- 2 hari yang lalu
- #jampidsus
- #febrieadriansyah
- #korupsi
KOMPAS.TV - Proses hukum tersangka dugaan tindak pidana korupsi dan pencucian uang, yakni eks Jampidsus Kejaksaan Agung, Febrie Adriansyah, memasuki babak baru.
Polri menyerahkan perkara dan tersangka kepada Kejaksaan, termasuk barang bukti 74 kg emas dan uang senilai lebih dari Rp500 miliar.
Komitmen polisi dan jaksa dalam pemberantasan tindak pidana korupsi kini diuji. Publik menanti komitmen pengusutan hukum yang tuntas dan transparan.
Saksikan selengkapnya dalam program DIPO Investigasi episode Labirin Hukum: Kasus Eks Jampidsus. Tayang Senin, 20 Juli 2026 pukul 20.30 WIB hanya di KompasTV!
#jampidsus #febrieadriansyah #korupsi
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/video/681533/full-polemik-kasus-eks-jampidsus-uang-dan-emas-74-kg-punya-siapa-dipo-investigasi
Polri menyerahkan perkara dan tersangka kepada Kejaksaan, termasuk barang bukti 74 kg emas dan uang senilai lebih dari Rp500 miliar.
Komitmen polisi dan jaksa dalam pemberantasan tindak pidana korupsi kini diuji. Publik menanti komitmen pengusutan hukum yang tuntas dan transparan.
Saksikan selengkapnya dalam program DIPO Investigasi episode Labirin Hukum: Kasus Eks Jampidsus. Tayang Senin, 20 Juli 2026 pukul 20.30 WIB hanya di KompasTV!
#jampidsus #febrieadriansyah #korupsi
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/video/681533/full-polemik-kasus-eks-jampidsus-uang-dan-emas-74-kg-punya-siapa-dipo-investigasi
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:00Nagu telah memanggil saudara F.A. untuk diperiksa sebagai tersangka.
00:08Donito, ada yang disampaikan, Donito?
00:10Umumkan anil dengan Febri seperti apa, Donito?
00:14Mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung, Febri Adriansia,
00:19resmi ditetapkan sebagai tersangka terkait dugaan tindak pidana korupsi
00:23dan pencucian uang oleh kepolisian Republik Indonesia.
00:26Namun langkah polisi yang menyerahkan perkara penyidikan ke Kejaksaan Agung
00:30dinilai cacat prosedur dan menabrak aturan hukum.
00:34Meski kedua institusi berdalih penyerahan kasus ini adalah bentuk sinergi,
00:38namun langkah tersebut terlanjur menuai polemik di tengah publik.
00:43Inilah episode ke-81, Dipo Investigasi.
00:45Saya Dipo Terubahagia, saya akan menelusuri dan mencari bukti secara langsung
00:48dari berbagai lokasi pengledahan dan gedung mundar Kejaksaan Agung.
01:03Kita juga telah menetapkan Saudara FA dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi
01:10dan atur tindak pidana pencucian uang.
01:16Secara langsung saya akan datangi Saudara,
01:18kediaman dari mantan Jampitsus Kejaksaan Agung, Febri Adriansia,
01:22yang sejak ditetapkan sebagai tersangka, belum terlihat kehadapan publik.
01:28Mau nanya soal keberadaan Pak Febri masih di rumah ini nggak, Pak?
01:36Setelah saya tiba di Jalan Cipeteraya, Jakarta Selatan.
01:40Satu dari tiga belas lokasi yang digeledah oleh polisi
01:44untuk mengungkap dugaan tindak pidana korupsi,
01:48termasuk dugaan tindak pidana pencucian uang
01:51yang menyeret nama Febri Adriansia.
01:55Dan ini adalah ruko yang kemudian didatangi oleh polisi.
01:58Saya dilihat, tergembok dan juga dirantai.
02:00Polisi.
02:05Abang waktu itu dimintai keterangan juga sama polisi?
02:08Iya, dimintai keterangan.
02:10Menunjukin foto-foto.
02:11Kalau foto ini, Bang, ditunjukkan juga?
02:13Iya, ditunjukkan juga.
02:15Ini foto Febri ya, saudara ya.
02:20Salah satu episetrum ataupun titik terpenting
02:23dalam rangkaian penggeledahan
02:26adalah rumah milik ex-Jampitsus Febri Adriansia.
02:30Dan kini sudah dipasang garis polisi.
02:34Pasang rumah sentuh, itu memang rumah pribadi Jampitsus.
02:40Dan mengenai uang kami yakin dapat dipersongjokkan
02:44dengan benar.
03:0274 kg emas itu apakah seluruhnya milik Febri?
03:05Yang kedua juga soal tabel kerajaan Febri Adriansia
03:09terkait tambang, sawit, dan juga pemerasan kerap putih.
03:11Apakah ini juga sudah didalamnya oleh polisi dan kejaksaan?
03:13Tadi yang ditanyakan Mas Dipo,
03:15kita sama-sama memberi ruang kepada
03:18teman-teman penyinti kejaksaan.
03:20Tadi sudah disampaikan ke Pus Pencum
03:22bahwa ini transparan.
03:30Dapat dipastikan bahwa tidak ada konflik kepentingan, Pak?
03:32Tidak ada, profesional.
03:35Sebenarnya ini anomali.
03:37Anomali, kenapa disebut anomali?
03:39Karena tidak sesuai dengan kuhak.
03:40Saya itu melihatnya mungkin agak mirip-mirip
03:43kasus cicak dan buaya.
03:45Ada mungkin keteribatan pejabat lain, Pak?
03:49Sebenarnya dalam kurun waktu tiga hari,
03:52Koks Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Polri
03:54bersama Direkturat Reserse Kriminal Khusus
03:57Polda Metro Jaya menggeledah 13 lokasi berbeda
04:01di kawasan Jakarta, Tanggerang Selatan,
04:04hingga Bogor, Jawa Barat.
04:06Penggeledahan ini dilakukan untuk mendalami
04:08dugaan tindak pidana korupsi,
04:10termasuk tindak pidana pencucian uang
04:12yang diduga menjerat ex-jampitsus kejaksaan agung
04:16Febri Adriansyah.
04:19Kasus yang menjerat ex-jampitsus jadi atensi publik
04:22usai Kortas Polri bersama Polda Metro Jaya
04:25menggeledah sebuah kafe di Jalan Cipeteraya
04:27pada 8 Juli 2026.
04:30Di sini polisi temukan berangkas
04:32dari ukuran kecil hingga yang setinggi 2 meter.
04:35Total uang yang disita dalam batang uang asing dan rupiah
04:37sekitar 60 miliar rupiah.
04:41Di hari yang sama, polisi juga menggeledah
04:43koin money changer di Jalan Cipeteraya,
04:45Jakarta Selatan.
04:46Lokasinya berada persis di sebelah kafe di Klan Cipeteraya.
04:49Di lokasi ini polisi menyita aset uang
04:52sebesar 7,2 miliar rupiah
04:54dalam 16 mata uang asing
04:55dan 71 dokumen.
04:57Masih di hari yang sama,
04:59polisi juga menggeledah rumah milik
05:01Febri Adriansyah di Sentul Bokor, Jawa Barat.
05:04Yang menarik perhatian publik,
05:06di rumah ini polisi temukan
05:0774 kilogram emas batangan.
05:11Emas itu lalu disita bersama uang sekitar 476 miliar rupiah.
05:16Selain itu, polisi juga menyita 2 bingkai foto keluarga,
05:19dokumen, hingga berangkas.
05:21Pada 9 Juli tengah malam hingga 10 Juli bimihari,
05:24polisi kembali menggeledah rumah toko yang ada di Jalan Asum 2,
05:27Cipeteraya, Jakarta Selatan.
