Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 4 jam yang lalu
PONTIANAK, KOMPAS.TV - Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR RI yang digelar di Pontianak jadi sorotan setelah dewan juri memberikan penilaian berbeda terhadap jawaban yang sama dari peserta.

Salah satu peserta, siswa dari Grup C SMAN 1 Pontianak, menyampaikan protes kepada dewan juri setelah ia mendapat nilai minus 5 untuk jawaban terkait proses pemilihan anggota BPK.

Siswa merasa telah menjawab seperti jawaban Grup B dari SMAN 1 Sambas, yang membenarkan jawaban tersebut dan memberikan nilai 10.

Siswa sempat meminta pendapat lain dari penonton, namun pernyataannya dipatahkan juri.

Anggota DPRD Kalimantan Barat minta pelaksanaan lomba cerdas cermat dievaluasi agar tak terjadi lagi miskomunikasi antara peserta dan juri.

DPRD juga mendorong agar para siswa yang kecewa dengan keputusan dewan juri terus dimotivasi dan tetap kritis serta berani mengutarakan pendapat.

Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar yang diselenggarakan MPR RI menjadi sorotan karena juri justru menyalahkan jawaban yang benar.

Bagaimana MPR RI menyikapi ini, kita akan berbincang dengan Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid.

Baca Juga Viral Polemik Cerdas Cermat 4 Pilar MPR: MC Minta Maaf, Peserta Lomba Buka Suara di https://www.kompas.tv/nasional/668456/viral-polemik-cerdas-cermat-4-pilar-mpr-mc-minta-maaf-peserta-lomba-buka-suara

