Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 4 jam yang lalu
JAKARTA, KOMPAS.TV - Kementerian Kesehatan mencatat terdapat 23 kasus virus Hanta di Indonesia selama periode 2024 hingga 2026.

Dari seluruh kasus itu, 20 pasien dinyatakan sembuh, sementara 3 pasien lainnya meninggal dunia.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan virus Hanta berbeda dengan virus Covid-19 dan bukan virus baru.

Virus Hanta juga diyakini Budi sangat sulit tertular antar manusia.

Lalu seberapa berbahayanya virus Hanta atau Hanta virus yang menyerang manusia, khususnya yang sudah tersebar di Indonesia?

Untuk membahasnya, kita sudah bergabung dengan Epidemiolog sekaligus Ahli Global Health Security Griffith University, Dicky Budiman.

Baca Juga Apakah Hantavirus Penyakit Baru? Ini Penjelasan Kemenkes di https://www.kompas.tv/nasional/668469/apakah-hantavirus-penyakit-baru-ini-penjelasan-kemenkes

#hantavirus #menkes #covid19

_

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/668499/full-ahli-global-health-security-griffith-university-ungkap-penularan-dan-level-bahaya-hantavirus

Kategori

🗞
Berita
Transkrip
00:02Kami lanjutkan Sapa Indonesia Malam dengan topik lain.
00:05Kementerian Kesehatan mencatat 23 kasus virus hantar di Indonesia selama periode 2024 hingga 2026.
00:13Nah dari seluruh kasus itu, 20 pasien dinyatakan sembuh, sementara 3 pasien lain meninggal dunia.
00:24Sebanyak 94 penumpang dari 140 penumpang kapal pesiar MV Hondius telah dievakuasi di Kepulauan Kanari, Sepanyol.
00:32Dari seluruh orang di MV Hondius yang dilanda wabah virus hantar, 3 diantaranya dinyatakan meninggal dunia.
00:3914 penumpang yang merupakan warga negara Sepanyol diterbangkan ke bandara militer Torrejón de Ardos
00:45untuk dibawa ke rumah sakit militer Gomez Uya di Madrid dan menjalani karantina.
00:50Di Indonesia, pelaksana tugas Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kemenkes Andi Saguni mengatakan
00:56hantar virus di Indonesia berbeda tipe dengan yang tersebar di kapal MV Hondius.
01:01Sehingga sampai saat ini belum ada bukti penularan seperti yang tersebar di kapal MV Hondius atau jenis HPS.
01:09Ia menambahkan sejak 2024 hingga 2026, di Indonesia terdapat 23 kasus
01:16dan terdapat 198 rumah sakit yang difungsikan untuk kerujukan kasus penyakit virus hantar.
01:24Hantar yang ada di Indonesia itu adalah tipenya HFRS, sekali lagi berbeda dengan tipe yang terjadi di kapal pesiar Hondius.
01:38Dan untuk data ini kita lihat bahwa dari tahun 2024 sampai 2026 ada 23 kasus tersebar di tahun 2024, 1,
01:52kemudian 2025, 17, kemudian 2026, 5.
01:55Dan sekali lagi saya sampaikan belum dilaporkan temuan HPS di Indonesia.
02:00Ini terdapat 198 rumah sakit di jaring pengampuan penyakit infeksi emerging.
02:05Ini adalah termasuk di dalamnya adalah 21 rumah sakit sentinel penyakit infeksi emerging di 20 provinsi.
02:14Sementara itu, Ketua DPR RI Puan Maharani meminta seluruh stakeholder untuk menyiapkan langkah pencegahan dan mitigasi terhadap potensi ancaman virus
02:23hantar.
02:24Puan juga mengingatkan agar penyebaran virus ini tidak seperti pada masa COVID-19.
02:30Semua stakeholder sebaiknya untuk melakukan antisipasi dan melakukan mitigasi jangan sampai kemudian nanti menganggap hal ini hal yang tidak perlu
02:43diantisipasi dan dimitigasi.
02:45Kemudian menjadi luas dan melebar dan terjadi hal yang terjadi inginkan dan menjadi seperti yang terjadi di COVID-19.
02:57Jadi apapun hal-hal yang kemudian virus-virus yang nantinya bisa meluas dan melebar atau tercemar dengan mudah ya sebaiknya
03:12sudah diantisipasi.
03:14Dari awal pintu-pintu yang memang harus dicegah ya sebaiknya dicegah sehingga jangan sampai meluas tanpa diantisipasi.
03:24Menkes Budi Gunadisadikin juga sudah melakukan koordinasi dengan WHO usai mengetahui penyebaran virus hantar.
