- 1 hari yang lalu
Kategori
🎥
Film pendekTranskrip
00:00Pukul sampai mati!
00:31Pukul dia sampai mati!
00:32Kamu pengkhianat negara!
01:10Pukul sampai mati!
01:28Pukul sampai mati!
01:29Aku telah melukai prajuritmu
01:31Kamu bunuh saja aku
01:33Ingin mati?
01:47Apa kamu tahu alasannya?
01:50Karena sebenarnya kamu masih ingin hidup?
02:05Jika tidak bisa mati, ikutlah denganku!
02:12Pukul sampai mati!
02:14Pukul sampai mati!
02:16Pukul sampai mati!
02:18Pukul sampai mati!
02:18Pukul sampai mati!
02:20Minggir!
02:21Minggir!
02:23Semuanya cepat minggir!
02:25Walaupun si Yan Lai bersalah
02:27Ada hukum yang bertindak
02:29Kalian tidak boleh main hakim sendiri
02:35Cepat berdirilah
02:39Pada waktu itu
02:40Kita semua tahu obat itu untuk menyelamatkan Jendral
02:44Tidak ada yang mengirakan berakhir seperti hari ini
02:46Pada pertempuran itu
02:48Kamu dianggap berjasa oleh istana
02:50Untuk apa kamu berlutut?
02:52Mau minta maaf kepada siapa?
02:54Berjasa?
02:59Ditukar dengan nyawa Jendral
03:01Pada saat itu, siapapun tidak punya cara yang lebih baik
03:07Kamu!
03:08Kamu!
03:10Hei!
03:12Astaga
03:18Salah tetap saja salah
03:20Tidak ada alasan
03:40Kau salah
03:44Tidak ada penyekatan
03:47Kau
03:48Tidak ada kembali
03:49Tidak ada penyekatan
03:54Tidak ada penyekatan
03:56Tidak ada penyekatan
04:02Hukum yang tidak akan mencuba
04:10Fanyong jelimi
04:15Ransha
04:16Jidau cuntau kuwe
04:19Yung tengtong zame
04:21Gai suyuan jihwe
04:25Benfu
04:28Tui tungsa dafansai
04:31Sungyu shang fong pe
04:33Tsong sinyin cheng huwe
04:37Shang fong be
04:38Mohon putera gung selidiki
04:40Jendralcu mati dengan tidak adil
04:41Kami semua benar-benar tidak bisa melapiaskan kekesalan ini
04:44Wajah manusia berhati bidatang
04:47Jendralcu hingga tewas mana rela terima hukuman
04:49Apa kalian melihat sendiri dia membunuh orang?
04:59Shian Lai
05:01Di hadapan rakyat Yung Cong
05:03Aku tanya padamu terakhir kalinya
05:07Apa kamu pernah benar-benar?
05:10Berpikir mencelakai ayahku
05:19Putri Agung
05:20Jangan mudah percaya padanya
05:21Dia adalah orang dari keluarga Shi
05:26Saat berusia 16 tahun dia masuk barak ayahku
05:28Pertama-tama Shian Lai pasukan keluarga Chu
05:31Baru kemudian orang dari keluarga Shi
05:35Bukankah kalian ingin tahu sebenarnya?
05:37Apa penyebab kematian ayahku?
05:40Kalau begitu hari ini kita perjelas semua
05:42Tapi militer
05:45Racun yang ada di dalam tubuh Jendral
05:47Bernama racun pembakar darah
05:48Itu diracik dari beberapa jenis zat beracun
05:51Racun ini bisa mempercepat aliran darah manusia dalam waktu singkat
05:56Kekuatan otot dan tulang melonjak tinggi
05:58Bahkan bisa membuat orang yang hampir mati kembali bersemangat sebelum ajalnya
06:02Pertempuran besar di Jihe
06:04Pada 3 tahun lalu
06:05Jendral kena panah beracun
06:07Tabib militer sama sekali tidak punya cara
06:10Aku melihat sendiri Jendral muta darah tanpa henti
06:12Dan pil obat milik Jihe
06:14Yang langsung menarik Jendral kembali dari pintu kematian
06:18Awalnya kami mengira obat ini adalah obat penyelamat nyawa
06:21Namun siapa yang bisa mengira
06:23Ternyata hanya untuk sesaat
06:25Namun jika hari itu tidak ada obat ini
06:29Takutnya Jendral itu sudah meninggal sejak lama
06:33Apa kita salah paham padanya
06:39Tahun ke-14 era Tianyuan
06:41Jihyu pertama kali masuk ke perbatasan
06:44Saat berpatroli
06:45Dia menemukan mata-mata menyusup ke perbatasan
06:49Saat itu dia hanyalah pemuda berusia 16 tahun
06:52Bertempur mati-matian memukul mundur mata-mata
06:54Dirinya juga tertusuk
06:55Hanya setengah cun dari jantungnya
06:57Tahun ke-15 era Tianyuan
06:59Pasukan Gurun Utara
07:01Menyerang mendadak desa perbatasan
07:05Jendral memimpin pasukan menahan serangan
07:08Jihyu menggunakan pundaknya
07:09Membantu Jendral menangkis serangan
07:12Dan juga melindungi seluruh rakyat desa
07:14Tahun ke-16 era Tianyuan
07:17Gurun Utara datang menyerang
07:18Dia ikuti Jendral menjaga Jihyu mati-matian
07:20Dalam serbuan panah musuh
07:22Dua panah menancap di tubuhnya
07:23Dia memutuskan jembatan
07:25Hingga musuh tidak bisa menyeberangi Jihyu
07:27Itu juga membuat rakyat dinasti Jihyu
07:29Terhindar dari penderitaan
07:31Juga perang Wang Cheng sebelumnya
07:33Dia menyusup masuk ke barat musuh
07:35Menghancurkan bahan makan dan sumber air
07:37Dan hampir mati dalam pasukan musuh
07:41Apa orang seperti ini?
