00:0030 hari, hanya butuh waktu selama itu untuk mengubah benda padat yang tenggelam di air menjadi benda yang mengapung bebas
00:07di permukaan
00:08Dan benda itu bukan gabus, bukan plastik, telur ayam
00:12Sesuatu yang kita pecahkan setiap pagi untuk sarapan tiba-tiba bisa mengambang seperti pelampung kecil
00:18Tapi ini bukan sihir dan ini bukan trik
00:21Ada satu mekanisme biologi yang bekerja dengan sangat lambat hari demi hari dari dalam cangkang itu sendiri
00:29Setiap cangkang telur itu punya sekitar 7.000 sampai 17.000 pori mikroskopis
00:35Lubang-lubang itu terlalu kecil untuk dilihat mata telanjang, tapi cukup besar untuk dilewati molekul gas
00:42Dan disinilah permainan dimulai
00:44Ketika telur baru dikeluarkan dari tubuh ayam, isi di dalamnya rapat, padat, dan beratnya jauh lebih besar dari air-air
00:52yang didorongnya keluar
00:53Itulah sebabnya telur segar langsung tenggelam begitu saja ke dasar gelas
00:58Tapi ada satu proses kimia yang terjadi jauh di dalam pori-pori cangkang itu setiap hari tanpa henti
01:05Dan proses inilah yang mengubah segalanya
01:08Uap air di dalam telur terus menguap keluar melalui pori-pori cangkang secara perlahan
01:13Setiap hari, sedikit demi sedikit, masa air yang hilang itu digantikan oleh udara dari luar
01:19Hasilnya, di ujung tumpul telur ada ruang kosong yang disebut kantung udara atau air cel
01:26Pada telur segar, kantung ini sangat kecil, mungkin hanya sebesar kuku ibu jari
01:31Tapi seiring waktu, kantung ini terus membesar karena semakin banyak air yang keluar dan semakin banyak udara yang masuk
01:39Bayangkan balon kecil yang perlahan ditiup dari dalam
01:43Diameter kantung udara pada telur segar hanya sekitar 1,5 cm
01:47Tapi setelah disimpan 4 minggu, bisa mencapai 3 cm lebih
01:52Itu berarti volume udara di dalam telur naik drastis
01:56Sekarang kita bicara soal berat
01:58Telur ayam rata-rata beratnya sekitar 50-60 gram
02:03Air yang didorong telur keluar beratnya hampir sama
02:06Pada kondisi segar, masa telur sedikit lebih besar dari masa air yang volumenya sama
02:12Karena itu, telur tenggelam
02:14Ini prinsip Archimedes yang sangat tua
02:17Sebuah benda akan tenggelam jika densitasnya lebih besar dari cairan yang ditempatinya
02:23Tapi begitu kantung udara membesar, total masa telur berkurang tanpa perubahan volume luar
02:28Yang berarti, densitas rata-rata seluruh telur pun turun
02:33Perlahan tapi pasti, angkanya mendekati densitas air 1 gram per cm kubik
02:38Begitu angka itu terlewati, telur tidak lagi tenggelam
02:42Ia berdiri tegak di dasar gelas, lalu perlahan terangkat ke permukaan
02:47Tapi bukan cuma udara yang masuk
02:49Di dalam telur yang sudah lama disimpan, protein di bagian putih mulai terurai-terurai secara perlahan
02:55Proses ini melepaskan senyawa kimia bernama hidrogen sulfida
02:59Kalau kamu pernah mencium telur busuk, bau itu berasal dari gas ini
03:04Semakin lama telur disimpan, semakin banyak hidrogen sulfida yang terbentuk dan terakumulasi di dalam kantung udara yang terus membesar
03:13Gas ini lebih ringan dari nitrogen dan oksigen yang dominan di udara luar
03:17Jadi ia turut menurunkan densitas rata-rata telur dari dalam
03:21Proses ini sangat lambat
03:23Pada suhu ruang sekitar 20 derajat celcius, perubahan densitas yang cukup besar baru terlihat setelah 2-3 minggu
