Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 2 jam yang lalu
JAKARTA, KOMPAS.TV - Ketua Komisi Kejaksaan Pujiyono Suwadi menilai perkara ini bukan sekadar menyangkut individu, melainkan menjadi momentum memperbaiki institusi Kejaksaan Agung.

Menurut Pujiyono, Tim 9 penyidik harus mampu menjawab keraguan publik melalui kerja penyidikan yang objektif dan terbuka.

Ia meyakini penyidik bekerja serius, namun hasil kerja tersebut juga harus dikomunikasikan kepada publik.

Sementara itu, Deputi III Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom RI) Kurnia Ramadhana menegaskan, Presiden Prabowo Subianto memiliki komitmen kuat terhadap pemberantasan korupsi dan tidak akan mentoleransi penyimpangan di tubuh aparat penegak hukum.

Kurnia juga menegaskan pemerintah membuka ruang bagi masyarakat untuk ikut mengawasi proses hukum.

Sementara itu, mantan Ketua KPK Abraham Samad meminta KPK menjalankan fungsi supervisi secara maksimal terhadap perkara tersebut.

Selain itu, Abraham mendesak Kejaksaan Agung menyampaikan perkembangan penanganan perkara secara berkala kepada publik.

Menurutnya, keterbukaan informasi menjadi penting agar masyarakat dapat ikut mengawasi jalannya proses hukum.

Ia mengingatkan, hilangnya transparansi berpotensi menggerus kepercayaan masyarakat terhadap institusi penegak hukum.



Bagaimana menurut Anda? Tulis di kolom komentar.

