- 5 jam yang lalu
- #judol
- #hayamwuruk
- #bandarjudi
JAKARTA, KOMPASTV - Eks Kabareskrim Susno Duadji menilai aparat penegak hukum sebenarnya tidak kesulitan untuk membongkar bandar besar judi online.
Menurutnya, seluruh aktivitas judi online meninggalkan jejak digital yang dapat ditelusuri, mulai dari jaringan internet hingga aliran dana.
"Judi online ini jauh lebih mudah daripada nangkap judi tradisional. Tinggal mau atau tidak," kata Susno dalam wawancara bersama Kompas TV, Senin (11/5/2026).
Susno menjelaskan, praktik judi online bergantung pada internet, rekening bank, e-wallet hingga transaksi crypto.
Karena itu, aparat dapat melacak jaringan utama melalui metode follow the money dan bukti elektronik.
Mantan Kabareskrim itu juga menyoroti dugaan keterlibatan oknum dalam bisnis judi online.
Ia mengaku percaya adanya praktik "bagi-bagi kue" sebagaimana diungkap mantan bandar judi online dalam tayangan yang diputar saat wawancara.
Namun demikian, Susno menegaskan tidak semua aparat terlibat dan masih banyak pihak yang serius memberantas judi online.
Ia pun mendorong aparat menggunakan pasal tindak pidana pencucian uang (TPPU) agar penanganan kasus tidak berhenti pada operator, tetapi juga menyasar aset dan aliran dana jaringan judi online.
Producer: Yuilyana
Host: Jocelyn Valencia
Editor: Novaltri
Graphics Editor: Farhan
Lead Content: Sadryna
#judol #hayamwuruk #bandarjudi
Baca Juga Tegur Pejabat, AHY: Sudah 2 Kali Saya Panggil Tak Ada | SAPA MALAM di https://www.kompas.tv/nasional/668455/tegur-pejabat-ahy-sudah-2-kali-saya-panggil-tak-ada-sapa-malam
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/talkshow/668466/full-eks-kabareskrim-susno-duadji-blak-blakan-soal-judi-online-di-indonesia-zoomcast
Menurutnya, seluruh aktivitas judi online meninggalkan jejak digital yang dapat ditelusuri, mulai dari jaringan internet hingga aliran dana.
"Judi online ini jauh lebih mudah daripada nangkap judi tradisional. Tinggal mau atau tidak," kata Susno dalam wawancara bersama Kompas TV, Senin (11/5/2026).
Susno menjelaskan, praktik judi online bergantung pada internet, rekening bank, e-wallet hingga transaksi crypto.
Karena itu, aparat dapat melacak jaringan utama melalui metode follow the money dan bukti elektronik.
Mantan Kabareskrim itu juga menyoroti dugaan keterlibatan oknum dalam bisnis judi online.
Ia mengaku percaya adanya praktik "bagi-bagi kue" sebagaimana diungkap mantan bandar judi online dalam tayangan yang diputar saat wawancara.
Namun demikian, Susno menegaskan tidak semua aparat terlibat dan masih banyak pihak yang serius memberantas judi online.
Ia pun mendorong aparat menggunakan pasal tindak pidana pencucian uang (TPPU) agar penanganan kasus tidak berhenti pada operator, tetapi juga menyasar aset dan aliran dana jaringan judi online.
Producer: Yuilyana
Host: Jocelyn Valencia
Editor: Novaltri
Graphics Editor: Farhan
Lead Content: Sadryna
#judol #hayamwuruk #bandarjudi
Baca Juga Tegur Pejabat, AHY: Sudah 2 Kali Saya Panggil Tak Ada | SAPA MALAM di https://www.kompas.tv/nasional/668455/tegur-pejabat-ahy-sudah-2-kali-saya-panggil-tak-ada-sapa-malam
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/talkshow/668466/full-eks-kabareskrim-susno-duadji-blak-blakan-soal-judi-online-di-indonesia-zoomcast
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:02Rekan-rekan sekalian, kami Direkturat Tidak Kejadaan Pembaris dan Pembaris,
00:08serta dengan Pembaris, akan mengupdate perkembangan penanganan perkara,
00:14mengukapan yang berada di Hayam Urug Tower.
00:20Terhadap 321 pelaku, yang akan kami titipkan adalah 320.
00:26Mereka adalah warga Nagraasing.
00:29Sedangkan yang satu orang, kami akan bawa ke Pembaris.
00:33Satu ya, kemauan.
00:35Iya, karena nangkep judi online ini jauh lebih mudah daripada nangkep judi samungayam.
00:42Jauh lebih mudah daripada nangkep judi main dadu.
00:49Halo, Sahabat Kompas TV.
00:50Berjumpa kembali dengan saya, Joseline Valencia.
00:53Dan Sahabat Kompas TV, seperti biasa, kita akan membahas isu-isu terkini ya,
00:56kalau kita sudah ngomongin soal Zoomcast.
00:58Nah, ini bukan pertama kali juga, tapi sudah kesekian kalinya kita akan ngobrol bersama Pak Susno Duwaji.
01:05Tapi, kali ini dengan topik yang berbeda.
01:07Praktik judi online dan kejahatan lintas negara masih menjadi tantangan serius bagi aparat penegak hukum di Indonesia,
01:14nih Sahabat Kompas TV.
01:15Pelacakan bandar, aliran dana digital, hingga keterlibatan warga negara asing itu kerap menjadi sorotan.
01:21Lalu, seberapa sulit sih sebenarnya membongkar jaringan besar dibalik kejahatan ini?
01:26Untuk membahasnya, kita sudah ada bersama mantan Kabar Eskrim Polri, Susno Duwaji.
01:31Halo Pak Susno, apa kabar?
01:33Kita berjumpa lagi nih Bapak.
01:36Terima kasih.
01:36Para pemirsa sekalian, kabar sehat semua.
