Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 11 jam yang lalu
KOMPAS.TV - Brosur Daycare Little Aresha terlihat profesional dan meyakinkan. Dalam brosur tersebut, terpampang berbagai fasilitas, program edukasi, hingga laporan perkembangan anak yang diklaim diberikan setiap hari kepada orangtua.

Namun di balik citra profesional itu, para orangtua korban kini mengaku merasa tertipu.

Imedia, orangtua korban daycare Little Aresha, mengaku anaknya telah dititipkan di tempat tersebut selama lebih dari satu tahun.

Sementara Lolita mengatakan anaknya sudah hampir dua tahun bersekolah di TK Little Aresha.

Menurut para orangtua, biaya yang dibayarkan pun tidak murah.

Biaya tersebut bahkan belum termasuk tambahan overtime.

Setiap hari, orangtua juga menerima laporan harian lengkap melalui WhatsApp.

Laporan itu berisi foto kegiatan anak, jadwal makan, waktu tidur, hingga kondisi kesehatan anak.

Namun belakangan, para orangtua menduga seluruh aktivitas itu telah dikondisikan demi membangun citra baik daycare.

Lolita mengaku pertama kali menemukan Little Aresha melalui pencarian di Google.

Menurutnya, Little Aresha muncul dengan ulasan yang sangat tinggi. Di dunia maya, little Aresha salah satu tempat penitipan anak terbaik di Yogya.

Kini, para orangtua berharap para pelaku mendapat hukuman seberat-beratnya.

"Karena kita bayar satu bulan ada yang 1.100.000, 1.200.000, 1.300.000. Itu kita kayak nganterin anak kita ke neraka," ujar Imedia.

Bagaimana menurut Anda?