Selengkapnya saksikan di sini: https://youtu.be/GNfxqpCBxf8

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/talkshow/681867/kasus-eks-jampidsus-jadi-ujian-komjak-tim-9-harus-jawab-keraguan-publik-satu-meja
Transkrip
00:00Masih di Satu Menjadi Forum, saya langsung aja ke Mas Kurnia, Mas Subia, mewakili bako, mewakili pemerintah kira-kira apa
00:06upaya yang akan dilakukan untuk menjaga dan meyakankan publik khususnya
00:09agar kasus ini satu terkawal, kedua publik juga bisa percaya apa yang dikerjakan oleh Kejahasan Agung.
00:14Iya, Mas Yogi, saya rasa komitmen pemberantasan korupsi dari Presiden Prabowo sudah sering beliau sampaikan.
00:22Di dalam astacita, di dalam pidatonya, bahkan kalau kita berkaca pada pidato terakhir, Presiden secara langsung menyebut dan meminta agar
00:33aparat penegak hukum itu melakukan introspeksi diri.
00:36Menyadari bahwa kerja-kerja mereka harus bisa dipertanggungjawabkan karena menggunakan dana rakyat.
00:44Beliau menyebut bintangnya dari rakyat, bajunya, sepatu dan lain sebagainya.
00:49Apa yang ingin Presiden sampaikan?
00:52Tentu ketika ada penyimpangan sedikitpun di tubuh aparat penegak hukum, Presiden tidak akan memberikan toleransi sedikitpun.
01:00Presiden membuka gerbang selebar-lebarnya kepada Kejahasan Agung, kepada KPK, kepada Polri.
01:07Buktinya, Mas Yogi, selain kasus Febri Adriansyah, ada kasus mantan pimpinan BGM, ada kasus Wamenaker, ada kasus juga Wamen Imipas.
01:18Itu kan dipersilahkan oleh Presiden untuk bisa dibongkar dan diusut lebih lanjut.
01:23Terakhir, Mas Yogi, di dalam Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi disebut secara spesifik,
01:28masyarakat mempunyai hak untuk mengawasi proses hukum dan Presiden sejalan dengan bunyi pasal itu tugas pemerintah dalam memastikan
01:37proses hukum ini transparan, objektif, akuntabel dan bisa diuji oleh masyarakat.
01:43Oke, masyarakat dan media tentunya ya.
01:45Tentu, Mas Yogi.
01:46Saya ingin ke Pak Samad.
01:48Pak Samad, Anda punya prediksi apa?
01:52Kalau tadi kan di awal ini masih sulit diterka, tapi kira-kira apakah akan memenuhi harapan publik?
01:58Atau ini akan tiba-tiba ada sesuatu kejutan meskipun itu juga sah saja kalau ada yang dimenangkan di pra-pradilan?
02:06Atau di depo nering.
02:07Atau di depo nering.
02:09Atau seperti nasib perkara Firly.
02:11Itu dia.
02:12Sampai sekarang.
02:13Memangnya banyak spekulasi bisa terjadi di depo nering, bisa pra-pradilan, bisa seperti Firly.
02:18Anda melihat apa?
02:18Saya ingin mengatakan begini, tugas koordinasi supervisi itu harus dijalankan secara maksimal oleh KPK terhadap kasus ini.
02:28Oke.
02:29Supervisi KPK.
02:30Dia harus melakukan secara maksimal, bukan hanya formalistik harus maksimal oleh karya itu dia harus terjun ke dalam.
02:37Itu yang pertama.
02:38Kemudian yang kedua, seperti tadi yang disampaikan Bung Kurnia, harus ada peran serta masyarakat untuk mengawasi.
02:45Dibuka ya?
02:46Dibuka.
02:46Bagaimana caranya masyarakat bisa berperan serta?
02:51Kejaksaan kita minta, yang enggak tahu lewat humas atau lewat apa, harus melakukan progress report.
02:59Update setiap saat, sejauh mana kasus ini.
03:01Agar supaya masyarakat bisa mengawasi.
03:03Misalnya, oh ternyata ada nih yang belum diperiksa.
03:06Kok ini enggak diperiksa?
03:07Itu yang paling gampang, paling dekat aja lah.
03:10Pemeriksaannya Februari Rasa dibuka ke publik, sampai sekarang belum tahu.
03:13Baru minggu lalu kita tahu dari kuasa hukumnya.
03:15Ya harus transparan, karena kalau dia tidak transparan, tidak ada perkembangan progres yang disampaikan oleh kejaksaan,
03:22maka itu akan menimbulkan kecurigaan-kecurigaan di tengah-tengah masyarakat.
03:25Dan itu tidak baik bagi penegakan hukum.
03:27Kalau itu terjadi, nanti kejaksaan kehilangan kepercayaan menurut saya.
03:31Masih berharap ya, ada hasil yang baik?
03:37Harus.
03:37Kita berdoa semoga ada hasil yang baik, tapi di lain pihak kita harus siap-siap,
03:43kalau ternyata juga ada hasil yang di luar dugaan kita.
03:46Oke, saya ke Prof. Puji.
03:48Prof, hari ini tanggal 22, hari Bakti Adi Aksa.
03:50Ini momentum yang baik, tadi sudah disampaikan bahwa ada pidato dari Pak Jaksa Agung, momentum yang baik untuk perbaikan institusi
03:58kejaksaan agung.
03:59Apa yang ingin Anda sampaikan bermula dari kasus yang sedang berjalan sekarang?
04:03Yang saya melihatnya ya, saya melihat membacanya begini.
04:06Ketika kejaksaan agung kemudian mengambil kasus ini, oke.
04:12Atau kemudian menerima penyerahan.
04:14Kita belum tahu nih, mengambil, diminta mengambil, atau menerima dari polisi, belum tahu, dia masih misteri.
04:20Artinya kemudian ketika kasus ini ditangani oleh kejaksaan agung,
04:24sebenarnya yang saya lihat ini bukan untuk menyelamatkan seseorang.
04:28Bukan penyelamatan?
04:29Ya, tapi bagian dari untuk mengembalikan marwah kejaksaan agung.
04:34Sehingga beban berat ini kemudian harus dijawab dengan kerja-kerja yang setidaknya sembilan penyidik ini memiliki dua hal.
04:43Pertama adalah keraguan publik soal konflik of interest.
04:48Itu harus kemudian dijawab.
04:51Dan jawabnya dengan pekerjaan-pekerjaan yang nyata ya.
04:55Yang kedua adalah soal kemudian transparansi progres.
04:59Yang ini bagian dari akuntabilitas kan, apa yang dilakukan.
05:03Bahwa obat, vitamin, tuntutan publik, segala macam.
05:07Itu ya bagian dari hak sipil untuk kemudian bertanya.
05:11Tetapi bahwa kemudian kewajiban dari kejaksaan agung kemudian tahapan ini harus kemudian kan disampaikan.
05:18Ya, saya yakin kalau hari ini tadi saya melihat ya,
05:22apa yang dilakukan oleh para penyidik itu sebenarnya serius.
05:25Sangat serius.
05:26Hanya kemudian apa yang dilakukan itu harus kemudian dikomunikasikan kepada publik.
05:31Bahwa kita serius, sekarang tahapannya adalah ini.
05:34Terus hari ini kita juga didatangi oleh teman-teman KPK,
05:40teman-teman dari Komisi Kejaksaan dan segala macam.
05:42Itu kita datangi, itu menurut saya akan positif.
05:45Terima kasih. Terima kasih Pak Abraham, terima kasih Mas Buji, terima kasih Mas Kurnia.
Komentar

Dianjurkan