Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 11 jam yang lalu
KOMPAS.TV - Jurnalis KompasTV, Dipo Nurbahagia, mendatangi langsung lokasi daycare Little Aresha bersama Kasat Reskrim Polresta Yogyakarta, Kompol Riski Adrian.

Meski berada di lingkungan permukiman yang terlihat normal, bangunan daycare tersebut kini telah disegel dan dipasangi garis polisi.

Kompol Riski Adrian mengatakan proses penyidikan masih terus berkembang sejak penggerebekan dilakukan pada 24 April 2026 lalu.

Ia menjelaskan, tersangka terdiri dari Ketua Yayasan, Kepala Sekolah, hingga 11 orang pengasuh.

Sebelumnya, polisi mengungkap terdapat 103 anak yang terdaftar di Daycare Little Aresya. Dari jumlah tersebut, 53 anak diduga mengalami tindak kekerasan.

Anak-anak diduga mengalami perlakuan tidak manusiawi, termasuk ditemukan dalam kondisi tangan dan kaki terikat.

Polisi kini membuka posko pengaduan bersama Pemerintah Kota Yogyakarta untuk menampung laporan dari masyarakat.

"Untuk korban yang terdaftar sekarang, yang sudah melaporkan, itu sekitar 180 lebih," kata Kompol Riski Adrian.



Bagaimana menurut Anda?

