00:00Dan saudara, untuk membahas tentang hanta virus kita sudah terhubung dengan epidemiolog Universitas Indonesia, Dr. Pandu Riono.
00:08Selamat siang, Dr. Pandu.
00:12Selamat siang.
00:13Baik, Dr. Pandu, tolong jelaskan secara lebih spesifik lagi kepada kami.
00:17Seperti apa virus hanta sebenarnya, termasuk penularannya seperti apa, termasuk juga gejalannya seperti apa?
00:25Ya, jadi kan sudah dijelaskan tadi bahwa virus itu bisa menuar kepada manusia dari pencit.
00:34Jadi kita tidak bersinggung dengan pencit, tapi kalau kita kena debunya, bekas sisa-sisa ad kencing,
00:43dan tayinya ada di tikus, di rumah, kan mereka bisa dimana saja, dan itu bisa terhidup sama kita,
00:52atau kita memegang benda tertentu, dan atau kontaminasi dari virus itu ke makanan kita, ke tempat makan kita,
01:01itu potensial untuk kemungkinan kalau virusnya, apa, mencitnya atau tikusnya membawa virus hanta akan mampu menuarkan kepada manusia.
01:11Dan yang menjadi masalah adalah kebanyakan gejalannya itu umum, nggak mudah dikenali, nggak mungkin dikenali,
01:18menurut saya sih nggak akan mungkin dikenali, membedakan dengan flu yang lain.
01:22Nah ini yang menurut saya jangan berharap bahwa dengan gejala ini, oh spesifik, karena virus hanta, nggak mungkin.
01:29Hanya dengan pemeriksaan terhadap spesimen untuk mendeteksi apakah itu virus ini, itu harus bisa dilakukan.
01:37Jadi kemampuan laboratoriumnya yang harus kuat, bukan mendianosis gejalannya, nggak mungkin dikenali, gitu lho Pak.
01:44Oke, dokter Pandu, seberapa serius ancaman hanta virus yang saat ini kita tahu mulai menjadi perhatian dunia,
01:51karena beberapa pihak mengkhawatirkan ini terjadi seperti penyebaran virus COVID-19, apakah demikian?
01:58Iya, orang khawatirnya terlalu berlebihan ya, karena ingat peristiwa dulu zaman COVID itu ada kematian yang juga sama modusnya,
02:07ceritanya itu di kapal pesir juga. Jadi ini yang kemudian terjadi di kapal pesir juga, dan menjadi berita,
02:15wah ini sama dengan COVID, padahal nggak? Kalau COVID kan memang virus corona itu kan sudah ditularkan dari manusia ke
02:22manusia.
02:23Sekarang itu masih dianggap sebagai zoonosis, jadi itu diluarkan dari hewan, hikus, yang sebagai reservoir terhadap virus ini ke manusia
02:34melalui cara-cara tadi,
02:35yang menurut saya masih tidak mungkin atau belum bisa lah kita klaim ada penularan dari manusia ke manusia.
02:45Itu bedanya, jadi jangan terlalu khawatir sampai orang kemungkinan dicurugai virus hantar, di isolasi, di karantina.
02:53Enggak, orang nggak ada penularan dari manusia ke manusia, ngapain di isolasi?
02:57Fokus pada upaya-upaya bagaimana mencegah penularan dari mencit ke manusia.
03:04Karena kan mencit ada di mana-mana, hidup dengan kita.
03:06Dan mengklaim bahwa, oh itu beda tikusnya, oh beda virusnya.
03:12Ya, sekarang mungkin beda, kan kita nggak tahu ada lintas batas yang kita tidak bisa kena lagi.
03:19Jadi yang lintas batas, melalui kapal, melalui perdagangan, melalui mobilitas manusia,
03:24itu memungkinkan virus yang tadinya ada di benua sana bisa pindah juga ke sini.
03:30Jadi suatu saat mungkin saja tidak ada kehasan lagi virus-virusnya.
03:36Jadi kewaspadaannya di sana.
03:37Tentu-tentunya kita mengedukasi masyarakat supaya kebiasaan dulu,
03:44seperti mencuri tangan dengan air bersih dan air,
03:47itu menjadi kebiasaan, habit yang paling baik dan jangan ditinggalkan.
03:51Kedua adalah kita menjaga kebersihan lingkungan kerja kita, rumah kita,
03:56supaya jangan membiarkan tikus-tikus itu berkeliaran di diksitar kita.
04:02Karena dia berak dan atau kencingnya bisa menjadi, bisa pindah kita karena kalau mengandung virus tadi.
