00:00Setiap kali burung pelatuk mematuk kayu, kepalanya menerima benturan setara lebih dari seribu kali gravitasi.
00:07Angka itu keluar dari pengukuran akselerometer berkecepatan tinggi pada burung pelatuk hitam di laboratorium biomekanik.
00:15Itu setara benturan mobil menabrak dinding bata dengan kecepatan 80 km per jam terjadi setiap detik terus menerus.
00:22Tapi burung pelatuk tidak pernah pusing, tidak pernah mengalami cedera otak, tidak pernah menunjukkan gejala gegar otak apapun.
00:31Dan dalam video ini kita akan bongkar satu persatu mekanisme yang membuat hal itu terjadi.
00:37Coba bayangkan posisi ilmuwan yang pertama kali mengukur angka seribu gram itu.
00:42Mereka bukannya takjub, mereka justru bingung.
00:45Kenapa otaknya tidak rusak?
00:47Tengkorak manusia bisa mengalami gegar otak pada benturan hanya 80 hingga 100 gram.
00:54Sedangkan burung pelatuk menahan angka 10 kali lebih besar berkali-kali setiap hari dan otaknya tetap utuh.
01:01Para ahli saraf dan ahli biomekanik di berbagai universitas Eropa dan Amerika Utara mencoba menjelaskan fenomena ini dengan teori yang
01:09masuk akal.
01:10Setiap penjelasan yang muncul selalu menyisakan celah yang tidak bisa dijawab.
01:15Tapi ada satu ukuran kecil di lidah burung-burung tuk yang sampai sekarang belum sepenuhnya dijelaskan para ahli anatomi dan
01:23kita akan sampai ke sana.
01:26Jadi mari kita masuk ke tengkoraknya.
01:28Struktur tulang di kepala burung pelatuk bukan tulang padat seperti tulang di tubuh kita.
01:33Tulang itu punya lapisan spons tulang, tulang berpori, yang membentuk jaringan sarang lebah mikroskopis di antara lapisan luar dan dalam.
01:43Ketika benturan terjadi, pori-pori ini menyerap dan mengubah arah sebagian besar energi kinetik sebelum energi itu sampai ke otak.
01:51Ilustrasi paling mudah.
01:53Coba letakkan telur di dalam kotak kardus yang dipenuhi serbuk gergaji, lalu kotak itu dijatuhkan.
01:59Telurnya tidak pecah karena serbuk gergaji menyerap guncangan.
02:03Hal yang sama terjadi di tengkorak burung pelatuk, hanya saja serbuk gergajinya diganti tulang spons berpori.
02:11Sekarang, kita masuk ke bagian yang paling mengejutkan.
02:14Lidah burung pelatuk tidak seperti lidah kita yang pendek di dalam mulut.
02:18Lidah ini memanjang hingga menembus ke belakang kepala, lalu melengkung ke atas dan ke samping, membungkus sebagian besar ruang tengkorak
02:26dari dalam.
02:28Fungsinya seperti sabuk pengaman.
02:30Saat kepala berhenti mendadak saat mematuk, lidah yang melengkung di dalam tengkorak ini membantu menahan otak agar tidak bergerak terlalu
02:37jauh.
02:39Struktur ini disebut hyoid aparatus, aparatus hyoid, dan terdiri dari tulang rawan lentur yang mengelilingi tengkorak seperti pelampung penyelamat.
02:48Ada satu hal lagi yang bikin ilmuwan kagum.
02:52Bukan cuma struktur fisiknya, tapi juga cara otaknya bekerja.
02:56Ternyata burung pelatuk punya pola kerja otak yang berbeda dari manusia saat aktivitas seperti ini.
03:02Ketika kepala hendak mematuk, otot-otot yang menggerakkan kepala mengunci posisi paruh dengan sangat presisi.
03:09Lalu di momen benturan, otak burung ini mendadak masuk ke fase singkat yang hampir tidak aktif,
03:15semacam jeda mikro di mana semua sinyal listrik di dalam otak diredam sejenak.
03:19Para ahli menyebutnya momentary shutdown, mati sejenak, yang terjadi dalam hitungan mili detik.
03:26Jadi otaknya tidak sempat merasakan efek guncangan karena guncangannya sudah selesai sebelum otaknya pulih dari jeda itu.
03:35Dan inilah yang sejak tadi kita janjikan untuk bongkar.
03:38Ketika para ahli anatomi mengukur panjang hyoid aparatus, mereka menemukan bahwa di beberapa spesies burung pelatuk, lidah ini justru tidak
03:46membungkus seluruh kepala.
03:48Di burung pelatuk kecil tertentu, hyoid aparatusnya hanya sampai setengah tengkorak.
03:54Padahal burung kecil ini tetap tidak mengalami cedera otak.
03:58Artinya sabuk pengaman lidah bukan satu-satunya penyebab utama.
04:02Ada faktor lain yang lebih dominan yang belum teridentifikasi secara sempurna sampai hari ini.
04:08Penemuan ini membuka ruang diskusi baru di kalangan ahli biomekanik
04:12tentang bagaimana sebenarnya energi benturan bisa didistribusikan tanpa merusak jaringan saraf.
04:20Luar biasa kan melihat seekor burung kecil yang tiap hari memukul kayu berkali-kali tapi kepalanya tetap sehat.
04:26Tiga mekanisme ini bekerja seperti sistem pengaman bertingkat yang sangat presisi
04:31dan ternyata salah satu bagiannya bahkan belum sepenuhnya kita pahami.
04:35Kalau kamu punya pertanyaan atau teori sendiri tentang bagaimana otak burung pelatuk tetap aman,
04:42tulis di komentar spesifik bagian mana yang paling bikin kamu penasaran.
04:47Terima kasih sudah menonton sampai habis.
04:49Jangan lupa subscribe supaya video-video menarik lainnya langsung muncul di berandamu.
04:56Sampai jumpa di video berikutnya.
04:57Sampai jumpa di video berikutnya.