01:40Amin.
01:40Amin.
01:41Sehat-sehat ya Bapak ya.
01:42Pak, ini langsung aja nih Pak, kepertanyaan yang pertama.
01:46Dirti Pidum Bar Eskrim Polri itu baru saja mengungkap adanya ratusan WNA yang menggelar praktik judi online internasional di Hayam
01:52Wuruk Tower.
01:54Kasus ini tuh tentunya jadi sorotan publik juga ya Pak ya.
01:56Nah, menurut Bapak sendiri, dari sisi elektronik dan digital forensik, tantangan terbesar apa sih sebenarnya untuk aparat dalam melacak jaringan
02:04judi online saat ini, Pak?
02:06Pak.
02:07Pertama kita ucapin dulu, selamat kepada Polri, hukusnya Bar Eskrim, dan Polda Metro Jaya yang telah bekerjasama mengungkap judi online
02:16di Indonesia.
02:18Ya.
02:19Indonesia ini dijadikan sasaran empuk judi online di Kamboja, itu di Sikat, gitu.
02:25Mungkin kalau nggak salah di Selangor, Thailand, apa-apa gitu.
02:28Mereka lari, kok larinya milih Indonesia.
02:31Ini pertanyaan besar, ngapain milih Indonesia?
02:33Nah, Indonesia dianggap ladang yang subur, dianggap tempat yang aman untuk judi online.
02:38Ternyata, Polri kita keras, gitu.
02:42Kelinganya kejam, walaupun dua bulan sudah belum main buat ketangkap, tapi Alhamdulillah.
02:47Ketangkap 321 orang dari warga beberapa negara, ya.
02:52China, Kamboja, Thailand, Myanmar, Vietnam, dan ada Malaysia juga.
03:00Jadi banyak sekali gitu.
03:01Tinggal berbuka.
03:02Kita capi selamat, kita bangga, ini bisa berhasil.
03:05Kemudian, tantangan apa tadi katanya untuk mengungkap judi online?
03:09Sebenarnya mengungkap judi online ini tantangannya hanya satu, ya.
03:12Kemauan.
03:14Iya.
03:15Karena nangkap judi online ini jauh lebih mudah daripada nangkap judi samung layam.
03:21Jauh lebih mudah daripada nangkap judi main dadung.
03:25Jauh lebih mudah dari nangkap judi orang bermain judi rumahan, gitu.
03:29Mengapa?
03:30Karena judi online ini alatnya itu terbuka untuk publik, gitu.
03:34Apa alatnya?
03:37Satu, jaringan internet, gitu kan.
03:40Tanpa jaringan internet, judi online ini nggak bisa, nggak jalan, deh.
03:43Karena antara bandar, kemudian ditinggunggara, dan pemain, gitu.
03:50Terhubung dengan jaringan IT, jaringan internet, gitu.
03:53Yang kedua, terhubung juga dengan rigning.
03:58Tanpa rigning mereka nggak bisa, gitu.
04:00Rigning bank bisa, rigning wallet bisa, rigning crypto atau rigning apalagi itu.
04:07Harus ada rigning.
04:08Tanpa itu nggak bisa.
04:10Kemudian, mereka harus punya handphone.
04:13Jadi, kalau mbak ada handphone, mbak bisa mengakses situ di online.
04:17Tinggal klik aja.
04:19Nah, berarti ini kan terbuka untuk publik, bukan di dalam rumahan,
04:23bukan tertutup, pemainnya tidak terbatas, siapapun.
04:27Dari anak kecil sampai kakek-kakek, nenek-nenek, botak, tue, bertungkat pun bisa main.
04:34Sepanjang dia bisa mengklik, gitu.
04:36Nah, langsung terhubung ke situsnya, terhubung ke rigningnya, udah.
04:41Sesuai aturan lain.
04:42Artinya, ini gampang dilacak.
04:45Melacaknya pakai apa?
04:47Elektronik.
04:48Kan jejak elektroniknya ada.
04:49Yaitu jejak internetnya, jejak transaksi rigningnya.
04:54Jadi melalui follow the money dan sebagainya.
04:57Mulai dari siapa pemain, sampai siapa bandarnya,
05:03kemudian di mana posisi bandar, situs apa yang dipakai,
05:07atau server apa dan sebagainya.
05:09Itu istilah-istilah teknik untuk IT.
05:11Itu terlacak semua.
05:13Nah, jadi kencang bang kan.
05:16Apalagi di Indonesia ada kementerian khusus yang menanami masalah terkait dengan komunikasi dan digital.
05:24Jadi namanya made community ya.
05:28Nah, kita sangat kementerian itu.
05:29Dan kita, bank kita juga, diawasi juga oleh yang namanya lembaga yang sangat disiplin.
05:35Yang namanya OJK dan Bank Indonesia.
05:39Dan semua aliran dana diawasi juga oleh yang namanya PPATK.
05:45Pusat Pelaporan Analisis Transaksi Keuangan.
05:48Semua transaksi-transaksi mencurigakan,
05:53suspicious transaction itu terpantau dan terlacak.
05:57Jadi, apa sulitnya?
05:59Kan enggak kan?
06:02Gampang, tinggal mau atau tidak.
06:05Pak, berarti kalau misalnya dari kasus ini kita bisa bilang dong,
06:09ada pergeseran dari para WNI ini mereka membuka pabrik di Indonesia.
06:13Mungkin alasannya dengan operasional yang lebih murah seperti itu.
06:16Bagaimana Pak Sosno menilai hal ini?
06:18Ya, bukan hanya lebih murah.
06:20Mungkin ya.
06:21Mereka salah tembak.
06:22Seperti di Amerika Jalan Irhameda yang salah tembak.
06:25Dikira Indonesia akan welcome kepada mereka.
06:27Seperti di Kamboja.
06:29Karena yang banyak kerja di Kamboja kita dengar.
