Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 2 hari yang lalu
JAKARTA, KOMPAS.TV Menteri Keuangan RI, Purbaya Yudhi Sadewa menyebut rasio utang RI masih lebih baik dibandingkan banyak negara lain.

"Kalau kita lihat, Maastricht Treaty atau acuan yang paling ketat di Eropa, rasio utang terhadap PDB berapa? 60 persen. Kita masih jauh," ujar Menkeu Purbaya pada Senin (11/5/2026).

"Iya, masih aman. Masih sekitar 40-an ke 40 lebih sedikit. Jadi aman. Singapura berapa? 180 ya, 180 persen. Malaysia 60 persen lebih. Gitu. Thailand juga berapa tuh? Tinggi semua. Kita termasuk paling hati-hati dibanding negara-negara sekeliling kita, dibanding Amerika," lanjutnya.

Baca Juga [FULL] Menkeu Purbaya Tegur DJP soal Ribut Tax Amnesty: Yang Umumkan Kebijakan Pajak Hanya Saya di https://www.kompas.tv/nasional/668136/full-menkeu-purbaya-tegur-djp-soal-ribut-tax-amnesty-yang-umumkan-kebijakan-pajak-hanya-saya

#purbaya #menkeu #pajak #breakingnews

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/668139/menkeu-purbaya-beber-rasio-utang-indonesia-bandingkan-dengan-as-malaysia
Transkrip
00:009,7 riliun, hutang pemerintah pak
00:04hutang pemerintah naik 2,9
00:06per Maret
00:082026 ini naik dari yang Desember
00:10waktu itu Februari lalu tuh
00:11saya pernah nulis, saya juga pernah nanya bapak
00:13bapak bilang ini masih aman lah gitu
00:15itu Februari ya pak, nah kalau sekarang gimana pak
00:18kan acuannya apa
00:20hutang
00:22kalau kita lihat
00:23mastik treti atau acuan yang
00:26paling ketat di Eropa
00:28rahasia hutang ke PDB berapa
00:2960 persen
00:31kita masih jauh, kenapa lu nanya lagi
00:36iya masih aman
00:37masih disekan 40an ke 40 lebih sedikit
00:40jadi aman
00:41Singapura berapa? 180 ya
00:44180 persen
00:45Malaysia 60 persen lebih
00:47Thailand juga berapa? tinggi semua
00:50kita termasuk
00:52paling hati-hati dibanding negara-negara
00:54sekalian kita
00:54dibanding Amerika juga, dibanding Jepang
00:57di depan 275
01:00jadi kalau
01:01lihat dari itu
01:02harusnya anda munyi-munyi kita
01:04cuman kan gak pernah kan?
01:07kenapa
01:08lihat dari sisi negatif terus
01:09dari sisi
01:11lihat sisi komparatif
01:12jadi gini
01:12hutang itu seperti
01:14kalau satu perusahaan
01:16mengembangin usahanya
01:17dia bisa hutangkan
01:19tapi perusahaan yang kecil
01:20dan perusahaan yang besar
01:21beda
01:21kemampuannya
01:22kalau satu perusahaan
01:25untungnya cuman 1 juta
01:27dia hutang 1 juta
01:28udah susahan
01:29tapi kalau perusahaan yang untungnya 100 juta
01:32hutang 1 juta
01:33gak apa-apa
01:34makanya dibagi rasio
01:37debt to GDP
01:38seperti itu kira-kira
01:39hutang dibagi dengan
01:45oke
01:47gitu kira-kira
01:48jadi yang utamanya kita
01:50cuman dibilang ini
01:51cukup mas
01:51berita pajak
01:52nanti malah ketup yang lain
01:56jadi jaya ngomong yang lain
01:58jadi dilarang nih
01:59ngomong yang lain
01:59jadi gini
02:00pada dasarnya
02:01pajak
02:02gak ada kebijakan yang
02:05kita buat
02:06untuk
02:07mengganggu
02:08dunia bisnis
02:09noise-noise yang kemarin terjadi
02:11akan kita hilangkan ke depan
02:13langkah-langkah baru pajak
02:14hanya
02:16diumumkan oleh
02:17menteri keuangan
02:18bukan legend pajak
02:20lagi ke depannya
02:20oke
02:22nanti kalau
02:22setiap publikasi di
02:25homepage-nya pajak
02:26akan dipiksa dulu oleh
02:28badan kebijakan fiskal
02:30sebelum dipublish
02:31oke
02:32terima kasih semuanya
02:34wassalamualaikum
02:35warahmatullahi wabarakatuh
02:48terima kasih semuanya
02:56terima kasih semuanya
02:59terima kasih semuanya
Komentar

Dianjurkan