Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 4 jam yang lalu
PONTIANAK, KOMPAS.TV - Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR RI yang digelar di Pontianak menjadi sorotan setelah dewan juri memberikan penilaian berbeda terhadap jawaban yang sama dari peserta.

Salah satu peserta, siswa dari Grup C SMAN 1 Pontianak, menyampaikan protes kepada dewan juri setelah ia mendapat nilai minus 5 untuk jawaban terkait proses pemilihan anggota BPK.

Siswa merasa telah menjawab seperti jawaban Grup B dari SMAN 1 Sambas, yang membenarkan jawaban tersebut dan memberikan nilai 10.

Siswa sempat meminta pendapat lain dari penonton, namun pernyataannya dipatahkan juri.

Anggota MPR RI, Rifqi Nizamy Karsayuda yang berasal dari Fraksi NasDem, menelpon langsung Josepha Alexandra, siswi SMA Negeri 1 Pontianak yang menjadi sorotan karena mendapatkan nilai minus meski menjawab dengan benar saat mengikuti lomba cerdas cermat di Kalimantan Barat.

Saat melakukan sambungan video call dengan Josepha, atas nama anggota MPR DPR RI, Rifqi menyampaikan permohonan maafnya.

Pada kesempatan ini, Rifqi, yang merupakan alumni SMAN 1 Pontianak, juga menawarkan Josepha beasiswa S-1 ke Tiongkok dan mendapatkan ikatan kerja setelah selesai kuliah di sana.

Dua juri dalam lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI mendapat sorotan publik setelah memberikan nilai yang berbeda terhadap jawaban dua peserta yang sama.

Dua juri Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI ialah Indri Wahyuni dan Dyastasita Widya Budi.

Terkait kontroversi Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI, di mana juri memberikan nilai yang berbeda terhadap jawaban dua peserta yang sama, kita bahas bersama Ketua Dewan Pakar FSGI, Retno Listyarti dan anggota MPR RI, Lalu Hadrian Irfani.

Baca Juga Kronologi Jawaban Siswa Disalahkan Juri Cerdas Cermat Empat Pilar MPR di Kalbar di https://www.kompas.tv/nasional/668467/kronologi-jawaban-siswa-disalahkan-juri-cerdas-cermat-empat-pilar-mpr-di-kalbar

#cerdascermat #mpr #pontianak

_

Sahabat KompasTV, apa pendapat kalian soal berita ini? Komentar di bawah ya!



