Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 12 jam yang lalu
KOMPAS.TV - Hantavirus bukan virus baru. Penyakit ini umumnya menular melalui kontak dengan tikus, baik urine atau kotoran tikus, maupun debu yang terkontaminasi.

Penyakit ini muncul dalam dua bentuk klinis di dunia. HFRS yang merusak ginjal tersebar di Eropa dan Asia, termasuk Indonesia. Sementara HPS menyerang sistem pernapasan dan tersebar di Amerika.

Lantas apa saja yang harus diketahui terkait gejala hingga pencegahan Hantavirus? Berikut pembahasan KompasTV bersama epidemiolog UI, Pandu Riono.

Baca Juga LENGKAP! Penjelasan, Gejala, hingga Pencegahan Hantavirus dari Kemenkes | KOMPAS SIANG di https://www.kompas.tv/nasional/668352/lengkap-penjelasan-gejala-hingga-pencegahan-hantavirus-dari-kemenkes-kompas-siang

#hantavirus #virus #ui #panduriono

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/668359/simak-epidemiolog-ui-pandu-riono-bahas-hantavirus-di-indonesia-gejala-penularan-serta-pencegahan
Transkrip
00:00Dan saudara, untuk membahas tentang hanta virus kita sudah terhubung dengan epidemiolog Universitas Indonesia, Dr. Pandu Riono.
00:08Selamat siang, Dr. Pandu.
00:12Selamat siang.
00:13Baik, Dr. Pandu, tolong jelaskan secara lebih spesifik lagi kepada kami.
00:17Seperti apa virus hanta sebenarnya, termasuk penularannya seperti apa, termasuk juga gejalannya seperti apa?
00:25Ya, jadi kan sudah dijelaskan tadi bahwa virus itu bisa menuar kepada manusia dari pencit.
00:34Jadi kita tidak bersinggung dengan pencit, tapi kalau kita kena debunya, bekas sisa-sisa ad kencing,
00:43dan tayinya ada di tikus, di rumah, kan mereka bisa dimana saja, dan itu bisa terhidup sama kita,
00:52atau kita memegang benda tertentu, dan atau kontaminasi dari virus itu ke makanan kita, ke tempat makan kita,
01:01itu potensial untuk kemungkinan kalau virusnya, apa, mencitnya atau tikusnya membawa virus hanta akan mampu menuarkan kepada manusia.
01:11Dan yang menjadi masalah adalah kebanyakan gejalannya itu umum, nggak mudah dikenali, nggak mungkin dikenali,
01:18menurut saya sih nggak akan mungkin dikenali, membedakan dengan flu yang lain.
01:22Nah ini yang menurut saya jangan berharap bahwa dengan gejala ini, oh spesifik, karena virus hanta, nggak mungkin.
01:29Hanya dengan pemeriksaan terhadap spesimen untuk mendeteksi apakah itu virus ini, itu harus bisa dilakukan.
01:37Jadi kemampuan laboratoriumnya yang harus kuat, bukan mendianosis gejalannya, nggak mungkin dikenali, gitu lho Pak.
01:44Oke, dokter Pandu, seberapa serius ancaman hanta virus yang saat ini kita tahu mulai menjadi perhatian dunia,
01:51karena beberapa pihak mengkhawatirkan ini terjadi seperti penyebaran virus COVID-19, apakah demikian?
01:58Iya, orang khawatirnya terlalu berlebihan ya, karena ingat peristiwa dulu zaman COVID itu ada kematian yang juga sama modusnya,
02:07ceritanya itu di kapal pesir juga. Jadi ini yang kemudian terjadi di kapal pesir juga, dan menjadi berita,
02:15wah ini sama dengan COVID, padahal nggak? Kalau COVID kan memang virus corona itu kan sudah ditularkan dari manusia ke
02:22manusia.
02:23Sekarang itu masih dianggap sebagai zoonosis, jadi itu diluarkan dari hewan, hikus, yang sebagai reservoir terhadap virus ini ke manusia
02:34melalui cara-cara tadi,
02:35yang menurut saya masih tidak mungkin atau belum bisa lah kita klaim ada penularan dari manusia ke manusia.
02:45Itu bedanya, jadi jangan terlalu khawatir sampai orang kemungkinan dicurugai virus hantar, di isolasi, di karantina.
02:53Enggak, orang nggak ada penularan dari manusia ke manusia, ngapain di isolasi?
02:57Fokus pada upaya-upaya bagaimana mencegah penularan dari mencit ke manusia.
03:04Karena kan mencit ada di mana-mana, hidup dengan kita.
03:06Dan mengklaim bahwa, oh itu beda tikusnya, oh beda virusnya.
03:12Ya, sekarang mungkin beda, kan kita nggak tahu ada lintas batas yang kita tidak bisa kena lagi.
