Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 8 jam yang lalu
JAKARTA, KOMPAS.TV - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa merespons pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang kini menembus level Rp 17.500 per dollar AS.

Purbaya mengatakan pemerintah akan mulai mengaktifkan sejumlah instrumen stabilisasi pasar mulai Rabu (13/5/2026), salah satunya melalui intervensi di pasar obligasi negara atau Surat Berharga Negara (SBN).

"Kita akan mulai membantu besok mungkin dengan masuk ke bond market. Kita kan punya BSF tapi belum fund semuanya, kita aktifkan instrumen yang kita punya di sini. Besok baru jalan," ujar Purbaya di Kantor Kementerian Keuangan, Selasa (12/5/2026).

Video editor: Lintang

#purbaya #menkeu #rupiah

Baca Juga Menkeu Purbaya Jawab Kritik soal Pertumbuhan Ekonomi 5,61 Persen: Jelek-Tinggi Ribut, Maunya Apa? di https://www.kompas.tv/nasional/668235/menkeu-purbaya-jawab-kritik-soal-pertumbuhan-ekonomi-5-61-persen-jelek-tinggi-ribut-maunya-apa



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/668444/rupiah-tembus-17-500-per-dolar-as-menkeu-purbaya-bantu-bi-dengan-masuk-ke-obligasi
Transkrip
00:00Sehingga rupiah akan menguat. Kita akan masuk besok.
00:06Bia Cukai kan lebih besar-besar dari pajak petaranya yang pertama itu.
00:10Setelah itu juga saya pikir untuk sementara belum ada untuk Bia Cukai.
00:15Untuk sementara Bia Cukai belum ada karena sudah kita jalankan perutaran yang besar pada waktu itu.
00:21Orang-orang yang semestinya sudah saya lihat di tempat yang pas.
00:26Tinggal kita lihat dampak perbaikannya ke depan.
00:29Dan kita lihat sih akan sudah membaik terus.
00:34KSSK kemarin kan Bapak bilang mau ngasih stimulus apa aja sih Pak?
00:37KSSK Bapak bilang buat di kuartal 2.
00:39Saya?
00:41KSSK?
00:43Saya apa KSSK?
00:44Buat dorong pertemuan ekonomi Bapak bilang.
00:46Bapak mau ngasih stimulus di kuartal 2.
00:48Kan saya bukan KSSK.
00:50Iya maksudnya pas KSSK kemarin konserasi.
00:52Waktu KSSK?
00:53Nanti kita sudah bicarakan itu mobil distrik.
00:57Nanti ada gaji bulan ke-13.
01:00Mungkin nanti akan dibicarakan yang lain-lain.
01:02Tadi itu masih diskusikan dengan Enko, Perekonomian, dan Menteri Pendustrian.
01:06Yang lain-lain apa sih Pak?
01:09Nanti kita pikirkan itu sedang dihitung.
01:10Yang spesifikasi kelas menengah nggak ada Pak?
01:14Kalau mobil distrik itu kan pasti kelas menengah kan?
01:17Pak awalnya Bapak akhirnya ngizinin mobil listrik, dikasih insentif.
01:20Kenapa sih Pak? Dulu kan Bapak nggak mau tuh.
01:22Karena kita lihat harga minyak dunia kan nggak akan turun nih.
01:27Setelah saya ke Amerika, saya pelajarin cara Amerika melakukan diskusi dan mendesain term yang diberikan untuk Iran.
01:39Itu sepertinya desainnya untuk negara yang kalah perang.
01:43Dan pasti akan ditolak oleh Iran.
01:45Hitungan saya nih ya.
01:47Jadi kelihatannya okologi itu perangnya masih panjang.
01:49Artinya konsumsi BBM kita juga masih tinggi dan dengan harga yang lebih tinggi.
01:56Jadi kalau saya bisa pindahkan ke listrik, itu akan mengurangi impor kita dengan signifikan kan?
02:04Dan di samping itu juga ada listrik PLN yang tetap dibayar tapi belum nggak dipakai.
02:11yang istilahnya apa? Take or pay.
02:14Itu mungkin kefasilitas yang baru kepakai katanya sekitar 70 persen.
02:18Masih ada 30 persen listrik yang kita bayar tapi nggak dipakai.
02:22Kalau saya nggak salah ingat ya, tapi Anda mesti diskusi dengan PLN.
02:24Tapi yang jelas ada listrik yang kepakai yang kita bayar.
02:29Saya mau pakai itu supaya subsidinya di PLN mengecil, BBM juga mengecil.
02:34Itu utamanya.
02:35Jadi saya pikir kan perangnya sebentarnya selesai.
02:37Udah nggak usah pusing-pusing.
02:39Ternyata seolah saya lihat, kayaknya masih lama kalau begini mah.
02:43Kira-kira begitu.
02:44Namanya sampai kapan Pak kalau ditunggu-tungguan PM&Q?
02:50Paling jelek itu September.
02:55Paling bagus September itu berakhir.
02:58Karena di sana ada pemilihan kan di Amerika Serikat.
03:01Tapi bisa aja jalan berlanjut terus.
03:03Jadi kita akan berlanjut terus.
03:04Tapi dalam jangka beberapa bulan ke depan ini saya akan menghemat itu.
03:13Itu kan Anda mesti tanya Bank Sentral.
03:15Jangan tanya.
03:16Saya tugas Bank Sentral hanya satu kan.
03:21Menjaga stabilitas nilai tukar.
03:22Dan kita serahkan itu ke ahlinya di sana, di Bank Sentral.
03:25Saya pikir mereka akan bisa mengendalikan dengan baik.
03:27Ini kan udah jauh banget dari asumsi makro di APBN 2026.
03:35Kita bisa akan mulai membantu.
03:37Besok mungkin akan masuk ke bond market.
03:41Bantunya gimana Pak?
03:42Itu yang dipersebut bond establishment fund kan.
03:45Tapi belum fund semuanya kita aktifkan di instrumen yang kita punya di sini.
03:50Besok mulai jalan.
04:00Pada waktu kita hitung itu, kita asumsinya udah di atas APBN rupiahnya.
04:07Jadi gak sayang mungkin, tapi di atas itu gak jauh sama sekarang.
04:11Jadi APBN ini masih relatif aman.
04:13Tapi kita akan kendalikan nilai.
04:16Kita coba membantu nilai tukar.
04:19Kita membantu BI lah sedikit-sedikit.
04:22Kalau bisa.
04:22Oke, kita coba Pak.
04:23Kita menarik.
04:24Kita sudah beredar, mau ditarik lagi.
04:27Kita akan memasaknya banyak penganggur.
04:29Kita intermentsi bond market supaya yieldnya gak naik terlalu tinggi.
04:31Kalau yieldnya naik terlalu tinggi, artinya apa?
04:34Asing yang pegang bond di sini kan ada capital loss.
04:37Dia akan keluar.
04:39Jadi kita kendalikan itu supaya asing yang gak keluar.
04:42Atau masuk malah kalau yieldnya membaik.
04:44Sehingga rupiah akan menguat.
04:47Kita akan masuk besok.
04:48Mulai besok.
04:51Semacam itu.
04:52Oke, selamat.
05:01Satu langkah lebih dekat, satu langkah lebih terpercaya.
05:05Saksikan Sapa Indonesia Malam di Kompas TV Channel 11 di televisi Anda.
Komentar

Dianjurkan