05:30Dan di ruko ini, polisi menyita uang senilai 1,17 miliar rupiah
05:34dan cek senilai 4,5 miliar rupiah.
05:37Pusai penggeledahan selama 3 hari berturut-turut,
05:40Kortas di Pit Corpori mengumumkan telah menetapkan
05:432 orang tersangka dalam kasus dugaan korupsi
05:45dan tindak pidana pencucian uang,
05:47yaitu Febri Adriansyah dan seorang pihak swasta
05:50bernama Don Rito.
05:52Pengumuman itu berlangsung sekitar 12 jam setelah Febri Adriansyah
05:56diumumkan mengundurkan diri dari posisinya
05:58sebagai jam pitsus.
06:06Setelah saya tiba di Jalan Cipeteraya, Jakarta Selatan.
06:11Satu dari 13 lokasi yang digeledah oleh polisi
06:15untuk mengungkap dugaan tindak pidana korupsi
06:18termasuk dugaan tindak pidana pencucian uang
06:21yang menyeret nama ex-jaksa agung muda
06:25tindak pidana khusus kejaksaan agung Febri Adriansyah.
06:29Saya akan masuk ke dalam, saudara,
06:31untuk menuju ke lokasi pertama yang digeledah oleh polisi
06:34pada 8 Juli 2026
06:36di sebuah cafe
06:38bernama Cafe The Clan Signature.
06:42Bisa dilihat
06:44bangunan yang tertutupi pagar
06:47berwarna hitam adalah
06:48Cafe The Clan Signature
06:50yang menyimpan uang 60 miliar rupiah
06:54di dalam sebuah berangkas rahasia.
06:56Saya akan datang di, saudara.
06:59Bisa dilihat, ya.
07:00Dari segi posisi
07:02ataupun lokasi
07:03Cafe The Clan Signature ini berada di hook
07:05antara jalan Cipete Raya dan juga Cipete Tiga.
07:09Dan kondisinya saat ini bisa ditunjukkan, ya.
07:11Tertutupi oleh pagar berwarna hitam
07:13dan masih terpampang, ya.
07:15Tulisan The Clan Signature
07:18Resto dan Cafe.
07:19Saya akan coba lebih mendekat, saudara.
07:21Karena sudah ditutup, ya.
07:22Tidak ada aktivitas berarti yang kemudian
07:25dilakukan di Cafe The Clan Signature.
07:27Ada tulisan tutup, ya.
07:29Close.
07:30Saya akan coba
07:32menyisiri
07:33bagian lainnya, saudara.
07:34Tapi seperti yang tadi saya tunjukkan juga bahwa
07:36tidak hanya di bagian belahan,
07:38di bagian atas, ya.
07:39Di bagian atas,
07:40termasuk juga di bagian
07:41samping ini masih bertuliskan
07:44The Clan Signature.
07:49Ada orang di depan,
07:51saya akan coba datangin.
07:51Pak, pak.
07:53Isin, pak, dari Kompas TV, pak.
07:56Bapak penjaga ini, The Clan.
07:58Tutup, pak.
08:00Penjaga apa?
08:00Tidak ada, pak.
08:01Tidak ada di kemarin.
08:03Oh, waktu pengledahan.
08:04Bapak security-nya?
08:05Iya.
08:06Oh, waktu pengledahan,
08:07bapak ada, pak?
08:08Ada.
08:09Ada, ya?
08:10Saya tidak tahu,
08:11masalah ini.
08:13Oke, pihak security mengatakan bahwa
08:16sudah tutup, ya.
08:16Sudah tutup,
08:17dan Cafe The Clan Signature ini
08:18tidak beroperasi,
08:19tapi saya akan coba
08:20lebih mendekat lagi, ya.
08:21Melihat posisinya.
08:25Dan ini adalah pintu
08:26yang saat itu didatangi oleh polisi, ya.
08:28Pada 8 Juli malam,
08:30masih ada dua mobil,
08:32dan juga ada beberapa motor di dalam.
08:35Pada 8 Juli 2026,
08:37polisi mengatakan bahwa
08:39pengledahan dilakukan
08:41di lantai dua
08:42di sejumlah ruangan.
08:44Ketika polisi
08:45memasuki salah satu ruangan
08:46yang ada di sana,
08:47polisi menemukan
08:48sebuah berangkas rahasia
08:50yang tertutupi lemari.
08:53Dan pada saat lemari tersebut dibuka,
08:55terlihat berangkas
08:56dengan ukuran 2x1 meter,
08:58dan saat itu juga
08:59polisi bahkan
09:01memanggil
09:02beberapa ahli kunci
09:04untuk kemudian membongkar
09:05berangkas rahasia tersebut,
09:07dan
09:08ternyata
09:09pengamanannya
09:10dapat dikatakan berlapis,
09:11karena di dalam berangkas
09:12terdapat dua berangkas kecil lainnya,
09:14yang kemudian disita oleh polisi,
09:16dan ditemukan
09:17sejumlah uang
09:18dengan nilai fantastis
09:19dalam valuta asing,
09:21dolar Amerika Serikat,
09:22dan juga dolar Singapura,
09:24yang jika
09:26dikalkulasikan secara rupiah,
09:27menyentuh angka
09:2860 miliar rupiah,
09:30saudara.
09:31Dan yang tidak kalah penting adalah
09:32dari 15 saksi yang kemudian
09:34sudah diperiksa oleh polisi,
09:35ada dua karyawan
09:37dari Cafe Declan Signature
09:39yang juga diperiksa
09:41oleh polisi.
09:42Saya akan datangi
09:43satu lokasi lagi,
09:45saudara,
09:47yang juga digeledah
09:49oleh polisi,
09:50karena
09:50sebelumnya
09:51kuasa hukum
09:53dari salah satu tersangka
09:54bernama Don Rito
09:55mengatakan bahwa
09:57betul
09:58Cafe Declan Signature ini
09:59adalah milik
10:01dari tersangka Don Rito,
10:02dan tidak hanya cafe ini,
10:03saudara.
10:04tetapi
10:05Money Changer
10:06yang berada persis
10:07di sebelah dari
10:09Cafe Declan Signature
10:10juga dimiliki
10:13oleh tersangka Don Rito,
10:15yang juga sudah
10:17digeledah
10:17oleh polisi.
10:19Bisa lihat ya,
10:20ini ada
10:20salah satu logo
10:22Money Changer ya,
10:23dengan nama
10:24Coin Money Changer.
10:25Saya akan coba masuk ke dalam,
10:26saudara,
10:26karena informasinya
10:27bahwa untuk
10:28Coin Money Changer ini
10:30berada di lantai dasar.
10:32Saya sudah mendapatkan izin,
10:33saudara,
10:34dari pihak pengolah gedung
10:35untuk melihat secara langsung
10:36seperti apa
10:38bangunan
10:38ataupun ruangan
10:39yang kemudian digunakan oleh
10:40Coin Money Changer.
10:42Ini adalah tampak luar ya,
10:43dituliskan sangat jelas
10:44Money Changer,
10:45yang pada
10:468 Juli
10:482026 di geledah oleh polisi.
10:50Saya akan coba
10:51masuk ke dalam,
10:51saudara,
10:51untuk melihat
10:52seperti apa
10:53tampak dalamnya ya.
10:55Di sini ya, Pak?
10:57Baik,
10:57saya akan masuk.
10:59Oke.
11:01Mungkin bisa ditunjukkan
11:02ruangan yang sebenarnya
11:03tidak terlalu besar.
11:06Ada alat
11:07menghitung uang
11:07di sana.
