Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 12 jam yang lalu
SLEMAN, YOGYAKARTA, KOMPAS.TV - Polisi menggerebek sebuah rumah penitipan bayi ilegal di Sleman, Sleman, pada Jumat (8/05/2026).

Dari penggerebekan itu, polisi mengevakuasi sebelas bayi yang diduga dilahirkan di luar pernikahan.

Perkembangan informasi pasca penggerebekan daycare ilegal di Sleman, Yogyakarta, akan disampaikan jurnalis KompasTV, Michael Aryawan.

Baca Juga TERBONGKAR! Dugaan Kekerasan di Daycare Little Aresha Yogyakarta | DIPO INVESTIGASI di https://www.kompas.tv/video/668339/terbongkar-dugaan-kekerasan-di-daycare-little-aresha-yogyakarta-dipo-investigasi

#daycare #daycareilegal #jogja

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/668360/terbaru-polisi-gerebek-daycare-ilegal-di-jogja-begini-kondisi-11-bayi-dievakuasi
Transkrip
00:00Perkembangan terkini informasi pasca penggebekan daycare ilegal di Sleman, Yogyakarta akan disampaikan jurnalis Kompas TV, Michael Aryawan.
00:08Selamat siang Mika, hingga saat ini ada berapa saksi yang sudah diperiksa dan apa saja fakta terbaru yang ditemukan oleh
00:15polisi dalam hasil penyelidikan?
00:18Ya, selamat siang Imron dan Saudara.
00:21Berdasarkan penyelidikan polisi, hingga saat ini sudah ada 10 saksi yang diperiksa.
00:2910 saksi itu diantaranya adalah seorang bidan, kemudian 2 orang pemilik rumah yang digerbek, dan beberapa orang lainnya yang diduga
00:40sebagai pengasuh bayi.
00:42Nah, dalam kasus ini ada fakta yang juga diungkapkan oleh polisi bahwa sejatinya penitipan anak yang digerbek ini adalah tempat
00:52penitipan sementara.
00:53Karena mereka sebelumnya dititipkan di kawasan Banyuraden Gamping, namun tempat itu kemudian direnovasi, diperbesar, dan memang digunakan untuk tempat penitipan
01:05anak, sehingga kamar-kamarnya perlu diperbanyak.
01:08Kemudian dipindahkanlah bayi-bayi ini ke harga pinangun pakem, sehingga kemudian terdengar oleh warga di tempat yang baru dan dilaporkan
01:20ke pihak polisi.
01:21Jadi seperti itu proses pemindahan bayi-bayi ini dan menurut polisi, pemindahan bayi-bayi tersebut satu minggu sebelum digerbek.
01:32Nah, kemudian dari mereka yang diperiksa hingga saat ini belum ada yang dinyatakan sebagai tersangka.
01:39Mika, lalu apa dari motif penitipan atau tempat penitipan bayi ini? Apakah ada indikasi ke arah perdagangan bayi?
01:47Hingga saat ini polisi menyatakan belum ada indikasi ke perdagangan manusia atau perdagangan bayi.
01:53Jadi motifnya hanyalah berdasarkan rasa kasihan terhadap mereka pasangan yang di luar nikah, kemudian ingin melahirkan anaknya.
02:06Menurut polisi, bidan tersebut menyatakan ketimbang dilakukan aborsi, maka dilahirkan, kemudian nanti dirawat oleh bidan-bidan tersebut.
02:16Dan nantinya beberapa dari orang tua juga berjanji akan mengambil kembali anaknya.
02:22Baik. Lalu bagaimana dengan kondisi bayi yang sudah dievakuasi?
02:27Ada 11 bayi dan 3 diantaranya informasinya dibawa ke RSUD Sleman karena mengalami sakit?
02:34Ya, betul sekali. 3 diantaranya mengalami sakit.
02:39Beberapa atau 1 diantaranya kelainan jantung sehingga perlu dilakukan pemeriksaan oleh tim medis.
02:48Namun polisi juga menyebutkan sakit tersebut dikarenakan memang bawaan ketika dilahirkan, sementara yang lainnya dalam kondisi sehat dan sudah dititipkan
03:02ke panti sosial.
03:04Dan tentu saja pemerintah Kabupaten Sleman akan merawat mereka.
03:09Baik. Dari pengerebekan yang dilakukan pada 8 Mei lalu, saat ini polisi masih melakukan penyelidikan.
03:1410 saksi telah diperiksa termasuk bidan, pemilik rumah dan juga pengasuh bayi.
03:18Terima kasih atas laporan Anda, Jurnalis Kompas TV, Michael Aryawan dari Sleman, Yogyakarta.
Komentar

Dianjurkan