07:43Sungguh bisa mencelakai Jendralnya sendiri?
07:46Semua luka pedang dan anak panah di tubuh Jihyu ini
07:48Dia terima demi melindungi kalian semua
07:50Kini kalian ingin membunuhnya
07:52Kalian harus bertanya
07:53Apakah sanggup membayar luka-luka yang ada di tubuhnya ini?
07:58Apakah kita harus membunuh penyelamat?
08:01Yang telah menyelamatkan Jendral
08:03Pernah menyelamatkan Yunjong
08:05Dan dinasti Jihyu hanya karena sebuah rumor
08:07Tahun ini
08:08Fujio ketawan menerobos masuk ke batalion grup utara
08:11Demi menyelamatkan kami para tawanan
08:13Dia juga mewakili kami
08:14Menanggung hukuman cap besi
08:17Tahun itu di Jihyu
08:18Aku juga hampir terkubur di bawah pasukan kafaliri gurun utara
08:22Fujio menyelamatkan kami
08:23Aku melihat dia
08:24Mempertaruhkan nyawanya untuk menyelamatkan Jendral
08:26Aku tidak percaya
08:27Orang seperti ini bisa mencelakai Jendral
08:29Tubuh anak ini
08:31Ada begitu banyak luka
08:33Jika melawan pasukan gurun utara
08:35Takutnya akan terancam mati
08:38Bagaimana nasibnya nanti?
09:11Terima kasih telah menonton!
09:36Terima kasih
09:37Aku hanya
09:39Beritahu kenyataan pada rakyat
09:42Masalah ini terjadi begitu aneh
09:44Pasti ada orang yang mengaturnya diam-diam
09:48Semuanya adalah kesalahanku
09:52Jika dia tidak memakan obat yang kuberikan
09:56Jauh
09:57Aku tahu kau membenciku
09:59Dan juga seharusnya membenciku
10:02Aku memang pernah membencimu
10:05Namun aku tahu betul
10:08Kamu hanyalah jalan keluar yang kucari di dalam dadaku
10:12Karena aku begitu tidak berguna
10:14Tidak ada orang yang bisa dicelak
10:17Tidak ada yang bisa disalahkan
10:20Bagaimanapun juga
10:22Ini adalah pilihan pribadi ayahku
10:24Dia memilih meninggal di medan perang sebagai seorang jeneral utama
10:28Lalu kembali mengalahkan Raja Gurun Utara
10:32Musuh bebuhitannya
10:34Terlebih lagi masih ada aku
10:36Yang bertempur di sampingnya
10:38Momen terakhir ayah
10:41Dilewati dengan lega
10:43Tidak ada penyesalan
10:50Sebenarnya aku tidak berhak menyalahkanmu
10:54Sebaliknya
10:58Seharusnya aku ucapkan terima kasih
11:10Ini perintah langsung dari jeneral
11:12Dia ingin aku menuliskannya
11:14Dan berpesan menyerahkannya padamu
11:31Jauh
11:32Tulisan ini bagaikan bertemu langsung
11:34Saat kemarin malam bermimpi kembali melihatmu
11:37Kamu masih gadis remaja
11:39Memacu kuda meninggalkan rumah
11:41Ayah mengulurkan tangan ingin menarik
11:44Tetapi
11:45Hanya mendapatkan segenggam pasir kuning saja
11:49Baru tahu baju zira putih
11:51Dan senjata tajam yang selama 19 tahun ini
11:53Sejak awal sudah mengikis habis
11:56Aku untuk menjadi seorang ayah
12:00Tahun itu kamu bertanya sambil menahan nangis
12:03Mengapa aku harus mengurungmu
12:05Di gurun yang gersang ini
12:07Aku tahu kamu masih muda
12:10Dan keras kepala
12:11Tetapi tidak tahu yang kamu dambakan
12:14Dari awal bukanlah keindahan ibu kotacu
12:18Melainkan lentera
12:20Di dalam kediaman yang masih menyala
12:23Saat kamu pulang ke rumah
12:25Mendengar cerita gadis bangsawan
12:28Ibu kotacu yang sombong dan manja
12:31Anakku tinggal sendirian di sana
12:34Entah sudah menerima
12:36Berapa banyak pandangan sinis
12:38Setiap kali memikirkan hal ini
12:40Seluruh diriku sangat tersiksa
12:43Waktu berlalu selama 19 tahun
12:46Aku tidak pernah menemanimu untuk belajar berjalan
12:50Tidak mengajarkan puisi, buku, etika, dan musik
12:55Aku merasa sangat bersalah
12:57Sangat menyesal
12:59Jika bisa mengulangi lagi
13:01Tidak perlu lagi
13:03Untuk menjadi putri seorang pahlawan
13:07Cukup menjadi caw putriku
13:09Bagaimana?