11:09Sementara ini
11:09di sebelahnya adalah
11:13ruangan yang digunakan
11:14untuk
11:16menukarkan uang.
11:17Kalau tadi di bagian depan
11:18tidak ada tulisan
11:19Coin Money Changer,
11:20tapi di bagian dalam
11:21bisa dilihat ya,
11:22ada logo
11:24bertuliskan
11:25Coin Money Changer
11:27Detek Tantor
11:28Omset Indonesia.
11:32Ini informasi yang sebelumnya
11:34disampaikan juga oleh polisi
11:36bahwa betul ada
11:3616 valuta asing
11:37yang kemudian disita.
11:38Kalau dirupiahkan,
11:41ini menyentuh
11:41angka 7,2 miliar rupiah,
11:43termasuk juga ada
11:4471 barang bukti
11:46yang dibawa oleh polisi
11:47termasuk 4 orang karyawan
11:49yang ada pada saat
11:51peneledahan
11:51dan diperiksa
11:53oleh polisi
11:54sebagai saksi.
12:06Setelah selain
12:07Cafe de Klan Signature
12:08dan juga
12:09Coin Money Changer,
12:11ada satu ruko lagi
12:11yang berada
12:13di jalan
12:14Asem 2
12:16Cipete Jakarta Selatan
12:17yang hanya berjarak
12:18kurang lebih
12:201 km
12:21dari
12:22Cafe de Klan Signature
12:24dan juga
12:25Coin Money Changer
12:27yang juga
12:28pada tanggal 9 hingga
12:3010 Juli
12:302026
12:32digeledah oleh polisi.
12:33Saat itu begitu banyak
12:34kendaraan polisi
12:35yang kemudian masuk
12:37ke bagian dalam
12:38untuk
12:39melakukan pengeledahan
12:41dan ditemukan
12:41uang
12:43kurang lebih
12:441,17 miliar rupiah
12:45termasuk juga
12:46cek
12:47dengan nominal
12:48angka 4,5 miliar rupiah
12:50yang sudah disita
12:51oleh polisi.
12:52saya akan coba masuk ke dalam
12:53untuk melihat
12:53situasinya.
12:59Dan ini adalah
13:01ruko yang kemudian
13:02pada tanggal 9
13:03sampai 10 Juli
13:042026
13:05didatangi oleh polisi.
13:06Saya mencoba
13:06cari informasi
13:08saudara.
13:09Dan ini
13:09saya dilihat
13:11visualisasinya
13:12tergembok
13:14dan juga
13:15di rantai.
13:17sebentar untuk bagian dalam
13:19AC-nya sebenarnya
13:20masih
13:21menyala ya.
13:24Karena ketika saya
13:28tempelkan ke bagian pintu
13:29ini masih sangat dingin
13:30di dalam.
13:31Cukup berbeda dengan
13:32ruko-ruko lainnya
13:33ketika ruko lainnya
13:34seperti ini ya
13:35misalnya ya.
13:36Transparan
13:37bisa dilihat dari luar
13:38ke bagian dalam
13:39tapi untuk
13:39ruko yang digeledah oleh polisi
13:41ini betul-betul reflektif
13:42artinya tidak bisa
13:44dilihat dari luar
13:48bahkan sangat tipis
13:49sekali tembus
13:50ke bagian dalam.
13:51Meski di
13:52rantai dan digembok
13:53ya saudara ya
13:54tapi
13:55ketika saya coba dorong
13:56ini
13:57terbuka
13:58bisa lihat ya
13:59ini bagian dalamnya
14:00ini sih
14:02tidak ada jawaban.
14:08Yang itu ruko apa ya bang ya?
14:10Abang tahu apa bang?
14:11Tahu kok katanya
14:12Yayasan bang.
14:13Yayasan?
14:14Iya.
14:15Yayasan apa bang?
14:16Saya kurang tahu bang.
14:17Setelah digeledah
14:19nggak ada aktivitas lagi
14:20berarti?
14:20Nggak ada.
14:21Kan dikunci sama polisi juga
14:22waktu penggeledahan
14:23abang ada bang?
14:24Ada.
14:24Abang waktu itu
14:25dimintai keterangan juga
14:26sama polisi?
14:27Iya dimintai keterangan.
14:28Soal?
14:30Menunjukin foto-foto
14:31Pak polisinya
14:32ini kamu kenalin ini gak?
14:33Kamu kenalin ini gak?
14:34Gitu doang.
14:35Foto apa itu?
14:36Foto orang.
14:38Foto orang.
14:39Ada salah satu
14:40tersangka bang
14:41yang sudah ditahan juga
14:43sama polisi
14:44salah satu foto
14:45yang ditunjukkan polisi
14:46ini bukan?
14:49Tidak tahu
14:50terus saya lupa lagi.
14:51Bukan?
14:52Bukan kan?
14:52Tapi pernah melihat orang ini mungkin?
14:54Belum pernah.
14:55Pertama kali
14:55melihat orang ini.
14:56Oke.
14:57Ini salah satu tersangka ya.
14:59Don Rito
15:00yang sudah ditahan oleh polisi.
15:01Artinya ini
15:01tidak pernah melihat
15:02di sini ya?
15:03Tidak pengen apa.
15:03Kalau foto ini bang?
15:07Eh ditunjukkan juga?
15:08Iya ditunjukkan juga.
15:09Foto Febri ini ditunjukkan juga?
15:11Ditunjukkan.
15:12Cuman
15:12ya karena saya
15:13belum pernah lihat.
15:14Ini foto
15:16Febri ya saudara ya
15:17yang juga ditanyakan ke
15:18bang
15:18saat proses penggeledahan
15:20berlangsung.
15:32Setelah salah satu
15:33epicentrum
15:33ataupun titik terpenting
15:35dalam rangkaian
15:36penggeledahan
15:37yang dilakukan oleh polisi
15:39pada 8 Juli
15:402026
15:41adalah
15:41rumah milik
15:43ex
15:44Jampitsus
15:45Febri Adriansyah.
15:46Dan ini adalah rumahnya saudara.
