- 2 jam yang lalu
KOMPAS.TV - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono telah menyiapkan mentalnya untuk menerima kritikan dari masyarakat terkait persoalan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Hal ini disampaikan Sudaryono setelah dirinya didapuk menggantikan posisi Nanik S Deyang untuk memimpin lembaga yang menyalurkan program prioritas Presiden Prabowo Subianto tersebut.
"Saya tentu saja mendengarkan inputan masukan dari semua stakeholder. Dari mulai internal kita, dari mulai mitra, dari mulai siapapun itu, untuk supaya tata kelola ini bisa terlaksana dengan baik," ujar Sudaryono, di Kantor BGN, Jakarta Pusat, Rabu (22/7/2026) (5:14).
Baca Juga Dilantik Jadi Kepala BGN, Segini Harta Kekayaan Sudaryono di https://www.kompas.tv/nasional/681847/dilantik-jadi-kepala-bgn-segini-harta-kekayaan-sudaryono
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/681857/full-kepala-bgn-sudaryono-ungkap-arahan-pertamanya-ke-tim-hingga-siap-dengarkan-kritik-soal-mbg
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:00Bapak, saya mengucapkan terima kasih atas atensi dan perhatian dari Anda semua,
00:07awak media, ya saya dapat laporan tadi, ada yang menunggu dari siang jam 1 ke sini,
00:12ya minta maaf barangkali baru bisa tiba di jam berapa tadi, jam 5,
00:17ya kemudian kita paling tidak kita klan-wun, kita konsolidasi sedikit dengan tim di atas,
00:25di lantai 9 kita rapat, selain perkenalan juga saya mendengarkan, mereka mendengarkan,
00:30atau Bapak tim ini mendengarkan pandangan-pandangan dan juga sikap saya,
00:35nah kemudian akhirnya saya bisa tetap muka dan jumpa dengan Anda semua.
00:39Dan yang kedua saya minta maaf, saya tadi diberitahu ada press con,
00:43cuman memang belum ada perangkat sound systemnya, saya kira nanti ini teguran lah ya untuk BGN,
00:52informasi itu penting dan harus disampaikan dengan cara yang baik,
00:57maka alat itu juga harus dalam keadaan baik, ya jadi saya minta nanti dari tim internal,
01:04nanti saya akan sampaikan ke Bu Lilik, Bu Sestama untuk menyediakan tempat
01:10supaya kita bisa berkomunikasi dengan baik.
01:13Kira-kira ada pertanyaan yang lain?
01:21Yang pertama begini ya, satu, bahwa kita sadar, kita mengakui,
01:28dan kita semua juga tahu bahwa ada masalah dalam tata keluarga kita, ya.
01:36Bahwa ada penyelewengan, ada pelanggaran hukum bahkan,
01:39dan juga ada hal-hal yang lain ketidaktransparanan yang selama ini ada.
01:46Maka ini harus menjadi perhatian bagi saya, khususnya sebagai kepala baru,
01:51untuk supaya bagaimana ini kita bisa, bisa kita selesaikan.
01:57Tadi ini saya cerita aja, kalau yang lain kan sebetulnya saya udah bicara ya di istana tadi,
02:02beberapa pandangan saya, tapi mungkin kalau boleh saya tambahkan adalah terkait arahan saya yang di atas kepada tim.
02:10Yang pertama, saya sampaikan kepada tim bahwa kita mengetahui dan kita tahu,
02:14kita menyadari ada persoalan, dan kita harus,
02:17we have to run into the problem, kita harus mau menyelesaikan persoalan,
02:20tidak boleh kita lari dari masalah.
02:23Maka saya ingin, ya, disini ada yang barangkali menjadi pihak-pihak yang barangkali menjadi pihak yang diperiksa,
02:32kemudian diduga, ada juga sebagian yang sudah masuk,
02:38sudah sebagai tersangka, ada yang jadi saksi, dan lain-lain.
02:42Maka saya ingin yang urusan hukum adalah urusannya penegak hukum.
02:49Maka kita menyerahkan sepenuhnya investigasi,
02:54kita menyerahkan sepenuhnya penyelidikan dan penyelidikan kepada penegak hukum
02:58yang sedang menegakkan hukum terkait tata kelola yang kemarin kita hadapi.
03:02Dan intinya, saya sebagai kepala badan yang baru,
03:06kita support apapun yang menjadi kebutuhan dalam penegak hukum,
03:10kita akan berikan.
