Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 12 jam yang lalu
Transkrip
00:09Raja Xiaonan memberontak
00:14Segera kembali ke markas, laporkan pada Putri Agung
00:18Putri Agung, Xiaoshun membunuh perajil pengantar kabar
00:21Komunikasi kita dengan Ibu Kotachun terputus
00:23Post penghubung perbatasan sudah dikuasai oleh Xiaoshun
00:25Rumur sudah sampai ke Ibu Kotachun
00:27Gurun Utara menembus lemah bayi lang
00:29Yunco akan jatuh dalam tiga hari
00:31Pasukan besar akan langsung ke kota Kekaisaran
00:35Bagaimana keadaan Ibu Kotachun?
00:37Ada 50 ribu prajurit di barak Ibu Kotachun
00:39Juga di wilayah sekitarnya, untuk apa kita takut?
00:41Yang menakutkan adalah rakyat percaya dengan omong kosong Xiaoshun telah melindungi Ibu Kotachun
00:45Dengan begitu, dia bisa dengan terang-terangan membawa pasukan masuk ke kota
00:49Kalau Xiaoshun masuk ke Ibu Kotachun, nyawa Yu pasti terancam
00:55Ada si Yanfang di sisi Yu
00:56Meski dia kejam, Yu adalah sandaran keluarga Xie
01:01Xie Yanfang pasti tidak akan membiarkannya celaka
01:05Kamu benar
01:06Xie Yanfang masih memegang satu langkah catur yang sangat penting
01:10Kali ini, dia pasti akan memainkan bidak itu
01:14Panggil Xiaoman kemari
01:16Baik
01:20Kali ini, dia akan membuatnya membuatnya membuatnya membuatnya membuatnya membuatnya membuatnya membuatnya membuatnya membuatnya membuatnya membuatnya membuatnya membuatnya membuatnya membuatnya
01:34membuatnya membuatnya membuatnya membuatnya membuatnya membuatnya membuatnya membuatnya membuatnya membuatnya membuatnya membuatnya membuatnya membuatnya membuatnya membuatnya membuatnya membuatnya membuatnya membuatnya
01:36membuatnya membuatnya membuatnya membuatnya membuatnya membuatnya membuatnya membuatnya membuatnya membuatnya membuatnya membuatnya membuatnya membuatnya membuatnya membuatnya membuatnya membuatnya membuatnya membuatnya
01:39membuatnya membuatnya membuatnya membuatnya membuatnya membuatnya membuatnya membuatnya membuatnya membuatnya membuatnya membuatnya membuatnya membuatnya membuatnya membuat
01:52Kalau ada yang perlu kulakukan, silakan perintahkan langsung
01:55Pos penghubung ke Ibu Kotacu telah diputuskan semua
01:58Aku ingin kamu dan saudara di benteng camu menuju ke Ibu Kotacu melewati jalur lain
02:02Lalu kawal kakak sepupu Kucutang beserta keluarganya meninggalkan Ibu Kotacu
02:06Untuk apa repot-repot? Langsung suruh Xiaoman bawa kabar dari perbatasan ke Ibu Kotacu saja
02:11Siapa yang akan percaya dengan ucapan bandit?
02:14Sekarang arah opini Ibu Kotacu sudah berpihak kepada Xiaoxun yang melindungi Kaisar
02:20Lalu bagaimana dengan Cutang dan keluarganya?
02:23Culan hanyalah seorang pejabat sipil kecil
02:25Kenapa kita harus bersusah payah untuk menyelamatkannya?
02:28Saat pemberontakan anting, Paman pernah dimanfaatkan Xiaoxun mencelangkai Kaisar
02:32Sekarang dia saksi penting, dia pasti akan menjadi bidak rebutan semua pihak
02:36Mohon bantuannya
02:37Tenang saja, serahkan padaku
02:44Bagaimana denganmu?
02:46Berencana untuk kembali?
02:47Tidak
02:52Aku ingin ke tempat yang lain
03:03Ayah
03:04Ibu
03:07Kalian terpisah selama separuh hidup
03:10Kini kalian bisa bersama
03:12Di alam bakah
03:15Hanya saja
03:18Aku juga harus pergi
03:21Kota yang belum sempat ayah jaga
03:24Biar aku yang menjaganya
03:27Perang yang belum sempat ayah tuntaskan
03:30Biar aku yang lanjutkan
03:34Dunia tanpa perang yang ibu impikan
03:38Akan aku wujudkan bagi ibu
04:04Hei, apa kabar?