15:49Rumah yang berlokasi
15:50di kawasan Sentul
15:52Kabupaten Bogor Jawa Barat
15:53dan kini sudah
15:54dipasang
15:55garis polisi
15:56saya akan tunjukkan
15:57lebih dekat
15:59rumah yang berada di hook ya
16:01di hook dari
16:02Jalan Parahyangan G
16:05berlantai 2
16:05dan saat ini
16:08tentu kita tidak bisa
16:09masuk ke dalam
16:10karena ada garis polisi
16:10tapi
16:11bisa dilihat ya
16:12ini adalah situasi
16:13usai
16:14penggeledahan
16:15yang dilakukan oleh polisi
16:16pada 8 Juli
16:182026
16:19ini adalah bagian sampingnya ya
16:21bisa dilihat
16:22sebenarnya
16:22bagian pintu
16:23yang menuju ke dalam
16:25ini
16:25terbuka sedikit
16:26dan sudah dikonfirmasi
16:28oleh
16:29ex
16:30Jampitsus
16:31Febri Adriansyah
16:33bahwa rumah ini
16:34memang
16:36dimiliki oleh
16:37dirinya
16:38tetapi yang penting
16:39adalah
16:39dan yang juga
16:40menjadi menarik
16:41bahwa
16:41komisi
16:42pemberantasan korupsi
16:44sebelumnya
16:45menyebutkan
16:45rumah ini
16:46tidak masuk
16:47dalam laporan
16:49harta
16:49kekayaan
16:50penyelenggara negara
16:51atau LHKPN
16:52milik Febri Adriansyah
16:54dan itu bagian dalamnya ya
16:57rumah yang sangat mewah
16:59bahkan di rumah ini
17:00ada satu patung ya
17:01patung yang seolah
17:03menjadi penjaga
17:03dari rumah ini
17:04namun
17:05bisa dilihat
17:06tersegel
17:07ataupun
17:07terikat
17:08oleh garis polisi
17:10yang menandakan bahwa
17:11ada dugaan kuat
17:12tindak pidana
17:14korupsi
17:15termasuk juga
17:16tindak pidana
17:17pencucian uang
17:17yang ada di rumah ini
17:19karena
17:19seperti yang juga
17:21sebelumnya
17:21sudah disampaikan
17:22saudara
17:22oleh polisi
17:24bahwa
17:24dari dalam
17:26pintu ini
17:27saudara
17:27salah satu
17:29akses utama
17:30masuk
17:31ke rumah
17:33yang disebut
17:33milik
17:34ex
17:35Jampitsus
17:36Febri Adriansyah
17:37polisi berhasil
17:38mengamankan
17:39sejumlah
17:41barang bukti
17:41yang terbilang cukup
17:42fantastis
17:43dari rumah ini
17:44polisi
17:45menyita
17:46emas
17:47seberat
17:4874 kg
17:49dan juga
17:50uang tunai
17:52dalam berbagai macam
17:54valuta asing
17:55dengan nominal
17:56mencapai
17:56angka 476 miliar rupiah
17:59tidak jauh berbeda
18:00dengan berangkas
18:01yang kemudian
18:02ditemukan
18:02di Cafe Declan
18:04berangkas
18:05yang ditemukan
18:05di rumah
18:06bernomber 2 ini
18:08berada
18:09di area rahasia
18:11karena
18:11tertutup oleh
18:13dinding berpanel
18:14kayu
18:14dan yang menarik juga
18:15proses dari
18:17pembongkaran berangkas tersebut
18:18melibatkan ahli kunci
18:20karena
18:21seperti yang tadi juga
18:22kami sebutkan
18:23bahwa di dalam berangkas tersebut
18:24ada pengamanan berlapis
18:25di dalam berangkas
18:26masih ada berangkas yang lebih kecil
18:28untuk kemudian
18:28menyimpan
18:29sejumlah
18:30barang bukti
18:31yang sudah disita
18:32oleh polisi
18:33dan di dalam rumah ini juga
18:34saudara
18:34bahwa polisi menemukan
18:36ataupun menyita
18:36foto keluarga
18:37yang kemudian sudah
18:39dibawa
18:40dan saat ini memang
18:42posisinya sudah
18:43dilimpahkan
18:44kekejaksaan agung
18:48tentang rumah sentul
18:50itu memang rumah
18:53pribadi
18:54yang kisus
18:55yang sudah
18:56sejak lama
18:57itu bisa dilihat
18:59bagaimana proses
19:00kepemilikan
19:00sejak awal
19:01dan mengenai uang
19:03itu sudah saya jelaskan
19:04yang ditemukan
19:06bahwa itu ada
19:07pemilik
19:08bahwa itu ada
19:09kegiatan
19:10ada orang-orang
19:11juga yang terima
19:12kegiatan
19:13semua kami yakin
19:15dapat
19:17diperkonjokkan
19:17dengan benar
19:24hubungan Anda
19:25dengan Febri Adriansi
19:26seperti apa?
19:27hubungan Anda
19:28dengan Febri Adriansi
19:28seperti apa
19:29dong itu?
19:43kekejaksaan agung
19:45kekejaksaan agung
19:58tidak hanya terkait
19:59dengan pemberkasan
20:00diserahkan
20:01tetapi juga
20:01polisi dijadwalkan
20:03akan menyerahkan
20:04sejumlah
20:05barang bukti
20:06yang kemudian
20:06akan dibawa
20:07dan ditindaklanjuti
20:09oleh
20:10kekejaksaan agung
20:11sebelumnya
20:12secara bertahap
20:13mulai
20:14tanggal 11 Juli
20:162026
20:17sejumlah barang bukti
20:19sudah ditindahkan
20:21dari Polda Metro Jaya
20:22ke kekejaksaan agung
20:23tetapi untuk
20:24barang bukti emas
20:2574 kg emas
20:27dan juga termasuk uang
20:28dengan nilai
20:29setengah milion rupiah
20:30ini juga rencananya
20:31akan dibawa
20:32tetapi yang menarik adalah
20:33dan yang menjadi pertanyaan
20:34di mana posisi
20:36dan juga di mana
20:37keberadaan
20:38dari
20:38tersangka utama
20:40Febri Adriansi
20:42ex-jampitsus
20:43kekejaksaan agung
20:44yang belum
20:45menampakkan
20:46batang hidungnya
20:47saya akan coba datangi
20:48saudara untuk
20:48mengkonfirmasi hal ini
20:57semua wak media
20:58sudah menunggu
20:59kehadiran dari
21:01tersangka
21:01Don Rito
21:02dan juga sejumlah
21:02barang bukti
21:03yang kemudian
21:04akan dilimpahkan
21:04dari polisi
21:06kekejaksaan agung
21:07dan untuk situasinya
21:08saat ini
21:08gerbang sudah dibuka
21:09setengah
21:10dan sudah ada
21:10penjagaan juga
21:11ke mobilnya saudara
21:12bisa dilihat ada
21:13mobil taktis
21:15ada 2L
21:16dan juga
21:17kendaraan taktis lainnya
21:18yang juga sudah tiba
21:19di kekejaksaan agung
21:20kita akan saksikan
21:21bersama saudara
21:26kita akan lihat
21:27ini ada satu
21:28mobil ya
21:29yang berhenti
21:31di depan lobi
21:36dan ini adalah
21:37kita akan lihat ya
21:39apakah
21:39apakah tersangka
21:41akan turun
21:41dari mobil yang kemudian
21:43ada di
21:43depan lobi
21:44kekejaksaan agung
21:45oke ini
21:46petugas polisi
21:47yang sudah keluar
22:08satu tersangka
22:10terutama Don Rito
22:11sudah masuk
22:11ke dalam gedung
22:12kejaksaan agung
22:13tapi pertanyaannya
22:14dimana sebenarnya
22:16keberadaan
22:17dari Febri Adriansyah
22:19yang
22:20tadi kami pastikan
22:22belum terlihat
22:23dan belum menggunakan
22:24baju orangnya saudara
22:27dan ini adalah
22:28Direktur Reserse
22:30Kementerian Khusus
22:31Pol Damitroja ya
22:32sampai sekolah Victor
22:33yang sedang mengatur
22:34posisi
22:35dan juga
22:36teknis
22:37pelaksanaan penyerahan
22:38barang bukti
22:39termasuk juga tersangka
22:40yang tadi
22:40satu tersangka
22:42yang sama Don Rito
22:42sudah
22:45dibawa
22:45ke dalam kejaksaan agung
22:46ini adalah
22:52satu mobilnya saudara
22:53yang akan dibuka
22:54oleh pihak dari
22:56Pol Damitroja
22:56yang berisi adalah
22:58barang bukti
22:59terkait dengan
22:59dugaan tindak pidana korupsi
23:01termasuk juga
23:01dugaan tindak pidana
23:02pencucian uang
23:03oke
23:04dan ini adalah
23:05box ya
23:06ada beberapa box
23:07yang kemudian
23:08berada di dalam
23:09ini coin ya
23:10TKP di coin