03:31Kemenkes telah meminta pedoman penanganan dan deteksi dini dari WHO untuk mengantisipasi penyebaran di Indonesia.
03:39Tim Liputan, Kompas TV
03:43Menteri Kesehatan Budi Gunadisadikin menegaskan virus hantar berbeda dengan virus COVID-19 dan bukan virus baru.
03:51Virus hantar juga diyakini Budi sangat sulit tertular antar manusia.
03:57Ini virusnya beda dengan COVID-19 ini sudah lama ada.
04:00Sejak tahun 2000-an di Indonesia sudah teridentifikasi.
04:05Dan sekarang kita terjadi di luar negeri itu terjadinya variannya berbeda dengan yang ada varian di Indonesia.
04:14Sehingga disana menyebabkan kepatian tinggi kalau di kita tidak.
04:17Virus ini menularnya sangat susah.
04:21Sampai sekarang penularannya terbukti terjadi melalui tikus.
04:28Lalu seberapa besar bahaya virus hantar atau hantavirus ini yang menyerang manusia khususnya yang sudah tersebar di Indonesia.
04:36Saya diskusikan ini bersama epidemiolog sekaligus ahli Global Health Security dari Griffith University, Diki Budiman.
04:43Pak Diki, selamat malam Pak.
04:45Selamat malam, Bang Tifat.
04:46Terima kasih sudah bergabung bersama kami.
04:48Kalau kata Menkes ini tidak berbahaya, tidak sama dengan COVID-19 tapi bukan virus baru.
04:54Jadi seberapa bahaya sebetulnya hantai ini?
04:57Banyak bahayanya terutama karena angka kematian yang bisa terjadi dari infeksi hantavirus ini bisa sampai bahkan tertinggi 60%.
05:07Artinya 6 dari 10 orang yang terinfeksi itu bisa mengalami kematian.
05:12Meskipun benar bahwa potensi penularannya kecil sekali karena angka reproduksinya yang mencerminkan kemampuan seseorang yang terinfeksi virus ini kemudian menularkan
05:25pada orang lain itu di bawah rata-rata angka 1.
05:28Artinya menularkan ke satu orang pun begitu sulit kecuali Andes.
05:33Andes strain ini artinya turunan atau keluarga dari hantavirus ini angka reproduksinya 1,1 kurang lebih.
05:41Artinya dia seseorang yang terinfeksi Andes strain ini bisa menularkan pada satu orang lainnya dengan syarat ada kontak erat dekat
05:50dengan si pasien ini dan dalam waktu yang relatif lama.
05:55Lamanya ini mungkin 3 atau 4 hari.
05:57Nah ini yang membuat kenapa ancaman pada masyarakatnya sebetulnya relatif kecil.
06:03Tapi kecil itu bukan 0 karena berarti ada kelompok yang rawan di antara masyarakat yang memiliki potensi risiko besar itu
06:13adalah orang-orang yang pekerjaannya, aktivitas kesehariannya tinggi, erat dengan tikus.
06:20Seperti misalnya pembersih, pembersih gudang, atau yang digot-got begitu, bahkan di petani, atau yang ke hutan-hutan ini yang
06:33memiliki risiko tinggi.
06:35Lewat interaksi tikus saja atau jangan-jangan antar manusia juga ada peluang Pak?
06:39Ada peluang itu kalau Andes strain ya.
06:42Jadi kalau gini, di dunia ini ada tiga benua yang teridentifikasi, tikus-tikus yang ada di tiga benua itu membawa
06:50hantavirus.
06:51Jadi hantavirus ini endemik di tikus.
06:54Dan kalau tikus punya virus ini dia nggak sakit.
06:58Karena dia sudah beribu tahun, puluhan ribu tahun ada virus ini.
07:01Sama seperti coronavirus itu ada di kelelawar, ya dia tidak sakit kelelawarnya.
07:07Tapi kalau dia sudah lompat dari kelelawar itu ke manusia, inilah yang disebut dengan zoonosis, penyakit dari hewan atau pindah
07:14ke manusia.
07:16Nah, hanya di Amerika saja, khususnya Amerika Selatan, Argentina, Bolivia, ya Chile.
07:23Itu adalah negara yang memiliki jenis roden, ya jenis kelompok semacam tikus yang di dalam tikus ini ada Andes strain.
07:34Dari kelompok hantavirus yang punya, kalau dia sampai menginfeksi manusia, bisa menularkan antar manusia.
07:42Tapi hanya ada di Amerika Selatan.
07:44Di Eropa, kemudian di Asia, jenisnya ya hanya dari tikus kepada manusia, bukan dari manusia ke manusia.
