00:02Kami lanjutkan Sapa Indonesia Malam dengan topik lain.
00:05Kementerian Kesehatan mencatat 23 kasus virus hantar di Indonesia selama periode 2024 hingga 2026.
00:13Nah dari seluruh kasus itu, 20 pasien dinyatakan sembuh, sementara 3 pasien lain meninggal dunia.
00:24Sebanyak 94 penumpang dari 140 penumpang kapal pesiar MV Hondius telah dievakuasi di Kepulauan Kanari, Sepanyol.
00:32Dari seluruh orang di MV Hondius yang dilanda wabah virus hantar, 3 diantaranya dinyatakan meninggal dunia.
00:3914 penumpang yang merupakan warga negara Sepanyol diterbangkan ke bandara militer Torrejón de Ardos
00:45untuk dibawa ke rumah sakit militer Gomez Uya di Madrid dan menjalani karantina.
00:50Di Indonesia, pelaksana tugas Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kemenkes Andi Saguni mengatakan
00:56hantar virus di Indonesia berbeda tipe dengan yang tersebar di kapal MV Hondius.
01:01Sehingga sampai saat ini belum ada bukti penularan seperti yang tersebar di kapal MV Hondius atau jenis HPS.
01:09Ia menambahkan sejak 2024 hingga 2026, di Indonesia terdapat 23 kasus
01:16dan terdapat 198 rumah sakit yang difungsikan untuk kerujukan kasus penyakit virus hantar.
01:24Hantar yang ada di Indonesia itu adalah tipenya HFRS, sekali lagi berbeda dengan tipe yang terjadi di kapal pesiar Hondius.
01:38Dan untuk data ini kita lihat bahwa dari tahun 2024 sampai 2026 ada 23 kasus tersebar di tahun 2024, 1,
01:52kemudian 2025, 17, kemudian 2026, 5.
01:55Dan sekali lagi saya sampaikan belum dilaporkan temuan HPS di Indonesia.
02:00Ini terdapat 198 rumah sakit di jaring pengampuan penyakit infeksi emerging.
02:05Ini adalah termasuk di dalamnya adalah 21 rumah sakit sentinel penyakit infeksi emerging di 20 provinsi.
02:14Sementara itu, Ketua DPR RI Puan Maharani meminta seluruh stakeholder untuk menyiapkan langkah pencegahan dan mitigasi terhadap potensi ancaman virus
02:23hantar.
02:24Puan juga mengingatkan agar penyebaran virus ini tidak seperti pada masa COVID-19.
02:30Semua stakeholder sebaiknya untuk melakukan antisipasi dan melakukan mitigasi jangan sampai kemudian nanti menganggap hal ini hal yang tidak perlu
02:43diantisipasi dan dimitigasi.
02:45Kemudian menjadi luas dan melebar dan terjadi hal yang terjadi inginkan dan menjadi seperti yang terjadi di COVID-19.
02:57Jadi apapun hal-hal yang kemudian virus-virus yang nantinya bisa meluas dan melebar atau tercemar dengan mudah ya sebaiknya
03:12sudah diantisipasi.
03:14Dari awal pintu-pintu yang memang harus dicegah ya sebaiknya dicegah sehingga jangan sampai meluas tanpa diantisipasi.
03:24Menkes Budi Gunadisadikin juga sudah melakukan koordinasi dengan WHO usai mengetahui penyebaran virus hantar.
03:31Kemenkes telah meminta pedoman penanganan dan deteksi dini dari WHO untuk mengantisipasi penyebaran di Indonesia.
03:39Tim Liputan, Kompas TV
03:43Menteri Kesehatan Budi Gunadisadikin menegaskan virus hantar berbeda dengan virus COVID-19 dan bukan virus baru.
03:51Virus hantar juga diyakini Budi sangat sulit tertular antar manusia.
03:57Ini virusnya beda dengan COVID-19 ini sudah lama ada.
04:00Sejak tahun 2000-an di Indonesia sudah teridentifikasi.
04:05Dan sekarang kita terjadi di luar negeri itu terjadinya variannya berbeda dengan yang ada varian di Indonesia.
04:14Sehingga disana menyebabkan kepatian tinggi kalau di kita tidak.
04:17Virus ini menularnya sangat susah.
04:21Sampai sekarang penularannya terbukti terjadi melalui tikus.