23:11money changer
23:12barang bukti
23:13berupa uang
23:14dengan
23:15berbagai jenis
23:17falas
23:18ataupun mata uang asing
23:21oke
23:23dan ini barang bukti
23:24uang rupiah
23:26dan masih ada
23:29satu kendaraan taktis ya
23:30bisa dilihat
23:31oke
23:32dan masih banyak
23:33koper di dalam
23:33yang kemudian
23:34ini diturunkan ya
23:39ini adalah 25
23:41batang emas ya
23:42satu kilogram
23:43bisa ditunjukkan
23:44koper warna hijau
23:46ada tulisan
23:4625 batang emas
23:48satu kilogram
23:48oke
23:48ini koper dua
23:50apakah terbagi
23:51dalam beberapa koper
23:52karena ada
23:55emas berat
23:5674 kilogram
23:57ya tadi
23:57baru sebagian
23:58hanya 25 kilogram
24:03dan cukup berat ya
24:04sepertinya cukup berat
24:07dan ini koper warna hitam
24:09tulisannya 49
24:10batang emas
24:12satu kilogram
24:20kita akan saksikan ya saudara
24:22ada informasi bahwa
24:24satu tersangka
24:25atas nama denul itu
24:25akan keluar
24:26dari gedung kejaksaan agung
24:28setelah
24:29menjalani pemeriksaan
24:30dan bisa dilihat
24:31di dalam itu
24:32nampak kuasa hukum
24:33dari tersangka
24:34sudah keluar
24:35termasuk juga tersangka
24:36yang sudah
24:36berganti
24:38rompi
24:38atau pakaian
24:39menggunakan rompi merah muda
24:41yang arti menjadi tahanan
24:42dari kejaksaan agung
24:43pakai ini
24:44misi pakai ini
24:45satu don itu
24:46hubungan anda
24:47dengan febri adriansi
24:49seperti apa
24:49hubungan anda
24:50dengan febri adriansi
24:51seperti apa don itu
24:53tppu apa don
24:54sempat febri don
25:03yang membuat kami shock
25:06klien kami
25:07pak idon
25:08langsung ditahan
25:11di rutan
25:12c7 kejaksaan agung
25:14atas dasar
25:16sangkaan yang sama
25:18dengan apa yang
25:20disangkakan oleh pihak
25:22polda metro jaya
25:24yaitu terkait perkara
25:26penanganan masalah asabi
25:29rumah disentul
25:30itu tahun 2023
25:33itu dimohon
25:36dimohon
25:36oleh
25:37klien kami
25:39kepada si pemilik
25:41untuk apa
25:43untuk digunakan
25:46sebagai backup operasional kantor yayasan
25:50yayasan apa
25:52yayasan yang bergerak di bidang dakwah dan pendidikan islam
25:57tahun 2024
26:01pak idon
26:04meminta izin
26:07membangun berangkas
26:08fungsinya betapa
26:10untuk menaruh barang-barang berharga
26:13karena disitu nanti banyak aktivitas
26:15operasional yayasan
26:17yang pasti itu tidak berkaitan dengan pak febri
26:22bisa ditunjukkan saudara setelah
26:25barang bukti sudah masuk ke gedung jampisus
26:27jasa nagung sekarang
26:28sudah tiba
26:29sejumlah pihak dari jasa nagung
26:31dan juga polda metro jaya
26:32yang akan memberikan keterangan kepada
26:34awak media
26:35hari ini penyerahan dokumen
26:38baik itu dokumen terkait
26:42barang bukti cetak
26:43ataupun elektronik
26:45juga
26:46emas dan uang
26:47juga tersangka
26:49saudara DR
26:51dan juga
26:52adresi penetapan
26:54seperti ini
26:55penetapan tersangka
26:56atas nama
26:57EPA
26:58dan
27:00di saat
27:01bersamaan juga
27:02penyedik kejang sanagung
27:04telah memanggil
27:05saudara EPA
27:06untuk diperiksa sebagai tersangka
27:11izin konfirmasi
27:1274 kg emas itu
27:13apakah seluruhnya milik febri
27:15atau milik orang lain
27:16karena ada informasi
27:17pejabat juga memiliki
27:18sebagian dari emas itu
27:20yang kedua juga
27:21soal tabel pak
27:22tabel kerajaan febri
27:24adriansyah terkait
27:25tambang, sawit
27:26dan juga pemerasan
27:26kerap putih
27:27apakah ini juga sudah
27:28didalamnya oleh polisi
27:29dan kejaksaan
27:29saya tidak memasuki ke situ
27:31karena ini masih dalam
27:33tahap perkembangan penyedikan
27:34sepenuhnya
27:35kewenangan penyedik
27:37tetapi kami menerima
27:41seberindik hanya tiga
27:42kita fokuskan ke sana ya
27:44terkait dengan isu-isu
27:45kami tidak bisa
27:46kalau pemilikkan emas pak
27:47kalau ada emas
27:49ya nanti
27:51diperiksa
27:51tapi seluruhnya
27:52punya febri atau mungkin ada
27:53saya tidak tahu pasti
27:54ya nanti kan tinggal diperiksa ya
27:58tadi yang ditanyakan mas dipo
28:00kami ingin
28:01kita sama-sama
28:02memberi ruang
28:03kepada
28:04teman-teman penyedik kejaksaan
28:06untuk bisa bekerja
28:07tadi sudah disampaikan
28:08ke puspenkum
28:09bahwa ini transparan
28:13tapi dapat dipastikan
28:15bahwa tidak ada
28:15konflik kepentingan pak
28:16tidak ada
28:17tidak ada sama sekali
28:17profesional
28:18kan ini perkara
28:19menarik perhatian
28:20oke
28:20mas publik bisa melihat
28:22oke siap
28:22kita awasi aja
28:23baik siap
28:24ada satu tersangka
28:26yang tidak ditangkap
28:27yaitu febri adriansyah
28:28tersangka utama
28:28apakah polisi
28:29mengalami kesulitan
28:30untuk menangkap
28:31karena semua
28:32ada melalui koordinasi
28:33tapi untuk posisi febri sendiri
28:35saat ini pak
28:35karena belum pernah
28:36ditutupkan sebagai tersangkap
28:37muncul kehadapan publik pak
28:39hari ini sudah ada
28:41penyerahan
28:43perkara lanjutan
28:44artinya
28:44tugas memenang
28:46penyedik
28:46kortas simbiko
28:47dan poda mebelnya
28:48sudah berakhir
28:49sudah beralih
28:49dan polisi juga
28:50memeriksa soal emas pak
28:51apakah betul
28:52tidak hanya dimiliki oleh febri pak
28:54emas itu pak
28:54keasliannya aja
28:55yang kita dalam induk
28:56kepemilikannya pak
28:58pemilikan kan
28:58makanya kita keasliannya dulu
28:59soal kepemilikan emas pak
29:01ada informasi bahwa
29:0274 kg emas itu
29:03tidak hanya dimiliki oleh febri
29:05tapi juga pejabat lain
29:11polisi sudah
29:12mendeteksi kecurigaan itu
29:13mungkin pak
29:14dugaan itu
29:15sudah nanti kejaksaan
29:16itu yang ingin jelasin
29:22mau nanya soal
29:24keberadaan pak febri
29:25masih di rumah ini gak pak
29:39pejabat-pejabat militer
29:41dan polisi
29:42introspeksi
29:44saudara adalah milik rakyat
29:46bintangmu dari rakyat
29:48sepatumu dari rakyat
29:50kejaksaan demikian juga
29:52kau juga milik rakyat
30:02mantan jaksa agung muda
30:04tindak pidana khusus
30:05atau jampitsus
30:06febri adriansyah
30:07tersandung skandal
30:08dugaan korupsi
30:09dan tindak pidana
30:10pencucian uang
30:11usai merampungkan
30:12penyidikan awal
30:13korps pemberantasan
30:14tindak pidana korupsi
30:15Polri
30:16resmi limpahkan
30:17tiga perkara
30:18dugaan korupsi
30:19kepada kejaksaan agung
30:20sebelum pelimpahan dilakukan
30:21penyidik Polri
30:22telah memeriksa
30:23belasan saksi dan ahli
30:24serta mengamankan
30:25sejumlah barang bukti
30:27antara lain
30:27emas berat 74 kg
30:29dan uang tunai
30:30lebih dari setengah
30:31triliun rupiah
30:32penindak lanjuti
30:34pelimpahan kejaksaan agung
30:35menerbitkan
30:36tiga surat perintah
30:37penyidikan
30:37atau sprindik baru
30:39sebagai dasar
30:39melanjutkan pengusutan perkara
30:41seperti apa?
