Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 2 jam yang lalu


JAKARTA, KOMPAS.TV - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan kinerja Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) menunjukkan perbaikan signifikan sehingga tidak lagi mengarah pada wacana pembubaran lembaga tersebut.

Purbaya mengatakan, pembenahan dilakukan melalui perombakan jajaran pegawai hingga pimpinan di Bea Cukai.

Menurutnya, para pejabat saat ini menyadari bahwa kinerja buruk dapat berujung pada pembubaran institusi.

"Bea Cukai progresnya sudah amat baik, kita sudah kocok ulang pegawai-pegawai di sana dan sekarang yang di pucuk-pucuk pimpinan sudah orang-orang yang relatif lebih baik dan mereka tahu kalau mereka enggak baik mereka akan dibubarkan. Itu yang penting tadi," kata Purbaya dalam konferensi pers APBNKiTa di Kementerian Keuangan, Selasa (21/7/2026).

Baca Juga [FULL] Menkeu Purbaya Beberkan Dampak Positif PFII untuk Pertumbuhan Ekonomi RI di https://www.kompas.tv/nasional/681617/full-menkeu-purbaya-beberkan-dampak-positif-pfii-untuk-pertumbuhan-ekonomi-ri



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/681865/menkeu-purbaya-jawab-soal-bea-cukai-dibubarkan-kinerja-membaik
Transkrip
00:00Mana indikator apa yang sudah diperbaiki, mungkin boleh disampaikan lagi update-nya soal BIA Cukai, Pak. Terima kasih.
00:07BIA Cukai, progresnya sudah amat baik. Kita sudah kocok ulang pegawai-pegawai di sana.
00:15Dan sekarang yang di pucuk-pucuk pimpinannya sudah orang-orang yang relatif baik, lebih baik.
00:23Dan mereka tahu kalau mereka tidak baik, mereka akan dibebarkan. Itu yang penting.
00:26Jadi, pertumbuhannya sudah setelah 7 persen yang sekarang tadi.
00:316 persen lebih pertumbuhan penimanan BIA Cukai-nya.
00:33Dan sekarang kalau kita lihat di pasar, balpres sudah berkurang banyak, barang sundupan sudah berkurang banyak.
00:43Terus, BIA Cukai aktif melakukan penangkapan-penangkapan terhadap peredaran rokok ilegal.
00:49Sekarang banyak sekali itu.
00:51Salah satu approach yang kita pakai adalah untuk memastikan bahwa praktek itu berkurang banyak.
00:56Di masa lalu itu kalau ada truk, bawa barang ilegal, yang ditahan cuma barang ilegalnya.
01:04Truknya dilepas, supirnya dilepas.
01:06Jadi, kos untuk melakukan praktek ilegal murah.
01:09Cuma barangnya kalau tidak tertangkap, yaudah. Kalau tidak tertangkap, untung dia.
01:13Sekarang kita ubah aturannya, bukan kita ubah sedikit lah.
01:17Setiap truk atau kendaraan yang melakukan praktek ilegal, tahan dulu sampai clear betul.
01:23Tapi saya tahan betul supaya kos untuk melakukan praktek ilegal itu menjadi mahal.
01:28Jadi sekarang di seluruh kantor BIA Cukai, di seluruh Indonesia mungkin, itu penuh dengan truk-truk atau mobil-mobil yang
01:36mengangkrut barang ilegal itu.
01:37Di sini ada beco kan siapa?
01:40Ada beco kan siapa?
01:41Coba jelasin di Semarang ada berapa mobil-mobil itu?
01:56Di bandara juga semakin ketat sekarang, penyelumpan emas, banyak yang ditangkap.
02:02Saya silang, Pak.
02:03Siap, Pak.
02:04Saya ingin Pak Menteri dan para pimpinan.
02:08Kami sampaikan bahwa di lapangan, teman-teman BIA Cukai sangat aware dan sangat concern dengan arahan Pak Menteri,