#cerdascermat #mpr #pontianak

_

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/668498/full-wakil-ketua-mpr-ungkap-tegur-keras-juri-tak-lagi-ditugaskan-di-lomba-cerdas-cermat
Transkrip
00:13Sampai jumpa di video selanjutnya.
00:30Serta siswa dari grup C, persisnya dari SMA Negeri Satu Pontianak menyampaikan protes kepada Dewan Juri setelah ia mendapat nilai
00:38minus 5 untuk jawaban terkait proses pemilihan anggota BPK.
00:42Ada. Tadi saya mengatakan seperti ini. Anggota banyak pemiksa keuangan dipilih oleh Dewan Perwakian Rakyat dengan memperhatikan penimbangan Dewan Perwakian
00:49Daerah dan diresmikan oleh Presiden.
00:53Jadi Dewan Juri tadi berpendapat enggak ada itu Dewan Perwakian Daerah.
01:01Siswa merasa telah menjawab seperti jawaban grup B dari SMA Negeri Satu Sambas yang membenarkan jawaban tersebut lalu diberikan nilai
01:1010.
01:11Siswa sempat meminta pendapat lain dari penonton namun pernyataannya dipatahkan juri.
01:17Keputusan saya kira di Dewan Juri ya.
01:21Anggota Badan Pemeriksa Keuangan dipilih oleh Dewan Perwakian Rakyat dengan memperhatikan pertimbangan Dewan Perwakian Daerah dan diresmikan oleh Presiden.
01:30Bagaimana Dewan Juri?
01:33Nilai minus 5.
01:37Tadi berpendapat enggak ada itu Dewan Perwakian Daerah.
01:42Baik adik-adik, mohon diterima.
01:45Mungkin boleh bisa melihat pandangan dari yang lain juga.
01:49Mungkin dari penonton, apakah ada yang mendengar saya mengatakan DPD?
01:58Keputusan saya kira di Dewan Juri ya.
02:00Artikulasi yang jelas ya.
02:03Dewan Juri kalau menurut kalian sudah tapi Dewan Juri menilai kalian tidak karena tidak mendengar artikulasi kalian dengan jelas.
02:11Yaitu artinya Dewan Juri berhak memberikan nilai minus 5.
02:15Jadi sekali lagi kami peringatkan artikulasi diperhatikan.
02:22Anggota DPRD Kalimantan Barat meminta pelaksanaan Lomba Cerdas Cermat dievaluasi agar tidak terjadi lagi miskomunikasi antara peserta dengan juri.
02:31DPRD juga mendorong agar para siswa yang kecewa dengan keputusan Dewan Juri terus dimotivasi dan tetap kritis serta berani mengutarakan
02:40pendapat.
02:44Dan untuk anak-anak yang kemarin ikut lomba tetap semangat dan ini apresiasi mantap.
02:50Anak-anak ini berani.
02:52Jadi untuk ke depan, ini untuk ke depan jangan sampai ada lagi kejadian seperti ini.
02:58Evaluasi lah untuk ke depan lebih baik jangan sampai terjadi lagi kejadian seperti ini.
03:05Lomba Cerdas Cermat empat pilar yang diselenggarakan MPR RI jadi sorotan karena juri justru menyalahkan jawaban yang benar.
03:12Bagaimana kemudian MPR RI menyikapi ini?
03:14Saya akan berdiskusi dengan Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nurwahid.
03:18Assalamualaikum Pak Hidayat dengan Tifal Pak.
03:21Waalaikumsalam Mas Tifal, bagaimana?
03:22Kabar baik, terima kasih untuk waktunya sudah bergabung bersama kami Pak.
03:25Saya melihat akun media sosial Instagram dari MPR RI 7 jam yang lalu sudah mengunggah klarifikasi sekaligus permintaan maaf Pak.
03:33Kalau Anda pribadi dari jajaran MPR RI melihat reaksi publik atas apa yang terjadi dinamika di Lomba Cerdas Cermat ini,
03:41sejauh mana menangkap itu?
03:43Ya pertama, saya termasuk yang menyesalkan terjadinya ketidakuratan yang dilakukan oleh pihak juri ya.
03:50Tapi sekaligus saya juga mengapresiasi para pelajar kita, para masyarakat yang demikian peduli, demikian perhatian terhadap Lomba Cerdas Cermat.
04:02Sebagai metode dari MPR untuk sosialisasi antar pilar MPR RI.
04:06Ini memang metode yang sangat diminati oleh warga pelajar Indonesia secara nasional dan sudah diselenggarakan LCC ini di seluruh provinsi
04:13berkali-kali.
04:14Dan Alhamdulillah mendapatkan penerimaan yang sangat baik di masyarakat.
04:19Kejadian kemarin memang adalah kejadian yang sangat disesalkan dan sepakat itu harus dievaluasi.
04:24Dan bahkan dari pimpinan MPR selain sudah menyampaikan permintaan maaf karena memang sesuatu yang tidak kita inginkan dan tidak semestinya
04:31terjadi.
04:32Juga kita dari seklarian jendera MPR sudah menegur keras kepada para juri dan bahkan sudah memutuskan untuk tidak lagi menugaskan
04:41mereka dalam penjurian dalam Lomba Cerdas Cermat waktu yang akan datang.
04:45Supaya pengalaman yang tidak baik ini tidak terulang dan supaya kemudian apa yang diharapkan publik bahwa kegiatan ini dievaluasi, tidak
04:54mengurangi permasalahan yang ada, akan bisa kami tidak lanjuti.
04:57Dan sekali lagi saya apresiasi kepada para pelajar kita, para guru yang demikian sangat kritis, demikian amat sangat berani untuk
05:04menyampaikan pendapat dan demokrasi memang memberi ruang untuk itu dan kami harus mendengarkan dengan yang terbaik.
05:10Kalau dari teman-teman MPR sempat berkomunikasi mungkin dengan Sekretariat Jenderal, adakah masalah teknis yang terjadi sampai akhirnya muncul perdebatan
05:19di momen itu Pak?
05:21Ya memang komunikasi kami, pimpinan MPR dengan Sekretariat dan dengan tim yang ada di lapangan berjalan dengan lancarnya dan memang
05:29ada hal yang bagian yang perlu dievaluasi memang terkait dengan masalah sound system.
05:34Karena saya adalah yang membuka acara itu ya. Sekalipun ketika kemudian acara itu saya buka, semuanya berjalan dengan baik.
05:41Karena itu kan ada tiga babak, babak pengisian itu ada tiga kelompok yang ikut, ada sembilan sekolah, dan kemudian yang
05:48peristiwa ini terjadi di babak final.
05:51Babak final itu, saya waktu itu sudah dalam posisi, sudah di airport untuk kembali ke Jakarta. Jadi saya tidak mengetahui
05:58terjadinya peristiwa yang sangat kita sesalkan ini.
06:00Jadi memang kita melihat bahwa beragam hal harus dilakukan evaluasi, termasuk juga penyelenggaraannya, kepanitiaannya, sound systemnya, termasuk juga informasi kepada
06:15para peserta tentang bagaimana menggunakan sound system yang ada.
06:18Sehingga supaya tidak terjadi lagi kondisi di mana apa yang disuarakan tidak terdengar dengan baik, supaya kemudian tidak lagi mispersepsi
06:30dari juri atas apa yang dinyatakan oleh peserta.
06:33Padahal sesungguhnya yang dilakukan peserta itu adalah baik dan benar, tetapi mungkin tidak terdengar dengan baik atau tertangkap dengan baik
06:40karena faktor audiovisual atau faktor sound system.
06:43Ini memang bagian yang harus kami evaluasi dan kami sepakat dengan Sekretariat Federal MPR RI untuk melakukan evaluasi menyeluruh dan
06:50termasuk tadi untuk tidak lagi menugaskan tim juri yang bermasalah.
06:54Dan kemudian tim juri akan datang tentu harus lebih profesional lagi, lebih cermat lagi.
07:00Kalau kita disipak pula kan sesungguhnya ada ya, sistem FAR gitu ya, ketika kemudian wasit memutus bahwa ini misalnya goal
07:10gitu.
07:10Tapi kemudian diprotes dan kemudian dilihatlah di teknologi FAR itu dan ternyata akan terlihat ini apakah memang goal atau tidak
07:18goal.
07:18Ini kan sesungguhnya kemarin juri bisa melakukan hal itu, dan para peserta kan sudah meminta agar ditanya juga kepada para
07:26hadirin yang lain gitu ya.
07:29Sesungguhnya itu kan bisa dijadikan sebagai salah satu ukur untuk kemudian tidak melanjutkan penilaian yang salah itu.
07:34Sehingga menurut Anda ruang untuk sanggah itu tetap harus ada untuk menghindari miskomunikasi itu tadi Pak?
07:40Sepakat, itu bagian dari yang perlu kita evaluasi agar nanti diberi ruang untuk sanggah, klarifikasi, untuk kemudian bisa...
Komentar

Dianjurkan