Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 2 hari yang lalu
Pernah terpikir bagaimana pesawat yang sudah miliaran kilometer jauhnya masih bisa mengirim foto dan data ke Bumi? Jawabannya ada di tiga lokasi tersembunyi di permukaan Bumi yang disebut Deep Space Network. Dalam video ini, kita akan mengupas cara kerja jaringan raksasa ini — mulai dari antena sebesar gedung dua lantai yang harus berputar sangat pelan, sinyal lemah yang harus diperkuat triliunan kali, hingga tantangan menjaga koneksi dengan Voyager 1 yang sudah berada di ruang antarbintang. Kita juga akan melihat bagaimana satu panggilan telepon sederhana dari Mars membutuhkan waktu hingga 24 menit untuk sampai, dan apa yang terjadi ketika jaringan ini kehilangan kontak dengan pesawat selama beberapa menit. Ini adalah kisah tentang bagaimana manusia membangun telinga raksasa untuk mendengarkan bisikan dari ujung tata surya. Jangan lupa subscribe dan tulis di komentar pertanyaanmu tentang luar angkasa!

Kategori

🗞
Berita
Transkrip
00:0018 November 2023, sebuah sinyal radio tiba di bumi setelah menempuh perjalanan 24 miliar kilometer.
00:08Sumbernya, Voyager 1, pesawat ruang angkasa yang diluncurkan tahun 1977 dan kini berada di tepi tata surya.
00:19Sinyal itu sangat lemah, dayanya hanya sekitar 23 watt lebih redup dari bola lampu kamar tidurmu.
00:26Tapi entah bagaimana, dari jarak yang bahkan cahaya butuh 22 jam untuk menempuhnya, sinyal itu berhasil ditangkap.
00:34Dan caranya?
00:36Melibatkan jaringan antena raksasa yang tersebar di tiga titik paling terpencil di bumi.
00:42Begini masalahnya, di luar angkasa tidak ada udara, tidak ada kabel, tidak ada menara sinyal, hanya kehampaan kosong yang membentang
00:50tak berujung.
00:51Jadi bagaimana mungkin sebuah pesawat yang sudah berada di luar, di luar pengaruh gravitasi matahari masih bisa mengirim pesan?
00:59Jawabannya ada di satu jaringan komunikasi yang disebut Deep Space Network atau DSN yang dioperasikan oleh NASA.
01:06Jaringan ini terdiri dari tiga komplek antena, para bola raksasa, masing-masing berlokasi di Goldstone, California, Madrid, Spanyol, dan Cumbera,
01:16Australia.
01:16Tiga lokasi ini dipilih secara strategis, sehingga setidaknya satu dari mereka selalu menghadap ke arah pesawat ruang angkasa, kapanpun dan
01:26dimanapun posisinya.
01:28Tapi ada satu tantangan teknis yang hampir membuat Voyager 1 dianggap hilang selamanya pada tahun 2020,
01:35dan cara NASA mengatasinya membongkar batas kemampuan komunikasi manusia.
01:41Untuk memahami bagaimana ini bekerja, kita perlu kembali ke dasar.
01:45Pesawat ruang angkasa berkomunikasi menggunakan gelombang radio jenis energi elektromagnetik yang sama dengan yang dipakai radio FM atau ponselmu.
01:55Bedanya, pesawat di luar angkasa mengirim gelombang ini langsung ke angkasa, dan antena di bumi harus menangkapnya.
02:01Tapi ini bagian yang tricky.
02:04Semakin jauh pesawatnya, semakin lemah sinyal yang diterima.
02:08Bayangkan kamu berteriak di satu ujung stadion sepak bola, suaramu terdengar samar di ujung lain.
02:14Sekarang bayangkan stadion itu memanjang sejauh 24 miliar kilometer, itulah skala masalah yang dihadapi DSN.
02:23Maka dari itu, setiap komplek DSN dilengkapi dengan antena para bola berdiameter hingga 70 meter setara tinggi gedung 20 lantai.
02:32Antena sebesar ini tidak bisa berputar cepat.
02:35Kecepatan rotasinya hanya sekitar 0,4 derajat per detik, lebih lambat dari jarum menit pada jam dinding.
02:43Ini diperlukan agar antena bisa melacak posisi pesawat yang bergerak puluhan ribu kilometer per jam dengan presisi tinggi.