06:32Kalau di Mipsos itu kan orang Indonesia banyak kerja gitu ya.
06:36Kalau ada pengundi Indonesia kerja di tempat judi online itu.
06:41Dan mungkin ada bandar juga dari Indonesia.
06:43Setelah disipu.
06:45Obrak abrik, ya dia pindah pulang kampung gitu.
06:49Dan ngajak tenaga dari luar.
06:52Ngajak dari China, ngajak dari Vietnam, ngajak dari Thailand, Myanmar, Kamboja, Laos dan sebagainya.
07:01Dia masuk ke Indonesia.
07:02Nah ini yang harus diungkap oleh Polri.
07:06Siapa bandarnya?
07:08Siapa koordinatornya?
07:10Siapa yang mencarikan sewaan gedung?
07:14Siapa yang ngatur pekerjaan mereka?
07:18Karena bisa melihat kan mungkin bisa kerja atau bisa apa.
07:21Ini dilacak oleh imigrasi.
07:23Ini harus diungkap semua.
07:24Siapa bandar besarnya?
07:26Siapa yang mengandang dananya?
07:28Nah insya Allah ini semua terungkap oleh Polri.
07:31Ini yang ditunggu-tunggu oleh masyarakat.
07:32Kalau yang ditangkap kemarin kan.
07:34Itu kan kelas-kelas operator kan.
07:36Yang di laptop, yang di komputer, yang nangkukan internet, yang bayar-bayar gitu kan.
07:43Karena itu. Bukan bandarnya.
07:46Nah Pak, sebenarnya ini mungkin juga jadi pertanyaan masyarakat gitu ya.
07:50Sebenarnya ada nggak sih perbedaan penanganan antara pelaku warga negara Indonesia sendiri
07:54sama WNA dalam proses penyidikan di lapangan?
07:58Itu sebenarnya sepertinya.
08:00Prisipnya, sesuai dengan hukum Republik Indonesia,
08:02setiap orang yang melakukan tindak-tindakan di layar Republik Indonesia,
08:08maka itu dikenakan hukum Indonesia.
08:13Walaupun seseorang itu misalnya belum ketangkap,
08:16dia berdua musuh di negara lain,
08:18tetapi dia terlibat dalam perjudian ini,
08:21maka bisa dihukum menurut hukum Indonesia.
08:24Nah perbedaannya apa?
08:25Perbedaannya adalah ada kewajiban dari aparat kita,
08:30penyidik polri memberitahu perwakilan negara mereka yang ada di Indonesia.
08:35Misalnya, oh ini warga negara China.
08:37Di data namanya juga diberitahu kekeditaannya,
08:40warga negara Laos, warga negara Tamboja, warga negara dan lain-lain,
08:45telah di data diberitahu bahwa mereka
08:46telah ditangkap di Indonesia terkait dengan perkara ini,
08:50sekarang ditahan di sini, dikenakan pasal kian.
08:53Banyak pemberitahuan seperti itu.
08:54Nggak ada beda, sama saja.
08:57Oke, jadi sama saja ya Pak ya.
08:59Baik WNI maupun WNA,
09:01kemudian kalau misalnya WNA itu ada di Indonesia,
09:03ya mengikuti penanganan di Indonesia.
09:05Seperti apa begitu ya Pak ya?
09:08Oke, Pak Susno, seberapa penting sih koordinasi
09:10antara kepolisian, imigrasi, dan kedutaan besar
09:14dalam menangani kasus yang melibatkan WNA?
09:17Ya, sangat penting itu ya.
09:19Karena kita ingin melakukan juga misalnya dengan imigrasi.
09:22Bagaimana dia masuk ke Indonesia?
09:25Apakah dia tinggal di Indonesia ini sudah overstay ya?
09:29Lebih apa tidak?
09:31Apakah pisahnya itu pisah kerja atau bukan?
09:34Kalau pisah kerja, tertulis kerjanya apa?
09:37Nah kemudian yang mengatur masuk ke Indonesia secara rumungan siapa?
09:42Ini imigrasi yang harus diajak kerja.
09:44Kemudian bersama-sama dengan Interpol dan kedutaan negara yang bersangkutan.
09:49Karena negara yang bersangkutan pasti tidak mengizinkan warganya
09:53untuk melakukan kejahatan di negara lain.
09:55Jadi kita harus bekerjasama antara Polri,
10:00kemudian aparat imigrasi,
10:04kemudian kedutaan,
10:06kemudian juga kita ke Interpol.
10:09Nah ini untuk yang sudah kita tangkap.
10:11untuk mengungkap dan untuk mencegah,
10:14tentunya diperluas lagi kerjasamanya dengan OJK,
10:17Otoritas Jasa Keuangan,
10:20PPATK,
10:21untuk melacak uang ke mana,
10:23polo demaninya,
10:24duit itu melalui ke mana,
10:26kemudian juga bekerjasama yang sangat penting itu adalah KomDigi.
10:30Karena apa?
10:31Kita ingin memberantas UB online,
10:34hampir saja alatnya.
10:36Alatnya itu internet.
10:39Nah, itu ada alamatnya,
10:43orang kalau mau masuk itu kan harus login juga.
10:46Login ke alamat mereka,
10:48baru bermain.
10:49Nah kalau itu diputuskan nggak bisa.
10:51Apalagi kalau reasoningnya di situ.
10:53Kan menurut PPATK,
10:55PPATK udah lama dia teriak-teriak melaporkan.
10:57Ada jutaan reasoning yang terlibat judi online.
11:01Nah ini tentunya harus ditanggapi oleh OJK,
11:04Otoritas Jasa Keuangan yang mengatur masalah bank itu.
11:08Dia harus menginstrusikan bank untuk reasoning-reclaim
11:11yang situasinya terjadi suspicious transaction.