Selengkapnya saksikan di sini: https://youtu.be/B82TC9tCa6I

#kekerasan #anak #yogyakarta

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/video/668383/kesaksian-orangtua-korban-little-aresha-kami-menitipkan-anak-ke-neraka-dipo-investigasi
Transkrip
00:01Problem apa yang sebetulnya terjadinya kekerasan, itu motifnya akan juga bisa mati-mati.
00:08Tapi harapan saya itu yang pertama dan terakhir ya.
00:14Karena di Cugja itu tidak senang dengan kekerasan.
00:20Saya ingin tunjukkan Mbak Didi dan Mbak Lolita, saya punya satu brosur ya.
00:27Satu brosur yang kemudian juga didapat dari perwakilan orang tua, betul brosur Little Aresnya seperti ini.
00:33Oke mungkin bisa ditunjukkan ya, ini ada brosur yang kemudian digunakan ya.
00:38Dan dibagikan kepada para orang tua, day care, program plus Little Aresnya, kalau dari segi tampilan nampak tidak ada yang
00:44mencurigakan.
00:45Iya, profesional sekali kan.
00:46Terlihat sangat profesional ya, bahkan di sini ada tulisan program yang kemudian nanti akan diberikan, termasuk juga fasilitasnya.
00:54Janjinya manis banget soalnya.
00:55Oke, dan memang yang bisa dititipkan ini dari usia 2 bulan sampai 24 bulan, sementara untuk yang edukatif 25 bulan
01:03sampai 8 tahun.
01:04Untuk Mbak Didi sendiri, anak Mbak Didi ini dititipkan di Little Aresnya, day care Little Aresnya berapa lama?
01:12Satu tahun pas.
01:13Satu tahun pas?
01:14Oke.
01:15Kalau untuk Mbak Lolita sudah bersekolah di TK selama?
01:18Hampir 2 tahun.
01:19Sudah hampir 2 tahun.
01:21Dan ini juga ada biaya pendaftaran ya, seperti ini?
01:24Iya, betul.
01:24Betul seperti ini ya?
01:26Bisa ditunjukkan lagi, mungkin ini ada beberapa biaya yang harus dibayarkan ya, mulai dari biaya pendaftaran, biaya pengembangan sekolah, SPP,
01:32dan juga ini nominalnya ya?
01:35Iya.
01:35Kurang lebih sebulan bayarnya?
01:38Kalau dari kita semua itu sekitar 1,1 sampai 1,3-an.
01:421,3 juga?
01:43Buat SPP aja.
01:44Buat SPP aja, itu belum over time.
01:46Setiap hari kita dikirimin nih, WhatsApp kayak gini, ini laporan harian.
01:49Oke.
01:50Setiap hari.
01:51Iya, emang sangat terlihat sama profesional.
01:55Oke, ini ada bekal, artinya dari orang tua ya.
01:58Kemudian juga ada kegiatan, stimulasi bermain dengan bola, dan juga bermain dengan mainan.
02:03Dan juga ada penjelasan obat dan waktu istirahat, termasuk juga kondisi pencernaan dan suhu ya.
02:11Oke, tapi pertanyaan saya pertama kali, Mbak Didi ataupun mungkin Mbak Lolita, tahu daycare Little Aresya itu dari siapa?
02:19Kalau saya tuh, karena saya kan pendatang ya di sini ya, jadi saya nggak tahu banyak tempat gitu di sini.
02:25Saya carinya otomatis di Google.
02:27Jadi aku carinya daycare terbaik di Jogja.
02:31Daycare terbaik di Jogja?
02:32Dia masuk.
02:33Di urutan ke-5 atau ke-6 gitu?
02:36Dan daycare Little Aresya masuk?
02:37Masuk.
02:38Kalau di review Google-nya tuh 4,9 kalau nggak salah.
02:42Habis itu pas kita survei ke sana langsung, ke Little Aresanya langsung, penerimaannya baik banget, Mas.
02:49Ramah banget, halus banget gitu.
02:51Sempat ditunjukkan mungkin ruangan-ruangan yang akan digunakan, fasilitas.
02:55Tapi itu emang kita, kalau misalkan mau survei ke sekolah, harus sehari minggu, harus janjian.
03:02Dan itu saat kosong?
03:03Iya, saat kosong.
03:04Jadi emang setelah kita sadari semua ini dikondisikan, Mas.
03:07Termasuk laporan harian kan setiap hari dikirim foto, anak saya lagi mewarnai, lagi menggambar, lagi mainan apa.
03:14Itu tuh dikirimin foto yang setelah kita sadari sekarang semua itu pasti dikondisikan.
03:18Sebagai orang tua dari seorang anak yang disakiti ketika dititipkan, apa yang menjadi harapan dari Mbak Didi dan juga Mbak
03:30Lolita di tengah proses hukum yang tengah berjalan?
03:33Kalau dari saya, saya pengen mereka dihukum sebat-beratnya.
03:40Selain itu juga saya harapannya mereka bisa dimiskinkan.
03:45Dimiskinkan?
03:46Iya.
03:47Dan itu restitusi yang kemudian di...
03:50Kita ajukan.
03:51Ajukan oleh para orang tua.
03:53Iya, betul.
03:53Bukan untuk meraih keuntungan, tapi untuk memiskinkan.
03:56Iya, betul.
03:57Karena kita berasa bisa-bisa.
03:58Karena kita gimana, Mas?
03:59Kita bayar satu bulan ada 1 juta seratus, 1 juta dolar, 1 juta tiga ratus.
04:04Nah, itu tuh kita tuh kayak nganterin anak kita ke neraka.
04:08Tapi kita bayar.
04:09Gitu loh.
04:11Mereka nganterin anak kita buat disiksa gitu.
04:25Setelah saya datang secara langsung ke kantor wali kota Yogyakarta.