04:28Lalu seberapa besar bahaya virus hantar atau hantavirus ini yang menyerang manusia khususnya yang sudah tersebar di Indonesia.
04:36Saya diskusikan ini bersama epidemiolog sekaligus ahli Global Health Security dari Griffith University, Diki Budiman.
04:43Pak Diki, selamat malam Pak.
04:45Selamat malam, Bang Tifat.
04:46Terima kasih sudah bergabung bersama kami.
04:48Kalau kata Menkes ini tidak berbahaya, tidak sama dengan COVID-19 tapi bukan virus baru.
04:54Jadi seberapa bahaya sebetulnya hantai ini?
04:57Banyak bahayanya terutama karena angka kematian yang bisa terjadi dari infeksi hantavirus ini bisa sampai bahkan tertinggi 60%.
05:07Artinya 6 dari 10 orang yang terinfeksi itu bisa mengalami kematian.
05:12Meskipun benar bahwa potensi penularannya kecil sekali karena angka reproduksinya yang mencerminkan kemampuan seseorang yang terinfeksi virus ini kemudian menularkan
05:25pada orang lain itu di bawah rata-rata angka 1.
05:28Artinya menularkan ke satu orang pun begitu sulit kecuali Andes.
05:33Andes strain ini artinya turunan atau keluarga dari hantavirus ini angka reproduksinya 1,1 kurang lebih.
05:41Artinya dia seseorang yang terinfeksi Andes strain ini bisa menularkan pada satu orang lainnya dengan syarat ada kontak erat dekat
05:50dengan si pasien ini dan dalam waktu yang relatif lama.
05:55Lamanya ini mungkin 3 atau 4 hari.
05:57Nah ini yang membuat kenapa ancaman pada masyarakatnya sebetulnya relatif kecil.
06:03Tapi kecil itu bukan 0 karena berarti ada kelompok yang rawan di antara masyarakat yang memiliki potensi risiko besar itu
06:13adalah orang-orang yang pekerjaannya, aktivitas kesehariannya tinggi, erat dengan tikus.
06:20Seperti misalnya pembersih, pembersih gudang, atau yang digot-got begitu, bahkan di petani, atau yang ke hutan-hutan ini yang
06:33memiliki risiko tinggi.
06:35Lewat interaksi tikus saja atau jangan-jangan antar manusia juga ada peluang Pak?
06:39Ada peluang itu kalau Andes strain ya.
06:42Jadi kalau gini, di dunia ini ada tiga benua yang teridentifikasi, tikus-tikus yang ada di tiga benua itu membawa
06:50hantavirus.
06:51Jadi hantavirus ini endemik di tikus.
06:54Dan kalau tikus punya virus ini dia nggak sakit.
06:58Karena dia sudah beribu tahun, puluhan ribu tahun ada virus ini.
07:01Sama seperti coronavirus itu ada di kelelawar, ya dia tidak sakit kelelawarnya.
07:07Tapi kalau dia sudah lompat dari kelelawar itu ke manusia, inilah yang disebut dengan zoonosis, penyakit dari hewan atau pindah
07:14ke manusia.
07:16Nah, hanya di Amerika saja, khususnya Amerika Selatan, Argentina, Bolivia, ya Chile.
07:23Itu adalah negara yang memiliki jenis roden, ya jenis kelompok semacam tikus yang di dalam tikus ini ada Andes strain.
07:34Dari kelompok hantavirus yang punya, kalau dia sampai menginfeksi manusia, bisa menularkan antar manusia.
07:42Tapi hanya ada di Amerika Selatan.
07:44Di Eropa, kemudian di Asia, jenisnya ya hanya dari tikus kepada manusia, bukan dari manusia ke manusia.
07:53Oke, potensinya masih terbilang kecil, bahkan jauh kalau mau dibandingkan dengan COVID-19.
07:57Soal gejalanya apa, ada yang perlu diwaspadai?
08:00Gejalanya sebetulnya tidak ada yang khas ya, karena mirip flu sebetulnya.
08:05Hanya kalau misalnya ada gejara flu, kemudian dia punya kontak dengan, atau rewire kontak dengan tikus atau kotoran tikus,
08:15ini yang harus diwaspadai.