13:18Jendral
13:19Aku cari tebik militer
13:21Selesaikan tulisannya
13:25Aku
13:28Menghabiskan separuh hidup dalam militer
13:30Tidak mengecewakan langit dan bumi
13:33Hanya mengecewakan istri dan putriku
13:37Hari ini
13:38Aku hanya memohon
13:42Pengampunan
13:43Meskipun besok mayat dibungkus kulit kuda
13:46Juga bisa tersenyum menuju ke alam baka
13:50Jauh
13:51Air yang mengalir sulit dikejar kembali
13:56Jangan menoleh ke belakang
14:00Berjalanlah ke depan
14:01Tulisan terakhir
14:04Dari ayah
14:06Ju Lim
14:12Jangan seperti ini
14:23Jio
14:27Kenapa dia tidak lebih awal
14:29Memberitahuku perkataan ini
14:33Jika dia memberitahuku lebih awal
14:35Setidaknya aku masih sempat menembus penesalan
14:38Ibu ku juga
14:41Kata-kata yang sesungguhnya ingin ku sampaikan padanya
14:44Tidak akan bisa didengar lagi
14:50Aku tahu
14:53Aku tahu semuanya
14:54Sebelum ayahku meninggal
14:56Kata terakhir yang diucapkan padaku
14:59Dia bilang peperangan terlalu menderita
15:04Sebenarnya kapan baru bisa berhenti
15:09Ayahku menggunakan nyawa mendukar kemenangan untuk pertempuran ini
15:12Namun jika peperangan selamanya tidak berhenti
15:16Lalu apa arti pengorbanan mereka?
15:30Suatu hari nanti
15:33Aku harus buat binas Ticu
15:35Tidak lagi mendapatkan kedamaian dengan pengorbanan darah
15:40Aku ingin membuat anak-anak di wilayah ini
15:44Tidak lagi kehilangan ayah dan ibu
15:46Karena peperangan
16:03Terima kasih telah menonton!
16:20Mimpi suci apa lagi yang kamu pikirkan?
16:23Kamu bisa melindungi rakyat di seluruh kota?
16:25Apa kamu bisa melindungi dirimu sendiri?
16:27Kenapa pula kamu terlahir kembali?
16:29Bukankah kamu tetap melihat ayah meninggal dengan tidak tenang?
16:32Dan ibu yang hancur berantakan?
16:35Namun ayah dan ibu
16:39Tidak menyesali pilihan mereka
16:41Kamu hanya membohongi diri sendiri
16:43Kamu jangan sampai lupa bahwa musuhmu masih hidup dengan baik
16:47Bukan hanya Xiaosun saja
16:49Juga ada Gurun Utara yang membunuh ayah dan ibumu
16:52Jika aku dirimu
16:54Sekarang juga aku akan serang Gurun Utara
16:56Buat mereka bayar utang darah dengan darah
16:59Tidak
17:02Pasukan perbatasan sudah berkorban banyak
17:04Lalu kenapa?
17:06Satu jenderal berjaya dengan banyak pengorbanan
17:08Pasti ada yang gugur di medan perang
17:09Sebanyak apapun darah mengalir juga bukan urusanmu
17:12Sekarang kamu memegang kekuatan milita
17:14Asalkan kamu turunkan perintah
17:16Maka mereka harus patuh korbankan diri menerjang barisan untukmu
17:19Apakah kamu tidak ingin
17:21Membunuh Raja Gurun Utara untuk ayah dan ibumu?
17:26Berhati lembut tidak ada gunanya
17:28Pembantaihanlah yang bersifat abadi
17:46Kolam ini
17:47Sudah waktunya dibersihkan
17:53Lihat
17:54Ayam ini gemuk
17:57Selamat pagi
17:59Lihatlah yang ini
18:03Nonacu
18:05Nonacu
18:05Nonacu
18:06Jarang nona pagi-pagi jalan-jalan
18:08Nona mau beli apa?
