00:00Satu tetes air mata punya satu tujuan, jatuh.
00:04Tapi di luar angkasa, satu tetes itu tidak kemana-mana,
00:07ia hanya menempel di bola matamu, membesar perlahan.
00:10Air mata itu berubah menjadi gelembung raksasa yang menggantung bebas di udara tanpa.
00:16Fenomena ini, yang dikenal sebagai space stairs atau air mata luar angkasa,
00:21bukan sekadar pemandangan aneh yang terlihat di video astronaut.
00:24Ada konsekuensi nyata yang mengancam fungsi penglihatan mereka saat hal ini terjadi.
00:30Di permukaan bumi, sistem drenas tubuhmu bekerja dengan bantuan gravitasi.
00:36Air mata yang diproduksi ke lenjar lakrimal akan mengalir ke saluran nasolakrimal dan masuk ke hidungmu.
00:42Itulah kenapa hidungmu berair saat menangis.
00:45Tapi di stasiun luar angkasa internasional ISS, sistem gravitasi itu hilang total.
00:51Ketika seorang astronaut menangis, cairan itu tidak bisa mengalir kemana-mana.
00:55Ia hanya menumpuk di mata, membentuk bola air yang terus membesar dan menghalangi penglihatan.
01:02Ada satu perbedaan medis penting yang sering terlewat dalam pembahasan ini
01:06yang mengubah cara kita memahami respons tubuh di lingkungan tanpa bobot.
01:11Kita semua tahu kenapa orang menangis.
01:14Tapi di luar angkasa, tubuh astronaut tidak peduli dengan alasan emosionalmu.
01:19Sistem saraf otonom mereka tetap bereaksi terhadap stres atau iritasi dengan memproduksi air mata.
01:26Bedanya, di bumi, cairan itu punya jalan keluar.
01:29Di luar angkasa, ia terjebak.
01:32Bayangkan kamu sedang mencoba membersihkan debu dari matamu di kamar mandi yang sangat kering tanpa air untuk membilas.
01:39Air mata yang seharusnya membersihkan justru menjadi penghalang.
01:43Ketika gelembung air mata itu terlalu besar, ia bisa menutupi seluruh bola mata, membuat penglihatan kabur total.
01:51Astronaut harus secara aktif menggunakan kain lap atau tisu untuk menyeka gelembung itu dari wajah mereka.
01:57Ini bukan masalah emosional, ini masalah fungsional yang bisa mengganggu tugas kritis seperti berjalan di luar stasiun.
02:05Chris Hadfield, astronaut Kanada yang terkenal karena video-videonya dari SS, pernah menggambarkan pengalaman ini.
02:12Dia bilang, air mata tidak mengalir.
02:15Mereka hanya menumpuk.
02:16Dia juga menunjukkan bagaimana dia harus mengusap gelembung air itu dengan tangan.
02:22Tapi ada fakta menarik yang jarang dibahas.
02:25Air mata buatan yang digunakan oleh astronaut untuk mengatasi mata-mata kering di luar angkasa memiliki komposisi yang berbeda.
02:33Karena lingkungan ISS sangat kering dan penuh dengan partikel mikro yang melayang, mata astronaut lebih rentan terhadap iritasi.
02:40NASA dan badan antariksa lainnya menyediakan pelumas mata khusus yang dirancang untuk tetap menempel di permukaan bola mata dalam kondisi
02:49mikrogravitasi.
02:51Obata tes ini tidak akan langsung keluar lagi seperti yang terjadi di bumi.
02:56Masalah ini bukan hanya tentang kenyamanan.
02:59Air mata yang menggantung bisa menjadi masalah keselamatan serius.
03:03Gelembung air mata yang besar dapat menempel pada peralatan sensitif seperti lensa kamera atau panel instrumen.
03:11Jika air mata mengenai permukaan yang terbuat dari logam tertentu, ia bisa memicu reaksi korosi yang sangat lambat namun pasti.
03:19Selain itu, dalam keadaan darurat di mana astronaut perlu bergerak cepat, penglihatan yang kabur.
03:25Karena air mata yang menggenang bisa menjadi faktor penentu antara keselamatan dan bahaya.
03:30Bayangkan seorang pilot jet tempur yang penglihatannya tiba-tiba terhalang oleh air yang tidak bisa dihapus.
03:38Itulah analogi terdekat untuk memahami risiko ini di luar angkasa.
03:43Ada satu perbedaan medis penting yang sering terlewat dalam pembahasan ini.
03:47Di bumi, menangis karena emosi dan menangis karena iritasi mengaktifkan jalur saraf yang berbeda.
03:54Menangis emosional cenderung menghasilkan air mata yang lebih answer dengan komposisi hormon stres seperti prolaktin dan adrenocortikotropin.
04:03Sementara air mata refleks karena iritasi lebih kental.
04:07Di luar angkasa, komposisi ini mungkin sedikit berubah karena stres kronis yang dialami astronaut.
04:13Tapi yang lebih penting, tanpa gravitasi, tubuh astronaut mengalami pergeseran cairan ke kepala yang disebut puffy face syndrome.
04:21Ini berarti lebih banyak cairan yang tersedia di area kepala termasuk di sekitar mata.
04:27Akibatnya, produksi air mata bisa menjadi lebih berlebihan dan volume cairan yang terjebak di sekitar mata menjadi lebih besar.
04:35Satu detil kecil ini menjelaskan mengapa masalah air mata di luar angkasa lebih komplek dari sekadar gravitasi yang hilang.
04:43Jadi, air mata di luar angkasa bukan sekadar cairan yang tidak jatuh.
04:48Ia adalah cerminan dari bagaimana tubuh manusia berjuang beradaptasi dengan lingkungan yang sama sekali tidak manusiawi.
04:56Setiap tetes yang menggantung adalah pengingat bahwa bahkan proses sesederhana menangis pun bisa menjadi masalah ketika salah satu gaya paling
05:04fundamental di alam, gravitasi, dihilangkan dari persamaan.
05:08Kalau cerita ini membuatmu berpikir tentang betapa rapuhnya keseimbangan tubuh kita di luar angkasa, tulis di komentar fenomena tubuh manusia
05:17apalagi yang menurutmu akan paling terpengaruh tanpa gravitasi.
05:21Makasih ya sudah mampir dan menonton sampai habis.
05:25Kalau kamu suka video seperti ini, tekan subscribe biar tidak ketinggalan fakta sains berikutnya.
05:31Sampai ketemu lagi.
05:32Sampai ketemu lagi.