11:15Transaksi yang mencurigakan ya dibekukan.
11:17Oke.
11:18Kalau reasoning-nya beku,
11:20alat internetnya nggak ada,
11:23ya walaupun ada HP,
11:24dia nggak bisa mengakses kan.
11:26Kalau nggak bisa mengakses,
11:27berarti judinya nggak bisa bermain,
11:31judi online.
11:32Ya susah.
11:33Jadi judi online ini melibatkan jutaan orang
11:36karena ada alat IT,
11:40karena ada main.
11:41Tanpa itu mereka nggak bisa main.
11:44Kalau itu diputus,
11:45berarti judinya habis.
11:47persoalannya,
11:48mengapa tidak habis.
11:49Dulu kan pernah heboh,
11:50ada medsos kan.
11:52Filtro,
11:52alat petinggi-petinggi,
11:54yang udah ada di,
11:55dulu masih namanya kan,
11:56Kemenpo ya.
11:58Nah.
11:59Sampai Menteri jadi hujat terus.
12:02Sampai akhirnya nggak jadi menteri lagi.
12:06Susah kalau yang harus ngawasi sendiri,
12:09malah yang diawasi gitu.
12:13Pak, setelah ini kita akan ada video yang mau ditayangkan,
12:16tapi sebelum itu tadi ada hal yang menarik nih Pak.
12:19Kita coba aja,
12:20selesaikan dari akarnya,
12:22yaitu internet gitu Pak.
12:23Tapi kalau kita ngomongin soal internet,
12:26ini kan sebenarnya digunakan ya,
12:28oleh seluruh masyarakat gitu Pak.
12:29Bagaimana sih sebenarnya Pak,
12:31cara melakukan pembatasan-pembatasan tertentu,
12:33untuk mengendalikan,
12:35karena rasa-rasanya kalau kita ngobrolin soal internet,
12:38itu juga bisa di luar kontrol kementerian sendiri juga,
12:42untuk KomDigi misal.
12:44Saya tidak selalu bisa berbahasa teknis tentang internet,
12:49karena itu bukan kebidangan saya ya.
12:50Saya bukan dari cyberclaim,
12:52tapi kita mempunyai kementerian yang mengatur tentang internet ini.
12:58Kan masing-masing itu servernya,
13:00ada alamat ini-nya, alamat itunya,
13:03itu semua dikuasai oleh KomDigi.
13:06Oke.
13:07Nah, pagi tadi,
13:09pagi tadi ada teman saya yang mencoba,
13:11oh, judi online sudah ditangkap 321 orang.
13:16Apakah masih ada judi online?
13:18Ternyata dia coba mengklik salah satu situs,
13:21kok masih ada?
13:22Berarti KomDigi belum memikirnya kan?
13:25Yang bisa melakukan hal itu,
13:28di Indonesia ini adalah kementerian KomDigi.
13:31Nah ini,
13:32tidak tahu saya kenapa masih bisa.
13:34Mudah-mudahan sampai jam segini sudah tidak bisa lagi.
13:37Saya tidak coba,
13:38karena saya tidak tahu.
13:41Oke.
13:42Baik.
13:42Pak, saya izin share screen ya Pak.
13:45Ini ada video yang ingin saya tampilkan.
13:48Mereka punya jalan atau cara untuk bisa menutup sebetulnya.
13:55Cuman ya bisa dibilang kuenya terlalu besar kalau ditutup begitu saja.
14:03Saya sekali lagi menyebutnya orang di pemerintahan yang soleh saya yakin tetap ada.
14:10Kepolisian yang soleh juga pasti saya yakin masih banyak.
14:13Kita sebutnya oknum saja lah ya.
14:14Mereka kan bisa ada karena ada oknum-oknum yang ikut berpartisipasi.
14:17Bahkan dulu sebelum kita masuk ke dunia online,
14:22ke internet,
14:24kasino-kasino fisik yang ada di gedungnya,
14:28orang datang benar-benar nukerin chip bawa duit cash di situ.
14:31Itu pun bisa ada kan.
14:33Ya, karena ada yang jagain, ada yang baking-in.
14:36Kalau sendiri dulu di sana setor ke pemerintahan Kambojanya ya,
14:40itu bisa 3-4 miliar per bulan.
14:42Jadi memang ada upetinya untuk ngejagain itu semua.
14:46Dan kalau dibilang kayak gini bukan berarti kau pengen nyudutin mereka,
14:50makanya tadi kau bilang masih banyak pasti orang pemerintahan yang soleh,
14:52kepolisian yang soleh.
14:53Pengen tanya aja nih ke Pak Susno gitu ya.
14:56Bagaimana tanggapan Bapak soal bagi-bagi kue?
15:00Saya percaya ya dengan dia.
15:02Kenapa?
15:03Dia pelaku dunia.
15:04Oke.
15:05Dia berarti itu.
15:07Tetapi dia sadar sampai dia menjadi semuanya ustadz lah secara minum.
15:12Jadi orang yang sadar.
15:14Dia tahu persis bagaimana di Kamboja, bagaimana di Indonesia.
15:18Tidak mungkin saya membantai itu.
15:20Dan saya sepakat dengan dia.
15:22Tidak semua aparat penegak hukum kita jelek.
15:24Tidak semua aparat pemerintah kita jelek.
15:27Masih ada yang baik.
15:28Tetapi kalau yang jelek itu punya kekuasaan,
15:31yang baik kan kelihatan.
15:33Jadi saya katakan tadi,
15:35nangkap dan memberhentikan judi online ini jauh lebih mudah
15:39daripada memberhentikan judi tradisional.
15:42Kalau dadu di pinggir jalan,
15:45atau main dadu di rumah,
15:46atau sabung ayam yang berada di suatu kota,
15:48ini tidak terkonek dengan kota lain.
15:51Dibubarkan di kota ini,
15:52di kota lain masih ada.