04:06Kabarnya penerus Raja Xiaonan sudah tiba di Bayi Liting
04:09Dia keturunan bangsawan
04:11Tindakannya menjanjikan
04:12Tidak lama lagi krisis di ibu kota Cu akan teratasi
04:15Tuan penerus berlatih bela diri sejak kecil
04:18Pasukan bawahannya pasukan elit
04:19Semoga saja dia segera tiba
04:21Sejak Jenderal Cu tiada
04:23Yun Cong kacau dan sibuk mengurus wilayah sendiri
04:26Mana sempat memedulikan ibu kota Cu
04:28Untung ada Tuan penerus menstabilkan keadaan
04:31Benar juga
04:32Putri Agung memang gagah berani
04:35Tapi tetap saja dia masih muda
04:37Urusan besar menjaga kota dan negara sebesar ini
04:39Tetap harus mengandalkan keturunan kekaisaran sejati
04:45Chiang, cuaca di luar bagus
04:47Bawalah Tang cari udara segar di luar
04:49Teh di ruangan ini sudah dingin
04:51Perkataan juga sudah menyidir
04:53Kalau duduk lebih lama lagi
04:54Takutnya aku bisa mual
04:58Silahkan pergi
04:59Tidak kuantar
05:00Chiang
05:02Kenapa dia marah lagi?
05:08Tuan penerus memang terhormat
05:10Namun kalau bukan karena Jenderal Cu
05:12Membangun tembok pertahanan
05:14Wang Cheng yang dipertahankan oleh Putri Agung
05:16Apa kalian masih bisa duduk di sini dan minum teh dingin sambil bicara seenaknya?
05:21Saranku, kurangi bicara kalian
05:25Sudah lama tidak bertemu
05:27Bagaimana kabar?
05:30Aku baik-baik saja
05:31Chiang
05:32Aku ingin minta bantu satu hal
05:34Hubungan kita sedekat ini tidak perlu sungkan
05:36Ada apa sebenarnya?
05:38Aku butuh bantuan keluarga Chow
05:42Ada keperluan apa sampai Tuan Si
05:45Datang ke kediamanku
05:53Aku datang hanya ingin bertanya pada Guru Besar
05:56Apakah kamu benar-benar ingin
06:00Menempuh ajal bersama Xiao Shun?
06:06Apa maksud Tuan Si?
06:08Aku sama sekali tidak paham maksudmu
06:13Xiao Shun sudah menempatkan pasukan di Pailiting
06:15Dan terus menyebarkan kabar
06:17Bahwa dirinya datang untuk melindungi Kaisar
06:20Dia hanya menunggu gerbang kota dibuka
06:21Agar rakyat menyambutnya masuk ke kota
06:23Namun apa Guru Besar tahu
06:25Begitu gerbang kota dibuka
06:26Nasib seperti apa
06:28Yang akan kita semua hadapi?
06:31Jika itu kehendak rakyat
06:33Seharusnya Tuan Si membujuk rakyat di ibu kota Chow
06:36Apa gunanya datang ke kediamanku untuk
06:39Mencoba membujukku?
06:42Tampaknya Guru Besar sudah bersih keras
06:44Ingin memihak pada Tuan penerus Xiao
06:46Mereka sudah tiba di pertahanan barak ibu kota
06:48Jika maju lagi itu sudah ibu kota Chow
06:50Jika nanti Kaisar tetap bersih keras
06:53Tidak membuka gerbang kota
06:54Maju selangkah lagi
06:55Dianggap menggerakkan pasukan
06:56Dan berniat memberontak
06:57Saat mereka masuk ke ibu kota Chow
06:59Bukankah Tuan Si cukup mencari sebuah alasan
07:01Untuk membunuh mereka semua?
07:03Guru Besar jelas tahu
07:04Kehendak rakyat tidak bisa dilawan
07:05Sekarang Xiao Shun di mata rakyat ibu kota Chow adalah
07:09Pahlawan pelindung Kaisar yang sangat dinantikan
07:12Jika nanti Kaisar bersih keras menolak
07:15Itu akan memicu amarah rakyat
07:17Jadi Tuan Si
07:19Apa sebenarnya niatmu?
07:25Xiao Shun itu harus
07:28Kembali menjadi pemberontak
07:30Jadi maksud Tuan Si
07:32Ingin buktikan Raja Xionan memang memberontak
07:35Hanya dengan begitu
07:36Baru bisa mencegah Xiao Shun masuk ke kota
07:38Kalau dia tetap menyerang
07:40Nantinya semua orang juga akan tahu
07:42Bahwa istana sudah tidak bisa mundur
07:44Dan tidak bisa menghindar lagi
07:46Kalau purang ini benar-benar pecah
07:47Pengadilan istana lah
07:49Yang menjadi pihak yang benar
07:51Tidak perlu lagi ada kekhawatiran
07:53Seluruh rakyat pun akan tunduk
07:57Tahtayu sebagai Kaisar
08:00Tentu juga tidak akan dipertanyakan siapapun lagi
08:02Lalu bagaimana Tuan Si ingin buktikan bahwa Raja Xionan memberontak?
