Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 2 hari yang lalu
Pernah terbayang bagaimana rasanya tidur tanpa kasur, bantal, bahkan tanpa permukaan untuk menopang tubuh? Di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS), para astronaut menghadapi kenyataan ini setiap malam. Tanpa gravitasi yang cukup kuat untuk menahan tubuh di tempat tidur, mereka harus mengembangkan metode unik agar bisa beristirahat. Dalam video ini, kita akan membongkar fakta-fakta mengejutkan tentang bagaimana manusia beradaptasi tidur di lingkungan tanpa bobot — dari kantong tidur yang dipaku ke dinding, posisi tubuh yang tidak biasa, hingga masalah kesehatan yang muncul akibat kurang tidur. Saksikan sampai akhir untuk mengetahui satu fakta yang jarang dibahas tentang dampak mikrogravitasi pada pola tidur astronaut yang justru membuat mereka kesulitan tidur nyenyak bahkan setelah kembali ke Bumi.

Kategori

🗞
Berita
Transkrip
00:00Setiap malam, 400 km di atas kepala kita, ada 6 orang yang mencoba tidur sambil melayang.
00:08Mereka tidak punya kasur, mereka tidak punya bantal, bahkan tidak punya tempat tidur dalam arti yang kita kenal.
00:14Dan yang paling aneh, tubuh mereka justru tidak mau tidur sama sekali.
00:19Di bumi, gravitasi adalah teman tidur kita yang paling setia.
00:23Begitu kita merebahkan badan, otot-otot langsung rileks, tekanan merata ke permukaan kasur, dan otak mengirim sinyal, ini waktunya istirahat.
00:32Tapi di luar angkasa, gravitasi hampir nol, tubuh tidak punya sinyal itu.
00:38Para astronaut di stasiun luar angkasa internasional melaporkan rata-rata, hanya tidur 6 jam per malam, padahal jadwal resmi mereka
00:46menyediakan waktu 8,5 jam.
00:49Ada satu detil kecil dari rutinitas tidur mereka yang jarang disebut, detil yang justru menjelaskan mengapa banyak astronaut mengaku tidak
00:58pernah benar-benar nyenyak selama berbulan-bulan di luar angkasa.
01:03Bayangkan tidur di dalam kantong tidur yang dipaku ke dinding, itulah cara astronaut tidur setiap malam.
01:09Kantong tidur mereka dilengkapi tali pengikat dan perekat yang menempel kuat pada dinding modul ISS.
01:16Tanpa ini, tubuh akan melayang bebas ke seluruh ruangan, menabrak instrumen ilmiah bernilai jutaan dolar, atau bahkan secara tidak sengaja
01:24memencet tombol-tombol kritis di panel kontrol.
01:28Posisi tidurnya pun tidak biasa.
01:30Kita terbiasa tidur telentang atau miring dengan kepala di atas bantal.
01:35Astronaut, mereka tidur dalam posisi seperti berdiri, dengan tubuh vertikal menempel di dinding, atau kadang melayang dengan posisi apapun yang
01:43nyaman karena tanpa gravitasi, tidak ada atas atau bawah.
01:48Beberapa astronaut bahkan melaporkan tidur dengan tangan mengambang di depan wajah mereka, sesuatu yang di bumi akan terasa aneh, tapi
01:55di luar angkasa sudah jadi pemandangan biasa setiap pagi.
02:00Masalahnya bukan hanya soal posisi. Di bumi, sistem vestibular di telinga bagian dalam kita terus mendeteksi gravitasi, memberi tahu otak
02:09arah mana yang bawah.
02:10Informasi ini membantu tubuh memasuki fase tidur nyenyak. Di luar angkasa, sistem vestibular bingung total.
02:17Tidak ada gravitasi untuk dideteksi. Otak menerima sinyal kontradiktif, mata melihat langit-langit, tapi telinga bilang tidak ada bawah.
02:26Hasilnya, banyak astronaut mengalami apa yang disebut space motion sickness, mual, pusing, dan kesulitan tidur di hari-hari pertama.
