00:00Sebotol air dituang ke udara di permukaan bumi, begitu keluar dari botol, air langsung jatuh, pecah, dan berantakan.
00:07Tapi di dalam stasiun luar angkasa internasional, seorang astronot menuangkan air dari kantung yang sama.
00:14Air itu membentuk bola sempurna yang melayang diam di udara seolah gravitasi baru saja berhenti bekerja.
00:21Bukan trik kamera, bukan efek editing, ini terjadi nyaris setiap hari di dalam laboratorium ISS yang mengorbit bumi pada ketinggian
00:29408 km.
00:32Dan ada satu hal dari bola air ini yang bahkan membuat insinyur paling berpengalaman pun, pun terdiam ketika pertama kali
00:39melihatnya.
00:40Di bumi, kalau kamu melempar segenggam air ke udara, air itu akan terpecah menjadi ratusan tetesan kecil yang bergerak, tak
00:48beraturan.
00:48Setiap tetes lalu jatuh ke tanah dalam hitungan detik.
00:52Itu karena gravitasi menarik air ke bawah sekaligus memecahnya.
00:57Tapi di luar angkasa, tidak ada arah yang namanya bawah.
01:00Tidak ada gaya tarik yang dominan.
01:02Dan, dan, tanpa tarikan itu, air melakukan sesuatu yang tidak pernah kita lihat di permukaan bumi.
01:09Ia menarik dirinya sendiri ke dalam bentuk paling efisien secara energetik, bola.
01:14Ada satu perilaku air yang baru terungkap setelah eksperimen bertahun-tahun di ISS, perilaku yang bahkan para insinyur NASA tidak
01:22prediksi sebelumnya, dan kita akan sampai ke sana.
01:26Untuk memahami mengapa air membentuk bola di ruang angkasa, kita perlu bicara tentang sesuatu yang sebenarnya sudah ada di sekitar
01:34kita setiap hari, tegangan permukaan.
01:36Tegangan permukaan adalah gaya tarik-menarik antara molekul air satu sama lain di permukaan.
01:43Bayangkan setiap molekul air saling bergandengan tangan dengan tetangganya.
01:47Di permukaan, molekul-molekul yang tidak punya tetangga di atasnya menarik lebih erat ke samping membentuk semacam selaput tipis elastis.
01:57Di bumi, selaput ini cukup kuat untuk menahan serangga kecil seperti keluksa air berjalan di atas genangan.
02:03Tapi gravitasi terus-menerus mengalahkan selaput itu, menarik air ke bawah, merusak bentuknya.
02:09Di luar angkasa, tanpa gravitasi yang dominan, tegangan permukaan akhirnya menang total.
02:16Molekul-molekul air bebas menarik satu sama lain secara merata dari semua arah.
02:21Dan satu-satunya bentuk yang memungkinkan tarikan merata dari semua sisi adalah bola sempurna.
02:27Di dalam ISS, astronot dari Badan Antariksa Amerika Serikat NASA dan Badan Antariksa lainnya secara rutin membentuk bola air berdiameter
02:36hingga 20 cm.
02:38Itu kira-kira sebesar bola basket kecil.
02:41Volume air ini setara dengan satu gelas penuh.
02:44Dan bola air raksasa ini melayang stabil selama berjam-jam tanpa pecah.
02:49Menariknya, bola air ini bukan sekadar mainan untuk video YouTube.
02:53Para peneliti menggunakannya untuk mempelajari bagaimana cairan berperilaku tanpa gravitasi.
03:00Pengetahuan itu krusial untuk mendesain sistem bahan bakar roket, pendingin pesawat ruang angkasa, bahkan sistem penyediaan air minum untuk misi
03:08ke Mars.
03:09Setiap tahun, lebih dari 50 eksperimen cairan dilakukan di ISS.
03:15Dan sebagian besar dimulai dari pertanyaan sederhana, bagaimana air membentuk dirinya ketika tidak ada yang menariknya ke bawah.
03:23Coba bayangkan kamu punya selembar plastisin dan diminta membuat bentuk yang paling efisien.
03:29Itu adalah bentuk yang menggunakan paling sedikit bahan untuk mencakup volume paling besar.
03:35Jawabannya selalu bola.
03:37Tidak peduli berapa kali kamu mencoba membentuk kubus, piramida, atau silinder, bola selalu menang dalam rasio volume terhadap luas permukaan.
03:46Matematikawan menyebutnya isoperimetric inequality, ketidaksamaan isoperimetric.
03:51Air di ruang angkasa mengikuti prinsip yang sama persis.
03:56Molekul-molekulnya secara otomatis menemukan konfigurasi yang meminimalkan energi dan itu berarti mengurangi luas permukaan seminimal mungkin.
04:04Hasilnya? Bola sempurna.
04:06Tapi ada kejutan.
04:08Bola air ini tidak sepenuhnya, diam di dalamnya.
04:11Jika kamu memotret dengan kamera lambat, kamu akan melihat bola itu bergetar pelan, bernapas seperti organisme hidup.
04:19Getaran ini disebut osilasi droplet dan frekuensinya ternyata bisa dipakai untuk mengukur tegangan permukaan air dengan akurasi luar biasa tinggi.
04:29Dan ini yang bikin ilmuwan bingung selama puluhan tahun.
04:32Air di ruang angkasa ternyata bisa melakukan hal yang di permukaan bumi terlihat mustahil.
04:38Misalnya, dua bola air yang bertabrakan tidak langsung menyatu.
04:42Mereka bisa memantul satu sama lain seperti bola karet sebelum akhirnya bergabung perlahan.
04:48Atau sebuah bola air yang ditembus cahaya laser berperilaku seperti lensa memfokuskan cahaya di titik tertentu di dalamnya.
04:56Para peneliti di NASA memanfaatkan fenomena ini untuk menguji konsep fiber optik kair, jalur komunikasi optik yang terbuat dari air
05:05murni.
05:05Jika berhasil, teknologi ini bisa menjadi alternatif ringan untuk kabel fiber optik tradisional di pesawat ruang, angkasa, generasi mendatang.
05:14Satu bola air melayang yang tampak sederhana itu sebenarnya menyimpan jawaban untuk teknologi masa depan yang sedang kita bangun sekarang.
05:24Air adalah zat yang kita anggap paling biasa di dunia.
05:27Kita minum, memasak, mandi dengannya setiap hari tanpa pernah berpikir dua kali.
05:32Tapi begitu gravitasi diambil dari persamaan, air menunjukkan sisi yang benar-benar berbeda, sisi yang elegan, presisi, dan penuh rahasia.
05:42Setiap bola air yang melayang di ISS adalah pengingat bahwa bahkan zat paling sederhana pun bisa menyimpan keindahan yang luar
05:49biasa.
05:51Kalau cerita ini membuatmu penasaran tentang bagaimana air berperilaku di kondisi ekstrim lainnya, tulis di komentar fenomena cairan apa yang
05:59ingin kamu pahami lebih dalam.
06:01Makasih ya sudah menonton sampai habis sungguh mengapresiasi kamu yang bertahan sampai sini.
06:08Tekan subscribe supaya kita bisa lanjut membongkar keajaiban sains bersama-sama.
06:13Sampai ketemu di cerita berikutnya.