Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 1 hari yang lalu
Pernahkah terbayang bagaimana rasanya menangis tanpa gravitasi? Di Bumi, air mata jatuh dengan sendirinya. Tapi di Stasiun Luar Angkasa Internasional, cairan itu tidak pernah jatuh. Ia tetap menempel di mata, membentuk gelembung yang melayang, dan bisa menjadi masalah serius bagi penglihatan astronaut.

Video ini membongkar fenomena "space tears" yang jarang dibahas: bagaimana sistem drainase tubuh manusia bereaksi ketika gravitasi menghilang, mengapa air mata bisa menjadi risiko keselamatan, dan apa perbedaan mendasar antara menangis karena emosi dan menangis karena iritasi di luar angkasa. Dari pengalaman astronaut Chris Hadfield hingga data medis NASA, kita akan mengurai misteri sederhana namun mendalam tentang interaksi antara tubuh manusia dan lingkungan ekstrem luar angkasa. Saksikan hingga akhir untuk mengetahui satu detail yang sering terlewat!
Transkrip
00:00Satu tetes air mata punya satu tujuan, jatuh.
00:04Tapi di luar angkasa, satu tetes itu tidak kemana-mana,
00:07ia hanya menempel di bola matamu, membesar perlahan.
00:10Air mata itu berubah menjadi gelembung raksasa yang menggantung bebas di udara tanpa.
00:16Fenomena ini, yang dikenal sebagai space stairs atau air mata luar angkasa,
00:21bukan sekadar pemandangan aneh yang terlihat di video astronaut.
00:24Ada konsekuensi nyata yang mengancam fungsi penglihatan mereka saat hal ini terjadi.
00:30Di permukaan bumi, sistem drenas tubuhmu bekerja dengan bantuan gravitasi.
00:36Air mata yang diproduksi ke lenjar lakrimal akan mengalir ke saluran nasolakrimal dan masuk ke hidungmu.
00:42Itulah kenapa hidungmu berair saat menangis.
00:45Tapi di stasiun luar angkasa internasional ISS, sistem gravitasi itu hilang total.
00:51Ketika seorang astronaut menangis, cairan itu tidak bisa mengalir kemana-mana.
00:55Ia hanya menumpuk di mata, membentuk bola air yang terus membesar dan menghalangi penglihatan.
01:02Ada satu perbedaan medis penting yang sering terlewat dalam pembahasan ini
01:06yang mengubah cara kita memahami respons tubuh di lingkungan tanpa bobot.
01:11Kita semua tahu kenapa orang menangis.
01:14Tapi di luar angkasa, tubuh astronaut tidak peduli dengan alasan emosionalmu.
01:19Sistem saraf otonom mereka tetap bereaksi terhadap stres atau iritasi dengan memproduksi air mata.
01:26Bedanya, di bumi, cairan itu punya jalan keluar.
01:29Di luar angkasa, ia terjebak.
01:32Bayangkan kamu sedang mencoba membersihkan debu dari matamu di kamar mandi yang sangat kering tanpa air untuk membilas.
01:39Air mata yang seharusnya membersihkan justru menjadi penghalang.
01:43Ketika gelembung air mata itu terlalu besar, ia bisa menutupi seluruh bola mata, membuat penglihatan kabur total.
01:51Astronaut harus secara aktif menggunakan kain lap atau tisu untuk menyeka gelembung itu dari wajah mereka.
01:57Ini bukan masalah emosional, ini masalah fungsional yang bisa mengganggu tugas kritis seperti berjalan di luar stasiun.
02:05Chris Hadfield, astronaut Kanada yang terkenal karena video-videonya dari SS, pernah menggambarkan pengalaman ini.
02:12Dia bilang, air mata tidak mengalir.
02:15Mereka hanya menumpuk.
02:16Dia juga menunjukkan bagaimana dia harus mengusap gelembung air itu dengan tangan.
02:22Tapi ada fakta menarik yang jarang dibahas.
02:25Air mata buatan yang digunakan oleh astronaut untuk mengatasi mata-mata kering di luar angkasa memiliki komposisi yang berbeda.
02:33Karena lingkungan ISS sangat kering dan penuh dengan partikel mikro yang melayang, mata astronaut lebih rentan terhadap iritasi.
02:40NASA dan badan antariksa lainnya menyediakan pelumas mata khusus yang dirancang untuk tetap menempel di permukaan bola mata dalam kondisi
02:49mikrogravitasi.
02:51Obata tes ini tidak akan langsung keluar lagi seperti yang terjadi di bumi.
02:56Masalah ini bukan hanya tentang kenyamanan.
02:59Air mata yang menggantung bisa menjadi masalah keselamatan serius.
03:03Gelembung air mata yang besar dapat menempel pada peralatan sensitif seperti lensa kamera atau panel instrumen.
03:11Jika air mata mengenai permukaan yang terbuat dari logam tertentu, ia bisa memicu reaksi korosi yang sangat lambat namun pasti.
03:19Selain itu, dalam keadaan darurat di mana astronaut perlu bergerak cepat, penglihatan yang kabur.
03:25Karena air mata yang menggenang bisa menjadi faktor penentu antara keselamatan dan bahaya.
03:30Bayangkan seorang pilot jet tempur yang penglihatannya tiba-tiba terhalang oleh air yang tidak bisa dihapus.
03:38Itulah analogi terdekat untuk memahami risiko ini di luar angkasa.
03:43Ada satu perbedaan medis penting yang sering terlewat dalam pembahasan ini.
03:47Di bumi, menangis karena emosi dan menangis karena iritasi mengaktifkan jalur saraf yang berbeda.
03:54Menangis emosional cenderung menghasilkan air mata yang lebih answer dengan komposisi hormon stres seperti prolaktin dan adrenocortikotropin.
04:03Sementara air mata refleks karena iritasi lebih kental.
04:07Di luar angkasa, komposisi ini mungkin sedikit berubah karena stres kronis yang dialami astronaut.
04:13Tapi yang lebih penting, tanpa gravitasi, tubuh astronaut mengalami pergeseran cairan ke kepala yang disebut puffy face syndrome.
04:21Ini berarti lebih banyak cairan yang tersedia di area kepala termasuk di sekitar mata.
04:27Akibatnya, produksi air mata bisa menjadi lebih berlebihan dan volume cairan yang terjebak di sekitar mata menjadi lebih besar.
04:35Satu detil kecil ini menjelaskan mengapa masalah air mata di luar angkasa lebih komplek dari sekadar gravitasi yang hilang.
04:43Jadi, air mata di luar angkasa bukan sekadar cairan yang tidak jatuh.
04:48Ia adalah cerminan dari bagaimana tubuh manusia berjuang beradaptasi dengan lingkungan yang sama sekali tidak manusiawi.
04:56Setiap tetes yang menggantung adalah pengingat bahwa bahkan proses sesederhana menangis pun bisa menjadi masalah ketika salah satu gaya paling
05:04fundamental di alam, gravitasi, dihilangkan dari persamaan.
05:08Kalau cerita ini membuatmu berpikir tentang betapa rapuhnya keseimbangan tubuh kita di luar angkasa, tulis di komentar fenomena tubuh manusia
05:17apalagi yang menurutmu akan paling terpengaruh tanpa gravitasi.
05:21Makasih ya sudah mampir dan menonton sampai habis.
05:25Kalau kamu suka video seperti ini, tekan subscribe biar tidak ketinggalan fakta sains berikutnya.
05:31Sampai ketemu lagi.
05:32Sampai ketemu lagi.

Dianjurkan