00:00Masih di Satu Menjadi Forum, saya langsung aja ke Mas Kurnia, Mas Subia, mewakili bako, mewakili pemerintah kira-kira apa
00:06upaya yang akan dilakukan untuk menjaga dan meyakankan publik khususnya
00:09agar kasus ini satu terkawal, kedua publik juga bisa percaya apa yang dikerjakan oleh Kejahasan Agung.
00:14Iya, Mas Yogi, saya rasa komitmen pemberantasan korupsi dari Presiden Prabowo sudah sering beliau sampaikan.
00:22Di dalam astacita, di dalam pidatonya, bahkan kalau kita berkaca pada pidato terakhir, Presiden secara langsung menyebut dan meminta agar
00:33aparat penegak hukum itu melakukan introspeksi diri.
00:36Menyadari bahwa kerja-kerja mereka harus bisa dipertanggungjawabkan karena menggunakan dana rakyat.
00:44Beliau menyebut bintangnya dari rakyat, bajunya, sepatu dan lain sebagainya.
00:49Apa yang ingin Presiden sampaikan?
00:52Tentu ketika ada penyimpangan sedikitpun di tubuh aparat penegak hukum, Presiden tidak akan memberikan toleransi sedikitpun.
01:00Presiden membuka gerbang selebar-lebarnya kepada Kejahasan Agung, kepada KPK, kepada Polri.
01:07Buktinya, Mas Yogi, selain kasus Febri Adriansyah, ada kasus mantan pimpinan BGM, ada kasus Wamenaker, ada kasus juga Wamen Imipas.
01:18Itu kan dipersilahkan oleh Presiden untuk bisa dibongkar dan diusut lebih lanjut.
01:23Terakhir, Mas Yogi, di dalam Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi disebut secara spesifik,
01:28masyarakat mempunyai hak untuk mengawasi proses hukum dan Presiden sejalan dengan bunyi pasal itu tugas pemerintah dalam memastikan
01:37proses hukum ini transparan, objektif, akuntabel dan bisa diuji oleh masyarakat.
01:43Oke, masyarakat dan media tentunya ya.
01:45Tentu, Mas Yogi.
01:46Saya ingin ke Pak Samad.
01:48Pak Samad, Anda punya prediksi apa?
01:52Kalau tadi kan di awal ini masih sulit diterka, tapi kira-kira apakah akan memenuhi harapan publik?
01:58Atau ini akan tiba-tiba ada sesuatu kejutan meskipun itu juga sah saja kalau ada yang dimenangkan di pra-pradilan?
02:06Atau di depo nering.
02:07Atau di depo nering.
02:09Atau seperti nasib perkara Firly.
02:11Itu dia.
02:12Sampai sekarang.
02:13Memangnya banyak spekulasi bisa terjadi di depo nering, bisa pra-pradilan, bisa seperti Firly.
02:18Anda melihat apa?
02:18Saya ingin mengatakan begini, tugas koordinasi supervisi itu harus dijalankan secara maksimal oleh KPK terhadap kasus ini.
02:28Oke.
02:29Supervisi KPK.
02:30Dia harus melakukan secara maksimal, bukan hanya formalistik harus maksimal oleh karya itu dia harus terjun ke dalam.
02:37Itu yang pertama.
02:38Kemudian yang kedua, seperti tadi yang disampaikan Bung Kurnia, harus ada peran serta masyarakat untuk mengawasi.
02:45Dibuka ya?
02:46Dibuka.
02:46Bagaimana caranya masyarakat bisa berperan serta?
02:51Kejaksaan kita minta, yang enggak tahu lewat humas atau lewat apa, harus melakukan progress report.
02:59Update setiap saat, sejauh mana kasus ini.
03:01Agar supaya masyarakat bisa mengawasi.
03:03Misalnya, oh ternyata ada nih yang belum diperiksa.
03:06Kok ini enggak diperiksa?
03:07Itu yang paling gampang, paling dekat aja lah.
03:10Pemeriksaannya Februari Rasa dibuka ke publik, sampai sekarang belum tahu.
03:13Baru minggu lalu kita tahu dari kuasa hukumnya.
03:15Ya harus transparan, karena kalau dia tidak transparan, tidak ada perkembangan progres yang disampaikan oleh kejaksaan,
03:22maka itu akan menimbulkan kecurigaan-kecurigaan di tengah-tengah masyarakat.
03:25Dan itu tidak baik bagi penegakan hukum.
03:27Kalau itu terjadi, nanti kejaksaan kehilangan kepercayaan menurut saya.
03:31Masih berharap ya, ada hasil yang baik?
03:37Harus.
03:37Kita berdoa semoga ada hasil yang baik, tapi di lain pihak kita harus siap-siap,
03:43kalau ternyata juga ada hasil yang di luar dugaan kita.
03:46Oke, saya ke Prof. Puji.
03:48Prof, hari ini tanggal 22, hari Bakti Adi Aksa.
03:50Ini momentum yang baik, tadi sudah disampaikan bahwa ada pidato dari Pak Jaksa Agung, momentum yang baik untuk perbaikan institusi
03:58kejaksaan agung.
03:59Apa yang ingin Anda sampaikan bermula dari kasus yang sedang berjalan sekarang?
04:03Yang saya melihatnya ya, saya melihat membacanya begini.
04:06Ketika kejaksaan agung kemudian mengambil kasus ini, oke.
04:12Atau kemudian menerima penyerahan.
04:14Kita belum tahu nih, mengambil, diminta mengambil, atau menerima dari polisi, belum tahu, dia masih misteri.
04:20Artinya kemudian ketika kasus ini ditangani oleh kejaksaan agung,
04:24sebenarnya yang saya lihat ini bukan untuk menyelamatkan seseorang.
04:28Bukan penyelamatan?
04:29Ya, tapi bagian dari untuk mengembalikan marwah kejaksaan agung.
04:34Sehingga beban berat ini kemudian harus dijawab dengan kerja-kerja yang setidaknya sembilan penyidik ini memiliki dua hal.
04:43Pertama adalah keraguan publik soal konflik of interest.
04:48Itu harus kemudian dijawab.
04:51Dan jawabnya dengan pekerjaan-pekerjaan yang nyata ya.
04:55Yang kedua adalah soal kemudian transparansi progres.
04:59Yang ini bagian dari akuntabilitas kan, apa yang dilakukan.
05:03Bahwa obat, vitamin, tuntutan publik, segala macam.
05:07Itu ya bagian dari hak sipil untuk kemudian bertanya.
05:11Tetapi bahwa kemudian kewajiban dari kejaksaan agung kemudian tahapan ini harus kemudian kan disampaikan.
05:18Ya, saya yakin kalau hari ini tadi saya melihat ya,
05:22apa yang dilakukan oleh para penyidik itu sebenarnya serius.
05:25Sangat serius.
05:26Hanya kemudian apa yang dilakukan itu harus kemudian dikomunikasikan kepada publik.
05:31Bahwa kita serius, sekarang tahapannya adalah ini.
05:34Terus hari ini kita juga didatangi oleh teman-teman KPK,
05:40teman-teman dari Komisi Kejaksaan dan segala macam.
05:42Itu kita datangi, itu menurut saya akan positif.
05:45Terima kasih. Terima kasih Pak Abraham, terima kasih Mas Buji, terima kasih Mas Kurnia.
Komentar