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/668497/full-ketua-dewan-pakar-fsgi-dan-anggota-mpr-buka-suara-soal-kontroversi-cerdas-cermat
Transkrip
00:00Kita ke berita lain, sedara Lomba Acerdas Cermat 4 Pilar MPR RI yang digelar di Pontianak
00:05menjadi sorotan setelah Dewan Juri memberikan penilaian berbeda terhadap jawaban yang sama dari peserta.
00:11Soal selanjutnya, izin.
00:14Oh baik, silahkan.
00:15Tadi kami menjawabnya sama seperti regu B.
00:19Sama.
00:20Silahkan Dewan Juri untuk tanggapannya.
00:21Tadi disebutkan regu C ya, itu pertimbangan dari DPD-nya tidak ada.
00:31DPR tadi.
00:32Ada, ada.
00:35Ada.
00:37Tadi saya mengatakan seperti ini,
00:39Anggota Badan Pemiksa Keuangan dipilih oleh Dewan Perwakian Rakyat dengan diperhatikan pertimbangan Dewan Perwakian Daerah
00:44dan diresmikan oleh Presiden.
00:52Salah satu peserta, siswa dari grup CSMAN 1 Pontianak menyampaikan protes kepada Dewan Juri
00:58setelah ia mendapat nilai minus lima untuk jawaban terkait proses pemilihan anggota BPK.
01:11Keputusan saya kira di Dewan Juri ya.
01:14Siswa merasa telah menjawab seperti jawaban grup B dari SMA N1 Sambas
01:19yang membenarkan jawaban tersebut dan memberikan nilai 10.
01:23Siswa sempat meminta pendapat lain dari penonton,
01:26namun pernyataannya dipatahkan juri.
01:32Anggota Badan Pemiksa Keuangan dipilih oleh Dewan Perwakian Rakyat
01:37dengan memperhatikan pertimbangan Dewan Perwakian Daerah dan diresmikan oleh Presiden.
01:41Bagaimana Dewan Juri?
01:45Nilai minus lima, tadi berpendapat enggak ada itu Dewan Perwakian Daerah.
01:55Baik adik-adik, mohon diterima.
01:58Mungkin boleh bisa melihat pandangan dari yang lain juga,
02:01mungkin dari penonton, apakah ada yang mendengar saya mengatakan DPD?
02:10Keputusan saya kira di Dewan Juri ya.
02:13Artikulasi yang jelas, ya.
02:16Dewan Juri, kalau menurut kalian sudah,
02:18tapi Dewan Juri menilai kalian tidak karena tidak mendengar artikulasi kalian dengan jelas,
02:24ya itu artinya Dewan Juri berhak memberikan nilai minus lima.
02:27Jadi sekali lagi kami peringatkan, artikulasi diperhatikan.
02:32Ya.
03:00Selamat pagi, Yosefa.
03:03anggota MPR DPR RI, Rifqi, menyampaikan permohonan maafnya.
03:08Pada kesempatan ini, Rifqi yang merupakan alumni SMA N1 Pontianak,
03:12juga menawarkan Yosefa, beasiswa S1 ke Tiongkok,
03:16dan mendapatkan ikatan kerja setelah selesai kuliah di sana.
03:21Selamat pagi, Yosefa.
03:23Mau kasih beasiswa kuliah gratis ke Cina.
03:27Nanti tolong kasih tahu orang tua.
03:29Kalau mau, nanti begitu selesai SMA 1,
03:33Yosefa akan, abang berikan beasiswa sekolah kuliah gratis di Cina,
03:38dan nanti akan ada pemberian pekerjaan langsung
03:42dari beberapa perusahaan multinasional untuk Yosefa,
03:45kalau sudah lulus dari Cina.
03:47Ini, abang berikan,
03:49tapi kesempatannya silahkan Yosefa rembukan dengan orang tua dan guru.
03:55Sementara anggota MPR lain yang
03:59Ketua Komisi 10, DPR, Fraksi Partai Golkar,
04:04Hetifa Syaifudian mendorong agar Lomba Cerdas Cermat
04:08empat pilar MPR RI tingkat Provinsi Kalimantan Barat
04:11digelar ulang agar berjalan adil.
04:14Hetifa menambahkan peristiwa tersebut harus menjadi momentum evaluasi
04:18agar pelaksanaan Lomba Cerdas Cermat dapat berlangsung lebih baik.
