00:00Mana indikator apa yang sudah diperbaiki, mungkin boleh disampaikan lagi update-nya soal BIA Cukai, Pak. Terima kasih.
00:07BIA Cukai, progresnya sudah amat baik. Kita sudah kocok ulang pegawai-pegawai di sana.
00:15Dan sekarang yang di pucuk-pucuk pimpinannya sudah orang-orang yang relatif baik, lebih baik.
00:23Dan mereka tahu kalau mereka tidak baik, mereka akan dibebarkan. Itu yang penting.
00:26Jadi, pertumbuhannya sudah setelah 7 persen yang sekarang tadi.
00:316 persen lebih pertumbuhan penimanan BIA Cukai-nya.
00:33Dan sekarang kalau kita lihat di pasar, balpres sudah berkurang banyak, barang sundupan sudah berkurang banyak.
00:43Terus, BIA Cukai aktif melakukan penangkapan-penangkapan terhadap peredaran rokok ilegal.
00:49Sekarang banyak sekali itu.
00:51Salah satu approach yang kita pakai adalah untuk memastikan bahwa praktek itu berkurang banyak.
00:56Di masa lalu itu kalau ada truk, bawa barang ilegal, yang ditahan cuma barang ilegalnya.
01:04Truknya dilepas, supirnya dilepas.
01:06Jadi, kos untuk melakukan praktek ilegal murah.
01:09Cuma barangnya kalau tidak tertangkap, yaudah. Kalau tidak tertangkap, untung dia.
01:13Sekarang kita ubah aturannya, bukan kita ubah sedikit lah.
01:17Setiap truk atau kendaraan yang melakukan praktek ilegal, tahan dulu sampai clear betul.
01:23Tapi saya tahan betul supaya kos untuk melakukan praktek ilegal itu menjadi mahal.
01:28Jadi sekarang di seluruh kantor BIA Cukai, di seluruh Indonesia mungkin, itu penuh dengan truk-truk atau mobil-mobil yang
01:36mengangkrut barang ilegal itu.
01:37Di sini ada beco kan siapa?
01:40Ada beco kan siapa?
01:41Coba jelasin di Semarang ada berapa mobil-mobil itu?
01:56Di bandara juga semakin ketat sekarang, penyelumpan emas, banyak yang ditangkap.
02:02Saya silang, Pak.
02:03Siap, Pak.
02:04Saya ingin Pak Menteri dan para pimpinan.
02:08Kami sampaikan bahwa di lapangan, teman-teman BIA Cukai sangat aware dan sangat concern dengan arahan Pak Menteri,
02:16termasuk terkait dengan penindakan di bidang Cukai, Pak.
02:21Jadi, UR yang selama ini, seperti yang Pak Menteri sampaikan, kita lebih intensitaskan untuk ke arah yang lebih membuat efek
02:33sejarah, Pak.
02:33Jadi, termasuk terkait dengan barang bukti truk dan pengangkut, kita puayakan untuk bisa ditegah juga, Pak.
02:41Tidak hanya barang bukti, berupa barang BIA Cukai, Pak.
02:43Demikian, Pak.
02:44Dan peningkatnya sangat signifikan, Pak.
02:46Sekarang, kamu dari mana asalnya?
02:48Dari PPS, Pak.
02:50Direkturat Peniman, Pak, BIA Cukai, Pak.
02:53Coba, misalnya di Semarang ada berapa mobil yang ditahan di kantor BIA Cukai?
02:59Kami globalnya, Pak.
03:00Di Jakarta ada berapa di tempat Anda?
03:02Siapa?
03:03Enggak, Dirjen lapor ke saya.
03:05Siapa?
03:06Banyak sekali barang-barang etrek-etrek itu yang ditahan di sana.
03:09Jadi, itu saya harapkan akan membuat kos untuk melakukan praktek ilegal menjadi mahal, sehingga aktivitasnya turun dengan signifikan, supaya mereka
03:20kapok.
03:21Terus, kalau kita lihat dari penghargaan atau tidak atau Presiden ke BIA Cukai, saya juga sudah melihat, Pak Prabowo sudah
03:31melihat ada perbaikan yang sertifikan di BIA Cukai.
03:33Kalau dulu dia bilang bubarkan, sekarang dia pernah bilang di salah satu rapat dengan kabinet BIA Cukai bisa diperbaiki dan
03:44harus bisa diperbaiki.
03:45Itu adalah signal yang clear bahwa ada perkembangan positif di BIA Cukai yang diakui oleh pimpinan kita.
03:52Jadi, kemungkinannya sih BIA Cukai akan tetap bertahan.
03:57Untuk di pelabuhan, kita terapkan AI yang cukup signifikan.
04:01Mungkin seminggu, dua minggu lagi saya akan bawa media, software, AI di lapangan yang digunakan di BIA Cukai, di pusat
04:13BIA Cukai sini, yang link dengan banyak tempat di Indonesia.
04:16Saya, dua minggu lagi tadi Pak Cukai bilang bisa untuk demo ke teman-teman dari media untuk melihat bahwa sekarang
04:23kita lebih canggih dibanding sebelumnya.
04:26Mungkin itu.
04:27Terima kasih, Pak Menteri.
04:28Selanjutnya.
04:35Halo, cek.
04:36Izin Pak, men-kiru Pak Wamen, saya Adin dari BTV BITI 1 Pak.
04:41Izin Pak, mau bertanya terkait keluhan kepala daerah nih Pak, para kepala daerah.