18:09Pilih saja di tokoku
18:12Silahkan berkeliling
18:13Datang ya kalau senggang
18:16Buah pir yang manis dan juga renyah
18:19Ayo mari
18:21Nonacu
18:23Nonacu
18:23Nonacu
18:24Buah pir milik keluarga kami baru dipetik
18:26Silahkan cicipi
18:27Tidak perlu
18:28Lebih baik simpan untuk dijual
18:30Tahun ini panen pohon buah sangat bagus
18:32Anggap saja merasakan hawa kebahagiaan
18:34Dulu saat Genacu masih hidup
18:35Beliau juga suka makan buah pir milik keluarga kami
18:38Cepatlah ambil
18:39Berikan padaku
18:40Baiklah
18:41Nonacu
18:42Saya berjualan dulu ya
18:51Benda ini masih bisa digunakan untuk menangkap tikus
18:55Benarkah?
18:57Datang dan lihatlah
18:59Kue kukus
19:00Kue kukus
19:02Jual kue kukus
19:03Ayo dibeli
19:04Kue kukus yang dijual sendiri
19:06Tidak cukup untuk mengisi perutmu
19:08Dasar
19:09Kamu sungguh titisan setan kelaparan
19:12Akanku pukul kamu
19:20Berhenti
19:23Keluar untuk berkelahi lagi
19:26Apa kamu kalah?
19:28Aku menang
19:29Sendirian melawan tiga orang
19:31Semua ku jatuhkan
19:32Menang dengan sekejur tubuh peneluka
19:35Kamu bangga sekali
19:36Mereka menertawakanku tidak punya ibu
19:42Jadi
19:43Kamu buat mereka diam dengan memakai kekerasan
19:45Kenapa ayah izinkan kamu bela diri?
19:47Demi memukul orang
19:50Demi melindungi orang yang seharusnya dilindungi
19:53Kepalan tangan
19:54Sepatutnya diarahkan pada para penjahat
19:56Bukan kepada bocah ingusan yang sebaya denganmu
19:59Apalagi orang sendiri
20:04Apa yang senang kamu pikirkan?
20:07Memikirkan kata-kata
20:10Yang diucapkan oleh ayahku
20:12Kamu lihat
20:15Yang dilindungi ayahku dengan nyawa
20:17Sejak dulu bukanlah tembok kota yang dingin ini
20:21Melainkan suasana cender tawa
20:23Aura hidup
20:24Dan juga keranaan ini
20:27Walaupun tampaknya biasa saja
20:29Dan juga begitu remeh
20:31Tetap saja begitu berharga
20:33Di dalam hati setiap orang
20:35Aku tidak memohon keinginan besar agar negeri tetap damai
20:38Aku hanya ingin asap dapur yuncong bisa mengepul setiap hari
20:41Asal ibu masih berdiri di depan pintu rumah
20:44Menantikan anak bermain pulang ke rumah untuk makan
20:47Hal yang paling buruk dari mereka
20:49Hanyalah mengkhawatirkan
20:51Berapa harga beras yang naik besok
20:53Ini sudah cukup
20:56Setiap harinya
20:57Kita menjalani hidup biasa dari hari ke hari
20:59Tanpa disadari
21:01Ini juga merupakan kehidupan yang diminta
21:03Banyak orang kepada dewa
21:05Tapi tidak bisa didapatkan
21:09Masih ada buah-buah di mata petani buah
21:13Harusnya lebih manis dari tahun lalu kan
21:17Benar kan?
21:21Jiu
21:23Mohon kamu wakil ayahku
21:25Menjaga yuncong dengan baik
21:26Menjadi penerus culing
21:28Dan pedang paling tajam dinasti Jiu
21:32Akan kulakukan
21:36Putri Agung
21:37Ada pergerakan aneh di Gunung Utara
21:39Ada regu kecil sedang memancing respon di perbatasan
21:46Bagaimana situasinya?