08:05Apa guru besar tahu
08:07Bahwa Chulan pernah disuap oleh Xiao Shun
08:10Untuk meracuni Yu
08:12Hingga mati di kediaman Chu
08:14Kamu ingin mengorbankan Chulan?
08:17Pernahkah kamu berpikir
08:18Jika Chulan celaka
08:19Keluarga Chu tidak lepas dari keterlibatan
08:22Dan Putri Agung juga tidak akan bisa lepas dari masalah
08:25Orang yang ingin mencapai hal besar
08:28Pasti harus ada pengorbanan
08:30Hanya dengan kita membongkar jana Xiao Shun
08:33Barulah kamu dan aku
08:36Bisa menutup rapat terapat
08:38Gerbang ibu kota Chu
08:39Bukankah begitu?
08:41Hah
08:42Ada satu hal lagi yang membuatku penasaran
08:46Surat yang Xiao Shun kirimkan kepada guru besar dulu
08:48Sebenarnya berisi
09:04Setelah bicara panjang lebar
09:06Akhirnya aku mengerti sekarang
09:08Menurut Tuan Si
09:09Satu Chulan saja belum cukup
09:11Kamu juga ingin menyeretku
09:13Supaya tuduhan pemberontakan Raja Xionan terbukti
09:16Tapi pernahkah Tuan Si berpikir
09:18Ada di pihak yang benar atau tidak
09:20Ada alasan mengerakkan pasukan atau tidak
09:22Kamu peduli
09:23Kaisar peduli
09:25Tapi aku tidak peduli
09:28Jangan harap untuk mencemarkan namaku
09:30Untuk menjaga kebersihan nama keluarga Si
09:40Kamu salah lagi
09:42Kali ini aku datang hanya ingin memberi guru besar sebuah jasa
09:47Daripada membiarkan suatu rahasia terkubur
09:51Lebih baik menjadikannya jasa bagimu
10:05Tuan
10:15Keluarga Si ingin pakai satu panah kena dua sasaran
10:35Bersiaplah
10:36Malam ini aku ingin bertemu Chulan
10:50Tuan
10:50Semuanya sudah digeledah
10:51Tidak ada seorang pun
10:54Para tetangga kediaman Chul juga sudah ditanya
10:56Tidak ada satupun yang merasa ada keanehan
10:58Siang tadi Chuta masih berkumpul minum teh dengan beberapa nona lain
11:01Setelah pulang dia pergi menghilang begitu saja
11:04Selalu saja ada orang
11:06Yang bergerak lebih cepat
11:08Baru saja kita berniat
11:11Orang lain sudah lebih dulu kabur
11:13Bagaimana bisa mereka pergi tepat waktu?
11:15Secara logika
11:16Setelah Chucow meninggalkan ibu Kotachu
11:18Informasi keluarga Chulan seharusnya sudah terputus dari istana
11:22Chulan juga bukan tipe orang yang pandai membaca situasi
11:25Jangan-jangan
11:26Putri Agong mengirim kabar kepada mereka
11:29Xiaoshun putuskan kabar dari pos istirahat
11:31Lalu bagaimana Chucow mengirim kabarnya masuk?
11:41Tuan Muda Ketigasi itu penuh perhitungan
11:44Tidak disangka malah diserang oleh sekutunya sendiri
11:49Sampaikan kabar kepada Tuan Muda Ketigasi
11:51Katakan bahwa saksi yang sangat dia nantikan itu
11:57Sudah pergi entah kemana
12:00Bagaimana dia bisa kabur?
12:02Pengaruh Putri Agong dibuka Tachu
12:05Ternyata lebih besar dari apa yang kuduga
12:08Di antara keluarga yang berhubungan dengan keluarga Chucow
12:11Kemarin ada lima keluarga yang keluar kota
12:12Ada yang bilang pergi ke kediaman leluhur di desa
12:15Ada juga yang bilang pergi jalan-jalan
12:17Selain itu, siang tadi ada tiga nona yang bertemu Chutang
12:20Perlukah kita mengejarnya?
12:28Juga sudah waktunya
12:31Untuk kita pergi berkunjung
12:58Pelan-pelan Tuan Chucow
12:59Iya, mari istriku
13:04Cepatlah, mari tang
13:13Chuyang, terima kasih
13:15Tidak perlu sungkan
13:17Tidak perlu berterima kasih padaku
13:18Kalau kakekku tidak setuju
13:20Meski aku ingin membantumu
13:22Aku juga tidak berdaya
13:23Chuyang, bantu keluarga ku meninggalkan ibu kota
13:27Mengapa minta bantuanku?