04:11Dan itu yang menjadi penting.
04:12Dan kita juga mempertahankan imunitas subuh.
04:14Sakit virus itu biasanya menjadi berat.
04:16Kalau kita memang imunnya rendah atau kita memang nggak sehat,
04:20atau kita punya komorbid atau lansia seperti ini.
04:23Jadi harus betul-betul menjaga kesehatan supaya tidak terinfeksi,
04:26apapun termasuk virus hata maupun virus infeksi lainnya.
04:29Itu yang paling penting.
04:30Oke, berarti ini bukan virus baru begitu dokter ya?
04:33Dan tingkat keberhasilan dalam proses pengobatannya cukup tinggi, begitu?
04:38Nggak, tergantung ya.
04:40Belum ada obatnya.
04:41Jangan bilang ada obatnya.
04:43Nggak ada obatnya.
04:44Jadi jangan percaya kalau bilang,
04:46oh obat apapun,
04:47herbal,
04:49nggak ada obatnya.
04:50Belum ada vaksinnya.
04:51Jadi jangan cepat percaya.
04:53Ini kan menjadi isu,
04:55karena seakan-akan udah diobat.
04:57Covid juga nggak ada obatnya.
04:59Belum kan, oh ada obatnya.
05:00Nggak ada.
05:01Jadi itu yang menurut saya,
05:02kita harus bisa mempertahankan,
05:04bukan dengan obat,
05:05dengan cara-cara menjaga kebersihan dan sebagainya.
05:07Ini memang bukan virus baru,
05:09tapi bisa menjadi baru kalau dia bermutasi.
05:12Yang kita khawatirkan,
05:13kalau dia bermutasi,
05:14dan kemudian terjadi risiko penularan dari manusia ke manusia.
05:18Tapi sekarang belum terjadi.
05:20Ya, itu yang menjadi penting.
05:21Jangan terlalu cemas bahwa akan terjadi penularan dari manusia ke manusia.
05:27Saat ditemukan kasus begitu atau suspek orang yang terindikasi,
05:31kemudian dikhawatirkan terjangkit virus hantai ini,
05:36lalu bagaimana dengan proses pengecekannya?
05:38Apakah setelah dicek hasilnya tersebut dapat langsung keluar,
05:41atau membutuhkan waktu yang cukup lama untuk mengetahui hasilnya?
05:44Ya, kalau laboratoriumnya cukup modern,
05:47bisa cepat diketahui, kan?
05:49Tapi kan problemnya orang sakit itu kan
05:51kebanyakan tidak berubat,
05:53apalagi flu.
05:54Kemudian terlambat.
05:56Dan juga rumah sakit juga tidak mengenali.
06:00Orang berubat sendiri,
06:01dan rumah sakit tidak mendeteksi kemungkinan itu.
06:04Berapa banyak sih orang sakit flu yang diperiksa jenis penyebabnya?
06:08Kan nggak banyak.
06:09Biayanya mahal.
06:10Jadi sebagian besar orang sakit,
06:12mungkin virus hantai sudah banyak sekali di Indonesia,
06:16tapi tidak pernah ketahuan,
06:17karena nggak pernah diperiksa.
06:19Karena memang nggak penting diperiksa.
06:21Yang penting adalah istirahat.
06:23Nah, itu kalau mau surveillance,
06:25sebagian dari surveillance pemantauan penyakit itu penting.
06:28Tapi bukan untuk bagian dari pelayanan.
06:30Kalau pelayanan dan itu menjadi satu, penting.
06:33Tapi kan harus ada sistem yang harus diperkuat di Kementerian Kesehatan.
06:37Surveillance-nya harus kuat.
06:38Hanya dengan cara itu,
06:39kita bisa mencegah dan kita bisa mencegah peluaran yang lebih luas.
06:43Oke.
06:44Belajar dari pandemi COVID-19 yang pernah terjadi begitu ya.
06:48Lalu apakah sistem deteksi dini Indonesia
06:51kini sudah lebih siap menghadapi ancaman virus baru, dokter?
06:55Ya, kalau saya bilang belum siap, tapi lebih baik.
07:00Sekarang jauh lebih baik.
07:03Laboratorium ada di mana-mana, sistem sudah dibangun,
07:07tetapi belum sempurna.
07:09Sejauh sempurna.
07:10Pertama apa?
07:10Karena orang juga tidak mau diperiksa.
07:12Kedua, juga kewaspadaan itu belum melekat pada setiap petugas di sebuah wilayah.
07:20Orang bisa ngomong, ada surat edaran, dan macam-macam.