04:26Supaya ini berjalan adil,
04:29kami mendorong agar khusus kegiatan di Kalimantan Barat ini
04:33dilakukan lomba ataupun pertandingan ulang.
04:40Saya juga pernah menjadi juri di giat serupa,
04:44memang tidak mudah.
04:45Dan tentunya kita berharap bukan hanya juri,
04:48dewan juri,
04:49tapi juga semua pihak betul-betul mempersiapkan
04:52Lomba ini dengan sebaik-baiknya.
04:55Sehingga tidak terjadi lagi kasus serupa.
04:58Dan tentu saja kejadian ini jika terulang lagi,
05:01kelalaian serupa terulang lagi,
05:03ini akan mempengaruhi reputasi dari MPR RI.
05:07Namun saya yakin ke depan akan lebih baik.
05:11Dua orang juri dalam Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR RI
05:16mendapat sorotan publik setelah memberikan nilai yang berbeda
05:19terhadap jawaban dua peserta yang sama.
05:22Dua juri Cerdas Cermat 4 Pilar MPR RI
05:25atau senama Indri Wahyuni
05:27yang saat ini menjabat sebagai Kepala Bagian Sekretariat Badan Sosialisasi MPR RI.
05:32Indri merupakan pejabat karir di MPR RI sejak awal tahun 2000-an.
05:37Dan juri kedua adalah Dias Tasita Widya Budi
05:42yang merupakan Kepala Biro Pengkajian Konstitusi Setjen MPR RI.
05:54Terkait kontroversi Cerdas Cermat 4 Pilar MPR RI
05:58di mana juri memberikan nilai yang berbeda terhadap jawaban dua peserta yang sama.
06:03Kita bahas bersama Ketua Dewan Pakar FSGI Retno Listiarti
06:07dan juga anggota MPR RI lalu Hadrian Irvani.
06:11Selamat sore Pak Lalu dan juga Bu Retno.
06:14Saya akan ke Pak Lalu langsung nih.
06:16Pak Lalu, sebagai anggota MPR,
06:18bagaimana Anda melihat apa yang terjadi saat ini
06:21terkait dengan Lomba Cerdas Cermat di Kalimantan Barat?
06:30Pak Lalu, sebagai anggota MPR RI,
06:41bagaimana Anda menanggapi soal Lomba Cerdas Cermat ini
06:45baik itu mekanismenya dan juga penilaian jurinya?
06:49Ya, pertama tentu karena Lomba Cerdas Cermat ini sudah viral ya.
06:56Ya, kami sebenarnya di MPR maupun di DPR sangat menyayangkan sekali.
07:02Tujuan diadakannya acara ini adalah tentu untuk menanamkan nilai-nilai kebangsaan,
07:07kemudian mensosialisasikan empat pilar yang merupakan fondasi,
07:12fondasi kita dalam berbangsa dan bernegara.
07:15Kemudian, apa yang kita lihat bersama bahwa
07:21dalam video tersebut, juri tidak mendengarkan protes
07:26ataupun ketidakpuasan dari salah satu peserta,
07:32kemudian tidak ditanggapi,
07:33itu mencerminkan tidak demokratisnya acara tersebut.
07:37Sehingga kami pertama tentu melihat kejadian ini
07:41meminta agar Lomba tersebut diulang.
07:44Kemudian yang kedua,
07:46Lomba tersebut harus dijadikan sebagai ajang
07:49untuk menanamkan kecintaan terhadap tanah air,
07:53menanamkan nilai-nilai paham-paham kebangsaan,
07:57baik Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945,
08:00Bineka Tunggal Ika dan NKRI tentunya.
08:02Nah, oleh sebab itu perlu kiranya
08:05panitia yang terlibat di dalam acara tersebut
08:09untuk dilakukan evaluasi
08:11dan sebisa mungkin acara-acara semacam ini
08:15bisa dilaksanakan secara terbuka,
08:17secara transparan,
08:18dan menjunjung tinggi asas keadilan.
08:20Seperti itu sementara Mbak Sintia.
08:22Oke, saya ke Bu Retno.
08:24Bu Retno, kalau memang kita lihat di sini
08:26salah satu peserta begitu kritis,
08:29bahkan ikut ataupun meminta
