00:01Problem apa yang sebetulnya terjadinya kekerasan, itu motifnya akan juga bisa mati-mati.
00:08Tapi harapan saya itu yang pertama dan terakhir ya.
00:14Karena di Cugja itu tidak senang dengan kekerasan.
00:20Saya ingin tunjukkan Mbak Didi dan Mbak Lolita, saya punya satu brosur ya.
00:27Satu brosur yang kemudian juga didapat dari perwakilan orang tua, betul brosur Little Aresnya seperti ini.
00:33Oke mungkin bisa ditunjukkan ya, ini ada brosur yang kemudian digunakan ya.
00:38Dan dibagikan kepada para orang tua, day care, program plus Little Aresnya, kalau dari segi tampilan nampak tidak ada yang
00:44mencurigakan.
00:45Iya, profesional sekali kan.
00:46Terlihat sangat profesional ya, bahkan di sini ada tulisan program yang kemudian nanti akan diberikan, termasuk juga fasilitasnya.
00:54Janjinya manis banget soalnya.
00:55Oke, dan memang yang bisa dititipkan ini dari usia 2 bulan sampai 24 bulan, sementara untuk yang edukatif 25 bulan
01:03sampai 8 tahun.
01:04Untuk Mbak Didi sendiri, anak Mbak Didi ini dititipkan di Little Aresnya, day care Little Aresnya berapa lama?
01:12Satu tahun pas.
01:13Satu tahun pas?
01:14Oke.
01:15Kalau untuk Mbak Lolita sudah bersekolah di TK selama?
01:18Hampir 2 tahun.
01:19Sudah hampir 2 tahun.
01:21Dan ini juga ada biaya pendaftaran ya, seperti ini?
01:24Iya, betul.
01:24Betul seperti ini ya?
01:26Bisa ditunjukkan lagi, mungkin ini ada beberapa biaya yang harus dibayarkan ya, mulai dari biaya pendaftaran, biaya pengembangan sekolah, SPP,
01:32dan juga ini nominalnya ya?
01:35Iya.
01:35Kurang lebih sebulan bayarnya?
01:38Kalau dari kita semua itu sekitar 1,1 sampai 1,3-an.
01:421,3 juga?
01:43Buat SPP aja.
01:44Buat SPP aja, itu belum over time.
01:46Setiap hari kita dikirimin nih, WhatsApp kayak gini, ini laporan harian.
01:49Oke.
01:50Setiap hari.
01:51Iya, emang sangat terlihat sama profesional.
01:55Oke, ini ada bekal, artinya dari orang tua ya.
01:58Kemudian juga ada kegiatan, stimulasi bermain dengan bola, dan juga bermain dengan mainan.
02:03Dan juga ada penjelasan obat dan waktu istirahat, termasuk juga kondisi pencernaan dan suhu ya.
02:11Oke, tapi pertanyaan saya pertama kali, Mbak Didi ataupun mungkin Mbak Lolita, tahu daycare Little Aresya itu dari siapa?
02:19Kalau saya tuh, karena saya kan pendatang ya di sini ya, jadi saya nggak tahu banyak tempat gitu di sini.
02:25Saya carinya otomatis di Google.
02:27Jadi aku carinya daycare terbaik di Jogja.
02:31Daycare terbaik di Jogja?
02:32Dia masuk.
02:33Di urutan ke-5 atau ke-6 gitu?
02:36Dan daycare Little Aresya masuk?
02:37Masuk.
02:38Kalau di review Google-nya tuh 4,9 kalau nggak salah.
02:42Habis itu pas kita survei ke sana langsung, ke Little Aresanya langsung, penerimaannya baik banget, Mas.
02:49Ramah banget, halus banget gitu.
02:51Sempat ditunjukkan mungkin ruangan-ruangan yang akan digunakan, fasilitas.
02:55Tapi itu emang kita, kalau misalkan mau survei ke sekolah, harus sehari minggu, harus janjian.
03:02Dan itu saat kosong?
03:03Iya, saat kosong.
03:04Jadi emang setelah kita sadari semua ini dikondisikan, Mas.
03:07Termasuk laporan harian kan setiap hari dikirim foto, anak saya lagi mewarnai, lagi menggambar, lagi mainan apa.
03:14Itu tuh dikirimin foto yang setelah kita sadari sekarang semua itu pasti dikondisikan.
03:18Sebagai orang tua dari seorang anak yang disakiti ketika dititipkan, apa yang menjadi harapan dari Mbak Didi dan juga Mbak
03:30Lolita di tengah proses hukum yang tengah berjalan?
03:33Kalau dari saya, saya pengen mereka dihukum sebat-beratnya.
03:40Selain itu juga saya harapannya mereka bisa dimiskinkan.
03:45Dimiskinkan?
03:46Iya.
03:47Dan itu restitusi yang kemudian di...
03:50Kita ajukan.
03:51Ajukan oleh para orang tua.
03:53Iya, betul.
03:53Bukan untuk meraih keuntungan, tapi untuk memiskinkan.
03:56Iya, betul.
03:57Karena kita berasa bisa-bisa.
03:58Karena kita gimana, Mas?
03:59Kita bayar satu bulan ada 1 juta seratus, 1 juta dolar, 1 juta tiga ratus.
04:04Nah, itu tuh kita tuh kayak nganterin anak kita ke neraka.
04:08Tapi kita bayar.
04:09Gitu loh.
04:11Mereka nganterin anak kita buat disiksa gitu.
04:25Setelah saya datang secara langsung ke kantor wali kota Yogyakarta.