02:51Ketika sinyal dari Voyager 1 akhirnya sampai di permukaan antena, dayanya sudah turun menjadi sekitar 10 pangkat minus 16 watt.
03:00Angka itu terlalu kecil untuk diukur oleh alat konvensional.
03:04Maka sinyal itu diteruskan ke low noise amplifier, penguat yang didinginkan hingga mendekati 0 absolute, sekitar minus 268 derajat Celsius,
03:15untuk mengurangi gangguan sinyal dari panas perangkat itu sendiri.
03:18Setelah diperkuat, sinyal tersebut naik dayanya sekitar 10 triliun kali lipat.
03:24Baru kemudian data itu bisa diubah menjadi foto, angka, atau teks yang bisa dipahami manusia.
03:31Satu hal yang sering dilupakan orang, komunikasi luar angkasa tidak instan.
03:36Sinyal radio bergerak dengan kecepatan cahaya sekitar 300 ribu kilometer per detik.
03:43Itu berarti sinyal dari Mars butuh waktu antara 3 hingga 22 menit untuk sampai ke bumi, tergantung posisi kedua planet.
03:51Jadi kalau kamu menelpon seseorang di Mars, kamu bicara, lalu menunggu hingga 24 menit sebelum jawaban datang.
03:59Bahkan untuk misi di orbit bumi sekalipun, seperti stasiun luar angkasa internasional, ada tundaan sekitar 1 detik.
04:06Untuk Voyager 1 yang sekarang berjarak sekitar 24 miliar kilometer, tundaannya lebih dari 22 jam.
04:15Bayangkan mengendalikan pesawat dengan perintah yang baru sampai sehari kemudian.
04:19Itulah sebabnya banyak pesawat luar angkasa modern memiliki sistem otonomi.
04:25Mereka harus bisa mengambil keputusan sendiri untuk situasi darurat.
04:29Dan inilah bagian yang paling mengejutkan.
04:33Pada tahun 2020, Voyager 1 mulai mengirim data yang tidak bisa-bisa dipahami,
04:38pola bit acak yang tidak sesuai dengan format apapun.
04:42Tim di Jet Propulsion Laboratory NASA sempat mengira pesawat itu rusak permanen.
04:47Tapi setelah berbulan-bulan menganalisis, mereka menemukan penyebabnya.
04:52Salah satu chip memori berkapasitas, hanya 64 bit mengalami kerusakan 1 bit, 1 bit dari 64.
05:01Itu menyebabkan sistem komunikasi pesawat mengalihkan data ke perangkat lunak lama
05:05yang sudah tidak digunakan selama puluhan tahun.
05:08NASA berhasil mengirim perbaikan dari bumi dari jarak 24 miliar kilometer,
05:14dan Voyager 1 kembali mengirim data normal.
05:18Fakta ini menunjukkan sesuatu yang luar biasa.
05:21Manusia mampu memperbaiki perangkat keras di ujung tata surya hanya
05:25dengan mengandalkan gelombang radio dan antena parabola.
05:30Teknologi yang dirancang tahun 1970-an masih berfungsi,
05:34diperbaiki oleh teknologi tahun 2020-an dari jarak yang tidak bisa dibayangkan.
05:41Ada sesuatu yang sangat manusiawi dari kisah ini.
05:45Di tengah kehampaan kosong antar bintang,
05:48di mana tidak ada satupun atom udara untuk membawa suara,
05:52manusia membangun telinga raksasa dari beton dan logam
05:55hanya untuk mendengarkan bisikan dari benda buatan sendiri
05:58yang sudah terbang sangat jauh dari rumah.
06:01Setiap kali kamu menyalakan GPS di ponsel
06:05atau melihat foto planet Saturnus yang dikirim oleh Cassini,
06:08ingatlah bahwa semua itu datang melalui jaringan antena
06:11yang sebagian besar orang tidak pernah tahu ada.
06:15Kalau cerita ini membuatmu penasaran tentang bagaimana teknologi ruang angkasa bekerja,
06:20tulis di komentar pertanyaan apa yang paling mengganggu
06:23pikiranmu tentang komunikasi di luar angkasa.
06:26Makasih sudah menonton sampai habis,
06:29semoga ada satu fakta yang menempel di kepalamu hari ini.
06:33Tekan subscribe kalau kamu ingin ikut perjalanan berikutnya
06:36dan sampai ketemu lagi di video selanjutnya.
06:40Terima kasih telah menonton!

Dianjurkan