Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 2 hari yang lalu
Pernah melihat es atau salju berwarna merah muda di puncak gunung? Itu bukan kotoran biasa. Video ini membongkar misteri di balik warna mengejutkan 'Salju Semangka' yang ditemukan dari Arktika hingga Pegunungan Alpen. Kita akan menelusuri bagaimana organisme mikroskopis bernama Chlamydomonas nivalis bisa bertahan hidup dalam kondisi beku dan justru mencairkan es lebih cepat. Temukan mengapa kejadian ini menjadi alarm penting bagi para ilmuwan iklim saat ini. Jangan lupa like dan subscribe untuk konten sains unik lainnya.
Transkrip
00:00Coba bayangkan, setiap tahun masa es yang mencair di pegunungan Alpen saja setara dengan kehilangan 1 meter ketebalan es dari
00:07seluruh permukaan gletser di sana.
00:09Itu setara dengan jutaan liter air yang lenyap begitu saja.
00:13Namun, yang lebih membuat penasaran bukan hanya soal pencairannya.
00:17Di sela-sela es yang berkilau, terdapat bercak-bercak aneh berwarna merah muda seolah seseorang baru saja menjatuhkan jus buah
00:24ke atas salju.
00:25Dan percaya atau tidak, fenomena warna ini justru menjadi penyebab es itu mencair lebih cepat.
00:32Fenomena ini dikenal dengan sebutan salju semangka atau watermelon snow.
00:36Di pertengahan abad ke-19, Sir John Ross, seorang penjelajah Artika, mengira warna merah itu berasal dari batu granit yang
00:43hancur.
00:44Tapi teori itu bertahan hanya sebentar.
00:47Para ilmuwan kemudian menyadari bahwa warna ini bukan berasal dari mineral, melainkan dari sesuatu yang hidup, sesuatu yang sangat kecil.
00:55Dan nanti ada satu fakta mengejutkan tentang bagaimana makhluk ini mempercepat kiamat bagi gletser, tapi kita mulai dari awal dulu.
01:04Pelakunya adalah alga salju bernama Slamidomonas nivalis.
01:07Alga ini adalah spesies unik karena justru menyukai kondisi lingkungan yang mematikan bagi makhluk lain.
01:14Ia termasuk-masuk dalam kelompok ekstrimofil, yaitu organisme yang hidup subur di tempat-tempat ekstrim.
01:19Tapi kenapa warnanya merah muda?
01:22Jawabannya ada di dalam salnya sendiri.
01:25Alga ini memproduksi pigment karotenoid dalam jumlah sangat tinggi.
01:29Pigment ini berfungsi seperti tabir surya alami yang melindungi sel dari radiasi ultraviolet yang sangat kuat di dataran tinggi.
01:37Klamidomonas nivalis memiliki siklus hidup yang sangat panjang dan lambat.
01:42Ia bisa tertidur beku selama bertahun-tahun, bahkan puluhan tahun di dalam es.
01:46Saat suhu sedikit naik dan sinar matahari cukup kuat di musim semi, ia baru bangkit untuk berferfotosintesis.
01:53Keberadaannya tersebar di berbagai belahan dunia, dari pegunungan Alpen di Eropa, dataran tinggi Rocky Mountains di Amerika Utara, hingga gletser
02:02di Selandia Baru.
02:03Dimanapun ada salju yang terkena sinar matahari intens, di situ ada peluang alga ini bertahan.
02:09Sekarang kita masuk ke bagian yang krusial.
02:12Salju putih yang bersih memiliki kemampuan memantulkan cahaya matahari kembali ke atmosfer yang sangat tinggi.
02:18Dalam dunia sains, kemampuan memantulkan cahaya ini disebut albedo.
02:22Ketika alga ini tumbuh dan mengubah warna salju menjadi merah muda, albedo itu langsung turun drastis.
02:28Permukaan salju berubah dari cermin pemantul cahaya menjadi spons yang menyerap panas.
02:34Bayangkan kamu memakai baju hitam di terik matahari dibandingkan baju putih.
02:39Perbedaan suhu yang kamu rasakan itulah yang terjadi pada gletser.
02:43Ini yang bikin ilmuwan bingung sekaligus khawatir selama bertahun-tahun.
02:47Ketika permukaan salju menyerap lebih banyak panas, ia mencair lebih cepat.
02:52Pencairan ini menciptakan lebih banyak air cair, yang justru menjadi medium sempurna bagi alga untuk berkembang biak lebih pesat.
03:00Alga tumbuh lebih banyak, warna merah muda pun semakin pekat.
03:04Warna yang semakin gelap berarti semakin banyak panas yang diserap.
03:07Itulah yang disebut sebagai efek umpan balik positif, di mana satu proses memicu percepatan proses Yamas secara terus-menerus.
03:16Menurut jurnal ilmiah dari University of Leeds,
03:19kadiran alga ini bisa mempercepat laju pencairan gletser hingga 20% lebih cepat dibandingkan gletser yang bersih dari biologi apapun.
03:28Lupakan gambar gletser yang berwarna putih bersih di kartu pos.
03:32Di dunia nyata, es di puncak gunung sedang berubah warna.
03:35Jika tren pemanasan global terus berlanjut, alga ini akan menyebar ke wilayah-wilayah yang dulunya terlalu dingin untuknya bertahan hidup.
03:44Pencairan gletser bukan hanya soal hilangnya pemandangan indah.
03:47Gletser adalah cadangan air tawar bagi ratusan juta manusia di dunia.
03:52Jika cadangan ini habis lebih cepat dari prediksi, krisis air bersih bisa menjadi masalah yang jauh lebih serius.
03:59Sangat ironis ya, organisme yang sudah bertahan hidup di lingkungan paling ekstrim di bumi selama jutaan tahun,
04:06justru kini menjadi salah satu faktor yang mempercepat hilangnya habitatnya sendiri akibat perubahan iklim.
04:12Tapi ada sisi positifnya.
04:15Kemampuan alga ini bertahan di kondisi ekstrim membuka wawasan baru bagi para peneliti untuk memahami batas kehidupan.
04:22Beberapa ilmuwan bahkan meneliti kemungkinan organisme serupa bisa ditemukan di planet lain,
04:27seperti di es bulan Eropa milik Jupiter.
04:30Jadi, warna merah muda di atas salju bukan sekadar pemandangan unik,
04:35ia adalah catatan kecil dari perubahan besar yang sedang terjadi di planet kita.
04:40Terima kasih sudah menonton sampai sini.
04:42Menurutmu, fenomena alam apalagi yang jarang dibahas tapi dampaknya besar?
04:47Tulis di kolom komentar.
04:49Kalau video ini menambah wawasanmu, tekan like dan subscribe supaya kita bisa terus belajar bersama.
04:55Sampai ketemu di video berikutnya.

Dianjurkan