Selengkapnya saksikan di sini: https://youtu.be/B82TC9tCa6I

#kekerasan #anak #yogyakarta



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/video/668371/daycare-little-aresha-digerebek-polisi-korban-diduga-bertambah-hingga-180-anak-dipo-investigasi
Transkrip
00:11Intro
00:22Saudara tempat penitipan anak atau daycare bukanlah sekedar tempat persinggahan
00:27namun selayaknya menjadi tempat pengasuhan anak selama orang tua mereka mencari nafkah
00:32namun lain halnya dengan apa yang terjadi di kecamatan Umbul Harjo, kota Yogyakarta
00:37daycare Little Aresia justru menjelma menjadi neraka bagi anak-anak yang dititipkan
00:43karena para pengasuhnya diduga melakukan tindak kekerasan atas instruksi dari kepala sekolah hingga ketua yayasan
00:50lalu pertanyaannya benarkah kasus di kota pelajar merupakan fenomena gunung es
00:56di tengah baraknya tempat penitipan anak yang beroperasi tanpa mengantongi izin
01:01inilah episode ke-71 DIPO Investigasi
01:04saya Dipo Terobagia, saya akan melusuri dan mencari bukti secara langsung dari kota Yogyakarta
01:19waktu penggerbakan itu ternyata tuh kakinya lagi diiket di pintu
01:27ketika mendengar cerita dari anak Mbak Lolita, apa yang kemudian terbersih atau terpikir Mbak?
01:32nyariin orangnya, aku tuh emosinya nggak stabil, aku nyariin orangnya
01:39kita tuh kayak nganterin anak kita ke neraka, tapi kita bayar, mereka nganterin anak kita buat disiksa gitu
01:50seterusnya saya datang secara langsung kota Yogyakarta, tepatnya di jalan Pakel Baru
01:56yang menjadi lokasi dari tempat penitipan anak daycare Little Aresya
02:03saya akan ajak anda sederah melihat lebih ke dalam dan ini adalah situasi di dalam tempat penitipan anak
02:10ataupun daycare Little Aresya
02:14dan ini adalah ruangannya, ruangan real yang digunakan oleh daycare Little Aresya
02:19pada saat mengerbekan, seperti apa situasi di ruangan ini Pak?
02:23cukup banyak anak, dan anak kondisi dalam keadaan tidak menggunakan baju
02:28ada yang diikat di pergelangan gini, abis itu tangannya diikat juga, abis itu kakinya juga di...
02:34ini tali fungsinya Pak, untuk apa?
02:37ini untuk membawa makanan dari bawah ke atas, digantung di sini
02:41abis itu nanti ada yang ngambil di atas
02:43sekali lagi ini ada pengaitnya ya, yang digunakan untuk menaruh makanan berarti Pak ya
02:53di sini kita dapati salah satu anak, itu kondisi tangan terikat, kaki terikat
02:58lalu ikatan kakinya itu diikat lagi ke pintu, diikat pintu di sini
03:12benarkah bahwa sudah hampir 200 orang tua yang melaporkan bahwa anaknya diduga mengalami tindak kengerasan?
03:19ya, memang kalau di helpdesk ini yang konsultasi dan melapor jumlahnya sudah mencapai 187
03:25apakah kemudian apa yang terjadi di daycare little areas yang menggambarkan adanya kelalaian pengawasan Pak yang dilakukan oleh pemerintah?
03:34saya bertemu dengan beberapa anak korban, ada yang tumbuh kembang anak juga terganggu Mas
03:40harusnya anak sudah bisa berjalan tapi tidak karena kakinya diikat
03:43apakah kemudian dugaan tindak kerasa yang dilakukan terhadap anak ini juga bisa dikatakan masuk dalam kategori pelanggaran hak asasi manusia?
03:51saya sebagai komisioner KPAI mungkin akan mengatakan demikian
04:07Sebelah saya datang secara langsung kota Yogyakarta
04:11tepatnya di Jalan Pakel baru
