Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 1 hari yang lalu
Pernah terpikir kenapa capung hampir tidak pernah bisa ditangkap tangan kosong? Ternyata, rahasinya ada di matanya. Setiap mata capung memiliki sekitar 30.000 unit penglihatan kecil bernama ommatidia, yang masing-masing bekerja seperti kamera terpisah. Dengan sistem seperti ini, mereka bisa mendeteksi gerakan sekecil kedipan mata dari berbagai arah sekaligus.

Video ini membongkar bagaimana mata majemuk capung bekerja, mengapa bidang penglihatannya hampir 360 derajat, dan bagaimana otak mereka memproses ribuan gambar sekaligus dalam hitungan milidetik. Kita juga akan lihat mengapa sistem penglihatan ini membuat capung menjadi salah satu predator udara paling efisien di dunia.

Kalau kamu suka konten sains ringan yang bikin kagum, subscribe dan nyalakan lonceng notifikasi supaya tidak ketinggalan video berikutnya. Tulis di komentar, menurutmu hewan apa lagi yang punya kemampuan penglihatan luar biasa?
Transkrip
00:0030 ribu lensa, itu jumlah yang tersembunyi di dalam satu mata capung.
00:04Bukan satu kamera, bukan dua, tapi 30 ribu unit penglihatan kecil yang bekerja secara bersamaan.
00:11Jika manusia hanya punya satu lensa per mata, capung punya ribuan dan masing-masing menangkap gambar dari sudut yang sedikit
00:18berbeda.
00:19Dunia yang mereka lihat bukan sekadar lebih tajam, dunia itu benar-benar berbeda.
00:24Coba ingat-ingat, pernahkah kamu berhasil menangkap capung dengan tangan kosong?
00:29Yang kemungkinan besar tidak, dan itu bukan karena kamu lambat, tapi karena bagi capung, gerakanmu terlihat seperti video slow motion.
00:37Mereka bisa mendeteksi perubahan posisi sekecil 1 derajat dalam sepersekian detik.
00:43Peneliti di University of Adelaide menemukan bahwa mata capung bisa memproses sekitar 200 frame per detik.
00:49Manusia hanya 60.
00:51Itu artinya dunia bergerak 3 kali lebih lambat di mata mereka.
00:56Bayangkan kamu menonton film dengan kecepatan sepertiga dari normal, setiap detil, setiap bayangan, setiap pergerakan kecil jadi sangat jelas.
01:04Tapi kecepatan hanyalah setengah cerita.
01:07Bagian yang bikin ilmuwan terus menggaruk kepala selama puluhan tahun adalah seberapa luas mata ini bisa melihat.
01:14Mata manusia punya bidang pandang sekitar 180 derajat.
01:18Itu sudah termasuk area penglihatan tepi yang buram.
01:21Mata capung?
01:23Hampir 360 derajat penuh.
01:25Mereka bisa melihat di atas, di bawah, di belakang, dan di samping semua sekaligus tanpa perlu memutar kepala.
01:33Dan nanti ada satu detil tentang bagaimana otak mereka memproses semua informasi ini yang membuat teori lama tentang penglihatan serangga
01:40harus ditulis ulang, tapi kita mulai dari bagian paling dasar dulu.
01:46Setiap mata capung terdiri dari unit-unit kecil bernama omatidia.
01:50Setiap omatidium punya kornea sendiri, lensa sendiri, dan sel fotoreseptor sendiri, seperti kamera mini yang mandiri.
01:57Di bagian tengah mata, yang disebut zona fovea, omatidianya lebih besar dan lebih rapat.
02:03Ini area dengan ketajaman tertinggi, seperti layar retina 4K di tengah monitor biasa.
02:08Saat seekor capung terbang, zona fovea ini aktif memindai area di depannya secara detil, sementara ribuan omatidia di sisi tepi
02:16terus memantau gerakan di sekeliling.
02:19Sistem ini bekerja seperti satelit pengintai yang memantau area luas, tapi bisa langsung zoom ke target spesifik dalam hitungan milidetik.
02:27Ada satu hal lagi yang membuat mata capung begitu istimewa.
02:31Setiap omatidium punya sensitivitas warna yang berbeda-beda.
02:35Beberapa sangat peka terhadap warna hijau, yang lain ke biru, dan sekelompok kecil bahkan bisa mendeteksi cahaya ultraviolet, spektrum yang
02:43sama sekali tidak terlihat oleh mata manusia.
02:46Gabungan ini membentuk peta warna dunia yang jauh lebih kaya dari yang kita bayangkan.
02:50Dan yang paling mengejutkan, setiap unit omatidium tidak hanya menangkap cahaya, ia juga menghitung perubahan intensitas cahaya dari waktu ke
02:59waktu.
03:00Ini artinya deteksi gerakan sudah terjadi di level mata, bukan di otak.
03:04Otak tinggal menerima sinyal yang sudah jadi, seperti menerima laporan yang sudah diringkas.
03:10Alhasil, reaksi terbang capung dari mendeteksi mangsa hingga menangkapnya hanya butuh waktu sekitar 50 milidetik, lebih cepat dari satu kedipan
03:19mata manusia.
03:21Sekarang bagian yang tadi kita janjikan, ternyata kedua mata capung tidak bekerja dengan cara yang sama, mata kiri dan mata
03:28kanan punya area fovea yang berbeda, dan masing-masing terhubung ke belahan otak yang berbeda pula.
03:35Penelitian dari University of Cambridge menunjukkan bahwa mata atas lebih aktif memproses obyek yang bergerak cepat, sementara mata bawah lebih
03:43fokus memetakan lanskap dan menentukan arah terbang.
03:45Jadi bukan sekadar dua kamera, tapi dua sistem pemrosesan terpisah yang saling melengkapi.
03:51Di saat manusia harus melatih otak selama bertahun-tahun, untuk koordinasi mata tangan yang baik, capung sudah lahir dengan sistem
03:59pelacakan target otomatis yang lebih canggih dari teknologi militer manapun yang pernah dibuat manusia.
04:06Satu fakta bonus sebelum kita tutup, capung sudah ada di planet ini jauh sebelum dinosaurus muncul.
04:11Fosil capung tertua yang ditemukan berusia sekitar 300 juta tahun, dan pada masa itu, rentang sayapnya bisa mencapai 70 cm,
04:21sebesar burung elang dewasa.
04:23Sistem mata majemuk yang kita bahas tadi sudah bekerja sejak zaman itu, tanpa perubahan mendasar selama ratusan juta tahun.
04:31Kalau cerita ini membuatmu melihat capung dengan cara baru, tulis di komentar hewan kecil apa yang menurutmu punya kemampuan paling
04:38mengejutkan.
04:40Makasih sudah nonton sampai habis, tekan like kalau kamu suka, dan subscribe supaya tidak ketinggalan video berikutnya.
04:46Sampai ketemu lagi!
04:48Sampai ketemu lagi!

Dianjurkan