15:54Tapi kalau ini dibunuh alatnya, internetnya dimatikan,
16:01rekeningnya dimatikan,
16:02ya tidak bisa lagi online.
16:05Dan ini biasanya terkonek juga dengan pinjol.
16:09Kalau habis duit langsung pinjam.
16:11Sekarang kan hitungan detik, menit, atau apa-apa itu kan,
16:14mengalir ke rekeningnya,
16:16gila sekian belas juta,
16:19mengejar harapan lagi,
16:21main lagi,
16:22sudah banyak kan,
16:23setengah gila atau gila beneran,
16:24gara-gara pinjol.
16:26Kemudian judi online ini.
16:28Dan menurut PPATK,
16:30bahwa dana yang beredar di judi online ini,
16:34sampai berapa ya,
16:35ratusan triliun keberapa.
16:36Nah, apa ini tidak merusak ekonomi kita.
16:40Dan tidak menghancurkan generasi muda.
16:42Kenapa?
16:43Ini anak-anak di bawah umur pun bisa main.
16:46Yang penting mereka bisa ceklak-ciklik,
16:48ceklak-ciklik gitu lah.
16:50Nah,
16:51saya tidak mau belajar ceklak-ciklik kayak gitu,
16:53takutnya.
16:55Takutnya,
16:56ini apa ya,
16:56keterusan nanti,
16:58tidak boleh ya.
17:02Mencari lebih tinggi,
17:03tidak mau keluar keringat.
17:06Jadi,
17:07menurut Bapak sendiri,
17:08memang kalau misalnya kita ngobrolin soal bagi-bagi kue tadi,
17:12kemudian ada polisi enggak sih yang enggak salah gitu.
17:14Memang rasio begitu ya Pak ya.
17:16Memang itu benar apa adanya gitu kan.
17:18Karena memang kita mendengar dari pernyataan pelaku sebelumnya.
17:22Diumumkan tadi ya,
17:24itu di awal ini ya,
17:26bukan hanya di aparat juga hukum,
17:28bukan hanya di polisi,
17:29semua aparat juga hukum ada hukumnya,
17:32aparat pemerintahan ada hukumnya,
17:34bahkan orang yang berkecimpung di agama pun ada hukumnya.
17:40Ada setan nih.
17:42Oke Pak,
17:43ini kita balik lagi soal kasus WNI,
17:46soal judi online gitu.
17:48Tentu publik bertanya-tanya,
17:50siapa sih dalangnya bandar besar dibalik semua itu siapa?
17:53Bagaimana sebenarnya cara ideal kepolisian
17:55itu bisa menelusuri hubungan antara bandar,
17:58admin, penampung rekening,
18:00hingga pihak yang diduga melindungi jaringan.
18:02Itu bagaimana Pak, menurut Bapak?
18:04Pertama, karena ada pelaku yang ditangkap,
18:07operatornya kan diperiksa operatornya.
18:09Serta diperiksa,
18:11baru dicocokkan dengan bukti-bukti elektronika.
18:15Bukti elektronika,
18:17jaringan internet,
18:19hubungan telepon,
18:20kemudian jaringan,
18:21apa namanya,
18:22aliran duit gitu.
18:24Jadi di follow the money,
18:25kemana duit itu ngalirnya?
18:27Set,
18:28ngalir ke satu titik.
18:30Setelah di suatu titik itu,
18:31siapa yang mencairkan?
18:33Siapa yang menarik?
18:34Kemana?
18:35Ketemu kok?
18:36Enggak sulit.
18:37Yang sulit itu,
18:39melacak pencurian jemuran.
18:43Nah,
18:43kalau ada jemuran di halaman rumah hilang,
18:45itu susah.
18:47Tapi kalau yang gini-gini kan ada jejak elektronik semuanya.
18:52Kemudian,
18:53siapa yang membaik ini?
18:54Itu kan bisa diperiksa.
18:56Makanya tadi kuncinya tadi,
18:58kebawah.
18:59Insya Allah,
19:00aparat kepolisian telah menyikat.
19:07Sudah ditangkap semua.
19:09Tinggal kita tunggu,
19:10publik beri dukungan,
19:12di support kepada Polri.
19:14Tidak usah takut dengan siapa bikinnya.
19:16Saya kira bikinnya Polri adalah Presiden Republik Indonesia.
19:21Karena petinggi Polri itu adalah Bapak Presiden,
19:23dan Bapak Presiden pasti tidak senang sama judul.
19:27Jangan takut gitu.
19:28Don't worry.
19:29Oke.
19:30Nah, Pak, dalam pengalaman Bapak selama ini gitu ya,
19:33mengapa sih bandar besar judi online itu seringkali sulit tersentuh hukum ya?
19:39Nah, kan kekuasaannya.
19:43Kekuasaan itu ada.
19:44Apa itu kekuasaan itu?
19:46Satu yang paling berkosa apa?
19:49Buah.
19:50Nah, itu.
19:53Buah apa?
19:54Jabatan.
19:54Yang punya kekenangan.
19:56Tapi kalau sekarang insya Allah.
19:58Polisi kita tidak silau dengan itu.
20:01Polri kita tidak takut dengan siapapun.
20:04Karena dia punya backing yang paling besar di Indonesia.
20:06Yaitu Presiden.
20:07Bagi yang clear in clear, backing tertinggi adalah Tuhan Yang Maha Kuasa.
20:15Kenapa takut?
20:17Insya Allah, kita lihat aja.
20:19Dengan adanya 321 orang yang ditangkap,
20:23publik di Indonesia, YNC, apa yang dilakukan polisi?
20:26Bisa nangkap koordinaturnya, bisa nangkap bandarnya,
20:31bisa nangkap penyandang dananya,
20:33bisa nangkap ngungkap siapa backing-nya di Indonesia.
20:35Nah, ini yang ditunggu.
