tekan like dan bagikan ke teman yang suka memperhatikan hal kecil di sekitar rumah.
04:14Dan jangan lupa subscribe supaya kita bisa bertemu lagi di penjelajahan berikutnya.
04:20Sampai jumpa!

Dianjurkan