Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo buka suara terkait video viral dirinya yang disebut menggunakan jet pribadi (private jet) saat kunjungan kerja ke wilayah timur Indonesia.

Dody menjelaskan, pesawat yang digunakannya bukan milik pribadi, melainkan pesawat milik Kementerian Perhubungan (Kemenhub) yang digunakan untuk kegiatan kalibrasi.

"Itu, kan, private jet-nya Kementerian Perhubungan, kalibrasi. Kementerian Perhubungan. Jadi kantong kanan-kantong kiri, gitu loh. Private jet-nya Kementerian Perhubungan," kata Dody kepada wartawan saat ditemui di kantornya, Rabu, 22 Juli.

Selain itu, Dody membantah batalnya perjalanan dinas ke Amerika Serikat (AS) lantaran viralnya bocoran surat perjalanan yang dikeluarkan Kementerian Pekerjaan Umum yang memuat nama istri dan anaknya.

Video editor: Rizal

#menteripu #dodyhanggodo

Baca Juga Ramai Isu Reshuffle Menteri PU, Dody Hanggodo Serahkan kepada Presiden, Istana Merespons di https://www.kompas.tv/regional/681552/ramai-isu-reshuffle-menteri-pu-dody-hanggodo-serahkan-kepada-presiden-istana-merespons




Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/681853/menteri-pu-dody-bantah-pakai-jet-pribadi-hingga-beberkan-alasan-batal-ke-as
Transkrip
00:00Gak pernah saya pilih salaman sama Mama, apalagi sama pegawasan, gak mungkin lah.
00:07Kalau private jet itu karena satu, biasanya ya, saya lupa ya, biasanya itu memang bandaranya kan bukan bandara yang bisa
00:13dilahirkan komersial, ya kan, satu.
00:16Yang kedua, yang kedua, itu kan private jetnya, apa namanya?
00:26Kementerian Perhubungan, Kalibrasi.
00:29Kementerian Perhubungan, jadi kantong aneh kan kantong kiri, gitu loh.
00:34Kementerian private jetnya Kementerian Perhubungan.
00:36Tapi letak APBN dong, Pak.
00:39Oh iya, APBN, PU pindah Kementerian Perhubungan.
00:41Berarti gak efisien dong.
00:43Kok bisa?
00:43Dari mana?
00:44Ya, iya, letakkan private jet itu.
00:47Kan, bukan, gini, makanya saya mengatakan, bandaranya bukan bandara komersial.
00:53Maksudnya, baru buka komersial itu, gak ada penebangan komersial ke situ.
00:57Iya kan, kemudian, bukan private jet saya harus ngambil dari swasta, enggak.
01:03Saya ngambil khusus dari kementerian lain.
01:07Dia kemudian, kantong kiri masuk kantong kanan, gitu loh.
01:10Bukan kemudian, uang itu dikantong siapa? Enggak, dikantongnya Kementerian Perhubungan,
01:17katanya Pak Duddy Purwagandi, bukan dikantong saya, gitu, itu aja.
01:21Enggak, enggak, kalau gitu-gitu.
01:23Kalau surat, itu kan harusnya suratnya Pak Sekjen, ya.
01:26Harusnya nanya ke Pak Sekjen, jangan nanya ke saya, lah.
01:29Itu kan proses, sehingga saya itu proses visa, ya.
01:31Cuman, saya juga agak bingung kenapa kemudian saya dituduh memakai anggaran negara, ya.
01:38Karena, saya sempat baca, saya sempat baca, ya.
01:41Saya sempat baca, Pak Sekjen itu bersurat lagi ke Pak Mensesnek,
01:44nama-nama orang yang dibiayai oleh ABBN atas perjalanan itu.
01:49Nama saya pun enggak ada.
01:51Ada beberapa orang, semua ASN-nya PU.
01:54Nama saya pun enggak ada, gitu, di situ.
01:56Berarti Bapak sendiri enggak tahu ya pas soal surat itu sebetulnya?
01:59Berarti Bapak mengakui kalau misalnya nama itu ditulis oleh Pak Sekjen tanpa sepengetahuan Bapak.
02:04Karena kan biasanya Sekjen melakukan sebagai status ya, Pak, ya.
02:08Harusnya kan atas persetujuan Menteri ya idealnya gitu ya, Pak.
02:11Apakah Bapak saat ini masalah di lokasi itu dilewatin atau seperti apa, Pak?
02:15Ya, mungkin karena itu sudah bukan sesuatu yang krusial, bukan barang baru mungkin ya.
02:24Karena itu kan cuma sekedar permintaan visa saja, kan, ke Kedutaan Besar Amerika lewat Kemenlu.
02:32Jadi mungkin loh ya, saya enggak perlu lewat saya.
02:35Mungkin begitu kali.
02:36Apakah bapak sendiri cukup kan itu?
02:38Yang melantar belakangnya salah satunya mutasi?
02:43Enggak lah, enggak ada.
02:44Enggak ada hubungan sama itu.
02:46Enggak ada hubungan ya?
02:47Enggak ada hubungan.
02:47Dan sebetulnya saya enggak jadi pergi juga kan?
02:50Oke.
02:51Tapi saya enggak jadi pergi bukan karena itu.
02:53Bocor loh ya.
02:54Itu lebih karena rumahnya bapak itu kebanjiran.
02:59Ya kan?
03:00Terus mana?
03:02Agam, agam, agam, agam.
03:04Terus mana?
03:07Enang-enang.
03:08Enang-enang.
03:09Enang-enang.
03:09Enang-enang.
03:10Enang-enang.
03:10Enang-enang yang saya pikir itu sudah selesai.
03:12Karena saya sudah perintahkan Direktur, saya perintahkan Kepala Bali menyelesaikan.
03:16Saya pikir itu sudah selesai.
03:17Ternyata enggak selesai juga.
03:19Jadi saya pikir saya harus hadir.
03:22Ini yang kemudian.
03:23Yang ketiga, Pak Presiden ingin ada perismian di Meninting.
03:31Ini yang sebetulnya mendasari saya langsung.
03:35Udah, percuma juga.
03:36Saya enggak akan bisa pergi juga dengan begitu banyak masalah di kepala saya.
03:40Dan saya sebagai Menteri Pekerjaan Umum ya pasti akan lebih mengutamakan
03:48urusan-urusan Jalan Negeri lah daripada urusan saya pergi Perugian Negeri.
03:51Gara-gara begitulah.
03:52Tapi cukup kambing.
03:53Gaya komunikasi Bapak.
03:57Bagaimana Bapak akan mengubah gaya komunikasi dan pola komunikasi menjadi lebih...
04:01Ya enggak apa-apa kan.
04:03Kalau itu kan review biasa aja.
04:06Jadi kalau...
04:06Ya mungkin gini.
04:07Mungkin ya Anu ya.
04:08Apa?
04:13Yang apa?
04:14Kalau...
04:17Ya biasa aja.
04:19Kalau menurut saya...
04:19Saya harus dirubah ya mungkin saya akan berubah.
04:22Mungkin nanti saya akan diskusi ulang dengan Pak Mensesnek.
04:25Guys, guys, komunikasi seperti apa yang...
04:27Yang...
04:28Yang apa?
04:29Yang...
04:29Yang mungkin belum-belum pantas.
04:32Gerti gaduh-gaduh di media sosial ini tidak mempengaruhi kinerja Kementeran Tewu ya?
04:38So far sih enggak ada kayaknya.
04:40Enggak ada.
04:45Enggak ada.
04:45Berarticiamo...
04:45Tentu...
Komentar

Dianjurkan