20:37Bukan 321 orang, itu kan recehnya.
20:43Sebenarnya kalau misalnya kita ingin mengungkap bandar utama jadi online,
20:47titik masuk paling efektif menurut Pak Susno itu dari mana?
20:50Transaksi keuangan mereka, server, atau jaringan rekeningnya?
20:53Kalau ini kan sudah lengkap.
20:56Dari manapun posisi masuk bisa ketemu.
20:58Mau dari pelaku sudah ditangkap.
21:01Mau dari follow-up money, tinggal ngelacak rekeningnya.
21:05Mau menentukan lewat jaringan elektronik,
21:08ini sudah ketangkap, website mereka sudah tahu.
21:11Kemudian dari itu tekniknya saya nggak bisa jelasan,
21:13karena saya bukan orang IT.
21:15Bisa nanti endingnya kemana itu?
21:18Ke jaringan internet mereka, server mereka,
21:21apa ini, ini, ini.
21:22Itu orang KopDigi dan orang cybercrime
21:24paling tahu itu endingnya ke HP-nya siapa,
21:27di tempat siapa.
21:28Bisa itu.
21:31Oke.
21:33Nah, kalau misalnya kita ngobrolin Pak soal strategi
21:36dari aparat kepolisian gitu ya,
21:38dari sisi aparat penegak hukum,
21:40titik paling penting untuk membongkar jaringan judul itu
21:43sebenarnya ada di mana Pak?
21:45Titik paling penting adalah dari segi jaringannya.
21:49Oke.
21:49Jaringan uang ataupun jaringan elektronik.
21:54Jaringan uang lewat rekening,
21:57dari rekening di situ akan bisa terlacak aliran duit.
22:01Kemana itu ke rekening mana?
22:03Sekarang kan ribuan rekening.
22:05Dia kan menyatu ke rekening pengumpul.
22:09Menyatu lagi ke rekening siapa?
22:10Kemudian endingnya di mana?
22:13Kemudian lagi dari jaringan informasi IT.
22:20Nah, ke mana ini endingnya?
22:22Oh, ke sana.
22:24Kemudian dari saksi.
22:26Saksi yang ketangkapkan para pelaku lapangan,
22:28nanti ditiksa kamu siapa yang ngerakan.
22:31Oh, ini dari sini kepada siapa.
22:33Oh, ini mungkin ada sampai suatu titik dia
22:36misung gitu, nggak mau berbicara.
22:39Tidak apa-apa.
22:40Kan ada bukti elektronik yang nggak bisa bermohong.
22:42Yaitu jaringan internet yang nggak bisa berbohong.
22:46Aliran dana juga nggak bisa bermohong.
22:49Jadi sebenarnya tidak-tidak sulit ini.
22:54Kemudian seberapa penting, Pak,
22:56pendekatan tindak pidana pencucian uang
22:58atau TPPU dibanding hanya menangkap
23:00operator lapangannya saja?
23:02Ya, sangat penting.
23:03Karena judi adalah salah satu,
23:05termasuk predicate crime.
23:07Predicate crime daripada tindak pidana pencucian uang itu
23:10salah satu diantaranya adalah judi.
23:12Nah, jadi peribadi harus dilacak.
23:15Ini aliran dana.
23:17Artinya duit itu diapakan,
23:20disamarkan,
23:21ditukarkan,
23:22disimpan,
23:23dibelanjakan,
23:24itu bisa dilacak dan harus disitah.
23:27Sebagai alat bukti.
23:29Barang bukti.
23:30Jadi penting sekali.
23:34Jadi sarana peraturan perundang-undangan
23:37sudah sangat cukup.
23:39Undang-undang EPU ada.
23:42Undang-undang perbankan ada.
23:43Undang-undang perjudian ada.
23:46Undang-undang perjudian ada.
23:48Yes!
23:49Sampai botak kepala peraturan.
23:51Enggak.
23:52Lenggak.
23:53Jangan mengalahkan undang-undang lagi.
23:55Oke.
23:56Tapi meskipun,
23:57tadi kan Bapak bilang ya undang-undang,
23:58kita sudah banyak sekali sebetulnya.
24:00Nah, tapi kan masalah judul ini
24:01enggak selesai ya Pak dari dulu gitu.
24:03Kita soal itu gitu.
24:05Kayak judi online selalu terus ada.
24:06Sebenarnya kalau menurut Pak Sosro sendiri
24:08yang Bapak lihat,
24:09sebenarnya apa sih kelemahan utama
24:10penanganan kasus judul saat ini?
24:12Apakah dari teknologinya
24:14atau sumber daya manusianya
24:15atau koordinasi antar lembaga
24:17atau mungkin penegakan hukumnya yang kurang Pak?
24:21Teknologinya udah,
24:22udah pinter.
24:23Banyak menarik.
24:23Is buat, is buat.
24:25Iya, iya.
24:26Oke.
24:28Kemudian cara melacaknya
24:29udah banyak,
24:30udah sekolah kemana-mana.
24:32Ini adalah satu aja kemauan.
24:35Nah, kemauan itu kenapa tidak ada?
24:37Karena tadi dinyangkut kue yang besar.
24:39Kita kan baru tahun 2025 kan heboh kan?
24:43Sampai ada,
24:43apa namanya,
24:46resa pelu kabinet pertama itu.
24:47Kan ada beberapa menteri yang tulis ya.
24:49Karena menteri itu dihebohkan.
24:50Katanya,
24:51konon kabarnya,
24:52bahwa tidak terlibat dengan
24:55perjudian online ini.
24:57Katanya,
24:57Nah, tapi saya yang tidak sampai di pengadilan.
25:00Sehingga itu menjadi bisik-bisik tetangga,
25:03menjadi isu,
25:03di neksol.
25:04Sayang,
25:05itu tidak terbuka di pengadilan
25:07karena tidak diserif di pengadilan.