04:29Saya akan bertemu dengan wali kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo.
04:34Untuk menanyakan apa yang sesungguhnya terjadi.
04:36Mengapa muncul dugaan tindak kekerasan di tempat penitipan anak.
04:41Atau daycare Little Aresya.
04:53Saudara, di hadapan saya sudah ada wali kota Yogyakarta, Bapak Hasto Wardoyo.
04:57Pak Hasto, terima kasih untuk waktunya, Pak.
04:59Iya, makasih, Pak.
04:59Apa yang kemudian terjadi di daycare Little Aresya, Pak?
05:02Temuan bahwa ada puluhan anak diikat, Pak.
05:05Di bagian kaki dan juga tangan, bahkan beberapa di antaranya, Pak.
05:08Mengalami luka dan tentu ini menjadi perhatian tidak hanya warga Yogyakarta, tetapi dalam skala nasional.
05:14Pertama, saya ingin minta tanggapan dari Pemkot Yogyakarta terkait hal ini, Pak.
05:17Ya, tentu kami memang prehatin dan kami terkejut dengan kejadian ini.
05:23Dan bagi kami, pemerintah harus secepatnya untuk hadir di tengah masyarakat, dalam hal ini di tengah keluarga, kemudian juga hadir
05:34di tengah korban.
05:36Dan tentu pemerintah harus mengawal agar kasus ini betul-betul terselesaikan, dalam arti ditegakkan keadilan cara hukum, kemudian juga yang
05:47kedua diurus yang menjadi korban.
05:50Benarkah bahwa sudah hampir 200 orang tua yang melaporkan bahwa anaknya diduga mengalami tindak kekerasan?
05:57Ya, memang kalau di Helpdesk ini yang konsultasi dan melapor, jumlahnya sudah mencapai 187.
06:03187?
06:04Ya, 187.
06:05Namun demikian setelah kita cermati, 187 itu kan mereka ada yang juga sudah alumni.
06:11Dalam arti mereka sudah mungkin di tahun 2022, tahun 2023 yang dulu riwayatnya dia memang pernah menitipkan anak di situ.
06:20Tapi apakah artinya ada dugaan bahwa tidak hanya yang terdaftar pada tahun ini, tetapi alumni atau anak-anak yang sebelumnya
06:27dititipkan di daycare aresia, di tahun-tahun sebelumnya juga mengalami peristiwa serupa?
06:32Ya, tentu kita berpikir ke sana itu, berpikir ke sana.
06:36Maka kemudian orang tua ini kan terus konsultasi, kemudian juga orang tua juga tentu kami terima kalau seandainya harus anaknya
06:43harus diperiksa.
06:44Kami kan sudah menyiapkan ada tem psikologi untuk anak, tem untuk dokter anak, tem untuk dokter untuk gangguan tumbuh kembangnya
06:53anak.
06:54Nah, itu kan kita harus melayani itu, di samping juga psikolog untuk dewasa, untuk orang tuanya.
06:59Dan betul daycare little aresia beroperasi tanpa izin?
07:02Ya, kalau kita cek memang tidak ada izin yang masuk, tidak pernah ada mengajukan permohonan perizinan.
07:09Maka kita lihat rumahnya pun tidak ada pelang resmi, tulisan, papan, nomor register dan sebagainya kan tidak ada.
07:17Di Yogyakarta sendiri, berapa jumlah daycare, Pak, yang mungkin beroperasi dan apakah ada potensi daycare beroperasi tanpa izin selain daycare
07:26little aresia?
07:26Ya, kami kemudian setelah itu kan kami bergegas untuk melakukan semacam sweeping ya untuk seluruh daycare yang ada di kota
07:34Jakarta.
07:35Dan akhirnya sudah kita temukan ada 69 daycare yang ada di kota Yogyakarta.
07:41Dan kemudian yang berizin ada 37.
07:44Yang berizin ada 37?
07:45Artinya setengahnya tidak berizin?
07:47Ya, sekitar 31 itu tidak berizin, tetapi yang tidak berizin ini memang dia menginduk pada TK atau PAUT.
07:55Dan kebetulan TK dan PAUT-nya ini sudah berizin.
07:58Kemudian dia bukalah dia di care di situ.
08:01Selain terkait dengan perizinan, tetapi juga yang penting untuk kita soroti adalah tanggung jawab soal pengawasan operasional.
08:07Koreksi kalau saya salah, Pak, tetapi ada beberapa lintas kementerian yang memiliki tanggung jawab dan tentu tidak terkecuali pemerintah daerah.
08:15Mohon maaf, tapi saya izin tanyakan. Apakah kemudian apa yang terjadi di daycare little areas, ya dugaan kekerasan yang dilakukan
08:21terhadap anak menggambarkan adanya kelalaian pengawasan, Pak, yang dilakukan oleh pemerintah?
08:26Ya, memang prosedur yang ada selama ini ketika masyarakat itu tidak mengajukan persaratan, itu biasanya kita tidak melakukan verifikasi, tidak
08:41melakukan pemeriksaan, audit, dan sebagainya.
08:43Karena ini kan terselubung tadi, yang tidak ada keterbukaan, apalagi mengajukan syarat-syarat, ya keterbukaan saja tidak, gitu.
08:54Dan memang itu yang terjadi seperti itu.
09:00Apakah kemudian dugaan tindak kekerasan yang dilakukan terhadap anak ini juga bisa dikatakan masuk dalam kategori pelanggaran hak asasi manusia?
09:08Secara tidak langsung saya sebagai komisioner KPAI mungkin akan mengatakan demikian.
Komentar