00:00Setiap gunung berapi di buku pelajaran selalu identik dengan lava merah membara yang mengalir deras.
00:05Tapi di Sidoarjo, Jawa Timur, sejak Mei 2006, ada gunung yang justru menyemburkan lumpur panas, bukan lava,
00:12dan semburannya belum berhenti sampai hari ini, belasan tahun kemudian.
00:17Ini bukan kesalahan alam, ada proses geologi yang sama sekali berbeda bekerja di bawah sana,
00:23dan hari ini kita akan membongkar kenapa gunung bisa menghasilkan lumpur, bukan lava.
00:29Begini logika sederhananya, magma dari perut bumi panas, cair, dan merah itulah lava.
00:34Tapi lumpur? Lumpur itu campuran tanah liat dan air, dua hal yang bahkan tidak saling menyentuh dalam dunia vulkanologi konvensional.
00:43Lalu bagaimana mungkin sebuah gunung justru mengeluarkan material yang sama sekali bukan magma?
00:48Pertanyaan ini mengganggu para geolog selama puluhan tahun.
00:52Dan nanti ada satu temuan dari penelitian terbaru yang mengubah tototal pemaman kita tentang apa,
00:57apa sebenarnya yang terjadi di bawah permukaan gunung lumpur ini, tapi kita mulai dari awal dulu.
01:04Gunung lumpur, atau yang dalam istilah ilmiah disebut mutvolcano, bukan fenomena langka.
01:10Di seluruh dunia ada lebih dari seribu titik aktif yang sudah tercatat.
01:14Di Azerbaijan saja, ada sekitar 350 mutvolcano yang tersebar di sepanjang pesisir Laut Kaspia.
01:21Beberapa di antaranya bahkan menyemburkan gas metana yang kadang terbakar dan menghasilkan api biru di malam hari,
01:27pemandangan yang luar biasa aneh untuk sebuah gunung.
01:30Di Trinidad dan Tobago, ada mutvolcano yang secara rutin meletus setiap beberapa tahun dan membentuk kubah lumpur raksasa.
01:38Jadi ini bukan kejadian lokal, ini fenomena global yang terjadi di banyak benua,
01:43tapi pertanyaannya tetap sama, kenapa lumpur, bukan lava?
01:48Untuk memahami ini, kita perlu membayangkan apa yang terjadi di bawah permukaan tanah.
01:53Puluhan hingga ratusan meter di bawah kaki kita adalah lapisan batuan sedimen yang mengandung air
01:58dan partikel tanah liat dalam jumlah sangat besar.
02:02Seiring waktu, tekanan dari gas alam, terutama metana dan karbon dioksida,
02:07mulai terakumulasi di antara lapisan-lapisan batuan itu.
02:11Bayangkan seperti panci presto di dapur, gas yang terjebak di dalam terus menekan dan ia butuh jalan keluar.
02:18Ketika tekan itu cukup kuat, ia mendorong campuran air, tanah liat,
02:22dan sedimen naik ke permukaan melalui retakan atau patahan di kerak bumi.
02:26Dan saat campuran itu mencapai permukaan, keluarlah lumpur.
02:30Inilah perbedaan krusial dengan gunung api biasa.
02:34Pada gunung berapi konvensional, material yang naik adalah magma dari mantel bumi yang sangat dalam,
02:39bisa ratusan kilometer.
02:42Sedangkan pada Mood Volcano, material yang keluar berasal dari lapisan dangkal kerak bumi,
02:47biasanya hanya beberapa ratus meter sampai beberapa kilometer di bawah permukaan,
02:51suhu yang dibutuhkan jauh lebih rendah.
02:54Tidak perlu magma panas untuk membuat lumpur menyembur keluar,
02:58cukup tekanan gas dan gravitasi.
03:01Ambil contoh Lucy, singkatan dari lumpur Sidoarjo,
03:04yang meletus pertama kali pada 29 Mei 2006.
