Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 8 jam yang lalu
KOMPAS.TV - Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar yang diselenggarakan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) menuai polemik, karena dewan juri menjatuhkan keputusan yang berbeda terhadap dua kelompok yang memberikan jawaban serupa.

Polemik Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI di Kalimantan Barat ini bermula ketika muncul pertanyaan soal pertimbangan dari lembaga mana yang harus diperhatikan DPR dalam memilih anggota Badan Pemeriksa Keuangan.

Kelompok C dari SMAN 1 Pontianak menjawab, pimpinan BPK dipilih DPR dengan mempertimbangkan Dewan Perwakilan Daerah dan diresmikan Presiden.

Namun jawaban ini disalahkan juri dan mendapat nilai minus lima. Berbeda ketika regu B memberikan jawaban yang sama, justru dibenarkan juri dan mendapat nilai sepuluh.

Anggota MPR yang juga Ketua Komisi X DPR Fraksi Partai Golkar, Hetifah Sjaifudian, mendorong agar Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI tingkat Provinsi Kalimantan Barat digelar ulang agar berjalan adil.

Hetifah menambahkan, peristiwa tersebut harus menjadi momentum evaluasi agar pelaksanaan lomba cerdas cermat dapat berlangsung lebih baik.

MPR RI melalui Sekretariat Jenderal menyampaikan permohonan maaf terkait polemik pelaksanaan Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 tingkat Kalimantan Barat.

Dalam akun Instagram resmi MPR, disebutkan telah menonaktifkan dewan juri dan MC pada kegiatan tersebut.

#mpr #cerdascermat #kalbar

Baca Juga Promo Spesial! Beli Tiket Konser 20 Tahun Suara Sammy Simorangkir via wondr by BNI Diskon 20% di https://www.kompas.tv/advertorial/668453/promo-spesial-beli-tiket-konser-20-tahun-suara-sammy-simorangkir-via-wondr-by-bni-diskon-20