04:14kecamatan Uggul Harjo yang menjadi lokasi dari tempat penitipan anak daycare Little Aresya
04:22Saya akan coba investigasi secara langsung, saudara, untuk melihat secara lebih dekat ruang-ruang sempit yang kemudian digunakan oleh para
04:31pengasuh untuk kemudian mengikat dan juga melantarkan anak-anak yang dititipkan.
04:36Terungkapnya kasus ini, saudara, membuka mata dan hati kita semua bahwa tidak semua manusia memiliki hati nurani untuk memperlakukan tubuh
04:46-tubuh kecil anak kita dengan penuh rasa kasih sayang dan juga dengan penuh perhatian.
04:53Kasus tugaan kekerasan yang dilakukan di Tempat Penitipan Anak atau Daycare Little Aresha bermula dari laporan mantan pegawainya kepada Polresta
05:01Yogyakarta.
05:02Ia melaporkan adanya pola pengasuhan terhadap anak yang dititipkan oleh orang tuanya di Daycare Little Aresha dilakukan secara tidak manusiawi.
05:11Laporan tersebut ditidaklanjuti oleh Polresta Yogyakarta dengan melakukan pengerebekan di Tempat Penitipan Anak atau Daycare Little Aresha di Jalan Pakal
05:20Baru, Kelurahan Sorosutan, Kecamatan Umbul Harjo pada Jumat 24 April 2026.
05:28Dalam pengerebekan tersebut polisi menemukan puluhan anak dalam kondisi terikat pada bagian kaki maupun tangan bahkan beberapa anak diantaranya mengalami
05:37luka-luka.
05:38Polisi juga menemukan ruangan dengan ukuran kurang lebih 3x3 meter persegi yang diisi oleh 15 hingga 20 anak dalam satu
05:47kamar.
05:48Dari hasil pemeriksaan awal terdapat 103 anak yang terdaftar di Daycare Little Aresha di mana 53 diantaranya terindikasi menjadi korban
05:57kekerasan secara fisik.
05:59Mayoritas korban berada pada rentang usia 3 bulan hingga 2 tahun.
06:04Floresta Yogyakarta juga telah menetapkan 13 orang tersangka yang terdiri dari 11 orang pengasuh dan 2 orang lainnya merupakan Kepala
06:13Sekolah dan Ketua Yayasan Daycare Little Aresha.
06:18Sebenarnya saya sudah menyusuri Jalan Pakal Baru Utara yang merupakan lokasi di mana Daycare Little Aresha berada tetapi secara umum
06:26memang tidak ada hal-hal mencurigakan.
06:28Saudara, jalan yang saya lalui adalah jalan umum termasuk juga di sini begitu banyak perumahan dan juga ada sekolah dasar
06:36di dekat Daycare Little Aresha.
06:39Dan saya akan tunjukkan lebih dekat saudara, bangunan yang tersegel dan terpasang garis polisi ini adalah tempat penitipan anak.
06:48Atau Daycare Little Aresha yang menjelma menjadi neraka bagi anak-anak balita yang dititipkan dan diduga mengalami penelantaran dan juga
06:59tindak kekerasan.
07:11Saya akan tunjukkan lebih dekat ya saudara bahwa ini adalah bangunan dari Daycare Little Aresha.
07:17Tentu sudah tidak beroperasi karena sudah disegel termasuk juga.
07:22Sudah dipasang garis polisi.
07:24Saya akan coba masuk ke dalam segera tetapi saya tidak akan sendiri.
07:27Saya akan ditemani dengan Kepala Satuan Reserse Kriminal, Kepolisian Resor Kota Yogyakarta, Kompol Rizki Adrian Parizki.
07:34Terima kasih untuk waktunya.
07:35Terima kasih Mas Dibo.
07:36Siap.
07:36Pak Rizki, bahwa pada tanggal 24 April 2026, polisi sudah menggerebet Daycare Little Aresha dan proses hukum terus berjalan.
07:44Sejauh ini update terbaru terkait proses penyidikan seperti apa Pak?
07:47Jadi terima kasih Mas Dibo sampai update untuk kasus sampai saat ini.
07:52Kita telah melakukan pemeriksaan sebanyak 61 orang saksi dan kita menetapkan sebanyak 13 orang tersangka.