21:48Pasukan Gunung Utara menerobos benteng pertahanan
21:50Pasukan sayap kiri siap menghadapinya
21:52Putri Agung tenang saja
21:53Kita bisa membagi pasukan menyerang tempat pasukan utama
21:56Dari klan Cina berada
21:59Aneh
21:59Mata-mata medan perang ini bisa menyelidiki dengan jelas
22:02Pergerakan pasukan utama klan Cina
22:05Saat pertempuran terakhir
22:07Pasukan utama musuh mundur sejauh 80 li
22:10Pasukan andalan mereka
22:12Masih mendirikan perkemahan di sekitar tebing Yingzui
22:14Hanya dalam dua hari
22:17Klan Cina tidak mungkin muncul di sini
22:19Jadi serangan mendesak ini
22:22Pasti sebuah perangkap
22:23Kalau begitu pasukan dalam bahaya besar
22:26Bukan hanya bahaya besar
22:26Jika pertempuran ini sebuah perangkap
22:28Dihawatirkan seluruh pasukan akan musnah
22:33Perang besar harus dihentikan
22:35Sebelum sempat terjadi
22:36Pasukan yang bisa digerakkan hanya cukup untuk satu jalur jalan
22:40Jika membagi pasukan
22:41Garis pertahanan bagian depan
22:43Sudah pasti akan kosong
22:44Kalau begitu pinjam pasukan
22:46Meminjam
22:46Benteng Changmu
22:49Terakhir kali menang melawan tebing di hutan Changmu
22:51Yang diandalkan kemahiran mereka bertempur di hutan
22:53Mereka lebih unggul daripada kita
22:55Jika bisa meminjam kekuatan dan bekerja sama
22:58Pertempuran ini pasti menang
23:00Namun, benteng Changmu ini
23:02Ayah baru saja meninggal
23:04Semangat pasukan tidak boleh digoyahkan
23:06Jika pertempuran ini gagal
23:07Musuh pasti menyerang besar-besaran
23:09Maman Cong, kita tidak punya jalan mundur
23:12Baik, kuikuti sebuah perkataanmu
23:30Tenang saja
23:33Pertempuran ini
23:35Akanku menangkan dengan pertarukan nyawa
23:39Xi'an Lai dengarkan perintah
23:43Aku hadir
23:44Setelah pergi
23:46Jangan mati
24:04Ini bukan perintah militer
24:06Ini perintahku
24:14Aku laksanakan perintah
24:16Aku laksanakan perintah
24:46Lemнож...
24:48Lemuksan perintah
24:56Ohur!
25:04Kenapa enam!
25:07clinicians
25:08Jangan lepaskan
25:17Terima kasih telah menonton!
25:39Terima kasih telah menonton!
26:09Terima kasih telah menonton!
26:16Terima kasih telah menonton!
26:39Terima kasih telah menonton!
26:57Terima kasih telah menonton!
27:25Terima kasih telah menonton!
27:26Terima kasih telah menonton!
27:39Terima kasih telah menonton!
27:45Terima kasih telah menonton!
27:47Kemenangan besar!
27:49Kemenangan besar!
27:50Kemenangan besar!
27:52Setelah ini, semangat pasukan sudah stabil.
27:54Jenderal Chong, Anda tenang saja.
27:56Selama ada Putri Agung di sini, pasukan kita pasti menang!
27:59Cepat!
28:00Ke Ibu Kota Chu, laporkan kemenangan ini.
28:02Biarkan semua orang mengetahui.
28:04Meski Chu Ling, Jenderal Pengawal sudah tiada.
28:07Prefektur Perbatasan tetap akan menang.
28:09Negara tetap akan aman dan stabil.
28:11Baik!
28:15Kemenangan besar!
28:16Kemenangan besar!
28:17Kemenangan besar!
28:18Kemenangan besar!
28:29Di depan ada kota.
28:30Masuk ke kota, umumkan kemenangan.
28:32Biar kantor pemerintah menyebarkan ke seluruh wilayah.
28:40Guru Nutara menyerang kembali!
28:42Pasukan Cavaleri telah menjebol lembah pailang!
28:44Prefektur Yunco pasti akan runtuh dalam tiga hari!
28:46Pasukan besar langsung merebuti buku Kota Chu!
28:48Pasukan besar langsung merebuti buku Kota Chu!
28:49Pasukan besar langsung merebuti buku Kota Chu!
28:54Tuan Penderus, ada satu hal yang tidak kupahami.
29:00Katakan, jelas-jelas sudah menimbulkan kerengangan dengan Guru Nutara.
29:04Mengapa Tuan Penderus masih bisa merasa bahwa Gurun Utara akan membantu kita?
29:07Kamu salah, Ti Ying.
29:10Sejak pertempuran di Wang Cheng selesai,
29:13aku tidak memiliki harapan pada mereka lagi.
29:16Membagi rata wilayah dunia,
29:19orang Gurun Utara berpikir terlalu indah.
29:22Pertempuran besar Gurun Utara menggetarkan seluruh istana dan rakyat.
29:26Setelahnya pasti akan ada gelombang susulan.
29:27Ditambah lagi Juling telah mati.
29:30Raja Gurun Utara tentu saja tidak akan tinggal diam dan menyerah.
29:33Aku justru ingin memanfaatkan mereka untuk menahan prefektur Yun Chong.
29:37Memangnya kenapa kalau Chu Chu memenangkan pertempuran?
29:41Asalkan kabar berita tidak sampai di ibu kota,
29:44tidak akan ada kemenangan di pertempuran kali ini.
29:47Bunuh perang jurut membawa pesan.
29:48Kemenangan besar berubah jadi kekalahan besar.
29:52Asalkan ibu kota Chu terperosok dalam kepanikan.
29:55Tidak peduli Gurun Utara menang ataupun kalah.
29:59Aku bisa gunakan nama mempertahankan ibu kota Chu mengirim pasukan mengepung kotak.
30:05Saat itu tiba, posisi kaisar ini akan berganti orang untuk menundukinya.