13:29Hal besar seperti ini
13:30Harusnya minta bantuan kepala keluarga
13:32Awalnya aku dipesankan begitu
13:34Keluarga bangsawan saling terkait
13:36Kepentingan pun berbelit-belit
13:38Aku
13:39Setelah kupikirkan baik-baik
13:41Hanya kamu
13:42Yang bisa kupercayakan nasibku
13:45Malam ini pukul hai
13:47Di belakang kediaman Chuyang
13:48Aku akan mengirim kereta kuda untuk menjemputmu
13:50Kebaikanmu ini
13:53Tidak akan kulupakan seumur hidup
13:57Cepatlah beristirahat
14:13Tang
14:14Kalau aku tahu paman keduamu dan putrinya tidak berguna
14:17Untuk apa mengharapkan mereka menopang nama keluarga Chuyang?
14:20Hei, kamu
14:23Anakku memang punya pandangan jauh
14:25Berteman baik dengan para nona bangsawan
14:28Nyonya sungguh percaya diri
14:31Bermodalkan persahabatan
14:33Kamu pikir bisa menembus penjagaan sembilan gerbang
14:35Putri Agung mengatur prajurit pengali berjaga
14:38Memerintahkan benteng cangmu membersihkan pengintai
14:41Memangnya bisa sampai ke kediaman lain nona bangsawan hidup-hidup?
14:44Kalian adalah...
14:46Kami adalah bandit yang paling diremehkan oleh kalian
14:55Aku diutus Putri Agung untuk menjemputmu
14:57Jangan berteriak
14:58Angguk saja
14:58Aku akan lepaskan
15:10Raja Xiaonan bukan datang melindungi Ubu Kotacu
15:12Melainkan merebut tahta
15:14Demi membongkar kedok Xiaoshun
15:16Istana pasti akan mengungkit lagi bukti lama
15:18Tentang ayamu hampir membunuh kaisar kecil
15:20Bahaya
15:23Putri Agung berkata
15:25Para kepala keluarga bangsawan bisa diandalkan
15:27Minta bantuan mereka
15:33Tuhan
15:34Xiaoman cepat pergi
15:35Kediaman ini hadiah kekaisaran
15:38Pasti ada catatannya di kementerian perang
15:40Tidak sampai setengah hari
15:42Kita pasti akan ditemukan
15:43Tang
15:44Kenapa
15:45Kamu masih meragukan
15:46Keluarga Cho di saat seperti ini
15:48Barusan nona Cho
15:49Sudah tulus ingin membantu kita
15:51Ayah
15:52Justru karena Chiang tulus membantuku
15:54Jadi
15:55Kita tidak boleh menyeretnya ke dalam ini
15:57Namun mereka
15:57Jadi untuk apa ragu
15:59Ayo ikut aku
16:00Ayo
16:01Cepatlah
16:02Namun mereka
16:03Tuhan
16:03Ayo
16:09Tuhan
16:11Tuhan
16:11Tuhan
16:11Tuhan
16:11Tuhan
16:12Tuhan
16:38Tuhan, jejak Jolan sudah hilang.
16:53Langkah catur santai Tuhan besar ternyata sangatlah licik.
17:04Sayangnya, aku korbankan bidak demi rebut langkah awal.
17:12Tuhan Si, bahkan bermain Liubo pun kamu sembunyikan kemampuanmu.
17:19Hanya saja entah jalan mana yang hendak direbut dalam permainan ini.
17:30Dulu saat Raja Shon bermain Liubo bersamaku, demi merebutkan satu bidak dia sampai salah membunuh orang bijak.
17:36Dalam permainan hari ini, yang kuperjuangkan jalan hidup Kaisar.
17:51Pedang Raja Shonan dan putranya nyaris saja menebas leher Kaisar.
17:55Jolan adalah saksinya. Mohon Tuhan besar membantu Kaisar mengungkapkan kebenaran kepada semua orang.
18:17Keluarga Chow, Turun Temurun adalah pengamat permainan.
18:21Untuk apa Tuhan Si mengujiku dengan permainan catur?
18:25Aku juga tidak tahu di mana Culan berada.
18:34Tuhan besar, kamu harus tahu di masa kacau ini, sudah tidak ada pengamat permainannya sesungguhnya.
18:44Tuhan, semua sudah digeledah.
18:46Tidak ada.
18:48Baik.
18:52Maaf sudah menyinggung. Aku pamit dulu.
18:58Oh iya.
19:00Angin malam ini kencang.
19:03Tuhan besar, jangan lupa tetap jendela.
19:08Tuan Xiu, lakukanlah sesukamu.
19:14Nyanya, pelan-pelan.
19:19Ayah, kereta Jiang yang mengantar keluarga Chow keluar kota sudah kembali.