03:19Jadi yang lintas batas, melalui kapal, melalui perdagangan, melalui mobilitas manusia,
03:24itu memungkinkan virus yang tadinya ada di benua sana bisa pindah juga ke sini.
03:30Jadi suatu saat mungkin saja tidak ada kehasan lagi virus-virusnya.
03:36Jadi kewaspadaannya di sana.
03:37Tentu-tentunya kita mengedukasi masyarakat supaya kebiasaan dulu,
03:44seperti mencuri tangan dengan air bersih dan air,
03:47itu menjadi kebiasaan, habit yang paling baik dan jangan ditinggalkan.
03:51Kedua adalah kita menjaga kebersihan lingkungan kerja kita, rumah kita,
03:56supaya jangan membiarkan tikus-tikus itu berkeliaran di diksitar kita.
04:02Karena dia berak dan atau kencingnya bisa menjadi, bisa pindah kita karena kalau mengandung virus tadi.
04:11Dan itu yang menjadi penting.
04:12Dan kita juga mempertahankan imunitas subuh.
04:14Sakit virus itu biasanya menjadi berat.
04:16Kalau kita memang imunnya rendah atau kita memang nggak sehat,
04:20atau kita punya komorbid atau lansia seperti ini.
04:23Jadi harus betul-betul menjaga kesehatan supaya tidak terinfeksi,
04:26apapun termasuk virus hata maupun virus infeksi lainnya.
04:29Itu yang paling penting.
04:30Oke, berarti ini bukan virus baru begitu dokter ya?
04:33Dan tingkat keberhasilan dalam proses pengobatannya cukup tinggi, begitu?
04:38Nggak, tergantung ya.
04:40Belum ada obatnya.
04:41Jangan bilang ada obatnya.
04:43Nggak ada obatnya.
04:44Jadi jangan percaya kalau bilang,
04:46oh obat apapun,
04:47herbal,
04:49nggak ada obatnya.
04:50Belum ada vaksinnya.
04:51Jadi jangan cepat percaya.
04:53Ini kan menjadi isu,
04:55karena seakan-akan udah diobat.
04:57Covid juga nggak ada obatnya.
04:59Belum kan, oh ada obatnya.
05:00Nggak ada.
05:01Jadi itu yang menurut saya,
05:02kita harus bisa mempertahankan,
05:04bukan dengan obat,
05:05dengan cara-cara menjaga kebersihan dan sebagainya.
05:07Ini memang bukan virus baru,
05:09tapi bisa menjadi baru kalau dia bermutasi.
05:12Yang kita khawatirkan,
05:13kalau dia bermutasi,
05:14dan kemudian terjadi risiko penularan dari manusia ke manusia.
05:18Tapi sekarang belum terjadi.
05:20Ya, itu yang menjadi penting.
05:21Jangan terlalu cemas bahwa akan terjadi penularan dari manusia ke manusia.
05:27Saat ditemukan kasus begitu atau suspek orang yang terindikasi,
05:31kemudian dikhawatirkan terjangkit virus hantai ini,
05:36lalu bagaimana dengan proses pengecekannya?
05:38Apakah setelah dicek hasilnya tersebut dapat langsung keluar,
05:41atau membutuhkan waktu yang cukup lama untuk mengetahui hasilnya?
05:44Ya, kalau laboratoriumnya cukup modern,
05:47bisa cepat diketahui, kan?
05:49Tapi kan problemnya orang sakit itu kan
05:51kebanyakan tidak berubat,
05:53apalagi flu.
05:54Kemudian terlambat.
05:56Dan juga rumah sakit juga tidak mengenali.
06:00Orang berubat sendiri,
06:01dan rumah sakit tidak mendeteksi kemungkinan itu.
06:04Berapa banyak sih orang sakit flu yang diperiksa jenis penyebabnya?
06:08Kan nggak banyak.
06:09Biayanya mahal.
06:10Jadi sebagian besar orang sakit,
06:12mungkin virus hantai sudah banyak sekali di Indonesia,
06:16tapi tidak pernah ketahuan,
06:17karena nggak pernah diperiksa.
06:19Karena memang nggak penting diperiksa.
06:21Yang penting adalah istirahat.
06:23Nah, itu kalau mau surveillance,
06:25sebagian dari surveillance pemantauan penyakit itu penting.
06:28Tapi bukan untuk bagian dari pelayanan.
06:30Kalau pelayanan dan itu menjadi satu, penting.
06:33Tapi kan harus ada sistem yang harus diperkuat di Kementerian Kesehatan.
06:37Surveillance-nya harus kuat.
06:38Hanya dengan cara itu,
06:39kita bisa mencegah dan kita bisa mencegah peluaran yang lebih luas.
06:43Oke.
06:44Belajar dari pandemi COVID-19 yang pernah terjadi begitu ya.
06:48Lalu apakah sistem deteksi dini Indonesia
06:51kini sudah lebih siap menghadapi ancaman virus baru, dokter?
06:55Ya, kalau saya bilang belum siap, tapi lebih baik.
07:00Sekarang jauh lebih baik.