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/668454/anggota-mpr-soroti-kontroversi-cerdas-cermat-di-kalbar-dan-minta-diulang-sapa-malam
Transkrip
00:00Sedara Lomba Cerdas Cermat 4 Pilari yang diselenggarakan Majelis Permusyawaratan Rakyat MPR RI menuai polemik
00:08karena Dewan Juri menjatuhkan keputusan yang berbeda terhadap dua kelompok yang memberikan jawaban serupa.
00:16Polemik Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR RI di Kalimantan Barat ini bermula ketika muncul
00:23pertanyaan soal pertimbangan dari lembaga mana yang harus diperhatikan DPR dalam memilih anggota badan pemeriksa keuangan.
00:31Kelompok C dari SMA N 1 Pontianak menjawab
00:36pimpinan BPK dipilih DPR dengan mempertimbangkan Dewan Perwakilan Daerah dan diresmikan Presiden.
00:43Namun jawaban ini disalahkan juri dan mendapat nilai minus 5.
00:48Berbeda ketika Regube memberikan jawaban yang sama
00:51justru dibenarkan juri dan mendapat nilai 10.
00:57Silahkan untuk maju ke depan berdiri di tengah-tengah panggung silahkan adik-adik kebahagiaan bangsa.
01:03PR dalam memilih anggota BPK diwajibkan untuk memperhatikan pertimbangan dari lembaga mana.
01:10C2
01:12Anggota, anggota badan pemeriksa keuangan dipilih oleh Dewan Perwakilan Rakyat
01:17dengan memperhatikan pertimbangan Dewan Perwakilan Daerah dan diresmikan oleh Presiden.
01:22Bagaimana Dewan Juri?
01:26Nilai minus 5
01:28Minus 5
01:30Untuk grup C baik
01:31Anggota badan pemeriksa keuangan dipilih oleh Dewan Perwakilan Rakyat
01:36dengan memperhatikan pertimbangan Dewan Perwakilan Daerah dan diresmikan oleh Presiden.
01:42Silahkan Dewan Juri
01:48Ya inti jawabannya sudah benar, nilai 10
01:5410 baik
01:56Izin
01:58Oh baik silahkan
01:59Tadi kami menjawabnya sama seperti regu B
02:02Sama
02:03Silahkan Dewan Juri untuk tanggapannya
02:05Tadi disebutkan regu C ya
02:10Itu pertimbangan dari DPD-nya tidak ada
02:15DPR tadi
02:16Ada
02:16Ada
02:17Ada
02:21Tadi saya mengatakan seperti ini
02:22Anggota badan pemeriksa keuangan dipilih oleh Dewan Perwakilan Rakyat
02:26dengan memperhatikan pertimbangan Dewan Perwakilan Daerah
02:28dan diresmikan oleh Presiden
02:31Jadi Dewan Juri tadi
02:35Berpendapat tidak ada itu Dewan Perwakilan Daerah
02:39Baik adik-adik mohon diterima
02:41Mungkin boleh bisa melihat pandangan dari yang lain juga
02:45Mungkin dari penonton apakah ada yang mendengar saya mengatakan DPD?
02:55Keputusan saya kira di Dewan Juri ya
02:58Betul baik adik-adik mohon diterima keputusan Dewan Juri
03:01Karena tentunya Dewan Juri yang hadir hari ini sudah sangat berkompeten
03:06dan sangat teliti untuk mendengarkan jawaban dari adik-adik
03:10Mungkin itu hanya perasaan adik-adik saja
03:12Nanti mungkin bisa dilihat tayangan ulangnya setelah acara selesai
03:16Baik bagaimana Dewan Juri kita bisa lanjutkan?
03:18Begini ya
03:19Kan sudah diperingatkan dari awal ya
03:22Artikulasi itu penting
03:25Jadi biasakan menjawab itu dengan artikulasi yang jelas
03:32Dewan Juri kalau menurut kalian sudah
03:36Tapi Dewan Juri menilai kalian tidak karena tidak mendengar artikulasi kalian dengan jelas
03:42Yaitu artinya Dewan Juri berhak memberikan nilai minus 5
03:49Anggota MPR RI yang juga Ketua Komisi 10 DPR Fraksi Partai Golkar Hetifah
03:55Syaifudian mendorong agar lomba cerdas cermat 4 pilar MPR RI tingkat Provinsi Kalimantan Barat
04:01digelar ulang agar berjalan adil
04:03Hetifah menambahkan peristiwa tersebut harus menjadi momentum evaluasi
04:07Agar pelaksanaan lomba cerdas cermat dapat berlangsung lebih baik
04:16Supaya ini berjalan adil
04:19Kami mendorong agar khusus kegiatan di Kalimantan Barat ini
04:23Dilakukan lomba ataupun pertandingan ulang
04:30Saya juga pernah menjadi juri di Giat Serupa memang tidak mudah
04:35Dan tentunya kita berharap bukan hanya juri, Dewan Juri
04:39Tapi juga semua pihak betul-betul mempersiapkan lomba ini dengan sebaik-baiknya
04:45Sehingga tidak terjadi lagi kasus serupa
04:48Dan tentu saja kejadian ini jika terulang lagi
04:51Kelalaian serupa terulang lagi
04:53Ini akan mempengaruhi reputasi dari MPR RI
04:57Namun saya yakin ke depan akan lebih baik
05:02MPR RI melalui Sekretariat Jenderal menyampaikan permohonan maaf
05:06Terkait dengan polemik pelaksanaan lomba cerdas cermat LCC 4 Pilar MPR RI 2026
05:18MPR RI melalui Sekretariat Jenderal menyampaikan permohonan maaf
05:21Terkait dengan polemik pelaksanaan lomba cerdas cermat LCC 4 Pilar MPR RI 2026
05:26Tingkat Kalimantan Barat
05:28Dalam akun Instagram resmi MPR menyebut
05:30Telah menonaktifkan Dewan Juri dan MC pada kegiatan tersebut
05:39Usia polemik muncul di media sosial
05:45Usai polemik muncul di media sosial
05:48Kasus ini pun mendapat perhatian dari anggota MPR
05:50Rifki Nizami Kersayuda
05:53Dari fraksi Nasdem yang menelpon langsung
05:55Josefa Alexandra
05:57Siswi SMA Negeri 1 Pontianak yang menjadi sorotan karena mendapatkan nilai minus
06:02Meski menjawab dengan benar saat mengikuti lomba cerdas cermat di Kalimantan Barat
06:06Saat melakukan sambungan video call dengan Josefa
06:09Atas nama anggota MPR DPR RI
06:12Rifki menyampaikan permohonan maafnya
06:14Pada kesempatan ini Rifki yang merupakan alumni SMAN 1 Pontianak juga menawarkan Josefa
06:21Beasiswa S1 ke Tiongkok dan mendapatkan ikatan kerja setelah selesai kuliah di sana
06:30Biasiswa kuliah gratis ke China
06:33Nanti tolong kasih tau orang tua
06:35Kalau mau nanti begitu selesai SMA 1
06:39Josefa akan abang berikan Biasiswa sekolah kuliah gratis di China
06:44Dan nanti akan ada pemberian pekerjaan langsung
06:48Dari beberapa perusahaan multinasional untuk Josefa
06:51Kalau sudah lulus dari China
06:53Ini abang berikan tapi kesempatannya silahkan Josefa rembukan dengan orang tua dan guru
06:59Terima kasih telah menonton
Komentar

Dianjurkan