30:13Tuhan penerus sangat bijaksana.
30:33Tugas pelajaran apa yang membuat kaisar kesulitan seperti ini?
30:36Tugas pelajaran tidak bisa menyulitkanku.
30:39Aku sedang menuliskan surat untuk kakak.
30:42Namun mengenai kehilangan orang tua ini dibujuk seperti apapun percuma.
30:46Aku tahu itu.
30:51Melapor kepada kaisar, Tuan Si memohon untuk mengadap.
30:54Sudah malam.
30:55Katakan padanya aku sudah istirahat.
30:57Tuan Si, aku ada urusan menisak yang harus dibicarakan.
31:00Kalian semua pergilah.
31:02Semuanya pergilah.
31:16Paman ketiga, apa yang ingin kamu katakan?
31:19Prajurit poh sampaikan kabar.
31:20Gorun Utara menyerang kembali.
31:21Serangan mendadak di tengah malam.
31:22Pasukan perbatasan kalah.
31:24Kini sudah menjebol Yun Cong dan langsung menuju ke arah ibu kota Chu.
31:26Raja Shona dengar kabar dan langsung kumpulkan pasukan berkuda.
31:29Kini jaraknya 800 li dari ibu kota.
31:38Yuh, kamu jangan takut.
31:40Menurut pendapatku, berita ini belum tentu benar.
31:44Mungkin hanya demi menciptakan kepanikan.
31:46Agar Raja Shona bisa mengatasnamakan mempertahankan ibu kota Chu
31:49untuk pimpin pasukan pribadi ke ibu kota.
31:51Iya.
31:52Apa mereka ingin memberontak?
31:53Sejak Raja Shona meninggalkan ibu kota,
31:56dia selalu punya niat memberontak.
31:58Pengaruh hal ini sangat besar.
32:00Jadi aku datang mencarimu di tengah malam.
32:02Kita harus berunding lebih dulu.
32:04Bagaimana kita menghadapinya di sidang istana besok?
32:09Kabar darurat dari 800 li.
32:11Gurun Utara datang menyerang kembali.
32:12Pasukan telah menjebol lembah pailang.
32:14Dalam tiga hari, Yun Cong pasti akan runtuh.
32:17Pasukan besar akan mendesak ke ibu kota Chu.
32:21Begitu Cu Ling mati.
32:23Perbatasan memang.
32:25Bagaimanapun Putri Agung tetaplah seorang wanita.
32:27Mana bisa benar-benar membiarkannya menjaga perbatasan?
32:31Xiaosun, penerus Raja Xiaonan,
32:33telah pimpin 50 ribu pasukan kediaman,
32:35datang untuk mempertahankan ibu kota Chu.
32:36Jaraknya hanya tinggal beberapa hari perjalanan.
32:39Saya memohon Kaisar membuka gerbang kota.
32:43Sambut dia untuk mempertahankan ibu kota Chu.
32:46Demi menjamin kedamaian ibu kota Chu.
32:48Raja Xiaonan memiliki 50 ribu prajurit pasukan kediaman.
32:52Ibu kota Chu juga masih memiliki 50 ribu prajurit.
32:55Ditambah lagi dengan pasukan dari wilayah dan kediaman lainnya,
32:58rasanya masih bisa untuk menghadapi pasukan gurun utara.
33:03Tampaknya hal ini tidak begitu menghawatirkan.
33:09Pendapat yang bodoh.
33:10Pangeran dianugerahi gelar Raja dan menguasai sebidang tanah,
33:13hanya bisa memenuhi kebutuhan hidup,
33:15tidak punya kekuasaan militer dan politik.
33:17Bahkan pasukan kediaman yang mempertahankan kediaman Raja,
33:20juga memiliki jumlah yang dibatasi.
33:21Dari mana datangnya 50 ribu prajurit?
33:24Menurut pendapatku,
33:26Raja Xiaonan ini mengatasnamakan mempertahankan ibu kota Chu,
33:30takutnya telah menyimpan niat untuk melakukan pemberontakan.
33:32Jadi maksud dari Tuan Si,
33:34membiarkan pasukan besar gurun utara mengepung kota?
33:3750 ribu pasukan kediaman,
33:39setara dengan seluruh pasukan penjaga ibu kota,
33:41membiarkan semua pasukan ini masuk ke ibu kota dengan begitu saja.
33:44Apa guru besar tahu konsekuensi jika situasinya kehilangan kendali?
33:48Raja Xiaonan tidak melayak, tidak datang menyembah.
33:51Niat hatinya sudah terlihat dengan jelas.
33:53Kini Chuling sudah meninggal.
33:55Ancaman gurun utara lebih hebat daripada sebelumnya.
33:58Takutnya Raja Xiaonan ingin meminjam kesempatan ini
34:01untuk mengambil keuntungan di tengah musibah.
34:03Tepat yang dikatakan oleh Tuan Si.
