Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 2 hari yang lalu
Video ini membongkar bagaimana lubang raksasa bisa tiba-tiba terbuka di permukaan tanah, menelan jalan, rumah, bahkan kolam renang. Kita akan telusuri proses geologi yang bekerja diam-diam selama ribuan tahun — mulai dari pelarutan batu kapur oleh air hujan, pembentukan gua bawah tanah, hingga saat langit-langit gua tidak lagi mampu menopang berat di atasnya. Temukan mengapa beberapa wilayah di dunia jauh lebih rentan terhadap fenomena ini, dan apa yang sebenarnya terjadi di bawah kaki kita tanpa kita sadari.

Kategori

🗞
Berita
Transkrip
00:0030 meter, lebar sebuah lubang yang tiba-tiba terbuka di halaman belakang sebuah rumah di Florida tahun 2013.
00:08Dalam semalam, kolam renang teras dan sebagian kamar tidur lenyap ke dalam tanah.
00:13Lubang itu terus membesar selama berjam-jam.
00:16Dan ini bukan kejadian langka, rata-rata.
00:19Ada sekitar 20-20 ribu kasus singhole setiap tahun di seluruh dunia.
00:23Tapi apa yang sebenarnya terjadi di bawah sana sebelum tanah itu runtuh?
00:28Masalahnya begini, permukaan tanah itu kelihatan kokoh, padat, aman untuk diinjak.
00:34Tapi di banyak tempat di dunia, lapisan di bawah sana sedang perlahan larut, pelan sekali.
00:40Tidak terdengar, tidak terasa, sampai suatu titik di mana tidak ada lagi yang bisa menopang berat di atasnya.
00:47Dan saat itu terjadi, semuanya runtuh sekaligus.
00:50Ilmuwan menyebut proses ini singhole, tapi istilah itu hanya permukaannya, literal dan kiasan.
00:56Yang bikin bingung adalah kenapa beberapa wilayah sangat rentan,
01:00sementara wilayah lain yang secara geologi mirip justru tidak pernah mengalami kejadian serupa.
01:05Dan nanti ada satu temuan yang mengubah cara kita memahami risiko di bawah kaki kita.
01:11Tapi kita mulai dari awal dulu.
01:13Cerita ini dimulai dari batu.
01:15Bukan batu biasa, tapi batu kapur atau dalam istilah geologi disebut limestone.
01:21Batu ini terbentuk dari sisa-sisa organisme laut yang mengendap di dasar laut selama jutaan tahun.
01:26Dan sifat kimiawinya sangat spesifik, ia mudah larut oleh air yang sedikit asam.
01:33Nah, air hujan itu sebenarnya sedikit asam karena saat melewati atmosfer,
01:37ia menyerap karbon dioksida dan membentuk asam karbonat lemah.
01:40Nah, setiap tetes air hujan yang meresap ke tanah membawa sedikit kalsium karbonat dari batu kapur.
01:47Pernah melihat stalatit di gua.
01:49Itu adalah bukti pelarutan yang sudah berlangsung selama ribuan hingga jutaan tahun.
01:54Sekarang bayangkan proses itu terjadi di seluruh lapisan batu di bawah kakimu.
01:58Lambat.
01:59Tapi tidak pernah berhenti.
02:01Proses ini dimulai dari rongga-rongga kecil seukuran jari di dalam batu.
02:06Air terus mengalir melalui retakan itu,
02:08membawa sedikit demi sedikit material batu.
02:11Dalam ratusan tahun, rongga kecil itu bisa membesar menjadi lorong.
02:15Dalam ribuan tahun, lorong itu bisa menjadi gua bawah tanah
02:19dengan langit-langit setinggi gedung tiga lapis.
02:22Dikentuki, Amerika Serikat,
02:24ada sistem gua bernama Mammoth Cave
02:25yang panjangnya lebih dari 650 km.
02:29Itu lebih jauh dari jarak Jakarta ke Surabaya.
02:32Semua itu terbentuk oleh proses pelarutan yang sama.
02:35Tapi yang menarik, gua-gua ini sering punya langit-langit yang menipis seiring waktu.
02:41Bayangkan seperti atap rumah yang pelan-pelan dikikis dari dalam.
02:45Pada suatu titik, atap itu tidak lagi kuat menopang berat tanah dan bangunan di atasnya.
02:51Dan disinilah cerita mulai serius.
02:54Ada tiga jenis sinkhole utama yang dipelajari ahli geologi.
02:57Yang pertama disebut disolution sinkhole.
03:00Ini terjadi ketika lapisan pelindung tanah di atas batu kapur sangat tipis
03:04dan air langsung melarutkan batu dari permukaan.
03:08Jenis kedua adalah coffer subsidence sinkhole
03:10di mana tanah penutup perlahan embeles ke dalam rongga yang terus membesar.
03:15Prosesnya bisa sangat lambat, kadang hanya beberapa milimeter per tahun.
03:19Tapi jenis ketiga yang paling dramatis disebut cover collapse sinkhole.