03:12Namun, kita tidak boleh kemudian,
03:15maksud saya, saya sampaikan kepada tim,
03:18kita tidak boleh kemudian tenggelam terhadap sikap pesimisme,
03:22dan kemudian kita tidak bersemangat dalam melaksanakan pengabdian ini.
03:27Jadi saya ingin tim saya yang,
03:30tadi itu, yang punya kasus hukum,
03:32mungkin yang jadi saksi, mungkin yang jadi tercangka, dan lain-lain,
03:36diikuti proses.
03:37Ya, dan kita tidak akan,
03:39kita siap full support untuk penegak hukum,
03:41tapi, tapi, bahwa tim ini,
03:46buah dan gizi ini harus terus tetap bekerja dengan optimal.
03:49Maka saya ingin mengajak kepada seluruh tim
03:53untuk kita jangan larut terhadap pesimisme dan kesedihan ini.
03:57Jadi harus optimis,
03:59kita bisa selesaikan persoalan ini,
04:01dan kita yakin bahwa program ini baik,
04:04dan bisa tata kelolanya kemudian kita perbaiki.
04:07Yang tadinya gelap, harus jadi terang.
04:09Yang tadinya mungkin tidak transparan, harus transparan.
04:11Yang tadinya mungkin manual,
04:14tergantung sama person-person orang-orang,
04:17tidak boleh lagi tergantung sama person-person,
04:18harus bisa by system,
04:21trust in system, gitu.
04:22Saya mengatakan.
04:23Kalau tadinya mungkin semua sesuai arahan si ini,
04:26sesuai arahan si itu, tidak ada.
04:27Kita sesuai dengan juklak-juknis,
04:29aturan, dan sistem yang kita bangun.
04:31Kita mengarah ke sana.
04:33Jadi saya mohon doa, mohon dukungan,
04:35tentu saja ini tidak bisa overnight,
04:37kemudian besok beres semua.
04:39Dan tentu saja kita,
04:41saya khususnya bersama dengan tim semua,
04:43siap mendengar masukan,
04:45siap mendengarkan satu informasi input
04:49dari manapun, dari siapapun,
04:51termasuk dari awak media.
04:52Kalau ada misalnya dapur kok,
04:55nggak benar misalnya,
04:56segera laporkan.
04:56Kita langsung investigasi.
04:57Kita ingin menegakkan,
05:00yang benar kita tegakkan.
05:01Yang baik juga harus kita,
05:02jangan sampai satu dua salah,
05:04kemudian dianggap yang lain juga keliru.
05:07Saya ingin menyemangati tim saya,
05:09tidak boleh larut terhadap kesedihan,
05:11dan kita siap untuk menyelesaikan persoalan,
05:14dan saya tentu saja mendengarkan sekali lagi
05:16inputan masukan dari semua stakeholder,
05:19semua.
05:19Ya, dari mulai internal kita,
05:22dari mulai mitra,
05:23dari mulai siapapun itu,
05:25untuk supaya tata kelola ini
05:26bisa terlaksana dengan baik.
05:28Kalau misalnya ada yang
05:30atas nama kritik,
05:32kemudian kritiknya sama dengan,
05:34misalnya hentikan atau bubarkan MBG,
05:37bubarkan BGN,
05:37saya kira itu bukan kritik,
05:39bukan renah kami untuk hentikan
05:40atau membuarkan BGN.
05:43Ya,
05:45makan bergizi adalah tender politiknya
05:48Presiden Prabowo.
05:50Direncanakan jauh-jauh hari,
05:52disampaikan di momen kampanye,
05:54dan kemudian beliau terpilih jadi Presiden.
05:58Sehingga,
05:59yang kita lakukan fokusnya adalah
06:01perbaikan tata kelola,
06:03menyediakan gizi yang baik,
06:05dan aman
06:06bagi anak-anak kita,
06:08bagi ibu hamil,
06:08menyusui, dan lansia,
06:10dan memberikan efek positif
06:12terhadap perekonomian,
06:13khususnya berada di desa-desa.
06:16Ini adalah program dari rakyat,
06:19dan akan diberikan kepada rakyat.
06:23Sekali lagi, kami mendengarkan.
06:25I'm listening.
06:25We are listening.
06:27Kasus keracunan dan penipuan titik SITG,
06:30Pak, sudah ada peraturan ini?
06:31Oh, ini, ya anulah, nanti kita...
06:34Ya, sudah ada beberapa.