07:22Tapi apakah dipastikan diimplementasi di daerah?
07:25Belum tentu.
07:25Jadi harus dipastikan, terus-menerus diingatkan.
07:29Karena ini menjadi momen penting bahwa pandemi itu akan pasti terjadi,
07:34tapi kita tidak tahu kapan.
07:36Dan kita tidak tahu penyakit apa.
07:38Karena itulah kita harus benar-benar lebih siap dan benar-benar lebih siap.
07:43Oke, lalu kelompok masyarakat tertua apakah ada?
07:45Misalnya kelompok masyarakat berdasarkan umur
07:48atau yang memiliki penyakit bawaan yang paling rentan terpapar hantavirus ini, dok?
07:55Ya, yang paling mudah terpapar dengan yang berkelompok ini kan,
08:00dengan psikus kan, itu akan lebih bersiko.
08:04Tapi kan bersikonya nggak sama kalau masih muda, masih usianya masih kuat, dan sebagainya.
08:09Tapi yang paling berbahaya adalah orang yang imunitasnya rendah.
08:12Kalau disakit apapun, tingkat fatalitasnya tinggi.
08:15Apalagi virus, apalagi ini karena virus baru, kan?
08:19Kita kan nggak tahu banyak kejadian virus.
08:22Mencit kan bukan hanya menuarkan virus santa,
08:24tapi juga menuarkan leptospirosis.
08:26Dan itu terjadi, ketus-turus.
08:28Dan kita tidak pernah serius mengatasinya.
08:31Bagaimana supaya mencit atau fikus yang dimana membawa leptospirosis saja,
08:36masih terus terjadi outbreak itu.
08:38Setiap banjir, setiap ini, setiap terjadi.
08:40Jadi kan artinya, alat edukasi masyarakat masih belum jalan,
08:45promosi kesehatannya masih belum jalan.
08:47Supaya masyarakat diingatkan, diberitahu, sistemnya juga harus jalan.
08:52Yang ini menurut saya, kalau kita sudah terbiasa,
08:55mungkin saya baru bisa mengatakan bahwa kita siap menghadapi apa-apa manapapun.
08:59Sekarang belum siap.
09:00Oke, pemerintah telah menyiapkan sejumlah rumah sakit.
09:03Kalau tidak salah, ada 21 rumah sakit untuk mencegah apabila amit-amit begitu ya,
09:08kalau kasus ini merebak di Indonesia.
09:10Apakah fasilitas kesehatan yang dimiliki oleh Indonesia saat ini
09:13sudah mumpuni untuk mengatasi hantavirus?
09:20Ya, jangan rumah sakit lah.
09:22Artinya kan, orang pandemi yang belum ada gitu kan,
09:27dan kemungkinan masih kecil,
09:28harusnya diupayanya itu bukan membangun rumah sakit,
09:31tapi membangun bagaimana sistem di public health prevention-nya.
09:35termasuk kalau ada kapal dari negara mana,
09:38karena diperiksa kemungkinan ada tikus di kapal itu,
09:42itu juga berbahaya.
09:43Jadi bukan hanya masalah ke Kementerian Kesehatan,
09:45jadi juga surveilan dari hewan dan sebagainya harus jalan,
09:49karena itu nggak bisa sendirian, Kementerian Kesehatan.
09:52Dan kalau menyiapkan rumah sakit kan seakan-akan,
09:55bahwa ini akan terjadi pandemi,
09:57dan banyak kasus yang akan muncul.
09:58Nggak, nggak akan muncul seperti itu.
10:00Jadi janganlah uang atau fokus energi
10:03untuk melakukan sesuatu-sesuatu yang tidak relevan
10:07atau tidak produktif untuk mencegah penularan
10:10di tingkat awal, lebih dasar.
10:12Jadi Kementerian Kesehatan jangan menyiapkan rumah sakitnya,
10:14kan di sini, lainnya di sini.
10:16Itu yang harus yang benar.
10:18Oke, baik antisipasi dan juga mitigasi
10:20perlu dilakukan oleh pribadi masing-masing,
10:22tentunya mulai dari diri sendiri dan juga
10:24wilayah tempat kita tinggal,
10:26setidaknya untuk mencegah penyebaran virus ini
10:29dari tikus, begitu ya, paling utama.
10:30Terima kasih atas perspektif yang telah Anda sampaikan
10:33di program Kompas yang hari ini,
10:34Dr. Panduriono, epidemiolog Universitas Indonesia.
10:38Salam sehat, dokter.
10:39Salam sehat.
10:40Selamat menikmati.
10:40selamat menikmati
Komentar