08:00Yang mana kita membagi ke dalam 3 kluster.
08:02Yaitu kluster pertama kita tempatkan ketua yayasan sebagai tersangka.
08:07Di kluster kedua kita tempatkan satu kepala sekolah sebagai tersangka.
08:11Dan kluster ketiga kita menempatkan 11 orang pengasuh sebagai tersangka.
08:15Namun penyidikan ini masih berlanjut.
08:19Tidak menutup kemungkinan akan ada tersangka tambahan dalam kasus ini.
08:23Bahwa pada saat pertama kali polisi menggerebet dan juga merilis kasus ini disebutkan bahwa ada 103 anak yang kemudian terdaftar.
08:31Di Daycare Little Aresha 53 diantaranya diduga kuat mengalami tindak kekerasan karena didapati terikat tangannya dan juga kakinya.
08:40Apakah untuk jumlah korban yang diduga mengalami kekerasan ini juga berpotensi bertambah?
08:45Sekarang kita membuka posko mas.
08:47Kita membuka posko, kita bekerja sama-sama pemerintah daerah.
08:50Kita mendapatkan informasi dari Pak Wali Kota bahwa untuk korban yang terdaftar sekarang,
08:56yang sudah melaporkan, itu sekitar 180 lebih.
09:12Boleh kita lihat ke dalam Pak untuk melihat seperti apa modusnya?
09:15Boleh, boleh mas Ibu. Silahkan.
09:16Kita akan masuk, saudara, dengan kasat reskrim Foresta Yogyakarta ke Daycare Little Aresha.
09:21Sebelum kita masuk lebih jauh, Pak Rizky saya izin tanyakan bahwa ini ada coretan-coretan, Pak.
09:25Apa yang sesungguh kita jadi di sini?
09:27Ya, ini mungkin bentuk ekspresi atau bentuk kekecewaan dari masyarakat yang di sekitaran ini.
09:34Oke, karena ini salah satu tulisan ya, saya ingin tunjukkan.
09:37Ini tertulis jelas, anak menjadi korban, dan ini sebagai gambaran bahwa ada rasa amarah mungkin ya dari publik ketika anak
09:46-anak kita yang kemudian dijadikan korban.
09:48Tidak ada pelang juga, Pak?
09:49Tidak ada.
09:49Tidak ada ya?
09:50Hanya sepanduk-sepanduk seperti ini, Mas.
09:52Hanya sepanduk seperti ini ya?
09:53Oke, dan di sini juga masih ada tulisan lagi ya.
09:57Anak jadi korban manusia dihadapkan.
10:01Boleh kita masuk ke dalam ya, Pak?
10:04Oke.
10:05Dan ini kondisi terasnya ya?
10:07Ya, ini sama, Mas.
10:09Pembunuhan mental anak.
10:11Oke, dan ini ada visi-misi, Pak.
10:12Ada juga struktur organisasi yayasan. Sudahkah ini didalami oleh polisi?
10:16Ini sedang kita dalami, Bang.
10:18Oke.
10:18Kita bersama tim sedang kita dalami orang-orang yang ada di struktur ini.
10:23Dan ini ketua yayasan, Pak?
10:25Iya, benar.
10:26Dan juga?
10:26Kepala sekolah.
10:27Kepala sekolah?
10:28Iya, benar.
10:29Ini dua orang yang jadi tersangka utama?
10:32Iya, benar.
10:33Oke.
10:33Apakah betul ketua yayasan ini juga, mohon maaf, saya izin konfirmasi.
10:36Merupakan seorang residivis?
10:39Iya, residivis kasus TV Corp.
10:43Tinggak bidana korupsi?
10:44Iya, di Jawa Tengah.
10:44Di Jawa Tengah?
10:45Iya, benar.
10:46Boleh kita masuk, Pak?
10:47Oke.
10:47Saya akan ajak Anda sederah melihat lebih ke dalam.
10:49Dan ini adalah situasi di dalam tempat penitipan anak ataupun daycare little aresia.
10:55Banyak mainan-mainan ya, Pak, ya?
10:57Yang ada di ruangan ini.
10:59Ini mungkin bisa dijelaskan ruangan apa ini, Pak?
11:01Ini pertama ruangan tunggu.
11:04Ruang tunggu sebelum anak itu dijemput oleh orang tuanya.
11:07Oke.
11:08Jadi memang anak itu apabila mau dijemput sama orang tuanya, itu harus memberitahukan kepada yayasan.
11:14Kita dapati bahwa tidak pidana itu terjadi di ruangan-ruangan.