19:23Haruskah kita bersiap lebih awal?
19:25Kalau Tuan Xiu sungguh menemukan sesuatu, ini...
19:27Meski Jiang masih muda dan gagabah karena sudah berjanji membantu, tidak perlu banyak bicara lagi.
19:39Perlawanan antara Putri Agung yang memainkan catur dengan Tuan Xiu ini masih menarik untuk disaksikan.
19:50Kedatangan guru besar sungguh membawa kehormatan bagi kediamanku.
20:01Anggerik ini tumbuh dengan sangat manja.
20:04Tidak tahan disentuh orang asing.
20:06Tuan Xiu hebat merawat bunga.
20:08Tapi sayangnya, akarnya sudah membusuk.
20:13Hanya tampilan luar saja yang bagus.
20:15Tuan Xiu sudah mencari seharian.
20:18Apakah sudah menemukan yang dicari?
20:25Putri Agung sedang berada di tempat jauh.
20:28Tapi keluarga bangsawan masih mau membantunya.
20:32Kuasanya itu sungguh besar.
20:34Hari ini guru besar.
20:36Bukan datang khusus untuk menyindirku, kan?
20:39Taukah kamu di mana Cu Chau saat ini?
20:42Dia sudah memacu kuda menuju prefektur Xiaonan.
20:45Apa dia mengira Xiaoshun akan memundurkan pasukan karena ayahnya terjebak?
20:51Pemikiran ke kanak-kanakan.
20:53Putri Agung menembas pemberontak atas nama Kaisar.
20:56Memang apa salahnya?
20:58Putri Agung punya kuasa besar.
21:00Kalau dia berani pergi, tentu punya keyakinan.
21:04Benar.
21:05Kamu dan Putri Agung awalnya punya tujuan yang sama, yaitu mengincar Xiaoshun.
21:10Namun kamu bersih keras ingin menjadikan culan pisau itu dan menyeret seluruh keluarga Cu ke dalamnya.
21:17Jelas sekali, Cu Chau tidak akan setuju.
21:21Guru besar terlalu membesar-besarkan.
21:24Guru besar hanya perlu menyetujui dekret bahwa dulu Cu Lan meracuni cucu Kaisar atas perintah Xiaoshun.
21:31Dengan begitu Putri Agung bisa kerakan pasukan untuk menumpas pemberontak.
21:35Aku sudah membantunya.
21:37Bukankah begitu?
21:41Apa guru besar pernah mendengar sebuah pepatah?
21:44Anggrek mati, tetapi harumnya tidak hilang.
21:48Ada beberapa orang yang kalau hidup justru menghambat urusan.
21:54Tuan Si benar-benar pandai memperhitungkan.
21:59Kalau begitu aku pamit dulu.
22:05Guru besar.
22:08Semua ini demi dinasti Cu.
22:11Kita hanya membuang orang tidak berguna saja.
22:26Apa ini?
22:27Bagaimana mungkin Kak Chau bersalah?
22:31Tidak boleh begitu.
22:45Kaisar.
22:47Dekret ini mengatakan bahwa Cu Lan pamannya yang bersalah.
22:50Apa Kaisar lupa?
22:52Dulu dia ingin mencelakai Kaisar.
22:54Makanya Putri Agung membawa Kaisar meninggalkan kediaman Cu.
22:56Kalau begitu Cu Lan memang bersalah.
23:00Lalu kenapa tidak ada yang memberitahuku?
23:03Cu Lan adalah paman dari Kakak Cu.
23:05Kalau dia bersalah, Kakak Cu pasti ikut terseret.
23:09Situasi sekarang sangat rumit.
23:11Niat pemberontakan Raja Shonan dan Putranya sudah sangat jelas.
23:14Namun mereka datang atas nama melindungi ibu kota.
23:16Banyak rakyat yang mendukung mereka.
23:18Para pejabat juga mendesak agar gerbang kota di Bukalebar.
23:21Namun kalau tanpa pengorbanan satu prajurit pun,
23:23dia membawa 10.000 pasukan itu masuk.
23:26Ibu kota Cu tidak akan mampu melawan.
23:28Korban jiwa pasti sangat besar.
23:30Yang harus kita lakukan sekarang adalah
23:32membuat seluruh dunia tahu kejahatan Raja Shonan dan Putranya.
23:37Lalu bersama-sama menempas mereka.
23:42Kalian menindas Kakak Chow.
23:44Hanya karena ayahnya sudah tiada,
23:46kalian tindas seperti ini.
23:55Tidak ada yang ingin menindas Kakak Chow.
23:57Bahkan kalau hari ini dia di sini,
24:00dia juga akan ambil keputusan ini.