03:23Di sini ada lapisan tanah liat yang cukup tebal di atas gua bawah tanah.
03:28Tanah liat ini menahan semuanya sampai suatu saat air tanah turun drastis
03:33atau ada beban tambahan di permukaan seperti hujan deras atau konstruksi bangunan.
03:38Saat itu terjadi langit-langit gua runtuh seketika
03:41dan permukaan tanah di atasnya embeles membentuk lubang menganga.
03:45Prosesnya bisa terjadi dalam hitungan jam, bahkan menit.
03:50Florida adalah contoh klasik.
03:51Sebagian besar wilayah negara bagian itu berdiri di atas lapisan batu kapur yang sangat tebal
03:57dengan permukaan tanah yang tipis dan air tanah yang fluktuatif.
04:01Tahun 2013, sebuah sinkhole selebar 12 meter menelan seluruh rumah
04:06Jeffrey Bosch di Shaffner, Florida dan dia tidak selamat.
04:09Di Tiongkok, kota Chongqing dan wilayah Guishow juga sangat rentan
04:13karena topografi karst yang luas.
04:16Karst adalah istilah untuk lanskap yang terbentuk dari pelarutan batu kapur.
04:19Di permukaan, kamu akan melihat bukit-bukit kecil yang berundak,
04:23tapi di bawahnya ada jaringan gua dan sungai bawah tanah yang rumit.
04:28Di Indonesia sendiri, kawasan karst yang cukup luas ada di Pasitan, Jawa Timur,
04:33dan pegunungan Sewu di Gunung Kidul, Yogyakarta.
04:36Wilayah-wilayah ini punya sistem gua bawah tanah yang aktif,
04:39dan meskipun sinkhole besar jarang terjadi di sana, potensinya tetap ada.
04:44Tapi pelarutan batu kapur saja tidak cukup untuk menjelaskan sinkhole yang tiba-tiba muncul.
04:50Ada faktor pemicu tambahan yang sering dilupakan.
04:54Salah satunya adalah perubahan level air tanah.
04:57Ketika air tanah turun drastis, entah karena musim kemarau panjang,
05:01eksploitasi sumur bor berlebihan, atau perubahan pola hujan,
05:05air yang tadinya mengisi rongga bawah tanah dan memberikan tekanan dari bawah hilang.
05:10Langit-langit gua yang tadinya ditopang oleh tekanan air tiba-tiba harus menanggung seluruh beban sendirian.
05:16Ini seperti mengeluarkan semua penyangga dari bawah meja yang penuh beban cepat atau lambat,
05:21meja itu akan patah.
05:23Faktor lain adalah aktivitas manusia,
05:26pembangunan yang menambah beban di permukaan,
05:29kebocoran pipa air yang terus-menerus melarutkan tanah dari dalam,
05:33atau perubahan aliran air akibat drainas yang buruk.
05:36Semua ini mempercepat proses yang sudah berlangsung alami selama ribuan tahun.
05:42Dan ini yang ditunggu-tunggu.
05:44Baru-baru ini, para peneliti menggunakan teknologi radar satelit bernama INSAR,
05:48singkatan dari Interferometric Synthetic Aperture Radar,
05:52untuk memindai permukaan tanah dari luar angkasa.
05:56Teknologi ini bisa mendeteksi pergeseran permukaan tanah sekecil beberapa milimeter dari orbit satelit,
06:02dan yang mereka temukan mengejutkan,
06:04di banyak wilayah yang sebelumnya dianggap aman,
06:07ada tanda-tanda amblesan bertahap yang sama sekali tidak terdeteksi oleh pengamatan konvensional.
06:14Artinya, ada gua-gua bawah tanah yang sedang tumbuh
06:17dan langit-langit yang sedang menipis di tempat-tempat yang tidak pernah dicurigai.
06:22Temuan ini berarti kita tidak bisa lagi hanya mengandalkan peta geologi lama,
06:27karena proses di bawah sana terus berjalan,
06:29dan permukaan tanah yang terlihat stabil hari ini,
06:32mungkin sedang menyimpan kejutan yang sudah disiapkan selama ribuan tahun.
06:37Jadi lain kali, saat kamu berjalan di atas trotoar yang rata dan kokoh,
06:41coba ingat, di beberapa meter di bawah sana,
06:44mungkin ada ruang kosong yang sedang perlahan membesar.
06:47Bukan untuk menakut-nakuti, tapi untuk mengingatkan bahwa tanah,
06:51di bawah kita punya cerita yang sangat panjang,
06:54dan kita baru mulai membacanya.
06:56Terima kasih sudah menonton sampai sini.
06:58Kalau menurutmu wilayah tempat tinggalmu punya potensi risiko sinkhole,
07:03tulis di komentar daerah mana dan kenapa kamu penasaran.
07:06Tekan subscribe kalau kamu suka eksplorasi topik-topik geologi seperti ini,
07:10dan tekan like sebagai dukungan biar video seperti ini terus dibuat.
07:15Sampai ketemu di cerita berikutnya.

Dianjurkan