00:00Prabowo setujui ekspor 250 ribu ton pupuk ke Australia.
00:04Presiden Prabowo Subianto menyetujui pengiriman pupuk ke Australia sebanyak 250 ribu ton.
00:10Hal ini disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Air Langga Hartarto.
00:15Air Langga menjelaskan, permintaan pupuk dari Indonesia tak hanya dating dari Australia,
00:20namun juga dari India, Filipina, dan Brazil.
00:24Meski demikian, Air Langga belum bisa memastikan apakah permintaan ketiga negara tersebut
00:29juga akan disetujui oleh Presiden.
00:31Beberapa negara meminta kepada Indonesia, India, Filipina maupun Australia, kata Air Langga.
00:38Bapak Presiden, Prabowo, sudah memberikan kepada Australia 250 ribu ton, imbuhnya.
00:45Air Langga memastikan pasokan pupuk di dalam negeri sudah aman.
00:49Berdasarkan data pupuk Indonesia per 20 April 2026,
00:53pasokan pupuk saat ini mencapai sekitar 1,18 juta ton.
00:56Kita menetapkan harga untuk industri tertentu termasuk pupuk yang dijaga 6,5 dolar Amerika dolar
01:02sehingga dengan demikian pupuk kita surplus, ujarnya.
01:06Air Langga menekankan bahwa Indonesia memiliki ketahanan yang cukup baik di sektor pangan,
01:10energi, dan kelistrikan,
01:12sehingga dampak fluktuasi global dapat relatif dimitigasi.
01:16Kapasitas produksi PT Pupuk Indonesia, Persero,
01:19saat ini mencapai 14,65 juta ton per tahun.
01:22Angka tersebut terdiri dari urea sebesar 9,36 juta ton,
01:27NPK sebanyak 4,52 juta ton,
01:30ZA sebesar 750 ribu ton,
01:32serta ZK sebesar 20 ribu ton per tahun.
01:35Dari total kapasitas tersebut,
01:37terdapat potensi kelebihan pasokan yang dapat dimanfaatkan untuk ekspor secara terukur.
01:42Meski demikian,
01:43Wakil Menteri Pertanian Sudaryono tetap menegaskan kebutuhan dalam negeri
01:46akan menjadi prioritas utama sebelum realisasi ekspor dilakukan.
01:49Terima kasih telah menonton!
Komentar