08:31agar penonton yang berada di lokasi
08:34mencoba untuk memberikan pendapatnya ulang
08:37tapi ditolak oleh Dewan Juri.
08:39Apa yang bisa Anda baca di sini, Bu Retno?
08:43Iya, pertama ini ada arogansi ya.
08:48Jadi artinya ini kan sebenarnya kaya bola ya.
08:53Kalau misalnya ini patah tonggasi gitu kan
08:56ada itu ulang ya.
08:58Kan teknologi udah maju gitu.
09:00Harusnya kan diulang aja,
09:02bener nggak protes itu gitu.
09:04Jadi kalau memang kata juri yang kedua
09:06bahwa artikulasi bener nggak keliru
09:08dan kata juri yang pertama
09:09bahwa dia tidak menyebut kata DPD,
09:11betul atau tidak gitu.
09:13Nah memang ketika anak itu mengatakan penonton
09:15apakah mendengar seperti yang saya ucapkan gitu ya,
09:18penonton itu sebagai saksi,
09:20ya mungkin penonton ada juga
09:21yang tidak mendengar secara jelas gitu
09:24atau jelas dengar,
09:25tapi karena itu kan panjang jawabnya gitu ya.
09:27Sehingga tidak ngeh itu bisa aja.
09:30Tapi kan sebenarnya teknologi dan banyak yang merekam.
09:32Jadi kan harusnya itu bisa diulang gitu ya.
09:34Itu untuk ke depan soal polemik.
09:37Yang kedua,
09:38ini kan tidak mempertimbangkan
09:40faktor psikologi anak ya.
09:43Jadi kan kesannya protes gitu ya.
09:45Kemudian karena merasa benar
09:49atau tidak mau mengakui gitu ya.
09:51Kemudian orang dewasanya justru ya
09:54mulai dari dua juri, MC,
09:56itu justru seperti memojokan kan anak ini.
09:59Jadi kalau secara psikologi,
10:01pasti saat itu dia sangat tertekan.
10:03Mesti begitu,
10:04kita semua melihat betapa dia berani ya.
10:06Artinya dia tidak goyah
10:07dan terus mengatakan itu
10:09bahkan sampai tidak goyah tiga kali ya.
10:12Menurut saya itu keberanian yang luar biasa
10:16untuk anak seusia dia
10:18dan dalam tekanan di panggung.
10:20Ini bagi saya memang patut kita apresiasi ya
10:23keberanian-keberanian seperti ini.
10:25Dan karena dia mengalami masalah psikologi
10:27dari dampak ini,
10:29dia punya hak ya harusnya mendapatkan pemulihan.
10:31Oke.
10:32Jika memang cerdas-cermat harus diulang,
10:35lalu mekanisme seperti apa
10:36dan juga perbaikan seperti apa
10:38yang baiknya dilakukan
10:40agar siswa juga memiliki
10:42kepercayaan diri tinggi
10:43ketika memberikan jawaban.
10:44Kita masih akan bahas
10:45selepas jadah tetap di Kompas Petah.
10:49Soal selanjutnya.
10:51Izin.
10:51Oh baik, silahkan.
10:53Tadi kami menjawabnya sama
10:54seperti regu B.
10:56Sama.
10:57Silahkan Dewan Juri untuk tanggapannya.
10:59Tadi disebutkan
11:02regu C ya.
11:04Itu pertimbangan dari DPD-nya
11:07tidak ada.
11:08DPR tadi.
11:09Ada, ada.
11:12Ada.
11:14Tadi saya mengatakan seperti ini.
11:16Anggota banyak pemiksa keuangan
11:17dipilih oleh Dewan Perwakilan Rakyat
11:19dengan memperhatikan penimbangan
11:20Dewan Perwakilan Daerah
11:21dan diresmikan oleh Presiden.
11:24Jadi Dewan Juri
11:26tadi
11:28berpendapat
11:29tidak ada itu Dewan Perwakilan Daerah.
11:32Baik adik-adik, mohon diterima.
11:35Ya, yang masih menjadi sorotan
11:37terkait dengan kontroversi
11:38cerdas cermat
11:39empat pilar MPR RI.
11:41Saya ke Pak Lalu.
11:42Pak Lalu, kalau kita dengarkan kembali
11:44apa yang terjadi di Kalimantan Barat ini
11:47setidaknya
11:48siswi kritis ini
11:49dipatahkan oleh Dewan Juri
11:51setidaknya ada tiga kali.