07:53Oke, potensinya masih terbilang kecil, bahkan jauh kalau mau dibandingkan dengan COVID-19.
07:57Soal gejalanya apa, ada yang perlu diwaspadai?
08:00Gejalanya sebetulnya tidak ada yang khas ya, karena mirip flu sebetulnya.
08:05Hanya kalau misalnya ada gejara flu, kemudian dia punya kontak dengan, atau rewire kontak dengan tikus atau kotoran tikus,
08:15ini yang harus diwaspadai.
08:16Tapi tidak serta-merta dalam konteks Indonesia, tidak serta-merta, oh ini hantavirus, tidak dugaannya.
08:21Tapi yang pertama itu sebenarnya leptospirosis.
08:24Kalau dalam konteks Indonesia, karena leptospirosis lebih, sifatnya endemiklah di Indonesia dibandingkan hantavirus itu.
08:33Oke, tapi untuk penanganan, andaikanlah ditemukan kasus pendekatan atau penanganan terhadap pasien yang terkonfirmasi itu,
08:43apakah sama dengan jenis penyakit yang lain atau ada perbedaan lagi Pak?
08:46Ada perbedaan, dia tentu harus diisolasi penanganan dan selama perawatan dia harus terpisah dengan lain,
08:55karena tentu walaupun risikonya kecil, kita ya prinsipnya kalau ada penyakit ini,
09:02kalau dia sampai bisa menginfeksi manusia berkali-kali, kita khawatir dia lebih pintar itu.
09:09Sehingga tetap standar prosedurnya adalah tetap adanya isolasi atau penerapan yang lebih khusus.
09:16Sayangnya sampai saat ini, Bang Tifali memang belum ada vaksin ataupun obat yang spesifik untuk hantavirus ini.
09:24Karena hantavirus ini termasuk ya golongan penyakit yang walaupun sudah ditemukan sejak 1976-an,
09:30ini ditemukan di Korea Selatan, bahkan di Indonesia sendiri sebetulnya bukan tahun 2000-an,
09:35sejak 1991-an sudah ditemukan, tapi di tikus dan bukan ada juga kontak pada beberapa manusia
09:44yang walaupun saat itu beberapa sembuh dengan membaik sendiri.
09:48Tapi tetap artinya di sekitar kita ini, baik tikus got ataupun tikus rumah,
09:54bahkan 17 dari 100 tikus itu kemungkinan memiliki hantavirus di Indonesia.
10:00Oke, sehingga kalau sudah kayak begini, satu-satunya jalan adalah penerapan hidup bersih dan sehat PHBS saja
10:06atau ada hal lain yang perlu diketatkan lagi di sini, Pak?
10:09Ya, itu yang sebetulnya harus dilakukan.
10:11Karena sekali lagi belum ada vaksin dan tidak perlu juga saat ini untuk vaksin ataupun obat pencegahan
10:18yang paling efektif sebetulnya perilaku hidup bersih sehat di antara lain di segala aspek yang konsisten,
10:26diterapkan di manapun dan kapanpun.
10:28Jadi perilaku mencuci tangan.
10:31Karena virus ini, kalau kena deterjen, ya mati dia.
10:35Kemudian, kalau misalnya kita misalnya di gudang, kemudian membersihkan,
10:40jangan sapu kering ya, jadi harus bersih basan namanya.
10:44Jadi disiram, kemudian diberi disinfektan.
10:47Itu akan mati, kalaupun ada virus hantavirus ini.
10:50Jadi, itu yang harus secara konsisten dilakukan.
10:54Meskipun bukan hanya untuk hantafari, untuk yang lain.
10:58Karena sekali lagi, tikus ini punya riwayat buruk buat manusia.
11:01Dia bawa banyak penyakit.
11:03Ingat beratus tahun lalu, ada yang disebut dengan pandemi pes namanya,
11:09yang menyebabkan kematian sampai 50 juta di dunia.
11:14Yang itu sebabnya tikus.
11:16Kutu yang dibawa tikus.
11:18Dan ini adalah satu juga ancaman yang masih ada sampai sekarang.
11:23Belum hilang sama sekali.
11:25Jadi, bicara tikus ya harus dikendalikan.
11:27Jangan ada di pemerintah kota, ya.
11:31Karena ini kan levelnya pemerintah kota.
11:33Ataupun camatan melihat ada sarang tikus, ada sampah berserakan dibiarkan.
11:38Karena itu mengundang tikus.
11:40Mengundang penyakit.
11:41Oke, perlu dipahami untuk semuanya, tapi tidak perlu panik.
11:45Itu tadi yang harus betul-betul dicermati.
11:47Waspada boleh, panik tidak.
11:48Baik Pak Diki, terima kasih banyak sudah berbagi pandangan bersama kami kali ini.
11:51Selamat malam.
11:53Selamat malam.
Komentar

Dianjurkan