25:11Bayangkan,
25:12kalau aparatnya yang terlibat,
25:15yang kelasnya sudah sedemikian,
25:17ya,
25:18itulah yang penghambatnya.
25:20Jadi penghambatnya bukan pengetahuan,
25:23bukan kemampuan IT,
25:25bukan masalah hukum,
25:27bukan masalah apa-apa,
25:28tapi,
25:29ya,
25:31tadi itu kan,
25:32katanya ada aparat yang soleh,
25:35ada yang tidak soleh,
25:35yang tidak soleh lah.
25:36Tapi tidak soleh,
25:37ini berpengaruh, gitu.
25:38Nah, ini,
25:39tapi insya Allah sekarang
25:41Polri-nya sudah
25:42gerd-gerd-nya sudah serius, gitu.
25:44Nah, kita minta
25:45didukung oleh
25:47aparat POMDG,
25:48didukung oleh
25:49Otoritas Biasa Keuangan,
25:52Perbankan,
25:53didukung oleh PTATK,
25:54didukung oleh Jaksa,
25:56karena nanti hasil pemeriksaan pulisi kan
25:57kirim ke Jaksa.
25:59Didukung juga oleh hakim yang bersih.
26:01Nanti kalau hakimnya Leto juga
26:03hanya sebulan, dua bulan,
26:06sudah lah.
26:08Tapi,
26:09itu kan di luar kontrol kita ya, Pak,
26:11kadang.
26:11Maksud saya kayak,
26:12ada beberapa hal yang memang mungkin
26:13dari pihak tertentu
26:14sudah melakukan yang terbaik,
26:16tapi di pihak satunya
26:17tidak mendukung, gitu.
26:18Jadi, kita selalu ada
26:19ketidaksinkronan di situ.
26:21Maksudnya berjinjang itu
26:23supaya ada pengawasan berjinjang.
26:24Polisi hasil kerjanya
26:26diawasi oleh Jaksa.
26:28Jaksa penuntutannya
26:29diawasi oleh hakim.
26:31Tapi, kamu yang mengawasi
26:32diutur yang Leto.
26:33Biar kita sedih.
26:36Tinggal, Pak,
26:36ya.
26:39antara lain pengawasannya
26:40diapa?
26:41Ya, kayak kita ini.
26:42Kita ini termasuk
26:42penawas, gitu.
26:43Walaupun kita
26:44omon-omon, ya.
26:46Kita nggak bisa
26:50berwawancara,
26:51ditanya, jawab,
26:52jawabnya mungkin
26:52agak bibir, gitu.
26:54Agak nyelkit-likit pada orang
26:55yang mungkin orang itu
26:56kalau disindir-sindir
26:58agak gatel-gatel, ya.
27:03itu salah satu
27:04aparat
27:05sosial kontrol
27:06untuk penegakan hukum,
27:08baik untuk demokrasi,
27:10untuk segala macam,
27:11kan?
27:12Untung masih ada media.
27:13Untung ada medsos.
27:15Orang bebas bersuara.
27:16Oh, Bapak itu begini.
27:17Oh, Bapak itu begini.
27:18Oh, pejabat itu begini.
27:19Bayangkan kalau ini
27:21di
27:22berangus juga
27:23dan nggak ada lagi
27:23sempat bersuara.
27:25Oke, Bapak tadi
27:27sempat menyebut
27:27soal media sosial.
27:29Menurut Pak Asusno sendiri,
27:30seberapa penting sih, Pak,
27:31penguatan cybercrime
27:32dan digital intelligence.
27:33Mungkin kita juga bisa bilang
27:34AI juga ya sekarang
27:35dalam membongkar
27:36jaringan judi online.
27:39Oke.
27:40Yang punya kekuatan
27:43hukum
27:43untuk memberantas ini
27:45adalah cybercrime.
27:46Karena dia aparat
27:47sebagai hukum.
27:48Tetapi yang punya
27:49fungsi kontrol
27:50yang bisa meneriakan
27:51sesuatu
27:52adalah media sosial.
27:55baru kemarin
27:56ketangkap
27:56321 orang.
27:58Media sudah ribut.
27:59Baik media sosial
28:00maupun media kontencional.
28:03Sehingga ini
28:04sampai ketelinga presiden.
28:05Saya yakin ini
28:05sampai ketelinga menteri,
28:07ketelinga presiden,
28:08ketelinga tafori.
28:10Sehingga ada yang ngawasi.
28:11Oh iya,
28:11judi online.
28:13Pak presiden pun,
28:14oh iya,
28:14nggak ada judi online.
28:15Apalagi sekarang
28:16ada KTT ASEAN.
28:17Dia ngomong-ngomong
28:19ke presiden.
28:20Wah, anak buah
28:21mau ketangkap
28:21di negara saya.
28:22Wah ini,
28:22wah.
28:23dan seterusnya.
28:24Ini berkat media sosial.
28:26Berkat juga media kontencional.
28:28Tanpa itu
28:29tidak sampai.
28:30Bayangkan kalau kita
28:31mau melaporkan ke presiden
28:33harus pakai surat,
28:34kapan dibacanya.
28:36Kalau misalnya
28:37suratnya pun
28:37diseleksi juga,
28:38diadiliskan.
28:39Tapi dengan media sosial,
28:41begitu ketangkap,
28:42media sosial langsung
28:43beritakan,
28:44itu sudah beredar
28:45ke seluruh dunia.
28:46Jadi,
28:47janganlah bosan
28:48para netizen
28:50untuk berteriak,
28:52termasuk para wartawan.
28:53Sekarang inilah
28:54satu-satu
28:55sarana
28:56untuk kita
28:57melakukan fungsi kontrol
28:58pada negara ini.
28:59Oke.
29:00Pak,
29:01ini pertanyaan terakhir nih,
29:02sebelum kita mengakhiri
29:03pembicaraan hari ini.