11:53Bahkan, ketika juri perempuan
11:55juga kembali menegaskan bahwa
11:57ini adalah hak Dewan Juri
11:59untuk memberikan penilaian.
12:00Apa yang bisa Anda lihat di sini
12:02karena mengingat
12:03cerdas cermat ini
12:05juga membawa nama
12:06Lembaga Negara MPR?
12:09Ya, Mbak Sintia.
12:10Jadi, saya sepakat yang disampaikan
12:12oleh Bu Retno bahwa
12:14di situ kita lihat
12:16arogansi dari juri tersebut.
12:18Kami memandang bahwa
12:20acara ini adalah
12:21sebagai bentuk
12:23atau sosialisasi
12:24penanaman nilai-nilai
12:27kebangsaan
12:27kepada siswa-siswi kita hari ini.
12:29Ya, Pancasila, Undang-Undang
12:301945, NKRI, dan Bineka Tunggal Ika.
12:33Seharusnya, karena ini adalah
12:35penanaman nilai-nilai kebangsaan,
12:37maka, jalannya acara
12:39itu juga harus mencerminkan
12:41nilai-nilai yang ada
12:42di dalam paham kebangsaan
12:43yang saya sampaikan tadi.
12:44Nah, seharusnya juri ini
12:46juga harus memberi contoh.
12:47Ini human error
12:48atau mekanismenya yang salah, Pak Lalu?
12:51Nah, itu dia.
12:52Jadi, tentu kami mendorong
12:54untuk dilakukan evaluasi
12:55terhadap seluruh tahapan
12:57pelaksanaan dari kegiatan ini.
12:58Tadi, Pak Wakil Ketua MPR
13:00juga sudah tegas
13:01menyampaikan bahwa
13:03akan melakukan evaluasi
13:05terhadap pelaksanaan
13:06kegiatan cerdas cermat ini.
13:07Yang jelas, kami mengapresiasi
13:09yang disampaikan oleh
13:11siswi yang memprotes tadi.
13:12Itu bentuk keberanian,
13:14itu bentuk demokratisasi
13:17justru dari siswi inilah
13:19juri tersebut harus belajar
13:21bahwa demokrasi itu harus dijunjung.
13:24Nah, itu mencerminkan bahwa
13:26nilai-nilai kebangsaan
13:27yang disosialisasikan
13:29di acara tersebut
13:30sebenarnya
13:31siswa-siswi kita itu
13:32sudah memahami.
13:33Nah, itulah sebabnya
13:34mereka mengeluarkan pendapat
13:35ketika
13:36apa yang disampaikan
13:37itu adalah kebenaran
13:39kemudian
13:40disanggah oleh
13:41Dewan Juri
13:42kemudian
13:43apa namanya
13:44di dalam perdebatan tadi
13:45di satu pihak
13:46Dewan Juri tidak
13:47mengalah
13:48dan bersikupu
13:49dengan pendapatnya
13:51disitu
13:51terjadi proses demokrasi
13:53itu tadi.
13:54Nah, sebenarnya
13:54bagus
13:55tinggal sekarang
13:56bagaimana
13:57tujuan dari acara ini
13:59yaitu penanaman
14:00nilai-nilai kebangsaan
14:01di usia sekolah
14:03anak-anak kita
14:04siswa-siswi kita
14:05yang menjadi
14:05tentu benar-benar
14:07harus berjalan
14:08sesuai dengan
14:09nilai-nilai yang diajarkan
14:10di dalam paham kebangsaan.
14:11Oke, kami tangkap.
14:12Saya ke Bu Retno.
14:13Bu Retno, ini sebenarnya
14:14bukan hanya masyarakat
14:16tapi juga
14:17siswa
14:18peserta cerdas cermat
14:19yang dipertontonkan
14:20atas ketidakadilan
14:22selain pendapatnya
14:24tidak bisa dikatakan
14:25dipatahkan
14:26ataupun tidak didengar
14:27tapi di satu sisi
14:28peristiwa ini
14:30terjadi
14:30di acara pendidikan.
14:32Apa yang bisa
14:33menjadi pembelajaran
14:34di sini
14:34ketika ketidakadilan itu
14:37baru bisa adil
14:38saat viral?
14:42Apa yang pertama
14:44harusnya ya
14:45keadilan tidak harus viral ya
14:47apalagi kan ini
14:48mereka ini kan
14:50seleksi daerah ya
14:51jadi ini adalah
14:53lomba berjenjang
14:53jadi mereka punya
14:55tuh mulai dari
14:56level
14:57apa
14:58kecamatan