07:03Laboratorium ada di mana-mana, sistem sudah dibangun,
07:07tetapi belum sempurna.
07:09Sejauh sempurna.
07:10Pertama apa?
07:10Karena orang juga tidak mau diperiksa.
07:12Kedua, juga kewaspadaan itu belum melekat pada setiap petugas di sebuah wilayah.
07:20Orang bisa ngomong, ada surat edaran, dan macam-macam.
07:22Tapi apakah dipastikan diimplementasi di daerah?
07:25Belum tentu.
07:25Jadi harus dipastikan, terus-menerus diingatkan.
07:29Karena ini menjadi momen penting bahwa pandemi itu akan pasti terjadi,
07:34tapi kita tidak tahu kapan.
07:36Dan kita tidak tahu penyakit apa.
07:38Karena itulah kita harus benar-benar lebih siap dan benar-benar lebih siap.
07:43Oke, lalu kelompok masyarakat tertua apakah ada?
07:45Misalnya kelompok masyarakat berdasarkan umur
07:48atau yang memiliki penyakit bawaan yang paling rentan terpapar hantavirus ini, dok?
07:55Ya, yang paling mudah terpapar dengan yang berkelompok ini kan,
08:00dengan psikus kan, itu akan lebih bersiko.
08:04Tapi kan bersikonya nggak sama kalau masih muda, masih usianya masih kuat, dan sebagainya.
08:09Tapi yang paling berbahaya adalah orang yang imunitasnya rendah.
08:12Kalau disakit apapun, tingkat fatalitasnya tinggi.
08:15Apalagi virus, apalagi ini karena virus baru, kan?
08:19Kita kan nggak tahu banyak kejadian virus.
08:22Mencit kan bukan hanya menuarkan virus santa,
08:24tapi juga menuarkan leptospirosis.
08:26Dan itu terjadi, ketus-turus.
08:28Dan kita tidak pernah serius mengatasinya.
08:31Bagaimana supaya mencit atau fikus yang dimana membawa leptospirosis saja,
08:36masih terus terjadi outbreak itu.
08:38Setiap banjir, setiap ini, setiap terjadi.
08:40Jadi kan artinya, alat edukasi masyarakat masih belum jalan,
08:45promosi kesehatannya masih belum jalan.
08:47Supaya masyarakat diingatkan, diberitahu, sistemnya juga harus jalan.
08:52Yang ini menurut saya, kalau kita sudah terbiasa,
08:55mungkin saya baru bisa mengatakan bahwa kita siap menghadapi apa-apa manapapun.
08:59Sekarang belum siap.
09:00Oke, pemerintah telah menyiapkan sejumlah rumah sakit.
09:03Kalau tidak salah, ada 21 rumah sakit untuk mencegah apabila amit-amit begitu ya,
09:08kalau kasus ini merebak di Indonesia.
09:10Apakah fasilitas kesehatan yang dimiliki oleh Indonesia saat ini
09:13sudah mumpuni untuk mengatasi hantavirus?
09:20Ya, jangan rumah sakit lah.
09:22Artinya kan, orang pandemi yang belum ada gitu kan,
09:27dan kemungkinan masih kecil,
09:28harusnya diupayanya itu bukan membangun rumah sakit,
09:31tapi membangun bagaimana sistem di public health prevention-nya.
09:35termasuk kalau ada kapal dari negara mana,
09:38karena diperiksa kemungkinan ada tikus di kapal itu,
09:42itu juga berbahaya.
09:43Jadi bukan hanya masalah ke Kementerian Kesehatan,
09:45jadi juga surveilan dari hewan dan sebagainya harus jalan,
09:49karena itu nggak bisa sendirian, Kementerian Kesehatan.
09:52Dan kalau menyiapkan rumah sakit kan seakan-akan,
09:55bahwa ini akan terjadi pandemi,
09:57dan banyak kasus yang akan muncul.
09:58Nggak, nggak akan muncul seperti itu.
10:00Jadi janganlah uang atau fokus energi
10:03untuk melakukan sesuatu-sesuatu yang tidak relevan
10:07atau tidak produktif untuk mencegah penularan
10:10di tingkat awal, lebih dasar.
10:12Jadi Kementerian Kesehatan jangan menyiapkan rumah sakitnya,
10:14kan di sini, lainnya di sini.
10:16Itu yang harus yang benar.
10:18Oke, baik antisipasi dan juga mitigasi
10:20perlu dilakukan oleh pribadi masing-masing,
10:22tentunya mulai dari diri sendiri dan juga
10:24wilayah tempat kita tinggal,
10:26setidaknya untuk mencegah penyebaran virus ini
10:29dari tikus, begitu ya, paling utama.
10:30Terima kasih atas perspektif yang telah Anda sampaikan
10:33di program Kompas yang hari ini,
10:34Dr. Panduriono, epidemiolog Universitas Indonesia.
10:38Salam sehat, dokter.
10:39Salam sehat.
10:40Selamat menikmati.
10:40selamat menikmati
Komentar

Dianjurkan