Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
Tahukah kamu bahwa beberapa ular punya 'mata' ketiga yang bukan mata? Ini bukan fiksi ilmiah. Pit viper, seperti ular welang dan king cobra, dilengkapi dengan organ khusus bernama lubang termosensor (pit organ) yang bisa mendeteksi panas tubuh mangsa dalam gelap total.

Dalam video ini, kita akan membongkar bagaimana organ kecil seujung koin ini bekerja lebih sensitif dari termometer medis, mengapa ilmuwan menyebutnya 'sistem pencitraan termal biologis', dan bagaimana satu penemuan tentang mekanismenya sempat membuat bingung para peneliti selama puluhan tahun.

Kita juga akan menelusuri bagaimana ular memadukan gambar panas dari lubang termosensor dengan gambar visual dari matanya sendiri — sesuatu yang baru dipahami secara mendalam di era teknologi pemindaian saraf modern. Saksikan hingga akhir untuk mengetahui satu fakta mengejutkan tentang sensitivitas lubang ini yang bahkan lebih baik dari kamera termal militer.

#ular #pitviper #infrared #sains #biologi #keajaibanalam #faktaunik #anatomiular

Kategori

🗞
Berita
Transkrip
00:00Di ruangan yang gelap total, tanpa secercah cahaya pun, seekor tikus kecil bergerak hati-hati di atas dedaunan kering, dia
00:07tidak bisa melihat apa-apa.
00:08Tapi predator yang mengincarnya, predator itu bisa melihat setiap detak jantungnya, bukan lewat mata.
00:15Dan ilmuwan baru benar-benar memahami caranya dalam beberapa dekade terakhir.
00:20Hari ini, kita akan menguji kejelianmu terhadap satu organ misterius yang membuat ular menjadi pemburu paling efisien di kegelapan.
00:28Perhatikan wajah ular pit viper.
00:31Di antara mata dan lubang hidungnya, ada sepasang lubang kecil yang tampak seperti lubang jarum.
00:36Lubang ini bukan indera penciuman.
00:38Lubang ini bukan bagian dari sistem pernapasan.
00:42Dan yang paling membingungkan, lubang ini ternyata bisa mendeteksi perbedaan suhu sekecil 0,003 derajat Celcius.
00:50Itu lebih sensitif dari termometer digital yang kamu punya di rumah.
00:54Bagaimana mungkin?
00:55Para peneliti di Universitas California, San Francisco, dan tim dari Jepang sudah menghabiskan waktu bertahun-tahun mencoba memecahkan misteri ini.
01:04Mereka tahu lubang itu bernama pit organ atau lubang termosensor.
01:09Mereka tahu organ ini mendeteksi radiasi inframerah, yaitu panas yang dipancarkan oleh benda hidup.
01:14Tapi bagaimana cara sinyal panas itu diubah oleh tubuh ular menjadi gambar yang bisa diproses otak.
01:20Itu yang bikin ilmuwan bingung selama puluhan tahun.
01:23Dan nanti, ada satu temuan yang membuat semua teori lama tentang mekanisme ini berantakan.
01:29Tapi kita mulai dari awal dulu.
01:32Pit organ pada ular pit viper itu secara struktur sangat sederhana.
01:36Bayangkan sebuah rongga kecil berbentuk kubah dengan diameter sekitar 1 hingga 5 mm.
01:41Di bagian dasar rongga ini ada membran tipis yang sangat sensitif terhadap panas.
01:47Membran ini dipenuhi oleh ribuan ujung saraf, tepatnya dari jenis reseptor yang bernama TRPA1,
01:53sebuah kanal ion yang merespons perubahan suhu.
01:55Ketika radiasi inframerah dari tubuh mangsa mengenai membran ini,
02:00membran sedikit memanas.
02:02Pemanasan sekecil itu sudah cukup untuk mengaktifkan kanal TRPA1 dan mengirimkan sinyal listrik ke otak.
02:09Tapi ini baru setengah cerita.
02:12Ular pit viper punya dua pit organ, satu di setiap sisi wajahnya.
02:16Dan posisi keduanya yang terpisah ini memungkinkan ular melakukan sesuatu yang luar biasa, triangulasi.
02:23Sama seperti kedua matamu yang memberimu persepsi kedalaman,
02:26dua pit organ memberi ular persepsi arah sumber panas.
02:30Otak ular membandingkan sinyal dari pit organ kiri dan kanan,
