00:00Dilansir dari laman Kementerian Pariwisata, inilah lima tradisi idul adha yang tak hanya unik tapi juga berpotensi menjadi magnet wisata
00:10budaya.
00:11Satu, Apitan, Semarang.
00:13Tradisi Apitan lahir dari peralihan dua bulan hijriah, yakni bulan syawal dan zul hijah.
00:20Bertempat di kota Lumpia, Apitan diawali dengan pertunjukan seni seperti kuda lumping dan kirap hasil panen
00:27dan tak hanya menonjolkan nilai spiritual, tetapi menjadi hiburan rakyat yang memikat wisatawan lokal maupun mancanegara.
00:35Dua, Gamelan Sekaten, Surakarta.
00:38Berakar dari era Sultan Agung, pada tahun 1644 Masehi, Gamelan Sekaten di Surakarta menyajikan dua gamelan sakral,
00:48Kiai Guntur Madu dan Kiai Guntur Sari, yang mana kedua alat musik ini ditabuh dalam seremoni keagamaan setelah salat idul
00:56adha.
00:57Tiga, Grebek Gunungan, Yogyakarta.
01:00Selain dikenal dengan wisata keratonnya, Yogyakarta menyimpan tradisi grebek besar yang berlangsung di momen idul adha.
01:08Pada pelaksanaan tradisi ini, tujuh gunungan hasil bumi diarak dari keraton menuju Masjid Gede Kauman dan lokasi lainnya.
01:17Empat, Manten Sapi, Pasuruan.
01:20Tradisi yang berasal dari Pasuruan, Jawa Timur tersebut memperlakukan hewan kurban, layaknya pengantin,
01:28yang mana sapi dimandikan, dihias dengan bunga, sorban, sajadah, hingga dibalut kain putih.
01:35Lima, Mepe Kasur, Banyuwangi.
01:38Beda dari yang lain, Mepe Kasur merupakan tradisi masyarakat using di Banyuwangi.
01:43Pada momen idul adha, warga menjemur kasur berwarna merah dan hitam sebagai simbol keberanian dan keabadian.
01:51Tak hanya untuk menjaga keharmonisan rumah tangga, tradisi ini pun menjadi atraksi budaya yang banyak menarik perhatian wisatawan,
01:59khususnya dari luar negeri yang penasaran dengan filosofi dibalik ritual unik ini.
Komentar