04:29Saya akan bertemu dengan wali kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo.
04:34Untuk menanyakan apa yang sesungguhnya terjadi.
04:36Mengapa muncul dugaan tindak kekerasan di tempat penitipan anak.
04:41Atau daycare Little Aresya.
04:53Saudara, di hadapan saya sudah ada wali kota Yogyakarta, Bapak Hasto Wardoyo.
04:57Pak Hasto, terima kasih untuk waktunya, Pak.
04:59Iya, makasih, Pak.
04:59Apa yang kemudian terjadi di daycare Little Aresya, Pak?
05:02Temuan bahwa ada puluhan anak diikat, Pak.
05:05Di bagian kaki dan juga tangan, bahkan beberapa di antaranya, Pak.
05:08Mengalami luka dan tentu ini menjadi perhatian tidak hanya warga Yogyakarta, tetapi dalam skala nasional.
05:14Pertama, saya ingin minta tanggapan dari Pemkot Yogyakarta terkait hal ini, Pak.
05:17Ya, tentu kami memang prehatin dan kami terkejut dengan kejadian ini.
05:23Dan bagi kami, pemerintah harus secepatnya untuk hadir di tengah masyarakat, dalam hal ini di tengah keluarga, kemudian juga hadir
05:34di tengah korban.
05:36Dan tentu pemerintah harus mengawal agar kasus ini betul-betul terselesaikan, dalam arti ditegakkan keadilan cara hukum, kemudian juga yang
05:47kedua diurus yang menjadi korban.
05:50Benarkah bahwa sudah hampir 200 orang tua yang melaporkan bahwa anaknya diduga mengalami tindak kekerasan?
05:57Ya, memang kalau di Helpdesk ini yang konsultasi dan melapor, jumlahnya sudah mencapai 187.
06:03187?
06:04Ya, 187.
06:05Namun demikian setelah kita cermati, 187 itu kan mereka ada yang juga sudah alumni.
06:11Dalam arti mereka sudah mungkin di tahun 2022, tahun 2023 yang dulu riwayatnya dia memang pernah menitipkan anak di situ.
06:20Tapi apakah artinya ada dugaan bahwa tidak hanya yang terdaftar pada tahun ini, tetapi alumni atau anak-anak yang sebelumnya
06:27dititipkan di daycare aresia, di tahun-tahun sebelumnya juga mengalami peristiwa serupa?
06:32Ya, tentu kita berpikir ke sana itu, berpikir ke sana.
06:36Maka kemudian orang tua ini kan terus konsultasi, kemudian juga orang tua juga tentu kami terima kalau seandainya harus anaknya
06:43harus diperiksa.
06:44Kami kan sudah menyiapkan ada tem psikologi untuk anak, tem untuk dokter anak, tem untuk dokter untuk gangguan tumbuh kembangnya
06:53anak.
06:54Nah, itu kan kita harus melayani itu, di samping juga psikolog untuk dewasa, untuk orang tuanya.
06:59Dan betul daycare little aresia beroperasi tanpa izin?
07:02Ya, kalau kita cek memang tidak ada izin yang masuk, tidak pernah ada mengajukan permohonan perizinan.
07:09Maka kita lihat rumahnya pun tidak ada pelang resmi, tulisan, papan, nomor register dan sebagainya kan tidak ada.
07:17Di Yogyakarta sendiri, berapa jumlah daycare, Pak, yang mungkin beroperasi dan apakah ada potensi daycare beroperasi tanpa izin selain daycare
07:26little aresia?
07:26Ya, kami kemudian setelah itu kan kami bergegas untuk melakukan semacam sweeping ya untuk seluruh daycare yang ada di kota
07:34Jakarta.
07:35Dan akhirnya sudah kita temukan ada 69 daycare yang ada di kota Yogyakarta.
07:41Dan kemudian yang berizin ada 37.
07:44Yang berizin ada 37?
07:45Artinya setengahnya tidak berizin?
07:47Ya, sekitar 31 itu tidak berizin, tetapi yang tidak berizin ini memang dia menginduk pada TK atau PAUT.
07:55Dan kebetulan TK dan PAUT-nya ini sudah berizin.
07:58Kemudian dia bukalah dia di care di situ.
08:01Selain terkait dengan perizinan, tetapi juga yang penting untuk kita soroti adalah tanggung jawab soal pengawasan operasional.
08:07Koreksi kalau saya salah, Pak, tetapi ada beberapa lintas kementerian yang memiliki tanggung jawab dan tentu tidak terkecuali pemerintah daerah.
08:15Mohon maaf, tapi saya izin tanyakan. Apakah kemudian apa yang terjadi di daycare little areas, ya dugaan kekerasan yang dilakukan
08:21terhadap anak menggambarkan adanya kelalaian pengawasan, Pak, yang dilakukan oleh pemerintah?
08:26Ya, memang prosedur yang ada selama ini ketika masyarakat itu tidak mengajukan persaratan, itu biasanya kita tidak melakukan verifikasi, tidak
08:41melakukan pemeriksaan, audit, dan sebagainya.
08:43Karena ini kan terselubung tadi, yang tidak ada keterbukaan, apalagi mengajukan syarat-syarat, ya keterbukaan saja tidak, gitu.
08:54Dan memang itu yang terjadi seperti itu.
09:00Apakah kemudian dugaan tindak kekerasan yang dilakukan terhadap anak ini juga bisa dikatakan masuk dalam kategori pelanggaran hak asasi manusia?
09:08Secara tidak langsung saya sebagai komisioner KPAI mungkin akan mengatakan demikian.
Komentar

Dianjurkan