08:16Tapi tidak serta-merta dalam konteks Indonesia, tidak serta-merta, oh ini hantavirus, tidak dugaannya.
08:21Tapi yang pertama itu sebenarnya leptospirosis.
08:24Kalau dalam konteks Indonesia, karena leptospirosis lebih, sifatnya endemiklah di Indonesia dibandingkan hantavirus itu.
08:33Oke, tapi untuk penanganan, andaikanlah ditemukan kasus pendekatan atau penanganan terhadap pasien yang terkonfirmasi itu,
08:43apakah sama dengan jenis penyakit yang lain atau ada perbedaan lagi Pak?
08:46Ada perbedaan, dia tentu harus diisolasi penanganan dan selama perawatan dia harus terpisah dengan lain,
08:55karena tentu walaupun risikonya kecil, kita ya prinsipnya kalau ada penyakit ini,
09:02kalau dia sampai bisa menginfeksi manusia berkali-kali, kita khawatir dia lebih pintar itu.
09:09Sehingga tetap standar prosedurnya adalah tetap adanya isolasi atau penerapan yang lebih khusus.
09:16Sayangnya sampai saat ini, Bang Tifali memang belum ada vaksin ataupun obat yang spesifik untuk hantavirus ini.
09:24Karena hantavirus ini termasuk ya golongan penyakit yang walaupun sudah ditemukan sejak 1976-an,
09:30ini ditemukan di Korea Selatan, bahkan di Indonesia sendiri sebetulnya bukan tahun 2000-an,
09:35sejak 1991-an sudah ditemukan, tapi di tikus dan bukan ada juga kontak pada beberapa manusia
09:44yang walaupun saat itu beberapa sembuh dengan membaik sendiri.
09:48Tapi tetap artinya di sekitar kita ini, baik tikus got ataupun tikus rumah,
09:54bahkan 17 dari 100 tikus itu kemungkinan memiliki hantavirus di Indonesia.
10:00Oke, sehingga kalau sudah kayak begini, satu-satunya jalan adalah penerapan hidup bersih dan sehat PHBS saja
10:06atau ada hal lain yang perlu diketatkan lagi di sini, Pak?
10:09Ya, itu yang sebetulnya harus dilakukan.
10:11Karena sekali lagi belum ada vaksin dan tidak perlu juga saat ini untuk vaksin ataupun obat pencegahan
10:18yang paling efektif sebetulnya perilaku hidup bersih sehat di antara lain di segala aspek yang konsisten,
10:26diterapkan di manapun dan kapanpun.
10:28Jadi perilaku mencuci tangan.
10:31Karena virus ini, kalau kena deterjen, ya mati dia.
10:35Kemudian, kalau misalnya kita misalnya di gudang, kemudian membersihkan,
10:40jangan sapu kering ya, jadi harus bersih basan namanya.
10:44Jadi disiram, kemudian diberi disinfektan.
10:47Itu akan mati, kalaupun ada virus hantavirus ini.
10:50Jadi, itu yang harus secara konsisten dilakukan.
10:54Meskipun bukan hanya untuk hantafari, untuk yang lain.
10:58Karena sekali lagi, tikus ini punya riwayat buruk buat manusia.
11:01Dia bawa banyak penyakit.
11:03Ingat beratus tahun lalu, ada yang disebut dengan pandemi pes namanya,
11:09yang menyebabkan kematian sampai 50 juta di dunia.
11:14Yang itu sebabnya tikus.
11:16Kutu yang dibawa tikus.
11:18Dan ini adalah satu juga ancaman yang masih ada sampai sekarang.
11:23Belum hilang sama sekali.
11:25Jadi, bicara tikus ya harus dikendalikan.
11:27Jangan ada di pemerintah kota, ya.
11:31Karena ini kan levelnya pemerintah kota.
11:33Ataupun camatan melihat ada sarang tikus, ada sampah berserakan dibiarkan.
11:38Karena itu mengundang tikus.
11:40Mengundang penyakit.
11:41Oke, perlu dipahami untuk semuanya, tapi tidak perlu panik.
11:45Itu tadi yang harus betul-betul dicermati.
11:47Waspada boleh, panik tidak.
11:48Baik Pak Diki, terima kasih banyak sudah berbagi pandangan bersama kami kali ini.
11:51Selamat malam.
11:53Selamat malam.
Komentar