29:05kalau diberi
29:06kewenangan penuh,
29:07langkah atau strategi apa sih
29:09yang menurut Pak Susno
29:09itu paling efektif
29:10untuk memutus
29:11jaringan judi online
29:12hingga ke bandar besarnya, Pak?
29:15Oke.
29:16Langkah pertama,
29:17karena ini sudah terbongkar
29:18dan sudah ada
29:19berlaku di Indonesia,
29:21yaitu langkah peningkatan hukum.
29:22Untuk langkah peningkatan hukum
29:24dilacak dari
29:25yang sudah tertangkap
29:26sampai ke
29:27siapa punya dendamannya
29:29dan siapa backing-nya.
29:31Itu bisa ketemu, Pak.
29:32Oke.
29:33Hukum.
29:34Langkah kedua
29:35adalah
29:37mencegah
29:38untuk tidak terulang
29:39ini.
29:39Nah, ini sangat mudah.
29:40Siapa yang harus
29:41mencegah ini?
29:43Satu,
29:43putus jaringannya.
29:44Siapa yang bisa
29:45memutus jaringan?
29:46Kementerian Komdidi.
29:48Niat baik dia
29:49dan orang yang soleh
29:51di situ
29:51yang harus
29:52melakukan ini.
29:52Yang tidak terpengaruh
29:54oleh kata
29:54Muslim tadi ya.
29:57Kueyemzar.
29:58Kemudian,
29:59berikut lagi siapa?
30:00Aparat yang bekerja
30:01di perbankan.
30:03Harus
30:03melihat rekening-rekening
30:05yang suspicious transaction.
30:07Yaitu dibekukan.
30:08Dan di Indonesia
30:09harus dibuat aturan
30:10jangan semudah itu
30:11buka rekening.
30:12Indonesia itu
30:13masalah negara yang
30:13sangat mudah buka rekening.
30:15Mbak punya HP,
30:16punya
30:17Mbanking,
30:18kan bisa buka.
30:19Mau buka
30:20mata uang rupiah,
30:21mau buka mata uang dollar,
30:23mau buka mata uang apa,
30:24bisa kan?
30:24Tak perlu datang kembang.
30:26Hanya cukup
30:27KTP mungkin
30:28dikopisi itu
30:29entah KTP siapa,
30:30benar apa enggak,
30:31enggak tahu.
30:32Wajah diberikan ini,
30:34wajah siapa yang
30:34diberikan ini.
30:36Nah,
30:36itu salah satu
30:37untuk mempermudah
30:38jadi uman.
30:39Kemudian,
30:40berikut lagi.
30:41Perlu duit.
30:42Nah,
30:42duit sekarang
30:43gampang sekali minjamnya.
30:45Sampai berapa?
30:4550-an juta ya?
30:46Kalau enggak salah.
30:47Dengan klik
30:47pinjaman pinjol
30:49uman.
30:49Macam-macam sih.
30:50Ya,
30:51besar sekali jumlahnya.
30:52Jaminan.
30:53Nah,
30:54setelah dapat duit
30:55untuk membayar
30:56pinjaman tadi,
30:57judi online.
30:58Jadi,
31:00itu tanpa kita sadari,
31:01kita telah memfasilitasi
31:02untuk permainan
31:03judi online.
31:05Pokoknya jangan
31:05coba-coba klik
31:07situsnya.
31:09Biasanya di iklan.
31:10Iklan juga ada ya Pak ya?
31:11Kita mau nonton video
31:12ada tuh.
31:15Artis memastarkan
31:16judi online kan?
31:18Ya,
31:19ya,
31:19ya.
31:21Kalau kita mau
31:22berantinya
31:24tidak terlalu sulit lah.
31:26Instrumen hukumnya
31:27sudah ada,
31:28aparatnya sudah ada,
31:30kewenangan
31:30sudah ada,
31:31kemudian untuk
31:32nombor butus
31:33jaringannya
31:34juga sudah ada.
31:35Tinggal kita
31:36mau
31:37tapi tidak.
31:39Dan kita yakin
31:40kepolisian kita
31:42mau,
31:43komdijinya
31:43mau,
31:44perbankan
31:45mau,
31:45PPATK
31:46sudah mau,
31:47imigrasinya
31:48sudah mau,
31:49aparat-aparat
31:49ini kerjasama
31:50kita hormat
31:51kepada mereka.
31:52Mari kita tunggu,
31:53wait and see.
31:54Let's wait and see.
31:56Oke.
31:56Baik Pak Susno,
31:57semoga Indonesia
31:58memang benar-benar
31:59bisa terbebas ya
32:00dari kasus judol gitu.
32:01Namun,
32:02hal ini tentu
32:02yang tadi saya soroti
32:03membutuhkan peran aktif
32:05dari Kementerian Komunikasi
32:06dan Digital,
32:07aparat terkait,
32:08serta yang paling penting
32:08ini ya Pak ya,
32:09kemauan dan kesadaran
32:10masyarakat
32:11untuk bersama-sama
32:12memberantas praktik tersebut
32:14demi menciptakan
32:14lingkungan digital
32:15yang lebih sehat
32:16dan juga aman
32:16untuk negara kita.
32:18Terima kasih banyak Pak Susno,
32:19kita berjumpa lagi di
32:20ZoomCast berikutnya.
32:22Semoga masalah ini
32:22bisa cepat selesai gitu.
32:24Bapak,
32:25terima kasih untuk waktunya.
32:26Jangan bosan-bosan
32:27ngobrol bersama kami
32:28di Kompas TV ZoomCast.
32:31Sampai jumpa Pak Susno.
32:33Sampai jumpa di video selanjutnya.
32:34Terima kasih.
32:36Terima kasih.
32:37Terima kasih.
32:38Terima kasih.
32:39Terima kasih.
Komentar