04:45Pak, mengeluhkan DBH atau dana bagai hasil itu belum cail, Pak.
04:50Itu yang pertama.
04:51Terus yang kedua, kemarin Pak Mankes curhat di DPR, Pak.
04:54Kalau anggaran di 2025 ya Pak, dana ke Mankes sebesar 12,3 triliun itu sempat diblokir di Kementerian Keuangan, Pak.
05:02Sehingga menghambat program TB, layan kesehatan primal, dan pengadaan ombar dan alat kesehatan, Pak.
05:07Sekiranya itu kenapa ya Pak?
05:08Terus yang ketiga, ini kan pertumbuhan ekonomi kita kan positif terus ya Pak.
05:13Di atas 5 persen, bahkan di triwuk.
05:14Yang ketiga Pak tadi?
05:16Yang ketiga, apa, terkait tren pertumbuhan ekonomi kita kan Pak, positif terus Pak.
05:23Di atas 5 persen, bahkan di triwulan satu, kita 5,61 persen Pak.
05:28Tapi tren di PHK perusahaan itu semakin meningkat Pak.
05:32Bahkan di Januari sampai bulan Mei saja sudah 43 ribu orang ter PHK Pak.
05:39Sekiranya itu ada, kenapa ya Pak, ada anomali seperti itu Pak.
05:44Terima kasih.
05:46Oke, Anda pertanyaan tiga ya, saya lupa semua udah.
05:49DBH belum cair.
05:50DBH belum cair.
05:52Ini DBH kan di undang-undangnya disesuaikan dengan kondisi keuangan pemerintah.
05:57Jadi akan kita lihat terus seperti apa.
05:59Dan kita perhatikan juga daerah-daerah yang kurang seperti apa sih.
06:03Kita monitor betul setiap daerah.
06:04Nanti kita akan diskusi dengan Pak Mendag.
06:10Tapi kita akan minta pertanyaan Presiden bagaimana untuk mengatasinya.
06:13Jadi kita akan pastikan bahwa tidak ada daerah yang betul-betul collapse gara-gara gak ada anggaran.
06:20Yang kedua Pak tadi?
06:21Yang kedua terkait anggaran Kemenkes Pak di 2025.
06:25Kemenkes kami belum tahu, Pak Dirjen belum tahu.
06:27Tapi lain kali kalau Kemenkes ngadu jangan di DPR.
06:31Kan dia pemerintah, minta ke Presiden lah.
06:33Nanti Presiden ketok saya, selesai.
06:35Yang ketiga Pak?
06:36Yang ketiga terkait tren pertumbuhan ekonomi terus di atas 5% tapi masih terjadi PHK Pak.
06:43Anda punya data penciptaan lapangan kerja gak?
06:48Atau Anda punya data monitor data perusahaan baru gak?
06:54Jadi di ekonomi itu selalu ada seperti itu.
06:56Ikan dalam pasar yang kompetitif ada keluar masuk-keluar masuk ya.
07:00Free entry dan exit.
07:01Jadi Anda jangan lihat yang exit aja.
07:04Karena di ekonomi yang lagi tumbuh pun ada perusahaan bangkrut.
07:08Jadi mesti dilihat yang tercipta seperti apa lapangan kerjanya.
07:14Kalau kita lihat unemployment turun,
07:16sepertinya sih banyak adanya penciptaan lapangan kerja dibanding yang keluar.
07:23Justru pertumbuhan ekonomi menggambarkan itu sebetulnya.
07:27Jadi jangan lihat satu sisi aja.
07:29Mungkin juga saya salah tapi carilah data yang itu.
07:32Tapi kalau kita lihat tadi data agregatnya kan turun.
07:35Pertumbuhan ekonomi 5.6 itu kan tertinggi terlibat pertama sejak tahun 2013 katanya.
07:42Lucu.
07:43Dibandingnya terlibat pertama.
07:45Jadi harusnya kondisi ekonomi memang baik secara agregat.
07:50Bukan berarti gak ada pemecatan, gak ada perusahaan.
07:53Itu tuh pasti ada.
07:55Cuma kita lihat yang baru berapa.
07:58Harusnya banyak yang baru di perusahaan yang baru.
08:01Atau yang menciptakan lapangan kerja baru.
08:03Dibandingkan dengan yang perusahaan bangkrut atau keluar.
08:09Tapi kita monitor terus keadaan itu.
08:11Makanya pemerintah kan ngasih timur semacam-macam ke perekonomian kan.
08:15Supaya ekonomi bisa tumbuh lebih cepat.
08:17Jadi kalau ekonomi tumbuh lambat.
08:19Nanti itu banyak yang terjadi tuh.
08:21Pemecatan-pemecatan dibanding perusahaan-perusahaan baru.
08:23Jadi kita dorong ekonominya di level makro ya.
08:27Angkanya seperti itu.
08:29Tapi di bawahnya adalah penciptaan lapangan kerja atau enggak.
08:33Seperti itu.
08:33Jadi makro sama mikro itu bukan hal yang lepas.
08:39Makro kira-kira adalah penyumulan dari mikro.
08:42Mungkin makronya bagus kalau mikronya jelek.
08:46Kira-kira itu.
08:48Jadi kalau lihat agregat harus dilihat betul.
08:52Berapa perusahaan yang berapa penciptaan lapangan kerja baru.
08:57Berapa pengangguran baru.
09:01Nanti dikurangin.
09:02Disitu baru terlihat gambaran makro yang sebetulnya.
09:04Mungkin itu.
Komentar