00:13Sampai jumpa di video selanjutnya.
00:30Serta siswa dari grup C, persisnya dari SMA Negeri Satu Pontianak menyampaikan protes kepada Dewan Juri setelah ia mendapat nilai
00:38minus 5 untuk jawaban terkait proses pemilihan anggota BPK.
00:42Ada. Tadi saya mengatakan seperti ini. Anggota banyak pemiksa keuangan dipilih oleh Dewan Perwakian Rakyat dengan memperhatikan penimbangan Dewan Perwakian
00:49Daerah dan diresmikan oleh Presiden.
00:53Jadi Dewan Juri tadi berpendapat enggak ada itu Dewan Perwakian Daerah.
01:01Siswa merasa telah menjawab seperti jawaban grup B dari SMA Negeri Satu Sambas yang membenarkan jawaban tersebut lalu diberikan nilai
01:1010.
01:11Siswa sempat meminta pendapat lain dari penonton namun pernyataannya dipatahkan juri.
01:17Keputusan saya kira di Dewan Juri ya.
01:21Anggota Badan Pemeriksa Keuangan dipilih oleh Dewan Perwakian Rakyat dengan memperhatikan pertimbangan Dewan Perwakian Daerah dan diresmikan oleh Presiden.
01:30Bagaimana Dewan Juri?
01:33Nilai minus 5.
01:37Tadi berpendapat enggak ada itu Dewan Perwakian Daerah.
01:42Baik adik-adik, mohon diterima.
01:45Mungkin boleh bisa melihat pandangan dari yang lain juga.
01:49Mungkin dari penonton, apakah ada yang mendengar saya mengatakan DPD?
01:58Keputusan saya kira di Dewan Juri ya.
02:00Artikulasi yang jelas ya.
02:03Dewan Juri kalau menurut kalian sudah tapi Dewan Juri menilai kalian tidak karena tidak mendengar artikulasi kalian dengan jelas.
02:11Yaitu artinya Dewan Juri berhak memberikan nilai minus 5.
02:15Jadi sekali lagi kami peringatkan artikulasi diperhatikan.
02:22Anggota DPRD Kalimantan Barat meminta pelaksanaan Lomba Cerdas Cermat dievaluasi agar tidak terjadi lagi miskomunikasi antara peserta dengan juri.
02:31DPRD juga mendorong agar para siswa yang kecewa dengan keputusan Dewan Juri terus dimotivasi dan tetap kritis serta berani mengutarakan
02:40pendapat.
02:44Dan untuk anak-anak yang kemarin ikut lomba tetap semangat dan ini apresiasi mantap.
02:50Anak-anak ini berani.
02:52Jadi untuk ke depan, ini untuk ke depan jangan sampai ada lagi kejadian seperti ini.
02:58Evaluasi lah untuk ke depan lebih baik jangan sampai terjadi lagi kejadian seperti ini.
03:05Lomba Cerdas Cermat empat pilar yang diselenggarakan MPR RI jadi sorotan karena juri justru menyalahkan jawaban yang benar.
03:12Bagaimana kemudian MPR RI menyikapi ini?
03:14Saya akan berdiskusi dengan Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nurwahid.
03:18Assalamualaikum Pak Hidayat dengan Tifal Pak.
03:21Waalaikumsalam Mas Tifal, bagaimana?
03:22Kabar baik, terima kasih untuk waktunya sudah bergabung bersama kami Pak.
03:25Saya melihat akun media sosial Instagram dari MPR RI 7 jam yang lalu sudah mengunggah klarifikasi sekaligus permintaan maaf Pak.
03:33Kalau Anda pribadi dari jajaran MPR RI melihat reaksi publik atas apa yang terjadi dinamika di Lomba Cerdas Cermat ini,
03:41sejauh mana menangkap itu?
03:43Ya pertama, saya termasuk yang menyesalkan terjadinya ketidakuratan yang dilakukan oleh pihak juri ya.
03:50Tapi sekaligus saya juga mengapresiasi para pelajar kita, para masyarakat yang demikian peduli, demikian perhatian terhadap Lomba Cerdas Cermat.
04:02Sebagai metode dari MPR untuk sosialisasi antar pilar MPR RI.
04:06Ini memang metode yang sangat diminati oleh warga pelajar Indonesia secara nasional dan sudah diselenggarakan LCC ini di seluruh provinsi
04:13berkali-kali.