11:19Di ruangan ini?
11:20Iya, benar.
11:21Ruangan ini?
11:21Oh, ruangan ini ya?
11:22Kalau ruangan ini bisa saya perlihatkan.
11:25Oke.
11:26Saya akan tunjukkan ya, Saudara.
11:27Oke.
11:28Ini ruangan ini?
11:28Jadi ruangan ini, Mas.
11:30Ruangan ini ada AC-nya, ada pelindungnya, ada pelindung dindingnya.
11:37Habis itu ada kamar mandi di dalam, sirkulasi sangat bagus.
11:41Tapi ruangan ini hanya digunakan apabila mau menerima siswa baru.
11:47Oh, oke.
11:48Ruang percontohannya di sini.
11:50Artinya ruangan yang digunakan pada saat kondisi real tidak seperti ini?
11:55Tidak seperti ini.
11:56Dan ini mungkin yang digunakan untuk menarik perhatian daripada orang tua ya?
12:01Oke.
12:01Nanti saya perlihatkan yang di...
12:03Boleh ditunjukkan, Pak?
12:04Oke.
12:04Oke, kita akan coba lihat ya, Saudara.
12:07Kalau ini memang ruangannya bisa dikatakan cukup baik,
12:10tapi ternyata yang digunakan oleh pengasuh daycare little RS-nya tidak seperti ini
12:17dan ini adalah ruangannya.
12:18Ruangan real yang digunakan oleh daycare little RS-nya.
12:22Secara ukuran jauh lebih kecil ya, Pak?
12:24Jauh lebih kecil, tidak ada AC, hanya kipas.
12:27Terus di dinding juga tidak ada pelindung.
12:30Oke.
12:31Dari awal artinya seperti ini?
12:32Iya.
12:33Dan ini tidak ada sirkulasinya.
12:35Mungkin, Mas, sebentar lagi baru merasa bagaimana pengapnya.
12:40Iya.
12:41Pak, pada saat mengerbekan, seperti apa situasi di ruangan ini, Pak?
12:44Ya, cukup banyak anak dengan 2-3 orang pengasuh di sini.
12:50Dan anak kondisi dalam keadaan tidak menggunakan baju,
12:54hanya menggunakan pempes,
12:56dan kondisi kaki, tangan, terikat.
13:00Kaki, tangan, terikat?
13:01Mungkin, mohon maaf, secara tampilan itu seperti apa, Pak?
13:06Apakah diikat kedua tangannya atau mungkin seperti ini?
13:09Ada yang diikat di pergelangan gini,
13:12abis itu tangannya diikat juga, abis itu kakinya juga di...
13:14Itu di rentang usia?
13:16Di rentang usia dari 3 bulan sampai 3 tahun.
13:203 bulan sampai 3 tahun, di ruangan yang sama?
13:23Iya.
13:24Kondisinya saat itu tertidur, Pak, anak-anak?
13:26Ada yang tertidur, ada yang nangis, ada yang sedang muntah.
13:29Yang sedang muntah juga?
13:30Iya.
13:30Itu dilihat langsung sama personil kita.
13:34Ditemukan juga mungkin yang dalam kondisi, mohon maaf, terluka?
13:37Iya.
13:38Ada juga?
13:39Ada yang diikat, diikat tangannya, diikat kakinya,
13:41terus diikat di pintu.
13:43Sedangkan di pergelangan ini sudah merah.
13:45Oke, saya ingin menunjukkan di sini ya.
13:47Satu-satunya jendela yang ada di sini,
13:48hanya di samping ya,
13:50dan berdekatan dengan toilet.
13:54Mohon maaf, tapi toiletnya saja ini
13:57sepertinya tidak bersih, ya, Pak, ya?
13:59Iya, benar.
14:00Mungkin secara bentuk lantainya
14:03masih bisa diterima,
14:05tetapi untuk toiletnya sendiri,
14:09bisa lihat ya.
14:11Otom.
14:12Ini juga berkarat untuk
14:15menjadi alarm juga bahwa
14:17kebersihan itu menjadi salah satu poin penting
14:19pada saat pengasuhan anak dilakukan.
14:22Ada lubang untuk AC sebenarnya ya,
14:24tapi tidak digunakan oleh
14:26para pengurus daycare
14:28Little Areas ya.
14:29Tapi secara umum, Pak Rizky,
14:32operasional dari daycare Little Areas ya
14:35itu dimulai dari pukul penintipan?
14:36Jadi dari pukul tujuh,
14:38mereka sudah mulai membuka
14:40apa, membuka yayasan ini