03:08Dalam seminggu pertama,
03:10semburan lumpurnya sudah mengeluarkan sekitar 50 ribu kubik lumpur per hari.
03:15Coba bayangkan volume itu setara dengan mengisi 20 kolam renang ukuran Olimpiade setiap 24 jam.
03:22Dan ini terus berlangsung selama bertahun-tahun.
03:25Lucy mengubur total lebih dari 10 desa dan memaksa puluhan ribu orang mengungsi.
03:32Semburan lumpurnya bahkan terlihat dari citra satelit NASA membentuk danau buatan seluas lebih dari 700 hektare.
03:39Ada perdebatan sengit di kalangan ilmuwan tentang penyebabnya,
03:43sebagian mengaitkannya dengan aktivitas pengeburan gas di dekat lokasi,
03:46sementara yang lain berpendapat ini murni fenomena geologi alamiah yang sudah lama tertekan.
03:53Tapi yang jelas, Lucy membuktikan bahwa gunung lumpur bukan sekadar fenomena kecil,
03:58dampaknya bisa mengubah lanskap dan kehidupan ribuan orang.
04:02Di belahan dunia lain, seperti di semenanjung Kerch di Rusia dekat Laut Hitam,
04:06Mood Volcano secara berkala meletus dan menyemburkan lumpur bercampur gas hingga ketinggian beberapa meter.
04:13Bahkan di dasar laut, ribuan meter di bawah permukaan air,
04:16ada submarine Mood Volcano yang aktif, mekanismenya sama, hanya terjadi di bawah air.
04:21Lupakan gambar gunung berapi di buku sekolah yang hanya punya satu lubang.
04:26Di bawah kaki kita, ada sistem pipa raksasa yang lebih rumit dari jaringan kereta bawah tanah di Tokyo.
04:33Sekarang, soal temuan yang tadi saya janjikan.
04:36Penelitian terbaru menunjukkan bahwa Mood Volcano ternyata bisa menjadi indikator cadangan energi fosil di bawah permukaan,
04:43daerah dengan aktivitas Mood Volcano yang tinggi sering kali-kali berada di atas reservoir minyak dan gas alam yang sangat
04:49besar.
04:51Azerbaijan, negara dengan 350 Mood Volcano tadi, juga salah satu produsen minyak tertua di dunia.
04:58Para geolog kini menggunakan pemetaan Mood Volcano sebagai salah satu metode eksplorasi untuk menemukan sumber energi baru.
05:06Artinya, gunung yang selama ini kita anggap aneh dan mengganggu justru menyimpan petunjuk penting tentang kekayaan bawah tanah.
05:12Dan ini yang bikin ilmuwan terus meneliti, bukan hanya untuk memahami lumpur,
05:17tapi untuk memetakan masa depan energi.
05:20Selain itu, gas metana yang menyertai semburan lumpur adalah gas rumah kakaca yang sangat kuaya pemanasannya 880 kali lebih besar
05:28dari karbon dioksida dalam jangka 20 tahun.
05:31Jadi setiap letusan Mood Volcano, sekecil apapun, berkontribusi pada komposisi atmosfer kita.
05:38Jadi, lain kali kamu mendengar kata gunung berapi, jangan langsung membayangkan lava merah dan awan panas.
05:44Di bawah permukaan tanah yang kita pijak setiap hari, ada dunia yang bekerja dengan aturan berbeda,
05:50dunia di mana tekanan gas dan campuran tanah liat bisa membentuk gunung tersendiri.
05:55Dengan kekuatan yang mampu mengubah lanskap seluas ratusan hektare.
06:00Menurutmu, apakah di Indonesia masih ada gunung lumpur lain yang belum terpetakan atau belum kita ketahui?
06:05Tulis di kolom komentar kalau kamu punya informasi atau pernah melihat fenomena serupa di daerahmu.
06:12Terima kasih sudah menonton sampai sini.
06:14Kalau video ini bermanfaat, tekan subscribe dan bagikan ke teman yang suka sains.
06:19Sampai ketemu di video berikutnya.