04:14Dan Alhamdulillah mendapatkan penerimaan yang sangat baik di masyarakat.
04:19Kejadian kemarin memang adalah kejadian yang sangat disesalkan dan sepakat itu harus dievaluasi.
04:24Dan bahkan dari pimpinan MPR selain sudah menyampaikan permintaan maaf karena memang sesuatu yang tidak kita inginkan dan tidak semestinya
04:31terjadi.
04:32Juga kita dari seklarian jendera MPR sudah menegur keras kepada para juri dan bahkan sudah memutuskan untuk tidak lagi menugaskan
04:41mereka dalam penjurian dalam Lomba Cerdas Cermat waktu yang akan datang.
04:45Supaya pengalaman yang tidak baik ini tidak terulang dan supaya kemudian apa yang diharapkan publik bahwa kegiatan ini dievaluasi, tidak
04:54mengurangi permasalahan yang ada, akan bisa kami tidak lanjuti.
04:57Dan sekali lagi saya apresiasi kepada para pelajar kita, para guru yang demikian sangat kritis, demikian amat sangat berani untuk
05:04menyampaikan pendapat dan demokrasi memang memberi ruang untuk itu dan kami harus mendengarkan dengan yang terbaik.
05:10Kalau dari teman-teman MPR sempat berkomunikasi mungkin dengan Sekretariat Jenderal, adakah masalah teknis yang terjadi sampai akhirnya muncul perdebatan
05:19di momen itu Pak?
05:21Ya memang komunikasi kami, pimpinan MPR dengan Sekretariat dan dengan tim yang ada di lapangan berjalan dengan lancarnya dan memang
05:29ada hal yang bagian yang perlu dievaluasi memang terkait dengan masalah sound system.
05:34Karena saya adalah yang membuka acara itu ya. Sekalipun ketika kemudian acara itu saya buka, semuanya berjalan dengan baik.
05:41Karena itu kan ada tiga babak, babak pengisian itu ada tiga kelompok yang ikut, ada sembilan sekolah, dan kemudian yang
05:48peristiwa ini terjadi di babak final.
05:51Babak final itu, saya waktu itu sudah dalam posisi, sudah di airport untuk kembali ke Jakarta. Jadi saya tidak mengetahui
05:58terjadinya peristiwa yang sangat kita sesalkan ini.
06:00Jadi memang kita melihat bahwa beragam hal harus dilakukan evaluasi, termasuk juga penyelenggaraannya, kepanitiaannya, sound systemnya, termasuk juga informasi kepada
06:15para peserta tentang bagaimana menggunakan sound system yang ada.
06:18Sehingga supaya tidak terjadi lagi kondisi di mana apa yang disuarakan tidak terdengar dengan baik, supaya kemudian tidak lagi mispersepsi
06:30dari juri atas apa yang dinyatakan oleh peserta.
06:33Padahal sesungguhnya yang dilakukan peserta itu adalah baik dan benar, tetapi mungkin tidak terdengar dengan baik atau tertangkap dengan baik
06:40karena faktor audiovisual atau faktor sound system.
06:43Ini memang bagian yang harus kami evaluasi dan kami sepakat dengan Sekretariat Federal MPR RI untuk melakukan evaluasi menyeluruh dan
06:50termasuk tadi untuk tidak lagi menugaskan tim juri yang bermasalah.
06:54Dan kemudian tim juri akan datang tentu harus lebih profesional lagi, lebih cermat lagi.
07:00Kalau kita disipak pula kan sesungguhnya ada ya, sistem FAR gitu ya, ketika kemudian wasit memutus bahwa ini misalnya goal
07:10gitu.
07:10Tapi kemudian diprotes dan kemudian dilihatlah di teknologi FAR itu dan ternyata akan terlihat ini apakah memang goal atau tidak
07:18goal.
07:18Ini kan sesungguhnya kemarin juri bisa melakukan hal itu, dan para peserta kan sudah meminta agar ditanya juga kepada para
07:26hadirin yang lain gitu ya.
07:29Sesungguhnya itu kan bisa dijadikan sebagai salah satu ukur untuk kemudian tidak melanjutkan penilaian yang salah itu.
07:34Sehingga menurut Anda ruang untuk sanggah itu tetap harus ada untuk menghindari miskomunikasi itu tadi Pak?
07:40Sepakat, itu bagian dari yang perlu kita evaluasi agar nanti diberi ruang untuk sanggah, klarifikasi, untuk kemudian bisa...
Komentar