02:36Bahkan setelah beradaptasi, pola tidur mereka tetap terganggu.
02:40Sebuah penelitian dari Harvard Medical School yang memantau 85 astronaut selama misi Space Shuttle dan ISS menemukan bahwa 50 hingga
02:4970 persen dari mereka menggunakan obat tidur secara rutin.
02:53Angka itu jauh lebih tinggi dibandingkan populasi umum di bumi.
02:58Ini seperti mencoba tidur di roller coaster yang berhenti di puncak, tubuh tidak pernah benar-benar merasa aman untuk beristirahat.
03:07NASA dan badan antariksa lainnya sudah mengembangkan berbagai strategi untuk mengatasi masalah tidur ini.
03:14Selain kantong tidur khusus, astronaut diberi penutup mata dan penyumbat telinga.
03:18Kenapa?
03:20Karena ISS mengorbit bumi setiap 90 menit, artinya mereka mengalami 16 matahari terbit dan terbenam setiap hari.
03:29Siklus cahaya gelap yang kita kenal di bumi benar-benar tidak ada.
03:33Bayangkan tubuhmu mencoba memahami kapan harus tidur ketika matahari terbit 16 kali dalam 24 jam.
03:41Beberapa modul ISS dilengkapi pencahayaan khusus yang bisa diatur warnanya dari biru terang untuk meningkatkan kewaspadaan saat kerja menjadi merah
03:50lembut untuk membantu tubuh memproduksi melatonin, hormon yang mengatur rasa kantuk.
03:55Ini seperti memiliki matahari buatan yang bisa dikendalikan sesuai jadwal tidur.
04:01Astronaut juga diajarkan teknik relaksasi dan pernapasan khusus sebelum tidur karena di lingkungan tanpa bobot, tubuh cenderung melayang dalam posisi
04:10yang tidak ergonomis, lengan terangkat kaki melayang yang membuat otot tetap aktif alih-alih rileks sepenuhnya.
04:17Dan ini yang paling mengejutkan. Masalah tidur, astronaut tidak berhenti begitu mereka kembali ke bumi.
04:24Setelah berbulan-bulan di luar angkasa, tubuh mereka sudah terbiasa dengan lingkungan tanpa gravitasi.
04:31Ketika gravitasi bumi kembali menarik, sistem vestibular harus diatur ulang, proses yang bisa memakan waktu berminggu-minggu.
04:39Banyak mantan astronaut melaporkan insomnia kronis dan gangguan tidur selama berbulan-bulan setelah pendaratan.
04:46Sebuah studi dari Universitas Colorado Boulder Meder menemukan bahwa beberapa astronaut mengalami pergeseran ritme sirkadian yang bertahan hingga enam bulan
04:55setelah kembali.
04:56Mereka tidur lebih sedikit, lebih sering terbangun di malam hari, dan merasa kurang segar saat bangun.
05:03Ini seperti jet lag ekstrim yang tidak kunjung hilang, efek samping dari hidup di lingkungan yang sama sekali tidak manusiawi
05:10selama berbulan-bulan.
05:13Kadang kita lupa betapa berharganya hal sederhana seperti tidur malam yang nyenyak.
05:18Di sini, di bumi, gravitasi dengan setia menahan tubuh kita setiap malam, sesuatu yang begitu biasa sampai kita tidak pernah
05:25memikirkannya.
05:27Tapi bagi mereka yang hidup 400 km di atas sana, tidur adalah perjuangan harian yang membutuhkan peralatan khusus, pencahayaan buatan,
05:36dan strategi yang rumit.
05:38Terima kasih sudah menonton, sampai akhir.
05:41Kalau menurutmu tidur di luar angkasa terdengar lebih sulit dari yang kamu bayangkan, tulis di komentar bagian mana yang paling
05:48mengejutkan buatmu.
05:50Tekan like kalau video ini memberimu perspektif baru, dan subscribe supaya kita bisa menjelajahi lebih banyak rahasia luar angkasa bersama.
05:59Sampai jumpa di video berikutnya.

Dianjurkan