30:45sprindik nomor 43
30:47mengusut dugaan korupsi
30:49dan tindak pidana
30:49pencucian uang
30:50dalam perkara PT Krakatau Steel
30:52sprindik nomor 44
30:54berkaitan dengan
30:55dugaan korupsi
30:56proyek batu bara
30:56ke PLTU
30:57yang diduga berakibat
30:59blackout
30:59atau mati listrik
31:00di sejumlah wilayah
31:02sementara sprindik nomor 45
31:04diterbitkan
31:04untuk melanjutkan
31:05pengusutan dugaan korupsi
31:07dalam perkara PT Asabri
31:08untuk menjaga independensi
31:11dan memperkuat
31:12penanganan perkara
31:12kejaksaan agung
31:13membentuk tim khusus
31:14beranggotakan
31:15sembilan jaksa senior
31:16yang sebagian besar
31:18memiliki rekam jejak bertugas
31:19di komisi
31:20pemberantasan korupsi
31:25selama hampir 3 dekade
31:26Febri Adrian Syah
31:28meniti karir
31:28di korps Adiaksa
31:29beragam perkara korupsi
31:31berskala besar
31:32pernah berada
31:32di bawah penanganannya
31:33pada tahun 2022
31:35Febri dipercaya
31:37dan dilantik
31:37menjadi jaksa agung muda
31:38tindak pidana khusus
31:40atau jam pitsus
31:41pada tahun 2025
31:42usai pemerintah
31:43membentuk satgas
31:44penertiban kawasan hutan
31:45Febri yang mengemban
31:46jabatan sebagai jam pitsus
31:47juga mengemban jabatan
31:49sebagai ketua pelaksana
31:50satgas penertiban
31:51kawasan hutan
31:52sepanjang menjabat
31:53sebagai jam pitsus
31:54Febri memimpin
31:55penanganan berbagai
31:56perkara korupsi
31:57bernilai besar
31:58mulai dari kasus korupsi
31:59PT Asuransi Jiwasraya
32:01PT Asabri
32:02PT S.Kominfo
32:04Tata Niaga Timah
32:05hingga dugaan
32:06korupsi Pertamina
32:07bahkan menjelang
32:08pengunduran diri
32:09Febri masih mengawal
32:10perkara dugaan
32:11korupsi
32:11program
32:12makan bergizi gratis
32:13kami memastikan
32:16bahwa seluruh
32:17kegiatan
32:18dan tugas
32:19yang telah
32:20diperintahkan
32:21kepada kami
32:23dan rekan-rekan
32:25semua di gedung bundar
32:26tetap
32:27berjalan
32:28saya sampaikan
32:29bahwa
32:30yang di BGN ini
32:32ini sedang berjalan
32:33proses
32:34pemberkasan
32:35masih fokus disana
32:37untuk cepat
32:38menjelaskan
32:38perintah ke saya itu
32:40yang menjadi prioritas
32:46Jaksa adalah
32:47penjaga maruah
32:48penegakan hukum
32:48yang dituntut
32:49menjadi peladan
32:50dalam menjaga
32:51integritas
32:51dan keadilan
32:52setiap dugaan
32:53pelanggaran
32:54wajib diusut
32:55secara objektif
32:56transparan
32:56dan tanpa
32:57pengecualian
32:58penegak hukum
32:59akan kehilangan
33:00kewibawaan
33:01jika penyimpangan
33:02dibiarkan
33:02tanpa penindakan
33:07penahanan itu
33:08disebabkan
33:09karena tiga faktor
33:10karena khawatiran
33:10yang sakutan
33:11melarikan diri
33:12yang kedua
33:13menghilangkan
33:13barang bukti
33:14yang ketiga
33:15mengulangi lagi
33:16pindah pidana
33:16yang dilakukannya
33:17jadi berdasarkan
33:18puhab baru
33:20bisa saja
33:21dilakukan penahanan
33:22bisa tidak
33:23dilakukan penahanan
33:24dan kalaupun
33:24dilakukan penahanan
33:25dapat juga digugat
33:26para peradilan
33:27ke pengadilan
33:28dan karena itu
33:29kita awasi
33:30dan kita cermati
33:31apa yang dilakukan
33:32oleh penyidik
33:33jasa nagung
33:42setelah saya tiba
33:44di jalan radio 1
33:45keramat pela
33:46Jakarta Selatan
33:47yang menjadi lokasi
33:48dari
33:49kediaman
33:50tersangka
33:51dugaan korupsi
33:52dan tersangka
33:53dugaan
33:54tindak pidana
33:55pencucian uang
33:56atas nama
33:57Febri
33:57Adrianseh
33:58yang tak kunjung
33:59menunjukkan
34:00batang hidungnya
34:01kehadapan publik
34:02saya akan coba
34:03konfirmasi
34:04dimana sesungguhnya
34:05keberadaan
34:06dari Febri
34:07Adrianseh
34:08usai
34:08ditetapkan
34:10sebagai tersangka
34:14itu jalan radio
34:161
34:16yang
34:17berada di
34:19huk
34:19adalah rumah
34:20dari Febri
34:21Adrianseh
34:22dari tampak luar pun
34:24tidak terlihat ya
34:25penjagaan khusus
34:26karena pada 8 Juli
34:282026
34:29ketika polisi
34:30menggeledah
34:31sejumlah titik
34:33terkait dengan
34:34dugaan tindak pidana korupsi
34:36dan juga
34:37tindak pidana pencucian uang
34:38rumah dari
34:40Febri
34:41Adrianseh ini
34:42memang tidak digeledah
34:43tetapi yang menarik adalah
34:44dijaga
34:44oleh personil
34:46dari tentara nasional
34:47Republik Indonesia
34:48saya akan datang
34:49istilah
34:54Pak, izin Pak
34:55dari Kompas TV Pak
34:58boleh nanya-nanya sebentar Pak
35:00tapi
35:03mau nanya soal
35:04keberadaan Pak Febri
35:05masih di rumah ini gak Pak
35:06gak tahu
35:07gak pengen
35:07dia masuk di luar
35:08oh Bapak di luar aja
35:12tapi kalau Pak Febri
35:13pernah pulang Pak
35:15tidak tahu ya
35:17oke
35:19ada Pak yang bisa
35:20diajak ngobrol mungkin Pak
35:24tidak ada
35:26ada dua orangnya di dalam
35:27tapi memang
35:30tidak berkenan
35:31tidak ada yang bisa
35:31diajak ngobrol Pak
35:32izin Pak
35:37sebagai bentuk konfirmasi aja
35:38mungkin Pak
35:40saya lihat ya
35:40tidak ada
35:41respon ya
35:42meskipun saya sudah
35:44bertanya berulang kali
35:50saya akan coba
35:52jalih informasi lagi
35:54saudara terkait dengan
35:54keberadaan dari
35:55Febri Adriansi
35:56apakah
35:57yang bersangkutan
35:58pernah pulang ke rumah
35:59setelah
36:00ditetapkan
36:02sebagai tersangka
36:05Assalamualaikum
36:06Pak izin Pak
36:08boleh ngobrol sebentar Pak
36:09gak bisa Bang
36:10oh gak bisa
36:11abang tinggal disini juga
36:13apa gimana Bang
36:14iya Bang
36:14tinggal disini
36:15boleh nanya-nanya sebentar Bang
36:17soal rumah ini Bang
