00:00Enggak, bukan itu dukun mengatasnamakan Kiai.
00:03Kalau Kiai, karakter dan ahlaknya dan seterusnya tidak akan seperti itu.
00:40Terima kasih telah menonton!
01:14Terima kasih telah menonton!
01:30Jadi, Kiai-Kiai bersepakat untuk kemudian mengawal pondoknya masing-masing supaya tidak terinfiltrasi oknum-oknum yang melakukan upaya-upaya demikian.
01:46Yang kedua, tentu saja ikut melakukan pengawasan yang mengatasnamakan Kiai dari sebuah pondok pesantren di daerahnya masing-masing.
01:57Sebagai bagian tugas dari Ketua Umum DPPP.
02:00Yang dipati itu apakah Kiai atau bukan, Pak?
02:03Enggak, bukan. Itu dukun mengatasnamakan Kiai.
02:06Kalau Kiai, karakter dan ahlaknya dan seterusnya tidak akan seperti itu.
02:11Pak, karena kasus yang dipati ini kan citra Kiai itu atau citra kalangan terutama itu kan tercoreng.
02:16Itu kalau dari PKB sendiri bagaimana, Pak?
02:18Ya, makanya kita pastikan bahwa itu bukan Kiai.
02:21Kiai tetap ada ukuran-ukuran ahlaknya.
02:26Lalu kemudian keilmuannya jelas.
02:30Budi pekertinya jelas.
02:32Lalu kemudian juga dalam menjaga anak-anak sandrinya juga jelas.
02:36Dengan sedangkan yang demikian, ini adalah tentu saja mengatasnamakan Kiai.
02:45Melihat fakta secara utuh, menelusuri yang tak terlihat.
02:49Satu langkah lebih dekat, satu langkah lebih mendalam.
02:52Saksikan di poinvestigasi di Kompas TV, channel 11, di televisi anda.
02:56Terima kasih sudah menonton!
Komentar