00:00Sedara Lomba Cerdas Cermat 4 Pilari yang diselenggarakan Majelis Permusyawaratan Rakyat MPR RI menuai polemik
00:08karena Dewan Juri menjatuhkan keputusan yang berbeda terhadap dua kelompok yang memberikan jawaban serupa.
00:16Polemik Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR RI di Kalimantan Barat ini bermula ketika muncul
00:23pertanyaan soal pertimbangan dari lembaga mana yang harus diperhatikan DPR dalam memilih anggota badan pemeriksa keuangan.
00:31Kelompok C dari SMA N 1 Pontianak menjawab
00:36pimpinan BPK dipilih DPR dengan mempertimbangkan Dewan Perwakilan Daerah dan diresmikan Presiden.
00:43Namun jawaban ini disalahkan juri dan mendapat nilai minus 5.
00:48Berbeda ketika Regube memberikan jawaban yang sama
00:51justru dibenarkan juri dan mendapat nilai 10.
00:57Silahkan untuk maju ke depan berdiri di tengah-tengah panggung silahkan adik-adik kebahagiaan bangsa.
01:03PR dalam memilih anggota BPK diwajibkan untuk memperhatikan pertimbangan dari lembaga mana.
01:10C2
01:12Anggota, anggota badan pemeriksa keuangan dipilih oleh Dewan Perwakilan Rakyat
01:17dengan memperhatikan pertimbangan Dewan Perwakilan Daerah dan diresmikan oleh Presiden.
01:22Bagaimana Dewan Juri?
01:26Nilai minus 5
01:28Minus 5
01:30Untuk grup C baik
01:31Anggota badan pemeriksa keuangan dipilih oleh Dewan Perwakilan Rakyat
01:36dengan memperhatikan pertimbangan Dewan Perwakilan Daerah dan diresmikan oleh Presiden.
01:42Silahkan Dewan Juri
01:48Ya inti jawabannya sudah benar, nilai 10
01:5410 baik
01:56Izin
01:58Oh baik silahkan
01:59Tadi kami menjawabnya sama seperti regu B
02:02Sama
02:03Silahkan Dewan Juri untuk tanggapannya
02:05Tadi disebutkan regu C ya
02:10Itu pertimbangan dari DPD-nya tidak ada
02:15DPR tadi
02:16Ada
02:16Ada
02:17Ada
02:21Tadi saya mengatakan seperti ini
02:22Anggota badan pemeriksa keuangan dipilih oleh Dewan Perwakilan Rakyat
02:26dengan memperhatikan pertimbangan Dewan Perwakilan Daerah
02:28dan diresmikan oleh Presiden
02:31Jadi Dewan Juri tadi
02:35Berpendapat tidak ada itu Dewan Perwakilan Daerah
02:39Baik adik-adik mohon diterima
02:41Mungkin boleh bisa melihat pandangan dari yang lain juga
02:45Mungkin dari penonton apakah ada yang mendengar saya mengatakan DPD?
02:55Keputusan saya kira di Dewan Juri ya
02:58Betul baik adik-adik mohon diterima keputusan Dewan Juri
03:01Karena tentunya Dewan Juri yang hadir hari ini sudah sangat berkompeten
03:06dan sangat teliti untuk mendengarkan jawaban dari adik-adik
03:10Mungkin itu hanya perasaan adik-adik saja
03:12Nanti mungkin bisa dilihat tayangan ulangnya setelah acara selesai
03:16Baik bagaimana Dewan Juri kita bisa lanjutkan?
03:18Begini ya
03:19Kan sudah diperingatkan dari awal ya
03:22Artikulasi itu penting
03:25Jadi biasakan menjawab itu dengan artikulasi yang jelas
03:32Dewan Juri kalau menurut kalian sudah
03:36Tapi Dewan Juri menilai kalian tidak karena tidak mendengar artikulasi kalian dengan jelas
03:42Yaitu artinya Dewan Juri berhak memberikan nilai minus 5
03:49Anggota MPR RI yang juga Ketua Komisi 10 DPR Fraksi Partai Golkar Hetifah
03:55Syaifudian mendorong agar lomba cerdas cermat 4 pilar MPR RI tingkat Provinsi Kalimantan Barat
04:01digelar ulang agar berjalan adil
04:03Hetifah menambahkan peristiwa tersebut harus menjadi momentum evaluasi
04:07Agar pelaksanaan lomba cerdas cermat dapat berlangsung lebih baik
04:16Supaya ini berjalan adil
04:19Kami mendorong agar khusus kegiatan di Kalimantan Barat ini
04:23Dilakukan lomba ataupun pertandingan ulang
04:30Saya juga pernah menjadi juri di Giat Serupa memang tidak mudah
04:35Dan tentunya kita berharap bukan hanya juri, Dewan Juri
04:39Tapi juga semua pihak betul-betul mempersiapkan lomba ini dengan sebaik-baiknya
04:45Sehingga tidak terjadi lagi kasus serupa
04:48Dan tentu saja kejadian ini jika terulang lagi
04:51Kelalaian serupa terulang lagi
04:53Ini akan mempengaruhi reputasi dari MPR RI
04:57Namun saya yakin ke depan akan lebih baik
05:02MPR RI melalui Sekretariat Jenderal menyampaikan permohonan maaf
05:06Terkait dengan polemik pelaksanaan lomba cerdas cermat LCC 4 Pilar MPR RI 2026
05:18MPR RI melalui Sekretariat Jenderal menyampaikan permohonan maaf
05:21Terkait dengan polemik pelaksanaan lomba cerdas cermat LCC 4 Pilar MPR RI 2026
05:26Tingkat Kalimantan Barat
05:28Dalam akun Instagram resmi MPR menyebut
05:30Telah menonaktifkan Dewan Juri dan MC pada kegiatan tersebut
05:39Usia polemik muncul di media sosial
05:45Usai polemik muncul di media sosial
05:48Kasus ini pun mendapat perhatian dari anggota MPR
05:50Rifki Nizami Kersayuda
05:53Dari fraksi Nasdem yang menelpon langsung
05:55Josefa Alexandra
05:57Siswi SMA Negeri 1 Pontianak yang menjadi sorotan karena mendapatkan nilai minus
06:02Meski menjawab dengan benar saat mengikuti lomba cerdas cermat di Kalimantan Barat
06:06Saat melakukan sambungan video call dengan Josefa
06:09Atas nama anggota MPR DPR RI
06:12Rifki menyampaikan permohonan maafnya
06:14Pada kesempatan ini Rifki yang merupakan alumni SMAN 1 Pontianak juga menawarkan Josefa
06:21Beasiswa S1 ke Tiongkok dan mendapatkan ikatan kerja setelah selesai kuliah di sana
06:30Biasiswa kuliah gratis ke China
06:33Nanti tolong kasih tau orang tua
06:35Kalau mau nanti begitu selesai SMA 1
06:39Josefa akan abang berikan Biasiswa sekolah kuliah gratis di China
06:44Dan nanti akan ada pemberian pekerjaan langsung
06:48Dari beberapa perusahaan multinasional untuk Josefa
06:51Kalau sudah lulus dari China
06:53Ini abang berikan tapi kesempatannya silahkan Josefa rembukan dengan orang tua dan guru
06:59Terima kasih telah menonton
Komentar