36:18bukan orang sini
36:19bukan orang sini
36:20bukan
36:20oke
36:23kalau Abang bisa Bang
36:24tidak bisa juga ya
36:27oke
36:33disini Pak
36:34di Pokok Mas TV Pak
36:36bapak biasa
36:38parkir disini Pak
36:39iya betul
36:39waktu
36:40mename-name di depan
36:41rumah itu
36:42bapak melihat
36:42enggak juga
36:43kalau fokus
36:44bisa masuk
36:45sudah beberapa orang
36:47saya tanyain
36:47kurang lebih tiga ya
36:48ada yang tidak berkenan
36:50untuk kemudian
36:50memberikan keterangan
36:51dan juga
36:52dua lainnya
36:52mengaku tidak mengetahui
36:54keberadaan
36:55termasuk juga aktivitas
36:56di dalam rumah milik
36:58tersangka Febri Adriansyah
36:59meskipun dari titik
37:00saya beri saat ini
37:01sangat terlihat jelas ya
37:04saya akan coba
37:05cari keterangan lain
37:14berbeda dengan rumah
37:15Febri Adriansyah
37:16yang berada di
37:17sentuh sedara
37:18tapi rumah yang ada di
37:20Radio 1
37:21Keramat Pela
37:22Jakarta Selatan ini
37:23tidak digeledah
37:24oleh polisi
37:25tapi yang menarik
37:26bahwa ketua
37:27dari Komisi 3DPR RI
37:29Habibur Rahman
37:30menyebutkan bahwa
37:31aparat
37:32tetap akan
37:33menelisik
37:34dan juga mencari
37:35bukti-bukti lain
37:35termasuk
37:36berangkas
37:37dan juga
37:38banker
37:39yang kemudian
37:40diduga ada
37:42di sejumlah lokasi
37:43karena ini memang
37:44kasus yang
37:45dapat dikatakan
37:46sebagai salah satu
37:48mega korupsi
37:49yang mengingat
37:51jumlah
37:51barang bukti
37:53yang sudah diamankan
37:55tersebut saja sudah
37:55demikian besarnya
37:56ikutnya ini ada beberapa
37:58tempat lagi
37:59yang juga akan dilakukan
38:01potensi
38:02yang juga
38:03banker-banker lainnya
38:07abang tahu rumah itu
38:08milik siapa gak
38:09abang?
38:10tau-tau ini
38:11dakses ya
38:12waktu rame-rame
38:13abang ngeliat
38:14iya iya
38:15oke
38:16kan lagi dagang
38:17oh lagi dagang
38:18kan yang punya rumah ini
38:20sudah ditetapkan
38:20sebagai tersangka ya
38:21abang ya
38:22abang pernah lihat
38:23aktivitas
38:25keluar masuk
38:25mobil mungkin
38:26atau orang dari rumah ini
38:28iya sih
38:29abang tahu juga mungkin
38:31rumah ini
38:31ditempati setiap hari
38:33atau
38:34biasanya sebelum ramai
38:35aktivitasnya seperti apa?
38:37iya sebelum ramai
38:38iya sih
38:39di ini
38:40ditempatin
38:41oh ditempatin ya?
38:42iya
38:42banyak mobil
38:43penjagaan mungkin?
38:45iya
38:45keluar masukkan
38:46oh oke
38:48baik
38:48tapi kalau setelah
38:50beberapa waktu terakhir ini
38:51berarti lebih sepi pak?
38:53sepi
38:55hari ini sudah
38:57di BAP
38:58kesimpulannya
38:59tidak ada penahanan
39:00diperiksa
39:02sebagai tersangka
39:03hari ini
39:03hanya sebatas
39:05kepada
39:05kasus
39:06PT Ashabri
39:07Febri
39:08tidak mengakui
39:09pernah menerima uang
39:10yang 50 M++
39:12oke
39:13kedua
39:13kalau benar
39:14tantian adalah
39:15pemberi suap
39:16kenapa
39:17tidak jadi tersangka?
39:19kenapa
39:20langsung dikejar
39:21pejabat senior?
39:25ketika proses hukumnya
39:27tidak sesuai
39:28dengan kuhab
39:29konsekuensi apa
39:30yang kemudian
39:31paling besar
39:32mungkin terjadi
39:33itu berbahaya
39:40ini kapolri
39:42saya tidak mau dengar lagi
39:42ada aparat
39:43yang
39:44tidak menegakkan
39:45hukum
39:47keadilan
39:48dan kebenaran
39:48tidak boleh
39:49backing-backing
39:50macam-macam
39:53teman-teman
39:54jangan berpikir
39:54kami ini
39:55tripal
39:56kami ini
39:57adalah
39:58persis
39:59tidak
39:59dan juga
40:01berpikir
40:02karena
40:03ada hal-hal
40:04sesuatu
40:04kemarin
40:05ini adalah
40:06sejatu rahmi
40:08yang biasa
40:08kami lakukan
40:09dan kami
40:10selalu berpikir
40:11bagaimana
40:12perbaikan
40:12ke depan lagi
40:13kami
40:14sama-sama
40:15sepakat
40:16dan menyampaikan
40:17kepada seluruh jajaran
40:18bahwa
40:20tidak ada masalah
40:21diantara
40:21dua institus ini
40:23kita juga
40:23menyadari bahwa
40:24banyak
40:26agenda-agenda
40:27program pemerintah
40:29yang tentunya
40:30juga
40:31harus kita
40:32jaga
40:33harus kita
40:35kawal
40:36setelah usai
40:37polisi
40:38melimpahkan
40:39perkara
40:40terkait dengan
40:41dugaan
40:41tindak
40:42pidana
40:42korupsi
40:43dan juga
40:43dugaan
40:44tindak
40:44pidana
40:45pencucian
40:45uang
40:46yang menyeret
40:46nama
40:47ex
40:47jampitsus
40:48febri
40:49adriansyah
40:50kejaksaan agung
40:51mengeluarkan
40:51tiga
40:52sprintik
40:52baru
40:53sudah
40:53benarkan
40:54langkah
40:54ini
40:54saya akan
40:55tanyakan
40:55secara langsung
40:56kepada
40:57wakil
40:57ketua
40:58KPK
40:58periode
40:592015
40:592019
41:00Bapak
41:02Laude
41:02Muhammad
41:02Syarif
41:02Pak Laude
41:03terima kasih
41:03untuk waktunya
41:04Pak
41:04saya ingin langsung
41:06tanyakan Pak
41:06bahwa
41:07polisi
41:07melimpahkan
41:08kelanjutan
41:09penyidikan
41:09ke kejaksaan agung
41:11sudah benarkan
41:11langkah ini Pak
41:12sebenarnya ini
41:13anomali
41:14kenapa disebut
41:15anomali
41:15karena tidak
41:16sesuai dengan
41:17kuhab biasanya
41:18karena kalau
41:19melakukan
41:19penyidikan
41:20dan penyidikan
41:21setelah
41:22selesai
41:23disebut dengan
41:24P21
41:24baru itu
41:25dilimpahkan
41:26ke kejaksaan
41:28seperti itu
41:29itu
41:29normalnya
41:31apa yang terjadi
41:32dalam kasus ini
41:33pada saat yang sama
41:35ternyata
41:36ada semacam
41:38saya menyebut saja ya
41:40ketidaksesuaian pendapat
41:42atau clash
41:43antara kejaksaan agung
41:44dengan kepolisian
41:46seperti itu
41:47karena kejaksaan agung
41:48melakukan investigasi