34:05Ancaman dari gurun utara sangat besar.
34:07Kita tidak sanggup untuk mempertaruhkannya.
34:09Jika saat ini curiga dan bersikap bimbang,
34:11gurun utara akan menjebol yuncong.
34:12Ibu kota Chu akan runtuh.
34:14Negara kita binasa.
34:16Kamu dan aku akan jadi orang paling berdosa.
34:18Semua pernyataan guru besar hanya berdasarkan
34:20keaslian atau kepalsuan laporan militer.
34:22Namun menurut pandanganku,
34:24benar tidaknya laporan militer itu masih perlu didiskusikan.
34:29Laporan kemenangan pasukan perbatasan,
34:31Bukankah Tuan Si juga menerima semuanya?
34:33Bahkan berhasil mengembalikannya ke prefektur yuncong.
34:36Kenapa?
34:37Tidak ada masalah dengan prajurit pengantar kabar.
34:39Saat laporkan keadaan darurat langsung jadi mata-mata.
34:42Harus bagaimana ini?
34:44Guru besar!
34:47Kuturunkan tita kerajaan.
34:48Pasukan kediaman Raja Xiaonan bagi untuk berjaga.
34:51Bersama prajurit ibu kota menjaga ibu kota Chu.
34:54Melapor pada Kaisar.
34:56Ini memang siasat mengulur waktu.
34:58Raja Xiaonan dan anaknya mengatasnamakan
35:00mempertahankan ibu kota Chu.
35:01Kalau begitu suruh saja mereka pertahankan ibu kota.
35:03Tapi tetap harus mendengarkan pengaturan istana.
35:06Jika tidak patuh,
35:07mereka akan jadi pejabat pemberontak.
35:09Pantas dibunuh oleh siapapun.
35:11Negara sedang bergejolak.
35:13Pasti banyak orang yang akan membuat masalah.
35:16Raja Gurun Utara begitu.
35:17Raja Xiaonan juga sama begitu.
35:20Aku sudah lewati hidup dan mati.
35:22Melewati perubahan besar.
35:24Aku percaya.
35:25Dinasti Chu pasti bisa melewati bahaya ini lagi.
35:29Kami pasti akan merahkan seluruh tenaga.
35:32Dan kita akan berhenti sampai mati.
35:34Tetap bersama Kaisar dan juga dinasti Chu.
35:48Kamu silahkan pergi.
35:54Tuan-tuan, apa yang ingin kalian katakan?
35:56Kaisar.
35:57Pasukan pribadi yang dipimpin Raja Xiaonan kali ini
35:59bukanlah 50 ribu,
36:00melainkan 100 ribu.
36:01100 ribu pasukan kavaleri ini
36:03jaraknya kurang dari 800 li dengan ibu kota.
36:06Apa ini mengerahkan pasukan?
36:07Ini namanya pemberontakan.
36:10Jaga bicaramu, Tuan Si.
36:11Kita tidak tahu kebenaran kabar ini.
36:14Tidak boleh asal memberi penilaian.
36:16Apa sudah mengabari kakak?
36:18Takutnya kabar akan terhambat sampai ke Putri Agung.
36:21Tuan Si berkata Raja Xiaonan dan putranya melakukan pemberontakan.
36:24Namun juga tidak bisa mengeluarkan bukti yang nyata.
36:27Musuh besar ada di depan mata.
36:29Pertahanan ibu kota yang paling utama.
36:31Berbicara begitu banyak.
36:33Guru besar tetap saja ingin membuka lebar gerbang kota
36:35untuk menyambut 100 ribu pasukan Xiaonan.
36:39Aku lakukan ini karena pikirkan keselamatan ibu kota Ju.
36:42Begitu Gurun Utara benar-benar menyerang kemari,
36:45kamu ingin bagaimana rakyat dinasti Ju melindungi diri sendiri?
36:50Menebak-nebak tidak ada gunanya.
36:52Lebih baik kita lihat saja dan menunggu
36:54Keputusan dari Tuan Peneru Xiaonan.
37:03Aku mohon pamit.
37:13Ini plat komandan pengawal kekaisaran.
37:16Setelah paman meninggalkan ibu kota,
37:17pasukan pengawal kekaisaran diurus wakil komandan.
37:20Selama ini, plat ini disimpan sementara di tempatku.
37:23Kini situasi darurat,
37:25kuserahkan ke paman ketiga untuk menyimpannya.
37:31Baiklah.
37:32Kali ini aku pasti akan menjaga keselamatan ibu.
37:39Kaisar menyerahkan plat perintah pasukan pengawal harem kepada Xi Yanfang.
37:43Bukankah kali ini Raja Xiaonan telah membantunya?
37:45Itu hanya masalah waktu.
37:47Kali ini meski tidak ada Raja Xiaonan,
37:49keinginan Tuan Xi juga akan terwujud.
37:51Kaisar tidak punya tempat bergantung.
