Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 2 hari yang lalu
Pernah penasaran kenapa baju yang sudah dicuci tetap menyimpan bau? Jawabannya ada di dunia mikroskopis antara serat kain dan bakteri kulit kita. Video ini membongkar proses kimia di balik bau yang menempel pada pakaian, dari molekul yang melekat di serat hingga mengapa beberapa bahan lebih mudah menahan bau. Tonton sampai akhir untuk memahami fenomena yang setiap hari kita alami tapi jarang kita pikirkan.
Transkrip
00:00Ada satu spesies bakteri bernama Staphylococcus hominis yang hidup di ketiakmu.
00:05Setiap harinya, ia memproduksi senyawa bernama 3-Methyl-2-Hexenoid Acid.
00:10Senyawa ini bukan sekadar bau.
00:12Ia memiliki struktur molekul yang hampir identik dengan senyawa yang ditemukan pada kambing jantan.
00:19Jadi, setiap kali kamu mencium bau keringatmu sendiri,
00:22sebenarnya kamu sedang mencium hasil kerja mikroorganisme
00:25yang sudah berkoloni di kulit manusia sejak ribuan tahun lalu.
00:29Dan yang bikin cerita ini lebih rumit,
00:31bau itu tidak menghilang begitu kamu melepas baju.
00:36Coba pikirkan ini.
00:37Kamu sudah mandi, pakai deodoran,
00:40kenakan baju baru dari lemari,
00:41tapi 3 jam kemudian temanmu diam-diam membuka jendela mobil.
00:45Kenapa bau bisa muncul secepat itu?
00:48Dan yang lebih membingungkan,
00:50kenapa baju olahraga yang sudah dicuci 3 kali tetap
00:53mengeluarkan bau apek begitu terkena sedikit keringat.
00:56Para peneliti di University of Alberta menemukan
01:00bahwa rata-rata kulit manusia dihuni oleh lebih dari 1 triliun bakteri
01:04dari setidaknya seribu spesies berbeda.
01:07Masing-masing spesies ini menghasilkan senyawa volatil yang berbeda-beda pula.
01:13Itu artinya,
01:14bau badan setiap orang sebenarnya adalah sidik mikrobiologis yang unik.
01:19Sekarang mari kita masuk ke dunia yang jauh lebih kecil dari yang bisa kamu bayangkan.
01:24Ketika kamu berkeringat,
01:26kelenjar ekrin di kulitmu mengeluarkan cairan
01:28yang sebenarnya hampir tidak berbau.
01:30Cairan ini terdiri dari air garam dan urea dalam jumlah kecil.
01:36Tapi masalahnya dimulai dari kelenjar apokrin
01:39yang terkonsentrasi di area ketiak dan selangkangan.
01:42Kelenjar ini mengeluarkan cairan yang lebih kental
01:45mengandung lemak dan protein
01:47dan disinilah bakteri mulai pesta.
01:49Bayangkan sebuah restoran All You Can Eat Meat Mikroskopis.
01:53Lemak dan protein dari keringat apokrin adalah menu utamanya
01:57dan bakteri adalah tamu yang tidak pernah kenyang.
02:01Inilah titik di mana pakaian masuk ke dalam cerita.
02:04Serat tekstil, terutama katun dan poliester,
02:07memiliki permukaan yang secara mikroskopis kasar dan berpori.
02:11Ketika senyawa volatil hasil metabolisme bakteri terlepas dari kulitmu,
02:16mereka menempel pada permukaan serat
02:18melalui proses yang disebut adsorpsi, bukan absorpsi.
02:21Perbedaannya penting.
02:23Absorpsi berarti bau masuk ke dalam serat
02:25seperti air menyerap ke spons.
02:28Absorpsi berarti bau melekat di permukaan serat
02:30seperti debu menempel di layar TV.
02:34Tapi kenapa mencuci saja tidak cukup?
02:36Para peneliti di University of Alberta menemukan
02:39bahwa bahkan setelah siklus pencucian standar dengan deterjen
02:43hingga 85% bakteri Staphylococcus hominis
02:46tetap bertahan hidup di serat poliester.
02:50Bakteri ini membentuk biofilm
02:52semacam lapisan pelindung lengket
02:54yang menempel erat pada permukaan kain.
02:56Biofilm ini seperti kota miniatur
02:58yang dibangun bakteri dari polisakarida
03:00dan protein ekstraseluler.
03:03Deterjen biasa hanya mengangkat kotoran di lapisan atas,
03:06tapi koloni bakteri di dalam biofilm tetap utuh,
03:10siap aktif kembali begitu kamu berkeringat.
03:13Dan inilah yang membuat industri
03:15tekstil modern berpikir ulang.
03:17Pada tahun 2020,
03:19tim peneliti di Universitas Politeknik Hong Kong
03:22mengembangkan teknik pelapisan serat
03:24dengan nanopartikel prak
03:25yang mampu memecah biofilm bakteri dari dalam.
03:29Hasilnya,
03:30bau berkurang hingga 90%
03:32bahkan setelah 50 kali pencucian.
03:34Tapi bukan hanya soal teknologi.
03:37Ada pergeseran paradigma yang lebih besar di sini.
03:40Selama puluhan tahun kita mengira bau badan
03:43adalah masalah kebersihan.
03:45Tapi sains menunjukkan bahwa ini adalah
03:48ekosistem mikrobiologis yang berinteraksi langsung
03:50dengan material di tubuh kita setiap detik.
03:54Jadi bau yang menempel di pakaianmu
03:57bukan sekadar residu keringat yang malas pergi.
03:59Ia adalah jejak dari perang mikroskopis
04:02antara bakteri kulit dan serat kain
04:04yang terjadi setiap saat tanpa bisa kamu rasakan.
04:08Pakaianmu adalah medan pertempuran yang tidak pernah sepi.
04:11Dan satu pertanyaan yang masih menggantung,
04:14jika bakteri bisa membangun biofilm sekuat itu
04:17di atas serat poliester,
04:19apakah ada batas berapa lama sebuah bau benar-benar
04:22bisa dihilangkan dari kain favoritmu?
04:24Kalau cerita ini membuatmu penasaran,
04:28tulis di komentar pengalaman paling aneh
04:29yang pernah kamu alami soal bau pakaian.
04:32Jangan lupa subscribe
04:33supaya video sains seperti ini
04:36langsung muncul di berandamu
04:37dan tekan like kalau kamu merasa terbantu.
04:40Sampai jumpa lagi.
04:42Sampai jumpa lagi.

Dianjurkan