41:49terhadap beberapa
41:51oknum polisi
41:52pada saat yang sama juga
41:54kepolisian
41:55melakukan
41:56investigasi
41:57terhadap beberapa
41:58oknum
41:58dan kejaksaan
41:59oleh karena itu
42:00maka seakan-akan
42:02diambil
42:03jalan
42:03tengah ya
42:05dan negeri sebawahi
42:06melanggar kuhab
42:06iya iya
42:07tidak sesuai dengan kuhab
42:09menyerahkan kepada
42:10kejaksaan
42:11dan kejaksaan
42:12akan melakukan
42:13penyelidikan
42:14dan penyidikan
42:15baru
42:16oleh karena itu
42:16mungkin saya tidak
42:17menyebutnya
42:18seperti pelimpahan
42:18ini saya mengatakan
42:19penyerahan
42:20penyerahan
42:21kasus ini
42:22kepada kejaksaan
42:23tetapi sebenarnya
42:24juga memiliki
42:25permasalahan
42:26oknum
42:27mengapa itu ada
42:28permasalahannya
42:29karena ditakutkan
42:30nanti ada
42:30konflik of interest
42:32oleh karena itu
42:33maka kasus ini
42:35memang harus
42:35diawasi
42:36oleh publik
42:37maupun oleh
42:38instansi
42:39seperti KPK
42:40misalnya
42:40di KPK itu kan
42:41ada namanya
42:42kewenangan
42:44supervisi
42:45dan koordinasi
42:46seperti itu
42:47kalau ternyata
42:48dilihat
42:48ini tidak berjalan
42:50lancar
42:50atau bahkan
42:51misalnya
42:52ini kayaknya
42:53hanya mau dilokalisasi
42:54pada satu orang saja
42:55oknum
42:56tapi kan agak
42:57kurang mungkin ya
42:58kalau kasus sebesar itu
43:00hanya satu orang
43:01melakunya
43:02KPK
43:03kalau dia lihat
43:04ada
43:04kurang profesionalan
43:06antara polisi
43:07dan jaksa
43:08itu dalam undang-undang
43:09juga KPK bisa
43:10mengambil alih
43:11ketika proses hukumnya
43:13tidak sesuai
43:14dengan KUHAP
43:15konsekuensi apa
43:16yang kemudian
43:17paling besar
43:17mungkin terjadi
43:18ya bisa diperadil
43:20bahwa
43:21apa yang dikerjakan
43:22itu tidak sesuai
43:24dengan KUHAP
43:24sehingga bisa
43:25dibatalkan
43:26itu berbahaya
43:27termasuk juga
43:29soal lokalisir tadi
43:29mungkin Pak Laude
43:30kalau soal lokalisir itu
43:32lain lagi
43:33oleh karena itu
43:34saya pikir
43:34ini perlu dilihat
43:35bahwa
43:36ada tiga kasus besar
43:37masa cuma satu orang
43:39pelakunya
43:40Pebri Adriansah
43:41itu kan
43:41almost
43:43impossible itu ya
43:44oleh karena itu
43:46kita berharap
43:46kejaksaan
43:47memperluas
43:49penyelidikan
43:50dan penyidikannya
43:51karena kita ketahui
43:52bahwa
43:53kejaksaan itu
43:54sedang menyidik
43:55MBG
43:57dan itu
43:58melibatkan
43:59beberapa
43:59oknum
44:00polisi
44:01setelah ada
44:03penyerahan ini
44:04tiba-tiba ada
44:05surat dari
44:05Kejaksaan Agung
44:06yang mengatakan
44:07bahwa
44:07ayo tolong
44:08disetup dulu ini
44:09itu seharusnya
44:10tidak boleh terjadi
44:11tidak boleh ada
44:12barter
44:13seperti ini
44:14kalau ada barter
44:15seperti itu
44:15tidak baik
44:17apakah bisa dikatakan
44:19Pak Laude
44:19bahwa
44:20sejak awal
44:21pengungkapan
44:21terkait dengan
44:22dugaan tindak
44:23pidana korupsi
44:24yang melibatkan
44:24ex-jampitsus
44:25ini memang
44:26tidak bisa dikatakan
44:27murni pengungkapan
44:28kasus korupsi
44:29atau justru
44:30mungkin lebih mengarah
44:31kepada saling silang
44:32dan juga saling serang
44:33antara dua institusi ini
44:35saya itu
44:36melihatnya
44:37mungkin agak mirip-mirip
44:38kasus
44:39cicak dan buaya
44:42satu dan dua
44:43waktu itu
44:44polisi dengan
44:45KPK
44:45yang ini
44:46pekerjaksaan
44:47melakukan penyidikan
44:48beberapa kasus
44:49yang ada di Polri
44:50pada saat yang sama
44:53Mabes Polri
44:54melihat bahwa
44:55ini jampitsus
44:56juga banyak
44:57memiliki kasus
44:58sebenarnya
44:59kalau betul-betul
45:00dua-duanya profesional
45:01melakukan penyidikan
45:02dan penyidikan
45:03itu bisa saja
45:04saling berjalan
45:06sesuai normal
45:06tapi
45:07kelihatannya
45:08ini menimbulkan
45:09gesekan
45:11yang tidak perlu
45:12bahkan ada
45:12pengerahan
45:13tenis
45:14which is tidak
45:14bagus ya
45:15tidak bagus
45:16untuk publik
45:17oleh karena itu
45:18maka
45:19supervisi
45:20dan monitoring
45:22yang dilakukan oleh KPK
45:23itu penting sekali
45:24agar
45:25kasus ini
45:26berjalan dengan baik
45:27saya juga ingin
45:28mengapresiasi
45:29tim penyidik
45:30yang dikeluarkan oleh
45:31Kejaksaan Agung
45:32saya ada delapan orang
45:33semuanya dari KPK
45:34satu orang
45:35mantan BPATK
45:36jadi saya kenal
45:37secara pribadi
45:38dan memang
45:39saya kenal
45:40mereka-mereka itu
45:41adalah
45:41jaksa-jaksa
45:42yang memiliki
45:43integritas tinggi
45:44dua dari
45:45sembilan jaksa
45:46tim khusus
45:47yang mendangani
45:47kasus Febri
45:48Adriansyah
45:48pernah menjadi bagian
45:49dari Jampitsus
45:50saat Febri
45:51menjabat posisi tersebut
45:52mereka adalah
45:53Riono yang pada
45:542023 lalu
45:55sempat menjabat
45:56sebagai koordinator
45:57Jampitsus
45:58dan Muhyibuddin
45:59yang menjabat sebagai
46:00direktur pelanggaran
46:01HAM Jampitsus
46:02Proses hukum
46:03yang kemudian
46:03tengah berjalan
46:04dengan dikawal
46:05oleh
46:06sembilan tim penyidik khusus
46:07termasuk juga
46:08Supervisi KPK
46:08seharusnya
46:09proses hukum ini
46:10bisa berjalan dengan objektif
46:11ya
46:12itu yang saya harapkan
46:13dan mudah-mudahan
46:14tidak
46:16dilokalisir
46:16hanya pada
46:17Febri
46:18Ardiansyah
46:19saya kiri
46:19harusnya
46:19jauh lebih banyak
46:21yang terlibat
46:21ada mungkin
46:22keterlibatan pejabat lain
46:24seharusnya
46:24dan tidak mungkin
46:25dilaksanakan oleh
46:26satu orang
46:26terima kasih
Komentar