06:36Saya sedikit banyak kan ngerti ya,
06:38karena di awal-awal dulu,
06:40waktu membahas MBG,
06:41saya juga bagian dari orang yang terlibat.
06:44Kemudian saya,
06:46sebagai Wakil Menteri Pertanian juga,
06:47kita sedikit banyak bersinggungan,
06:49karena memang terkait rantai pasok,
06:51dan lain-lain,
06:51dan di situ banyak juga
06:52masukan-masukan,
06:53keluhan-keluhan,
06:54dan saya mendengarkan itu.
06:56Selain itu,
06:57saya juga adalah orang politik.
06:59Saya adalah ketua Gerindra Jawa Tengah.
07:02Ya, tentu saja kader-kader itu juga lapor.
07:05Ini begini, Mas Dar,
07:06ini begini, Mas Dar.
07:07Ya, tentu saja ini semua.
07:08Jadi, tapi,
07:09semua informasi itu ada,
07:11yang sudah saya catat,
07:12tinggal nanti kita elaborasi dengan internal,
07:15dan juga kita menerima masukan dari eksternal.
07:17Jadi, percayalah bahwa saya,
07:20saya nyatakan di sini,
07:21saya sudah ngomong juga di sana,
07:23saya,
07:24kalau ada orang yang ngaku-ngaku gitu ya,
07:27misalnya ya,
07:27ngaku-ngaku saudaranya,
07:29Mas Dar lah,
07:30ngaku keluarga lah,
07:32ngaku temen lah,
07:32ngaku alumni lah,
07:33ngaku siapapun.
07:35Kemudian,
07:36kemudian minta atensi lah,
07:38minta perlakuan khusus lah,
07:40minta duit lah,
07:41neken-neken internal kita lah,
07:44neken-neken SPPI lah,
07:45siapapun itu,
07:46yang dia melakukan tindak,
07:48perbuatan yang nggak benar,
07:49saya pastikan,
07:50tidak ada hubungannya.
07:51Silahkan dilaporkan saja,
07:53ke pihak berwajib.
07:54Saya,
07:54saya nggak akan,
07:56siapapun itu,
07:57saya nggak peduli.
07:58Mas Dar,
07:59ini kerjanya,
08:00ini kerja pertama tim untuk di internal.
08:03Kan tadi ngomong,
08:04supaya optimisme,
08:05ada yang di BGN dan di BGN.
08:07Apa arahan pertama,
08:08yang utama yang tadi di?
08:09Ya, kita,
08:10itu tadi,
08:10yang hukum-hukum,
08:12yang nggak ya,
08:14kita harus kerja.
08:16kan,
08:17nggak semua,
08:18gitu.
08:18Kita kan ases praduga,
08:20apa bersalah,
08:20serahkan kepada,
08:21kepada pihak berwajib,
08:22dan yang tidak ya harus kerja,
08:24gitu.
08:24Dan saya tadi juga sampaikan,
08:26kalau merasa berat,
08:28ya,
08:28ya saya kira,
08:29saya minta ya,
08:30mungkin beberapa orang di posisi,
08:32boleh,
08:33mengajukan surat,
08:34misalnya,
08:34dia mau kembali ke instansi lain,
08:36atau dia mau pindah,
08:37atau apa,
08:38saya persilahkan.
08:38Karena kita ingin gerak cepat,
08:42efektif,
08:43efisien,
08:44cepat,
08:45itu kemudian bisa,
08:46kemudian satu persatu,
08:47masalah kita selesaikan.
08:49Pak,
08:49dari di atas,
08:50Pak,
08:50dari di atas,
08:51Pak,
08:51Mas Danpon,
08:53anggaran MDG kan yang paling besar ya,
08:54tapi punya tugakan 1,6 terakhir di tahun 2025,
08:57gimana cara mengevaluasi itu?
08:59Nanti aku cek,
09:00ya,
09:00baru juga,
09:01baru juga dilantik,
09:02bos,
09:03bos,
09:03jadi,
09:04setiapnya dingin,
09:04mas,
09:05waktu di momentan,
09:06itu seperti apa,
09:06mas tadi,
09:06mas,
09:07emang,
09:07emang berat banget,
09:09mas.