37:53Bagaimana mungkin dia jaga jarak dengan paman kandungnya?
37:56Wajah anak kecil, hati anak kecil.
37:59Sesuatu yang paling mudah berubah di dunia.
38:02Aku sudah pernah mengingatkannya.
38:06Ah, sudahlah.
38:08Kaisar dekat dengan siapa, aku juga tidak peduli.
38:11Tidak ada hubungannya denganku.
38:13Jika surat Raja Xiaonan sudah selesai, cepat kirim keluar.
38:18Pilihlah pejabat pengumum Tita yang cocok.
38:21Harus dengan cara yang mengesankan.
38:23Aku mengerti.
38:29Tuan muda, mata-mata datang melaporkan.
38:31Pasukan Pelopor Raja Xiaonan telah tiba di Payeliting.
38:39Xiaoxin menyebarkan kabar dengan manfaatkan prajurit pengantar kabar palsu.
38:43Mengatasnamakan mempertahankan untuk menjalankan pengepungan istana.
38:46Kini semua rakyat telah dihasut olehnya.
38:48Dan benar-benar mengira dia datang ke ibu kotacu untuk melindungi kaisar.
38:52Semuanya sangat berharap membuka pintu kota.
38:55Mengadakan sambutan yang hangat padanya.
38:57Tang Yi itu juga sama.
38:58Dia terlihat direkrut oleh Xiaoxin.
39:00Bersiap membantu orang jahat.
39:02Pendapat umum bagaikan angin.
39:04Menentangnya akan terluka, mengikutinya akan menguntungkan.
39:07Hampir dengan tidak membawa satu prajurit dan satu anak panah pun untuk merebut ibu kotacu.
39:12Kalau begitu, apa yang harus kita lakukan?
39:14Aku sudah menceritakan kepada Yi pergerakan pasukan Raja Xiaondan.
39:17Mengajarinya bagaimana cara berbicara dan bagaimana merancang surat hitam kerajaan.
39:22Tujuannya untuk menambah kekacauan dalam masalah ini.
39:24Membuat pertarungan sengit yang akan segera disambut menjadi diketahui oleh semua orang.
39:30Pada saat itu, keluarga Xi barulah pihak yang mendapatkan keuntungan paling besar dalam pertempuran ini.
39:43Teng Yi perintahkan orang membuka jalan.
39:45Pengumum Tita mengangkat bendera naga menuju ke barak besar.
39:53Orang yang melalaikan tugas jabatan akan dihukum berat sesuai hukum militer.
39:58Orang yang menunaikan tugas, memiliki jasa melindungi kota akan dapatkan penghargaan yang besar.
40:02Kalian semua harus tahu kota ini tetap aman agar negara akan bertahan lama.
40:09Tuan Penderus, terima Tita Kerajaan.
40:15Tuan Penderus, ini Tita Kerajaan yang ditulis sendiri oleh Kaisar.
40:21Aku sudah tahu.
40:22Kamu lancang.
40:26Xiaosun, kamu dan ayamu benar-benar ingin melanggar perintah Kaisar dan melakukan hal yang menentang hukum.
40:38Perintah Kaisar
40:41Menentang hukum
40:46Dalam Tita Kerajaan tertulis, 50 ribu pasukan ibu kota menggelar barisan di luar kota.
40:52Bukankah ini sedang menungguku menentang Tita Kerajaan agar memiliki alasan yang sah untuk menuduh kejahatan membangkang kepadaku dan memulai peperangan.
41:05Pada saat itu tiba, senjata saling bertemu.
41:09Tempat yang dilewati oleh pasukan kavaleri.
41:12Akan ada banyak korban yang terluka dan tewas.
41:15Mayat kelaparan berserakan.
41:17Semuanya akan menjadi kesalahan prefektur Xiaonan.
41:21Ditambah lagi, tuduhan mengenai berkomplak dengan musuh yang asal kalian tuduhkan, bukankah akan makin menambah dosaku?
41:30Aku mati berkali-kali pun juga sulit menghapus dosa ini.
41:39Aku menerima Tita Kerajaan.
41:42Aku pasti akan menuruti Tita Kaisar untuk melindungi bukotacu dengan baik.
41:47Hanya saja Tuhan.
41:48Melempar surat Tita ke tungku api.
41:51Ini adalah dosa besar dengan membohongi Kaisar.
41:56Berani sekali kamu!
41:57Pergi.
41:59Bawa Tuhan untuk istirahat dengan baik.
42:02Xiaosun!
42:03Kamu menjelaki menteri yang setia!
42:05Kamu tidak akan berakhir dengan baik!
42:07Xiaosun!
42:08Membakar Tita Kaisar lancar sekali!
42:13Sampaikan perintahku.
42:15Besok cabut perkemahan.
42:16Pasukan dibagi menjadi empat.
42:18Berangkat menuju ibu kota ju.
42:21Baik!
42:27Masuk.
42:28Mereka belakang.
Komentar