02:33lalu menghitung posisi mangsa dalam ruang tiga dimensi.
02:37Para ilmuwan di Wake Forest University dan Universitas Fudan di Shanghai
02:41bahkan menggambarkan sistem ini sebagai sistem pencitraan termal biologis,
02:46setara dengan kamera termal yang digunakan militer untuk operasi malam hari.
02:50Bayangkan, tubuh ular sudah punya teknologi itu sejak jutaan tahun.
02:56Dan ini yang bikin ilmuwan terus penasaran.
02:59Ular pit viper punya mata yang berfungsi normal,
03:02mereka bisa melihat cahaya dan bentuk dengan mata mereka.
03:05Tapi di kegelapan total, mata itu tidak berguna.
03:08Disitulah pit organ mengambil alih.
03:11Penelitian dengan pemindaian saraf menunjukkan bahwa sinyal dari pit organ
03:15dan masuk ke wilayah otak yang bernama Optic Tectum,
03:18wilayah yang sama tempat sinyal visual diproses.
03:21Artinya, otak ular memperlakukan informasi panas ini persis seperti informasi visual.
03:27Ketika ada cahaya, ular melihat dengan mata.
03:30Ketika gelap, ular melihat dengan pit organ.
03:32Dua sistem itu bisa bekerja bersamaan memberi ular gambar dunia yang lebih lengkap dari kebanyakan predator lain.
03:39Untuk benar-benar mengerti betapa luar biasanya organ ini,
03:43kita perlu bicara angka.
03:44Pit organ bisa mendeteksi perubahan suhu sekecil 0,3 derajat Celcius.
03:49Itu setara dengan mendeteksi panas dari tangan manusia yang berjarak 1 meter di ruangan gelap.
03:55Lebih mengejutkan lagi,
03:57reseptor TRPA1 di memberan pit organ bereaksi dalam hitungan sepersekian detik waktu respons yang sangat cepat.
04:04Itu berarti ular bisa mendeteksi pergerakan mangsa secara real time
04:07bahkan saat mangsa itu bersembunyi di balik semak atau di dalam lubang gelap.
04:12Dengan kemampuan ini,
04:14ular pit viper bisa membidik serangan dengan akurasi tinggi bahkan dalam kondisi 0 cahaya,
04:19sesuatu yang mustahil dilakukan oleh predator berbasis penglihatan seperti elang atau kucing.
04:25Selama bertahun-tahun,
04:27ilmuwan percaya bahwa mekanisme pit organ adalah termoelektrik murni,
04:31panas mengubah memberan,
04:32memberan-ngubahnya jadi sinyal listrik, selesai.
04:35Tapi penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Natur,
04:38pada tahun 2010 oleh tim dari University of California, San Francisco,
04:43mengungkap sesuatu yang tidak terduga.
04:46TRPA1,
04:47kanal ion yang sama yang ada di pit organ ular,
04:49ternyata juga ditemukan di neuron saraf sensorik manusia.
04:54Dan pada manusia,
04:55kanal ini justru mendeteksi senyawa kimia yang menyangat
04:58seperti senyawa dalam wasabi atau bawang putih.
05:01Artinya, ular pit viper mengadaptasi sistem deteksi kimiawi yang sudah ada menjadi deteksi panas.
05:08Ini bukan sekadar organ baru,
05:09ini adalah transformasi fungsi saraf dari satu domain sensorik ke domain yang sama sekali berbeda.
05:15Penemuan ini bahkan menginspirasi pengembangan sensor inframerah baru
05:19untuk robot bedah dan kamera termal generasi berikutnya.
05:23Satu organ seujung koin tersembunyi di wajah ular
05:26ternyata menyimpan rahasia tentang bagaimana tubuh makhluk hidup
05:30bisa memproses dunia dengan cara yang bahkan teknologi manusia baru mulai tiru.
05:35Di kegelapan malam, di antara dedaunan dan bayang-bayang,
05:38ada makhluk yang melihat dunia lewat panas, bukan cahaya.
05:42Dan kalau cerita ini membuatmu berpikir tentang betapa beragamnya
05:45cara makhluk hidup menghadapi dunia,
05:48tulis di komentar hewan apalagi yang menurutmu punya indera luar biasa yang belum banyak dibahas.
05:54Terima kasih sudah menonton sampai sini.
05:57Jangan lupa subscribe supaya video sains seperti ini langsung muncul di berandamu.
06:02Sampai jumpa di cerita berikutnya.

Dianjurkan