09:16Saya jujur pada diri saya sendiri,
09:20orang itu mendapatkan amalan lebih besar,
09:23tentu saja punya rasa kebahagiaan,
09:26tapi di atas atau di samping kebahagiaan kan disitu ada tanggung jawab besar ya,
09:31jadi ya tentu saja kenapa kok tangannya dingin ya,
09:36kita kan bukan mikirin senengnya,
09:38tapi kita mikirin,
09:39bukan mikirin jabatannya,
09:40bukan mikirin prestisnya,
09:42tapi kita mikirin pekerjaannya ya,
09:44karena ini saya kira tugasnya besar,
09:47grande,
09:48kemudian seluruh kamera ini ya,
09:50semua ini kamera kan nyuting saya ya,
09:53tentu saja ada,
09:55itu saya anggap sebagai bagian dari rasa,
09:58atau cara saya,
09:59cara tubuh saya mengeluarkan rasa tanggung jawab yang ada di dalam hati saya,
10:05semoga seperti itu ya.
10:11Soal Dewan Pengawas gimana?
10:13Dewan Pengawas saya belum dapat informasi lebih lanjut,
10:18ya tentu saja kita sih intinya kerja benar,
10:23ada Dewan Pengawas tentu saja lebih baik,
10:25enggak ada Dewan Pengawas ditambah pengawas-pengawas swasta ini ya kan,
10:29Anda semua ini kan boleh juga jadi pengawas,
10:32kalau ada hal-hal yang enggak benar ya,
10:34boleh untuk dilaporkan gitu.
10:35Jadi saya membuka diri untuk semua inisiatif.
10:47Wamentan mungkin sebaiknya tanya ke Mensesnek ya,
10:50tadi kan di Preskon disampaikan,
10:53saya tidak lagi menjawab sebagai Wamentan,
10:55dan Pak Prasnya sudah jawab juga tadi,
10:58lihat kan bahwa belum saat-belum sekarang ini kan gitu,
11:01jadi ya tunggu aja kalau menurut saya ya.
11:08Saya cek, menurut saya sih gini ya,
11:12intinya itu kan adalah, ini sama lah,
11:14sama seperti di pertanian yang saya hadapi selama ini ya,
11:18melibatkan semua hal, semua, intinya asas tujuan.
11:21Ya kan, mohon maaf ini aku loh komentar sedikit tentang pertanian gitu,
11:25wah ini loh pakai tentara pakai polisi,
11:27loh, membagi pompa ini di musim Pacekle Kemarau ini,
11:32itu ada 70 ribu pompa itu,
11:34itu kalau kita bagi karena relokasi anggaran,
11:39tahun 2024 ini khususnya,
11:40ya itu pengalaman kami dulu,
11:42itu kami bagi lewat TNI dan Polri.
11:45Kenapa?
11:45Karena enggak ada anggaranya,
11:47jadi ongkos untuk membaginya enggak ada.
11:50Nah kemarin ada yang nanya,
11:52mahasiswa ke saya,
11:53yaudah kalau gitu tentara sama polisinya enggak usah bantu deh,
11:56yaudah nanti saya kerahkan mahasiswa enggak pakai gaji,
11:58mau enggak?
11:59Enggak mau, gitu.
12:00Jadi ini intinya gini,
12:02saya tidak kemudian ingin berkomentar lebih jauh,
12:07tapi intinya adalah semua pihak bagaimana caranya barang ini bisa terlaksana dengan baik.
12:13Ya sasarannya jelas,
12:15sasarannya itu anak-anak cukup gisi aman,
12:18jadi aman dan cukup gisi,
12:20dan kemudian berdampak kepada ekonomi di lokal.
12:23Jangan sampai,
12:24tapi dengan memberdayakan UMKM,
12:26memberdayakan petani-petanak dan lain-lain,
12:28dengan satu syarat,
12:30semua bahannya itu harus juga benar.
12:33Ya kan maksudnya standar keamanannya juga harus benar,
12:35karena kan ya kita belajarlah dari faktor keracunan dan lain-lain itu kan,
12:39karena memang selain cara ngolahnya kan ada juga yang dari bahan bakunya yang
12:43barangkali itu tadi,
12:47tidak terstandar atau mungkin bahan bakunya kualitasnya enggak begitu bagus gitu loh.
12:50Jadi kita belajar cara.
12:53Saya, saya, saya ini, saya pelajari dulu,
12:56jadi saya, ya ini kan baru di,
12:59Pak Tipo,
13:00ya kan.
13:01Sama Pak Presiden, Pak?
13:03Target khusus dari Presiden?
13:05Target khusus ya,
13:07efektif, efisien, cepat, cepat, selesai gitu loh.
13:09Jadi Pak Presiden, satu arahannya,
13:12you have to run into the problem.