24:06Meski kabar dari pos istirahat sudah diputuskan,
24:09sebelumnya aku sudah mengirim orang untuk mencari tahu.
24:11Yang dicegat oleh Shou Shun adalah laporan kemenangan.
24:14Belum lama ini, Kakak Chow memimpin pasukan menyerang pasukan utama Gurun Utara
24:18hingga memaksa mereka mundur 100 li.
24:21Tidak lama setelah itu,
24:23penjahat Gurun Utara masih belum menyerah
24:25dan mereka kembali dihancurkan oleh Kakak Chow.
24:29Benarkah?
24:31Bukan hanya itu.
24:33Saat dia dengar bahwa pasukan Raja Shounan akan mengepungi Buko Tachu,
24:36dia sendiri pimpin pasukan menyerang Shounan.
24:39Apakah Kaisar tahu artinya ini?
24:41Serang kelemahan musuh agar menyerah.
24:43Aku pernah baca.
24:45Benar.
24:47Jadi Kaisar tidak perlu khawatir.
24:49Kakak Chow tidak takut berada dalam bahaya apapun.
24:52Tidak ada yang bisa menindasnya dengan mudah.
24:54Dia sedang melindungi negara dan rakyat.
24:56Meskipun pemanya bersalah,
24:59itu tidak akan menyeret dirinya.
25:02Apakah Kaisar percaya padaku?
25:04Aku percaya padamu.
25:39Tidak ku sangka,
25:40aku masih punya kesempatan untuk bertarung melawan Putri Agung.
25:44Dengan pasukan beberapa ribu itu,
25:47dia berani mengepung prefektor Shounan kita.
25:49Putri hebat keluarga jenderal apa?
25:50Aku rasa,
25:51jelas-jelas nama besar Chuling seumur hidup
25:54akan hancur di tangan Putrinya yang tidak tahu diri itu.
25:58Hal sepele seperti ini,
25:59Raja tidak perlu turun tangan.
26:00Biar aku memberi pelajaran padanya.
26:04Raja,
26:05Putri Agung ingin berbicara dengan Raja.
26:10Berhubung dia ingin bicara.
26:12Katakan padanya bahwa kakiku sedang sakit,
26:15jadi tidak bisa keluar.
26:16Namun, pintu kediaman Raja selalu terbuka untuknya.
26:20Dia bisa datang untuk bicara.
26:24Kita sama-sama tahu ini perjemuan jebakan.
26:27Kalau masuk ke kediaman Raja Shounan,
26:29sama saja masuk ke Sarang Harimau.
26:30Kalau kamu menjadi Sandra Prefektor Shounan,
26:33Ibu Kota Cu bisa berada dalam dilema.
26:35Kamu berpikir berlebihan.
26:37Guru Besar dan Xianfang justru berharap aku gugur.
26:41Percaya atau tidak,
26:42bahkan gelar anumerta untukku sudah mereka pikirkan.
26:45Ini bukan perkara main-main.
26:47Apa kamu sudah memikirkannya?
26:48Aku tahu kekhawatiranmu.
26:50Raja Shounan si rubah tua ini,
26:52bahkan memberontak pun masih memakai alasan melindungi Kaisar.
26:55Jika Putri Agung mati di kediaman Raja Shounan,
26:58tebak bagaimana sejarah menulis tentangnya.
27:01Gelar pemberontak ini,
27:02mau tidak mau tetap harus dia pikul.
27:06Jadi...
27:08Jiu, maukah kamu menemaniku bertaruh kali ini?
27:14Tentu.
27:15Jangankan kediaman Raja Shounan.
27:17Bahkan sampai ke alam bakapun,
27:19aku akan ikut.
27:25Kali ini,
27:28kita semua harus hidup dengan baik.
27:33Harus hidup.
27:34Tentu.
27:43Terima kasih telah menonton!
28:07Terima kasih telah menonton!
28:48Terima kasih telah menonton!
29:13Terima kasih telah menonton!
29:36Terima kasih telah menonton!
30:00Aku tahu prinsip bahwa nyawa jenderal hebat harus diampuni.
30:02Lagi pula, aku juga mengagumi jenderal Chu.
30:06Jenderal Chu telah tiada. Aku masih berharap nona Chu menjadi penerusnya.
30:10Bagaimana mungkin aku mencelakaimu?
30:13Terima kasih atas pujian raja.
30:16Jika demikian, harap raja menarik seratus ribu kavaleri yang mengepung ibu kota Chu.
30:22Jangan biarkan rakyat jadi tulang belulang di jalan perebutan tahta.
30:26Nona Chu berasal dari keluarga jenderal. Pasti sangat memahami kitab perang, kan?
30:35Pernahkah kamu membaca tentang satu jenderal berjaya dengan banyak pengorbanan?