02:16termasuk terkait dengan penindakan di bidang Cukai, Pak.
02:21Jadi, UR yang selama ini, seperti yang Pak Menteri sampaikan, kita lebih intensitaskan untuk ke arah yang lebih membuat efek
02:33sejarah, Pak.
02:33Jadi, termasuk terkait dengan barang bukti truk dan pengangkut, kita puayakan untuk bisa ditegah juga, Pak.
02:41Tidak hanya barang bukti, berupa barang BIA Cukai, Pak.
02:43Demikian, Pak.
02:44Dan peningkatnya sangat signifikan, Pak.
02:46Sekarang, kamu dari mana asalnya?
02:48Dari PPS, Pak.
02:50Direkturat Peniman, Pak, BIA Cukai, Pak.
02:53Coba, misalnya di Semarang ada berapa mobil yang ditahan di kantor BIA Cukai?
02:59Kami globalnya, Pak.
03:00Di Jakarta ada berapa di tempat Anda?
03:02Siapa?
03:03Enggak, Dirjen lapor ke saya.
03:05Siapa?
03:06Banyak sekali barang-barang etrek-etrek itu yang ditahan di sana.
03:09Jadi, itu saya harapkan akan membuat kos untuk melakukan praktek ilegal menjadi mahal, sehingga aktivitasnya turun dengan signifikan, supaya mereka
03:20kapok.
03:21Terus, kalau kita lihat dari penghargaan atau tidak atau Presiden ke BIA Cukai, saya juga sudah melihat, Pak Prabowo sudah
03:31melihat ada perbaikan yang sertifikan di BIA Cukai.
03:33Kalau dulu dia bilang bubarkan, sekarang dia pernah bilang di salah satu rapat dengan kabinet BIA Cukai bisa diperbaiki dan
03:44harus bisa diperbaiki.
03:45Itu adalah signal yang clear bahwa ada perkembangan positif di BIA Cukai yang diakui oleh pimpinan kita.
03:52Jadi, kemungkinannya sih BIA Cukai akan tetap bertahan.
03:57Untuk di pelabuhan, kita terapkan AI yang cukup signifikan.
04:01Mungkin seminggu, dua minggu lagi saya akan bawa media, software, AI di lapangan yang digunakan di BIA Cukai, di pusat
04:13BIA Cukai sini, yang link dengan banyak tempat di Indonesia.
04:16Saya, dua minggu lagi tadi Pak Cukai bilang bisa untuk demo ke teman-teman dari media untuk melihat bahwa sekarang
04:23kita lebih canggih dibanding sebelumnya.
04:26Mungkin itu.
04:27Terima kasih, Pak Menteri.
04:28Selanjutnya.
04:35Halo, cek.
04:36Izin Pak, men-kiru Pak Wamen, saya Adin dari BTV BITI 1 Pak.
04:41Izin Pak, mau bertanya terkait keluhan kepala daerah nih Pak, para kepala daerah.
04:45Pak, mengeluhkan DBH atau dana bagai hasil itu belum cail, Pak.
04:50Itu yang pertama.
04:51Terus yang kedua, kemarin Pak Mankes curhat di DPR, Pak.
04:54Kalau anggaran di 2025 ya Pak, dana ke Mankes sebesar 12,3 triliun itu sempat diblokir di Kementerian Keuangan, Pak.
05:02Sehingga menghambat program TB, layan kesehatan primal, dan pengadaan ombar dan alat kesehatan, Pak.
05:07Sekiranya itu kenapa ya Pak?
05:08Terus yang ketiga, ini kan pertumbuhan ekonomi kita kan positif terus ya Pak.
05:13Di atas 5 persen, bahkan di triwuk.
05:14Yang ketiga Pak tadi?
05:16Yang ketiga, apa, terkait tren pertumbuhan ekonomi kita kan Pak, positif terus Pak.
05:23Di atas 5 persen, bahkan di triwulan satu, kita 5,61 persen Pak.
05:28Tapi tren di PHK perusahaan itu semakin meningkat Pak.
05:32Bahkan di Januari sampai bulan Mei saja sudah 43 ribu orang ter PHK Pak.
05:39Sekiranya itu ada, kenapa ya Pak, ada anomali seperti itu Pak.
05:44Terima kasih.
