00:00Komisi Pemberantasan Korupsi menjeret 11 Kepala Daerah Hasil Pilkada 2024
00:06dalam kegiatan operasi tangkap tangan selama tahun 2025 hingga 18 April 2026.
00:16Pada 2025, KPK menangkap dan menetapkan Bupati Kolaka.
00:21Timur Abdul Aziz, Gubernur Riau Abdul Wahid, Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko,
00:27Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya, hingga Bupati Bekasi Adeku Suara Kunang
00:33sebagai tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi dalam kasus yang berbeda-beda.
00:38Kemudian selama 2026 ini, para kepala daerah yang ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka
00:46adalah Wali Kota Madiun Maidi, Bupati Pati Sudewo, Bupati Pekalongan, Fadia Arafik,
00:53Bupati Rejang Lebong Muhammad Fikri Tobari, Bupati Cilacap Syamsul Aulia Rahman,
00:58dan Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo.
01:02KPK menyatakan, tidak semua kasus dugaan korupsi yang menjerat Kepala Daerah Hasil Pilkada
01:082024 terjadi karena biaya politik yang mahal.
01:13Dalam beberapa kasus, motifnya juga berkaitan dengan kepentingan pribadi,
01:18termasuk demi memenuhi kebutuhan seperti Tunjangan Hari Raya, THR,
01:24ujar juru bicara KPK Budi Prasetyo kepada para jurnalis di Jakarta,
01:29Sabtu 18 April 2026.
01:33Kendati demikian, Budi mengatakan, KPK tetap melihat adanya irisan kuat
01:39antara biaya politik yang harus ditanggung dengan terbukanya celah praktik korupsi.
Komentar