30:39Dinasti baru didirikan dinasti lama runtuh.
30:42Seperti Abu Dupa di pendupaan ini selalu harus ada yang membersihkannya agar Dupa baru bisa dinyalakan.
30:47Kalau Kaisar mengandunggerahkan segel emas dan lambang jabatan, serta kekuasaan Raja Fasal, apa raja bersedia menghentikan perang?
30:57Putri Agung, raja sendiri bisa mewariskan segel kekaisaran. Untuk apalagi segel emas itu?
31:06Taruhan nona Chu untuk meminta mundur pasukan ini cukup besar juga.
31:10Namun kamu hanya seorang wanita. Bagaimana kamu berani menjanjikanku kekuasaan Raja Fasal?
31:15Kalau aku katakan bisa, pasti bisa.
31:26Sekarang aku sudah mengerti. Kamu bukan datang demi bocah itu. Juga bukan menjadi pembujuk untuk para pejabat istana.
31:34Kamu datang menjadi pembujuk untuk rakyat seluruh negeri.
31:40Kamu sungguh berwolas asih.
31:43Aku bukan berwolas asih.
31:48Aku Putri Agung Dinas Ticu.
31:51Tentu tidak bisa membiarkan Dinas Ticu runtuh.
31:54Sudah kukatakan sebelumnya. Aku selalu mengagumi General Chu dan sangat menghargai nona Chu.
32:02Bagaimana kalau kamu bekerja sama denganku?
32:11Bekerja sama seperti apa?
32:13Jika aku naik tahta, Sun akan menjadi Putra Makota.
32:17Kamu tetap menjadi istri Putra Makota.
32:19Kelak kamu akan jadi permaisuri Dinas Ticu.
32:21Aku juga bisa menjanjikanmu hak militer mengendalikan pasukan perbatasan secara mandiri tanpa kendali pengadilan istana.
32:28Bagaimana?
32:35Ternyata menjadi permaisuri Xiaosun bisa diganti untuk mendapatkan kekuasaan seperti ini.
32:40Aku sedang tidak bercanda denganmu.
32:42Aku tahu.
32:45Raja memang tulus.
32:48Namun sayang sekali.
32:50Apa yang kujanjikan belum cukup.
32:52Katakan saja apa persaratanmu.
32:54Permintaanku hanya satu.
32:57Harap Raja menghentikan perat.
33:04Kamu harus paham satu hal.
33:07Aku bisa saja membujukmu, tapi kamu tidak punya hak untuk membujukku.
33:12Aku juga bukan datang untuk membujuk Raja.
33:15Melainkan untuk mengancam Raja.
33:19Bagaimana kamu mau mengancamku?
33:24Xiao Shun
33:38Ngomong-ngomong, anakku Sun itu sampai sekarang masih menyimpan surat pertunangan dengan Putri Agung.
33:43Dia sempat berlutut selama tiga hari tiga malam berkata tidak akan menikahi orang lain selain dirimu.
33:48Saat Putri Agung meminta pembatalan pertunangan, Sun tidak pernah mengerti apa sebenarnya kesalahannya.
33:56Setelah melihat hari ini, jawabannya sudah jelas.
34:05Ini pasti komandan si itu, kan?
34:09Aku sudah lama mendengar nama besarmu.
34:12Setelah bertemu hari ini, kamu memang luar biasa.
34:14Saat pemberontakan dulu, komandan pimpin kavaleri menerobos puluhan ribu pasukan.
34:19Sungguh pahlawan sejati.
34:22Ucapan Raja ini sangat menarik.
34:25Aku batalkan pertunangan demi negeri dan rakyat dinasti Cuk.
34:29Bukan karena urusan cinta pribadi.
34:33Dengan reputasi dan wawasan Raja seperti ini, bagaimana bisa bermimpi merebut Tata?
34:38Hehehe, mulutnya sangat tajam.
34:41Namun, kalau aku tidak salah ingat, kakak komandansi itu juga orang yang bercita-cita besar.
34:48Kalau suatu hari saling menghunuskan pedang, komandansi akan berdiri di pihak mana?
34:54Yang kuliah ini adalah Kaisar, Putri Agung, dan dinasti Cuk.
35:00Siapapun yang mencelakai keturunan Kekaisaran, atau Putri Agung.
35:09Orang mau apanya, apa yang dilakukan?
35:14Pedangku akan mengarah padanya.
35:16Kamu pantas disebut pahlawan.
35:20Muda dan luar biasa.
35:25Taukah Raja?
35:26Bukan hanya komandansi yang mampu melawan ratusan orang sendiri.
35:30Juga ada pasukan Longwe.
35:33Pasukan Longwe?
35:35Raja pasti pernah dengar tentang pasukan Longwe, kan?
