00:00Angin bertiup 60 km per jam, cukup kuat untuk menumbangkan pohon-pohon di pinggir jalan.
00:06Tapi di langit yang sama, seekor burung camar melayang tanpa bergerak 1 cm pun ke belakang.
00:12Tubuhnya seolah terpaku di udara padahal angin mendorongnya dengan kekuatan yang cukup untuk menghancurkan payung.
00:19Bagaimana mungkin? Bukankah seharusnya dia terbawa angin seperti daun kering yang terbang tak beraturan?
00:26Pertanyaan ini sudah membingungkan para peneliti selama berabad-abad.
00:30Bahkan Leonardo da Vinci pada abad ke-15 menghabiskan bertahun-tahun mengamati burung terbang,
00:35mencoba menggambar mesin terbang yang bisa meniru kemampuan mereka.
00:39Dan pada tahun 1903, bersaudara Wright secara resmi mengakui bahwa desain sayap pesawat mereka terinspirasi langsung dari cara burung mengelola
00:49angin.
00:50Tapi mereka baru memecahkan sebagian kecil misterinya.
00:54Ada satu prinsip penerbangan burung yang bahkan teknologi penerbangan modern pun baru mulai benar-benar pahami.
01:00Ini yang bikin ilmuwan penasaran selama puluhan tahun.
01:04Kalau burung hanya mengandalkan kepakan sayap, kenapa saat angin berlawanan mereka justru tidak perlu mengepak lebih keras.
01:11Bahkan beberapa spesies seperti elang botak dan burung albatros justru terlihat lebih santai saat angin kencang.
01:17Seolah angin yang seharusnya menghalangi mereka justru memberi mereka tenaga tambahan.
01:23Dan nanti ada satu temuan tentang aliran udara di sekitar sayap burung yang membuat semua teori konvensional tentang penerbangan berantakan.
01:31Tapi kita mulai dari awal dulu.
01:34Pertama, kita perlu paham bahwa sayap burung itu bukan sekadar alat untuk mengayuh udara seperti dayung mengayuh air.
01:41Bentuk sayap burung menyerupai profil aerofoil, yaitu bentuk melintang yang lebih cembung di bagian atas dan lebih rata di bagian
01:48bawah.
01:48Ini sama persis dengan prinsip yang dipakai di sayap pesawat terbang.
01:53Ketika udara mengalir melewati permukaan atas sayap yang cembung, udara harus menempuh jarak lebih panjang.
02:00Dan karena udara di atas dan di bawah sayap harus bertemu kembali di ujung belakang pada waktu yang bersamaan,
02:07kecepatan udara di atas sayap jadi lebih tinggi.
02:09Inilah yang menciptakan perbedaan tekanan antara bagian atas dan bawah sayap.
02:15Tekanan di bawah sayap jadi lebih tinggi dan tekanan di atas jadi lebih rendah.
02:20Perbedaan tekanan ini menghasilkan gaya angkat yang mendorong sayap ke atas.
02:24Ini dikenal dalam dunia aerodinamika sebagai hukum Bernoulli.
02:28Prinsip ini menjelaskan mengapa pesawat bisa terbang dan mengapa burung bisa melayang di udara.
02:34Tapi ada satu hal penting yang sering dilupakan.
02:37Ketika burung terbang melawan angin, kecepatan angin yang datang dari depan justru menambah kecepatan relatif udara
02:44yang melewati sayap.
02:45Kecepatan relatif yang lebih tinggi berarti perbedaan tekanan yang lebih besar.
02:50Perbedaan tekanan yang lebih besar berarti gaya angkat yang lebih kuat.
02:54Jadi semakin kencang angin berlawanan, semakin kuat pula daya angkat yang diterima sayap burung.
03:00Angin yang seharusnya menahan mereka justru menjadi bantuan.
03:04Tapi itu baru setengah cerita.
03:07Ada satu fitur pada sayap burung yang membuat ilmuwan benar-benar terkesan.
03:11Perhatikan ujung sayap burung saat mereka terbang.
03:14Di situ ada celah antara bulu-bulu primer yang terpisah seperti jari-jari, tangan yang terbuka.
03:19Celah ini bukan cacat dan bukan kebetulan.
03:23Fungsi celah sayap ini adalah memecah pusaran udara besar di ujung sayap menjadi pusaran-pusaran kecil yang lebih stabil.
03:30Tanpa celah ini, ujung sayap akan menciptakan turbulensi liar yang menghabiskan energi dan mengurangi efisiensi terbang.
03:38Dengan celah itu, burung memanfaatkan pusaran udara untuk menghasilkan gaya dorong tambahan
03:43yang membantu mereka tetap di posisi meski melawan angin kencang.
03:47Penelitian dari Universitas Teknologi Lund di Sweden menunjukkan
03:51bahwa celah ujung sayap ini bisa meningkatkan efisiensi penerbangan hingga 15% dibandingkan sayap tanpa celah.
03:59Teknologi ini sekarang diadopsi oleh insinyur penerbangan untuk mendesain ujung sayap pesawat komersial
04:04yang kita naiki setiap hari, yang disebut winglet.
04:08Bayangkan sejenak, setiap kali kamu naik pesawat dan melihat ujung sayap yang melengkung ke atas,
04:14itu adalah hasil belajar dari burung yang hidup jutaan tahun sebelum pesawat pertama dibuat.
04:20Sayap seikor burung yang hanya selebar tangan orang dewasa menyimpan prinsip-prinsip fisika
04:26yang menggerakkan industri penerbangan bernilai ratusan miliar dolar.
04:30Kalau cerita ini membuatmu tertarik, tulis di komentar burung apa yang paling sering
04:35kamu lihat terbang melawan angin di sekitarmu.
04:38Terima kasih sudah mampir dan menonton sampai habis.
04:41Tekan like kalau suka dan subscribe supaya tidak ketinggalan pembahasan sains selanjutnya.
04:46Sampai ketemu lagi.