14:59kota
14:59kemudian sampai
15:00provinsi
15:01lalu nanti nasional
15:02jadi yang juara-juara
15:03satu
15:04di daerah-daerah ini
15:05yang kemudian
15:05akan ke Jakarta
15:07nanti kan akan final
15:08menjelang 1 Juni ini
15:09kan ya
15:09hari
15:10kesaktian Pancasila
15:11kan sebenarnya itu
15:12nah
15:12ini bukan lomba yang pertama
15:15ini sebenarnya
15:15sudah beberapa kali
15:16gitu
15:16nah barangkali
15:17sebelumnya juga ada
15:18kasus-kasus
15:19yang mungkin tidak persis
15:20samalah ya
15:21tapi ada mungkin
15:22melukai rasa keadilan
15:23peserta
15:24tapi kemudian
15:25apa
15:26atas nama
15:27apa
15:28Dewan Juri
15:29nggak boleh diganggu bugat
15:30gitu ya
15:31kadang-kadang itu menjadi
15:32sebuah senjata gitu
15:33padahal kan ini bukan
15:34soal
15:35bugat
15:35kita manusia bisa
15:36salah gitu
15:37nah yang
15:38kedua ya
15:39menurut saya adalah
15:40ini
15:40kayak tadi ya
15:42waktu Pak
15:42lalu bilang bahwa
15:44diulang
15:44menurut saya tinggal gini aja
15:46apakah kemenangan
15:47dari
15:48yang menjadi
15:49juara pertama
15:50akan mewakili
15:51Provinsi Kalimantan Barat ini
15:53apakah
15:54dia itu
15:55apa
15:56menang gara-gara
15:57tadi
15:58kekeliruan
15:58dari Dewan Juri
15:59kalau memang benar itu
16:01kalaupun diulang
16:02sebaiknya tidak semua
16:03regu
16:04tetapi hanya
16:05dua
16:05antara
16:07yang C ini
16:08yang anaknya memprotes
16:09SMA Negeri 1
16:11yang
16:13dinyatakan
16:14menang
16:14atau diuntungkan
16:15menang
16:15karena
16:15kesalahan
16:17Dewan Juri
16:17tapi sebelum
16:19kita kesana
16:20Saran Anda
16:22sebaiknya
16:22mekanisme
16:23terkait
16:25keberatan
16:26dari
16:26sistem
16:27cerdas cermat ini
16:28baiknya seperti apa
16:29itu harusnya
16:32ada dalam
16:32tata tertib ya
16:33jadi sebenarnya
16:34di setiap lomba
16:35itu selalu ada
16:36gitu
16:37jadi cerdas cermat
16:38ini juga termasuk
16:39harusnya
16:39ketika keberatan
16:40apa yang harus dilakukan
16:41jadi
16:42bukan kemudian
16:43tidak mau mendengarkan
16:45saran dari orang
16:46yang dirugikan
16:47gitu
16:47gak ada salahnya kan
16:48mempera
16:49melihat gitu
16:50jadi
16:50mekanisme ini
16:51sebenarnya
16:52harusnya ada
16:53tapi mungkin
16:54tidak diatur
16:55secara
16:56rinci ya
16:57sehingga
16:58selalu pakai
16:59atas nama
17:00Dewan Juri
17:00gak boleh diganggu-gugat
17:02ini kan lomba terbuka
17:03maksudnya terbuka
17:04gini
17:04setiap jawaban
17:05bisa kita dengar
17:06benar salahnya
17:07bisa kita dengar
17:08jadi gak ada istilah
17:09diganggu-gugat
17:11yang ada adalah
17:11juri
17:12mau menyimak kembali
17:14yang barangkali dia salah
17:15nah
17:15ini berarti
17:16ke depan
17:17ini penting juga
17:18menguatkan
17:19mekanisme
17:20dari protes
17:21yang kedua
17:22jika ada
17:23peserta yang dirugikan
17:24yang kedua
17:24ya harusnya
17:26ini ada evolusi juga
17:27dalam
17:27pemilihan
17:28Dewan Juri
17:29apalagi pada level
17:30provinsi kan
17:32ini
17:32gitu
17:32itu sih ya
17:33baik
17:34terima kasih
17:34ketua Dewan Pakar FSGI
17:37Retno Listiarti
17:38dan juga
17:39anggota MPR RI
17:40Pak Lalu Hadrian Irvani
17:42terima kasih
17:42berbagi perspektif
17:43di Kompas Petang
17:44selamat sore
17:44Bapak Ibu
17:45terima kasih
17:45terima kasih
17:46Terima kasih
Komentar

Dianjurkan