35:38Pasukan Longwe yang menumpas, pemberontakan di kota Kekaisaran.
35:42Pasukan itu dibina oleh Ayah Kus penuh hati.
35:45Mereka muncul tanpa jejak.
35:46Bisa menyamar dimanapun.
35:49Bagaimana Raja bisa yakin bahwa mereka tidak ada di kediaman Raja Xiaonan?
35:57Kalau hari ini Raja bersedia menarik pasukan,
36:01anggap tidak pernah terjadi apa-apa.
36:03Jadi ini ancaman yang kamu maksudkan tadi.
36:06Kamu ingin memakai pasukan Longwe untuk membunuh Sun.
36:10Dan membunuhku juga.
36:12Raja bisa menganggapnya sebagai sebuah pertaruhan.
36:155.000 pasukan di luar kota.
36:175.000 pasukan Longwe di dalam kota.
36:20Jika mereka bekerja sama dari luar dan dalam,
36:24bagaimana Raja akan menghadapinya?
36:33Pengawal, siapkan kamar terbaik.
36:35Jamu Putri Agung dengan baik.
36:43Mereka yang ditempatkan di kamar itu bisa ditari kembali.
36:48Tenaga dalam mereka terlalu lemah.
36:49Napasnya tidak stabil.
36:51Tidak layak dipakai.
36:59Raja, si Yan Lai ini jelas bukan orang biasa.
37:02Jika dia berada di sisi Cucau,
37:04akan sulit untuk kita bertindak.
37:06Ningkun, ada hal yang tidak kamu ketahui.
37:09Dulu Cu Ling dan Kaisar terdahulu membina pasukan Longwe.
37:12Hal paling menakutkan dari pasukan Longwe ini adalah,
37:15kita tidak tahu siapa mereka,
37:17juga tidak tahu kapan dan di mana mereka akan muncul.
37:20Benar-benar mustahil diwaspadai.
37:23Beritahu Sun, agar berhati-hati.
37:25Baik.
37:32Halaman ini begitu besar.
37:33Bahkan tidak ada kecauan burung.
37:36Sunyinya terasa aneh.
37:42Hati-hati.
37:46Raja Xiaonan benar-benar elegan.
37:49Bahkan teh untuk menjamu tamu.
37:50Itu teh Longjin yang dipanen sebelum musim hujan.
37:53Sayangnya,
37:54tehnya sudah dingin.
37:55Kita tahu ini perjamuan jebakan.
37:57Maka harus berhati-hati.
37:59Jika Raja Xiaonan memberi racun,
38:01dia tidak berani.
38:03Setidaknya untuk sekarang tidak berani.
38:05Yang Raja Xiaonan inginkan sah dan resmi.
38:07Jika Putri Agung mati di kediamannya,
38:10coba tebak.
38:11Apakah hujatan rakyat bisa menghancurkan kediaman Raja ini?
38:20Kamu tahu pasukan Longwei
38:22tidak ada di prefektur Xiaonan,
38:24tapi masih menggertak seperti itu.
38:27Kamu tidak takut Raja Xiaonan melihat celahnya.
38:30Biar ku beritahu padamu,
38:31hal yang menakutkan dari pasukan Longwei
38:33adalah membuat orang percaya
38:34bahwa mereka di mana-mana.
38:43Jangan terburu-buru.
38:45Sekarang ada orang
38:46yang lebih gelisah daripada kita.
38:48Raja Xiaonan sangat berhati-hati.
38:50Kalau belum meyakin sepenuhnya,
38:51dia tidak akan bergerak ke Gabah.
38:53Dia menyuruh Xiaoshun masuk ke ibu kota
38:55karena merasa waktunya sudah tepat.
38:57Kita makin tenang dan santai,
39:00maka makin membuatnya
39:01meragukan penilaiannya sendiri.
39:04Begitu dia merasa waktunya belum tepat,
39:07dia akan suruh Xiaoshun menarik pasukan.
39:09Jadi saat dia ulat tadi,
39:10kamu sengaja menyerang mental Raja Xiaonan.
39:14Membuat dia merasa
39:15rencananya tidak sempurna,
39:17lalu memaksanya kecah sendiri
39:18hingga akhirnya menarik pasukan.
39:20Benar.
39:21Jadi Jiu, jangan terburu-buru.
39:23Kita tunggu saja perlahan.
39:25Kita sabar saja menunggu
39:28keputusan Raja Xiaonan.
39:31Katanya tempat ini
39:31tempat dengan pemandangan terbaik
39:33di kediaman Raja Xiaonan.
39:35Jangan sampai kita sia-siakan
39:37niat baik dari Raja.
39:41Sampai jumpa.
39:45Terima kasih telah menonton
Komentar

Dianjurkan