13:13Kita harus mau lari,
13:17kita selesaikan persoalan.
13:18Caranya bagaimana?
13:20Caranya adalah love your people
13:22and use your common sense.
13:23Masalah yang dilihat dari Presiden sekarang ya?
13:26Bapak ini dari,
13:27ano ya,
13:28Organic Kementan biasa ini,
13:29Bapak ini ya.
13:30Iya kan?
13:30Bapak kan biasa mangkal di tempat saya ini.
13:32Jangan kejem-kejem lah saya pertanyaan.
13:34Masalah yang dilihat sama Bapak,
13:36Jangan bagi ini apa Pak?
13:36Eh?
13:37Mas kan tadi Bapak bilang peranggungan itu ada problem.
13:39Iya.
13:39Masalah yang dilihat,
13:40yang dilihat di identifikasi sekarang apa-apa?
13:42Yaudah,
13:42ya ini-ini semualah,
13:43kalian tahulah,
13:44ya kan?
13:45Ya ini-ini semua.
13:46Ya, apa?
13:46Mas,
13:47Pak Mentan,
13:49full support.
13:53Mas,
13:54saya enggak tahu.
13:55Ya saya,
13:56saya inilah,
13:57saya,
13:58kita,
13:59itu tadi,
14:00saya punya prinsip tadi ya,
14:01love your people and use your common sense.
14:04Jadi kita didasari pada hati yang baik,
14:07mencintai rakyat,
14:08mencintai sesama,
14:10mencintai keluarga,
14:11mencintai saudara.
14:12Dan use your common sense.
14:14Jadi ya,
14:15ya dengan akal sehat ya,
14:17kita yang benar,
14:18saya kira secara akal,
14:19kalau benar itu kemudian kita tinggal cek,
14:21dasar hukumnya harusnya sih,
14:23okelah ya.
14:24Tadi saya bilang juga,
14:25kalau orang itu misalnya,
14:26ya kan?
14:27Orang misalnya bisik-bisik,
14:29bisik-bisik,
14:30terus rapat-rapat di rahasia,
14:32empat mata,
14:33kemudian,
14:34ya udahlah,
14:34kita terang-benderang aja ya.
14:36Indonesia cerah,
14:37enggak perlu gelap-gelap.
14:39Jadi kalau yang gelap-gelap itu biasanya,
14:41TC-TC gelap ini biasanya,
14:43ya mencurigakan ya,
14:44curigation kita.
14:45Saya kira itu,
14:46terima kasih.
14:47Aku,
14:49aku minta didukung ya,
14:50aku minta didukung ya.
14:51Saya minta,
14:52saya mohon,
14:53ya saya mohon,
14:54saya tahulah bahwa MBG,
14:57BGN,
14:58MBG ini tema yang besar,
15:02kemudian rame di mana-mana,
15:04di media maupun di sosmed,
15:05ya jadi saya mohon,
15:07gimana ya istilahnya itu,
15:09saya paham,
15:10orang itu kemudian gampang sekali membuat sensasi
15:13dengan tema MBG.
15:15Gampang sekali.
15:16kemudian jadi viral,
15:18mungkin jadi bangga,
15:18tapi maksud saya,
15:20se-viral apapun enggak ada masalah.
15:22Tapi saya ingin,
15:24ya,
15:25itu kemudian diberitakan,
15:27atau di-posting,
15:29kebenaran.
15:30Kalau ada pelanggaran,
15:31itu pelanggaran itu memang ada kebenarannya.
15:34Jangan sampai kita kemudian ada hoax,
15:36ada fitnah,
15:37ya kan,
15:37kemudian ada misinterpretasi,
15:42jadi sengaja misinterpretasi,
15:44atau mungkin barangkali,
15:45mohon maaf,
15:46kasarannya,
15:47jeleknya,
15:47sabotasi,
15:48dan lain-lain,
15:48please lah.
15:49Ya ini kita kerja bareng,
15:50kerja semua,
15:51dan saya minta semua,
15:52saya mohon kepada awak media,
15:54dan semuanya,
15:55untuk kemudian secara arif dan benar.
15:58Bukan kok saya ini kemudian,
16:00enggak mau ditunjukkan sesuatu yang jelek,
16:03bukan,
16:03tapi please lah,
16:04jangan kemudian beritanya adalah berita yang tidak benar.
16:06Itu aja.
16:07Terima kasih ya.
16:08Thank you, thank you,
16:09makasih.
Komentar