03:32Pada suhu lebih tinggi, reaksinya lebih cepat karena energi termal mempercepat pemecahan ikatan protein
03:39Itu sebabnya telur yang disimpan di luar kulkas di iklim tropis bisa mengapung lebih cepat daripada telur yang disimpan di
03:46kulkas berpendingin
03:48Dan menariknya, ada 3 tahap yang bisa diamati langsung dari 1 gelas air
03:53Telur yang baru dibeli akan langsung jatuh, dasar dan berbaring rata di samping gelas
03:59Itu karena kantung udaranya masih sangat kecil dan densitasnya masih di atas air
04:03Telur yang sudah disimpan 1-2 minggu akan mulai berdiri tegak di dasar
04:09Bagian tumpulnya di atas, bagian runcingnya menyentuh dasar gelas
04:13Ini terjadi karena kantung udara di ujung tumpul sudah cukup besar untuk menggeser pusat gravitasi telur
04:20Dan telur yang sudah disimpan lebih dari 3 minggu akan langsung naik ke permukaan dan mengambang
04:27Jadi tampilan telur di dalam gelas air itu sebenarnya adalah semacam jam biologis
04:32Ia memberi tahu kita seberapa jauh proses penguapan dan degradasi protein sudah berjalan
04:38Tanpa perlu alat ukur apapun
04:40Cukup segelas air dan mata yang jeli
04:44Coba bayangkan kamu meniup balon kecil di dalam kotak sepatu
04:48Setiap hari kamu meniupnya sedikit lebih besar
04:51Kotaknya tetap sama ukurannya, tapi isinya perlahan berubah
04:55Bagian padat makin sedikit, bagian udara makin banyak
04:59Akhirnya kotak itu terasa lebih ringan dari kotak lain yang belum kamu apapakan
05:04Mekanisme yang sama terjadi di dalam cangkang telur
05:07Yang berubah bukan cangkangnya, cangkang itu justru tetap utuh dengan ketebalan sekitar 0,3 mm
05:14Yang berubah adalah apa yang ada di dalamnya
05:18Dan perubahan ini tidak bisa dibalik
05:21Begitu udara masuk dan air keluar, telur tidak akan pernah kembali ke kondisi semula
05:26Sifat irreversibel ini yang membuat metode tes air sangat bisa diandalkan
05:30Untuk menentukan usia telur tanpa harus memecahnya
05:34Jadi, kalau selama ini kamu langsung membuang telur yang mengapung karena mengira sudah busuk
05:40Ternyata tidak selalu begitu
05:41Mengapung bukan-bukan berarti otomatis berbahaya
05:45Mengapung hanya berarti kantung udara di dalamnya sudah cukup besar
05:49Untuk membuat telur kehilangan masa relatifnya terhadap air
05:54Proses ini memang biasanya diikuti oleh pembentukan hidrogen sulfida
05:58Tapi belum tentu sudah sampai pada tahap yang membahayakan
06:02Yang benar-benar perlu diwaspadai adalah bau menyengat saat telur dipecah
06:07Kalau baunya seperti belerang atau gas korek api
06:10Itu tanda pasti bahwa degradasi sudah terlalu jauh
06:13Tapi kalau tidak ada bau aneh, telur itu masih bisa dikonsumsi
06:17Jadi tes air itu bukan tes kesegaran hitam putih
06:22Ia lebih seperti indikator kasar yang memberi petunjuk umum tentang berapa lama telur sudah disimpan
06:28Jadi begitu ceritanya, ternyata segelas air di dapurmu bisa jadi alat laboratorium sederhana
06:34Yang mengungkap perubahan kimia dan fisika di dalam telur
06:39Kalau kamu punya pengalaman unik soal trik dapur yang ternyata punya penjelasan sains menarik
06:44Tulis di kolom komentar siapa tahu bisa jadi ide video kita berikutnya
06:49Makasih banget sudah menonton sampai habis
06:52Kalau konten seperti ini cocok buatmu
06:55Tekan like supaya lebih banyak orang yang tahu
06:57Dan jangan lupa subscribe biar kita bisa ngobrol lagi di video selanjutnya
07:02Sampai ketemu lagi