05:46Oke, Anda pertanyaan tiga ya, saya lupa semua udah.
05:49DBH belum cair.
05:50DBH belum cair.
05:52Ini DBH kan di undang-undangnya disesuaikan dengan kondisi keuangan pemerintah.
05:57Jadi akan kita lihat terus seperti apa.
05:59Dan kita perhatikan juga daerah-daerah yang kurang seperti apa sih.
06:03Kita monitor betul setiap daerah.
06:04Nanti kita akan diskusi dengan Pak Mendag.
06:10Tapi kita akan minta pertanyaan Presiden bagaimana untuk mengatasinya.
06:13Jadi kita akan pastikan bahwa tidak ada daerah yang betul-betul collapse gara-gara gak ada anggaran.
06:20Yang kedua Pak tadi?
06:21Yang kedua terkait anggaran Kemenkes Pak di 2025.
06:25Kemenkes kami belum tahu, Pak Dirjen belum tahu.
06:27Tapi lain kali kalau Kemenkes ngadu jangan di DPR.
06:31Kan dia pemerintah, minta ke Presiden lah.
06:33Nanti Presiden ketok saya, selesai.
06:35Yang ketiga Pak?
06:36Yang ketiga terkait tren pertumbuhan ekonomi terus di atas 5% tapi masih terjadi PHK Pak.
06:43Anda punya data penciptaan lapangan kerja gak?
06:48Atau Anda punya data monitor data perusahaan baru gak?
06:54Jadi di ekonomi itu selalu ada seperti itu.
06:56Ikan dalam pasar yang kompetitif ada keluar masuk-keluar masuk ya.
07:00Free entry dan exit.
07:01Jadi Anda jangan lihat yang exit aja.
07:04Karena di ekonomi yang lagi tumbuh pun ada perusahaan bangkrut.
07:08Jadi mesti dilihat yang tercipta seperti apa lapangan kerjanya.
07:14Kalau kita lihat unemployment turun,
07:16sepertinya sih banyak adanya penciptaan lapangan kerja dibanding yang keluar.
07:23Justru pertumbuhan ekonomi menggambarkan itu sebetulnya.
07:27Jadi jangan lihat satu sisi aja.
07:29Mungkin juga saya salah tapi carilah data yang itu.
07:32Tapi kalau kita lihat tadi data agregatnya kan turun.
07:35Pertumbuhan ekonomi 5.6 itu kan tertinggi terlibat pertama sejak tahun 2013 katanya.
07:42Lucu.
07:43Dibandingnya terlibat pertama.
07:45Jadi harusnya kondisi ekonomi memang baik secara agregat.
07:50Bukan berarti gak ada pemecatan, gak ada perusahaan.
07:53Itu tuh pasti ada.
07:55Cuma kita lihat yang baru berapa.
07:58Harusnya banyak yang baru di perusahaan yang baru.
08:01Atau yang menciptakan lapangan kerja baru.
08:03Dibandingkan dengan yang perusahaan bangkrut atau keluar.
08:09Tapi kita monitor terus keadaan itu.
08:11Makanya pemerintah kan ngasih timur semacam-macam ke perekonomian kan.
08:15Supaya ekonomi bisa tumbuh lebih cepat.
08:17Jadi kalau ekonomi tumbuh lambat.
08:19Nanti itu banyak yang terjadi tuh.
08:21Pemecatan-pemecatan dibanding perusahaan-perusahaan baru.
08:23Jadi kita dorong ekonominya di level makro ya.
08:27Angkanya seperti itu.
08:29Tapi di bawahnya adalah penciptaan lapangan kerja atau enggak.
08:33Seperti itu.
08:33Jadi makro sama mikro itu bukan hal yang lepas.
08:39Makro kira-kira adalah penyumulan dari mikro.
08:42Mungkin makronya bagus kalau mikronya jelek.
08:46Kira-kira itu.
08:48Jadi kalau lihat agregat harus dilihat betul.
08:52Berapa perusahaan yang berapa penciptaan lapangan kerja baru.
08:57Berapa pengangguran baru.
09:01Nanti dikurangin.
09:02Disitu baru terlihat gambaran makro yang sebetulnya.
09:04Mungkin itu.
Komentar

Dianjurkan