14:42sampai sore jam lima sore.
14:45Ini tali fungsinya, Pak?
14:47Untuk apa?
14:47Ini untuk
14:49membawa makanan dari bawah ke atas,
14:51barang-barang.
14:53Karena kamar masih ada yang di atas ya.
14:56Dan itu sesuatu yang normal mungkin?
14:58Atau sepertinya, Pak?
14:59Karena tali seperti ini nampaknya cukup berbahaya juga ya,
15:01kalau dimainkan oleh anak-anak.
15:04Makanan dibawa dari sini, Pak?
15:05Iya.
15:06Jadi kan pakaian anak-anak,
15:08baju anak-anak itu
15:08kalau untuk yang di atas itu
15:10untuk mempermudah,
15:11itu langsung digantung di sini.
15:16Gue sudah nanti
15:17ada yang ambil di atas.
15:22Saya akan tunjukkan sekali lagi,
15:23ini ada pengaitnya ya,
15:25yang digunakan untuk menaruh
15:26makanan, Pak Rizky.
15:27Iya, makanan, baju,
15:29barang-barang lah.
15:37Keluar ini?
15:38Ini sama, Mas.
15:39Di sini juga kita dapat di kemarin.
15:40Oh, ini juga ruang?
15:41Wah, ini lebih lembab lagi sepertinya ya.
15:45Ini justru malah nggak ada AC-nya juga,
15:50minim sirkulasi.
15:52Ini bisa dilihat mungkin tembok-temboknya
15:53sudah seperti ini ya.
15:55Lembab seperti ini bisa dilihat.
15:57Dan ini tidak ada pelindung, Mas.
15:59Ini betul.
16:00Tidak ada pelindung sama sekali,
16:01tidak ada toilet bahkan.
16:02Dan juga hanya ada kipas angin di sini.
16:04Dan ini yang bahaya kan ini, Mas?
16:06Kalau anak-anak.
16:08Ini.
16:08Kondisi dari awal memang seperti ini?
16:10Iya.
16:11Di lakban seperti ini?
16:12Iya, hanya di lakban seperti itu.
16:14Oke, dan ini sangat rawan tersenggol ya.
16:16Tersenggol anak-anak
16:17atau bahkan dicabut.
16:18Dicabut, iya benar.
16:19Secara kakso oleh anak-anak
16:20dan sekali lagi,
16:21aliran listrik mungkin saja
16:23membahayakan anak-anak itu.
16:25Oh, ini tempat menaruh barang ya?
16:27Iya.
16:27Mas Lidah matras.
16:29Jadi memang
16:31anak itu, Mas.
16:32Kalau datang ke sini itu
16:33memang harus membawa baju dan bantal.
16:36Oke.
16:36Jadi memang ada keterangan
16:37salah satu dari orang tua bayi.
16:40Mereka itu per enam bulan sekali
16:42mereka meminta pengasuh
16:45untuk memberikan bantal.
16:48Dengan maksud,
16:49pemikiran dari orang tua,
16:51mungkin bantalnya kotor,
16:52kena iler,
16:53kena makanan, dan sebagainya.
16:54Namun setelah mereka minta bantal itu,
16:57kok bantalnya masih dalam keadaan bersih?
16:59Rupanya,
16:59setelah kita lakukan pegerbekan,
17:01ya seperti ini, Mas.
17:02Bantal itu cuma ditaruh di sini.
17:04Tidak digunakan
17:06untuk anak yang dititipkan?
17:07Iya, benar.
17:07Termasuk kalau pakaian, Pak?
17:09Pakaian juga.
17:10Pakaian itu di awal,
17:12di apa,
17:12dipakai.
17:13Habis itu nanti dilepas.
17:15Mau makan,
17:16itu dipasang lagi.
17:18didokumentasikan
17:19untuk dikirim laporan
17:20harian ke orang tua.
17:21Selesai itu,
17:22baru dilepas lagi,
17:24baru diikat lagi.
17:25Artinya anak-anak,
17:26mohon maaf,
17:27ketika ada di Daycare Little Ares,
17:31kondisi tidak terikat
17:33hanya ketika
17:33makan sama mandi.
17:36Selain itu?
17:37Kondisi terikat.
17:39Terikat semua.
17:43Pertama kali,
17:44Mbak Didi mengetahui bahwa
17:46anak Mbak Didi,
17:47diduga mengalami tindak kekerasan
17:48di Daycare Little Ares,
17:50itu ceritanya seperti apa?
17:51Iya, jadi waktu penggerbakan itu
17:53ternyata
17:53kayak paling awal disorot gitu
17:56karena kakinya lagi diikat
17:58di pintu.
Komentar

Dianjurkan